
Kamar denas malam hari
"lepaskan,, ini sangat menjijihkan" bentak dea dan menatap tajam denas.
denas mencium paksa dea dan menahan kedua tangannya.
"kau adalah istriku!" denas.
degh dea hanya diam dan memelototi denas.
"kau terdiam berati itu benar!" denas.
dea langsung menendang denas.
"ugh gila kenapa denganmu? kenapa menendang pangeran mahkotaku!" denas yg kesakitan.
Dea tak menjawab, dan dia menodongkan pistol pada denas. Dia menatap denas dengan kebencian dan tinggal dia tekan sedikit saja denas akan tertembak.
Denas langsung berdiri lalu menghadangkan dadanya pada pistol dea.
"kau mau membunuhku? suami mu? ayah dari anak anakmu? bunuhlah jika itu pantas dengan harga aku yg meninggalkanmu" denas.
dea menatap tajam denas dan semakin menekan pistolnya.
Dorr..
peluru pun meluncur namun tidak mengenai denas karna denas menampik pistol itu dan langsung memeluk dea.
namun dea tidak menerima pelukan itu melainkan memukul denas, dan denas menahan pukulan yg di luncurkan secara bertubi tubi dari dea.
Dan hati dea "pistol tidak berguna, aku puntur juga tidak berguna kenapa? apa benar ini mas dika? apa dia mengingat semua".
Denas terus menampik tampa membalas sembari menahan sakit kepalanya yg menunjukkan puzel puzel ingatannya dengan dea yg berlatih bela diri bersama.
Denas langsung terdiam dan dalam hatinya "puzel puzel ingatanku mulai terisi" dia diam tanpa melawan dea, sekalipun dea memukulnya keras.
lalu dea mulai lelah dan denas yg menyadari langsung mendekap dea dalam pelukannya sangat erat.
Denas memeluk erat dea sampai dea tidak bisa melawan dan mencium paksa dea.
Dea tidak bisa melawan pelukan denas sangat erat tangannya di pegang dua duanya oleh denas dan kakinya dikunci erat denas lalu denas mencium bibir dea,
Namun seperti kebanyakan wanita lainnya dea terjatuh kepermainan ciuman denas.
Denas membopong dea dan menidurkannya di kasur, dea terdiam dia tidak bisa membohongi badannya yg lebih jujur karna permainan Denas.
Denas akan membuka kerudung dea, namun dea mendorong denas yg tengah bergelut dengan gairahnya.
Dea bergegas lari dan berkata "kau gila!!" sambil meneteskan air mata.
"tunggu maaf akuu--" denas langsung terdiam karna dea keluar dari kamar hotelnya "kelepasan,," lanjut denas.
.
Dea berlari keluar dengan menangis dan menuju ke kamar hotelnya
"sangat menjijihkan" guman dea.
"hiks menjijihkan karna aku pun hampir mengikuti permainanannya, sudah berapa lama? 5 atau hampir 6? dari aku mengandung dean dan edna" dea duduk depan pintu dan menangis sejadi jadinya.
Dean dan edna sedang pergi berjalan jalan dengan eimila dan yg lain sedang ada urusan masing masing.
Sebelum kejadian.
Dea pergi ke tempat dimana fans maetingnya berada mengajak anak kembarnya ada juga eimila.
Setelah menghabiskan waktu 5 jam akhirnya selesai dan mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke menara mescucuar karna kebetulan tidak terlalu jauh dari situ.
"bunda kau hebat!" edna.
"makasih sayang" balas dea dengan mencium pipi anaknya.
"selamat dea berjalan lancar fans maetingnya tanpa kendala" eimila.
"iya kak terima kasih" dea tersenyum manis.
Eimila menatap dea dan dalam hatinya "cantik, gadis imut hamil itu sekarang tumbuh sangat cantik dan menawan, aku yg wanita saja menyukainya apa lagi bagi lawan jenis".
"bunda your okey?" dea.
"ya bunda ok sayang, Why?" dea sembari mencubit pelan pipi dean.
"bundaa!!" protes dean.
"kenapa dean yg paling ganteng menanyakan keadaan bunda? bunda baik baik saja sayang" dea.
"bohong!! bunda ada masalah kan!!" dean.
"tidak!" saut dea dengan mimik wajah yg pura pura terkejut "jangan khawatir bagaimana kalau kita jalan jalan dulu" tambah dea.
"jalan-jalan! aku mau, " antusias edna di barengi anggukan eimila.
"baiklah bagaimana dengan mu dean?" dea.
"ok lah yg penting bunda senang!" jawab dean.
"apa ini jawaban anak 5 tahun? sebenarnya dulu bunda ngidam apa ya waktu hamil kamu? edna aja yg bareng kamu gak sedingin itu!! apa kamu masih marah?" dea dengan mimik wajah yg berubah ubah menghibur dean.
dean hanya menatap bundanya dan dalam hati berkata "kau berbohong, kenapa? padahal kau berjanji tidak akan berbohong padaku! bunda mengajarkan berbohong itu dosa tpi kenapa kenyataannya bunda berbohong! dean tau semua saat bunda keluar bunda bertemu dengan dady aku tau saat mengecek cctv dari komputer tadi, bagaimana kau bisa tetap ceria seperti itu bunda?" dean.
"sayang! bayi kecil bunda" dea.
"stop call me little baby bunda!" dean yg langsung malu malu diiringi tawa edna dan eimila.
Tak lama mereka sampai.
"horee sampai!" edna.
"kaya anak kecil" dean
"ngeselin amat si ka!! justru kaka yg gak normal sok dingin" edna.
"ini sudah sifat kaka" dean
"bundaaaa!!" edna pura pura menangis "lihat" menunjuk dean "kak dean nakal"tambah dea sembari menarik narik baju dea.
dea hanya tersenyum melihat perdebatan kedua anaknya itu sembari mengelus elus edna dan berkata "ayo udah udah mending kita jalan" tambahnya "nanti bunda izinin makan es crem sepuasnya".
edna lalu mengangguk semangat.
Mereka lalu berjalan namun tak lama telfon dea berbunyi, tk lama dea berkata.
Dean,edna bunda mau mengambil barang bunda yg ketinggalan di gedung tadi bunda fans maeting, kalian mau ikut bunda atau jalan jalan dulu sama aunty eimila nanti bunda nyusul". Dea.
"bunda aku bukanya gak setia tapi edna lanjut masuk ya" edna dengan mimik wajah yg dibuat buat saagat menyesal.
Dea tersenyum dan menatap dean hati dea berharap ada salah satu yg ikut.
__ADS_1
"mm bunda dean jagain edna aja, kenapa gak suruh kak yani aja si?" dean.
"kak yani lagi ikut papy elvin ada urusan!" dea.
"kalo nanti habis dari sini?" eimila.
"nanti udah tutup gedungnya ka, itu dokumen penting, ya udah kalian main dulu aja nanti bunda nyusul" dea.
"apa batalin aja ya?" eimila.
"jangan udah di depan menara tinggal masuk" senyum "titip anak anak ya kak aku gak bakal lama paling telat sedikit" dea.
"iya hati hati ya bawa mobilnya" eimila.
"bunda!" dean dan edna.
Dea tersenyum dan menciumi putra putrinya "sebentar ok!" lalu dea mengeluarkan 2 kotak lensa mata.
"maaf kalian pakai lagi ini sampai bunda datang!" dea dengan raut yg sedih.
"iya gpp bunda" dean dan edna bersamaan.
Lalu dea memakaikan soflens mata pada anaknya dan pergi.
Sampai di tempat fans maeting
Dea sudah mengambil barangnya dan hendak masuk kembali ke mobil namun tangannya di tarik oleh seseorang dan di paksa naik mobil.
"mas dika!!" dea.
"ya" denas dengan lembut dan dalam hati "lagi dia memanggilku dengan sebutan mas dika".
"kau ada urusan apa! turunkan aku dari mobil!!" dea.
"ikutlah denganku!!" denas.
"aku tidak mau!" dea hendak membuka pintu mobil namun denas langsung memasang sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya.
"diamlah sebentar!" denas.
"mau kemana kita!!" dea.
"ke hotel" saut pelan denas yg membuat dea terdiam.
Tampa sadar mereka sudah sampai hotel mereka dan dea di tarik menuju kamar an denas " kau menyakitiku!" ucap dea yg sembari melepas tangan denas namun gagal dan mereka masuk kamar.
Kembali ke kejadian
"hiks hati kumohon teguhlah, badan kumohon jangan menerima sentuhannya, hati tahanlah kerinduanmu, air mata berhentilah menangis kumohon hiks hiks" dea menangis terus setelah itu tak lama pintu hotel terbuka dan dea terkejut.
"dea!!".
"kak ilann" panggil dea dengan suara bergetar dan menghapus air matanya yg gagal karna mengalir terus.
"maaf!" ucap ilan lalu memeluk dea "menangis lah keluarkan jangan kau tahan!" perintah ilan.
Dea tidak menolak pelukan ilan dea malah tambah menangis sejadi-jadinya walau tidak bersuara.
Tampa sadar ilan juga ikut menangis air matanya jatuh sendiri dan hatinya seperti tertusuk tusuk, jantungnya berdegup kencang.
dan saat itu juga dea memegang dada ilan dan berkata "alen" lalu menutup mulutnya "kamu kah itu!" lalu manatap ilan yg sedang menangis.
ilan hanya menggeleng dan menarik tangan dea ditaruhnya didadanya. Dea mengikuti arahan ilan dan tangan satunya menghapus air mata ilan.
dalam hati ilan "iya kak ini dea kekasihmu, rasa cintaku terasa sangat kuat sampai aku tersakiti".
dea yg menangis karna luka hatinya ditambah debaran jantung ilan yg fameliar saat memeluk dea seperti alen.
Sementara ilan yg menangis bukan kemauannya namun jantung dan hatinya yg bereaksi sendiri.
"bu..bukan alen tapi ilan dea" sesegukan ilan "kakak ada disini! di dalamku, karna dia memberikannya padaku!!" ilan yg masih dengan posisi yg sama dengan dea.
dea gemetaran dan menangis tambah sejadi jadinya lalu terduduk lemas.
"maaf kak ilan!" dea
"tidak kau tidak salah karna kami mirip pasti kau teringat masa lalu kan!"ilan yg sudah selesai menangis dan dalam hati ilan "ternyata yang namanya cinta itu sekuat ini walau mungkin dea sudah tidak mencintai kakakku namun kenangan dan kisah cinta yg belum tuntas karna kakak pergi yg membuat luka yg tidak ada menjadi ada. Sekuat ini mampu mengenali masing masing, contohnya yg sekarang aku alami, tpi kenapa hati ini menjadi tenang? degupan jantung yg tadi seakan akan sangat bersalah menjadi tenang seakan akan masalah sudah terselesaikan".
Tak lama itu Dea jatuh pingsan.
"Dea!!" menepuk-nepuk pipi dea "bangunlah" lalu mengangkat dea ditidurkannya di sofa.
Lalu menelfon eimila.
tutt tutt hp eimila tidak menjawab.
"angkatlah eim!!" sudah 7 panggilan tidak di jawab lalu menelfon kull dan di jawab.
"ya lan" kull
"kau dimana cepatlah ke hotel dea dia jatuh pingsan aku rasa dia kelelahan kau periksa dia!!" ilan.
"ok, aku akan kesana segara, dimana eimila?" kull.
"dia tidak ada" ilan.
"baiklah" kull
Tak lama kull datang bersama elvin.
Kull langsung memeriksa dea.
Dan elvin seperti biasa panik.
"bagaimana dia bisa pingsan? kenapa? kull apa dia baik baik saja? oh ya tuhan eimila dimana si!! kenapa gak jagain dea?" elvin.
kull hanya bergeleng geleng kepala dan ilan berusaha menutupi kupingnya dengan tangan.
"stop elvin! kenapa soal dea kamu jadi bukan elvin yg kukenal cerewet bangat lu vin, mending lu coba telfon eimila" ilan.
"benar vin dea hanya kelelahan" kull.
"ok ok gwe tau jadi panikan kalo dea kenapa napa kalian tau lah"elvin. lalu elvin mendekati dea dan duduk di sebelah dea.
"elvin aku menemukan memar ditangannya!"kull
"apaa!" elvin langsung memegang tangan dea "bekas pegangan tangan siapa ini!" elvin menggretakkan gigi.
Tak selang beberapa lama ponsel dea berdering dan diangkat oleh elvin.
"hallo!" elvin.
"bunda cepat kemenara mescucur" suara edna yg ketakutan,
"edna kau kenapa?"elvin
"papy elvin hiks tolong kami, aunty eimila di culik kak dean juga, mereka.." tutt tlfon dari edna terputus.
__ADS_1
"edna ,, ednaa?? ,,oh ****!!"elvin
"kenapa vin?"kull
"cepat kita harus bergerak karna dean,edna dan eimila di culik!" elvin.
Ilan tampa bertanya dia langsung pergi mencari laptop dan elvin menyuruh yani agar mencari mereka bertiga.
"kull jagalah dea aku akan pergi! jangan bilang apapun ke dea" elvin.
kull hanya mengangguk.
"ilan teruslah melacak dan pantau dimana mereka" elvin.
"ya,, hati hatilah vin aku akan memberitahumu dimana lokasi mereka kau pergi dulu ke menara bersama anggota mu" ilan.
Elvin menepuk bahu ilan lalu pergi.
Menara mescucuar
beberapa jam lalu.
"aunty bunda kenapa lama sekali sudah pukul 6 sore!" dean.
"coba aunty telfon!" eimila.
Eimila hendak menelfon namun hpnya secara tiba tiba di rebut oleh seseorang dan di lempar sampai kaki edna.
edna dan dean pun terkejut.
eimila menengok kebelakang sedikit dan memberi insyarat kepada dean dan edna agar lari.
"sekarang!" bughk eimila menendang orang yg ada dibelakangnya, sementara dean dan edna lari.
Eimila melawan 2 orang dan dia kalah.
Sementara dean dan edna di kejar oleh 2 orang lainnya, terjadi keributan karna salah satu diantara penculik menyalakan pistol menakut nakuti orang yg ada di sekitar menara.
"edna kakak minta kita berpencar agar mengecoh kedua orang itu" ucap dean sembari ngos ngosan menggandeng tangan edna.
"tapi bunda bilang kalau kita dalam bahanya kita harus bersama kak, edna tidak akan meninggalkan kak dean" edna yg sembari menangis.
"jangan menangis!! kalau kau adik kakak kamu gak boleh cengeng, jika salah satu diantara kita tertangkap setidaknya ada 1 lagi yang masih ada agar bisa memberi kabar ke bunda" pinta dean.
"tapi ..." edna.
"tidak ada kata tapi cepat" dean mendorong edna duluan dan menatap edna dan dalam hati berkata "aku percaya padamu edna!"
"kalian mau kemana hahh! ketangkap juga akhirnya 1, tinggal 1 anak lagi!" ucap salah satu penculik.
edna berlari kencang sampai menemukan tempat persembunyian dengan gemetar.
"aunty,, kakak,, bundaa! hiks" lalu mengingat kata kata kakanya sekarang bukan waktunya menangis.
Sembari gemetaran edna menelfon bundanya.
Kembali kekejadian
saat edna hendak mengatakan pada elvin na'as dia tertangkap oleh penculik.
Hp eimila diinjak oleh penculik Hingga hancur.
Edna di bawa kemobil dan mendapati aunty eimila yg terluka dan pingsan, dan tatapan kakaknya yg penuh khawatir bercampur lega.
"tugas kita sudah selesai!" penculik 1.
"kita ditugaskan menculik 2 wanita dan anak kembar tpi kenapa cuman 1!" penculik 4.
"hustt kalian jangan ribut yg penting kita udah bawa semua!" penculik 2.
"apa kalian sudah mengikat mereka?" penculik 3 yg membawa eimila.
"toh mereka hanya anak anak!" penculik 1.
"tetap ikat mereka untuk jaga jaga!" penculik 3.
edna dan dean pun di ikat.
dan mereka dibawa pergi.
sementara elvin sudah sampai di menara mescucuar dan mencari mereka.
Hotel Dea.
"oh tidak kita kehilangan koneksi!" ilan.
"kau sudah periksa dengan benar!" kull.
"ya aku rasa hp eimila dihancurkan?" ilan.
"aku akan telfon warren biar dia periksa soal cctv jalan" kull.
"iya!" saut ilan dan mengaktifkan koneksi agar bisa bersaut dengan warren nanti.
lalu tak lama dea sadar.
dea memegang kepalanya dan melihat kull dan ilan yg terlihat panik,lalu disaat itu juga hati dea merasa gelisah dan melihat jam di jam tangannya.
"edna, dean" Dea.
"ehh dea kau sudah sadar!" kull.
Dea tersenyum kecil dengan wajahnya yg pucat dan langsung menanyakan anak anaknya.
"kak dimana dean? edna dan kak eimmila? kenapa kalian juga sangat panik?," dea.
"benarkah? kami panik ha ha haa tidak dea" kull yg mencoba tersenyum cerah.
"kak ilannn!!" dea dengan suara lembut namun terkesan menekan.
"benar tidak ada apa apa" senyum.
Dan dalam hati kull dan ilan yg sepemikiran berkata "kelebihan dea yg bisa membaca expresi itu sangat mengerikan" lalu mereka saling pandang.
Dea bangun dan langsung melihat ke laptop ilan. Ilan mencoba menahan namun kalah telak karna dea menggunakan totok aku puntur membuat ilan tak bisa bergerak.
Setelah itu dea menatap kull dan mengembalikan keadaan ilan lalu langsung berlari.
"Dea!" kul yg langsung memegang tangan dea.
"lepas kak! menara mescucuar disana ada anak anakku! kalian mendeteksi itu dengan panik berarti terjadi sesuatu kan!" dea dengan mata yg memerah.
"walau terjadi sesuatu pun kami harus tetap membuatmu disini!" kull.
"tidak!" dea dengan melepas tangan kull "katakan sebenarnya ada apa?"dea yg mulai habis kesabarnya.
kull hanya menatap dea tulus sementara ilan yg sudah berada dibelakang dea dan berkata.
__ADS_1
"maaf!" ucap samar ilan dari belakang dea yg akan memukul dea.