
...1 bulan kemudian....
Dea berjalan tertitah-titah sambil memegang perutnya ke kamar eimila.
"kak eimila" pangil dea.
"ya ada apa dea?" melihat dea lalu terdiam.
"ketubanku sudah mulai pecah" ucap dea dengan tersenyum seolah-olah tidak terjadi apapun pada dirinya, senyum polos di mata eimila.
Eimila langsung berlari ke arah dea dan memapahnya sambil berteriak ke bawah mansions "Kak kull siapkan mobill! dea mau melahirkan" .
Tak lama eimila dan dea mereka sampai ke mobil namun bukan kull melainkan ilan.
"alen!!" gumam dea.
"ilan cepat papah dea aku akan menyetir mana kunci mobilnya!" eimila.
ilan melempar kunci mobil sambil berkata "dia yg nyetir aku rasa nyawaku di ambang kematian" ilan.
"aku dengar semua" eimila sambil menjalankan mobil.
Tak sampai setengah jam sampai karna eimila ngebut sengebut ngebutnya.
"apa pak ius tidak ada?" ucap ilan dan keluar mobil.
"semua maid di liburkan hari ini!" ketus eimila.
dea tersenyum melihat mereka.Dan tak menyangka eimila seperti pembalap. Dan dea menahan tawa di trngah rasa sakit akan kontraksi akan melahirkan dan ilan sangat pucat pasi.
Eimila memiliki hobi sendiri selain belajar kedokteran dia juga belajar balap mobil.
10 menit setelah mereka sampai elvin datang bersama kul dan ayahnya.
elvin meninggalkan ayahnya dan berlari keruang bersalin.
"ilan gimana Dea?" elvin penuh kekhawatiran.
"dia sudah didalam bersama eimila dan dokter melahirkan" ilan.
10 menit berjalan.
"aduh kok dea gak teriak-teriak padahal kalo lahiran kan biasanya jejeritan, kenapa belum lahir!!" oceh elvin yg mondar mandir.
"tenanglah vin gak semua orang lahiran jejeritan" jawab kul.
Mr. Alviano hanya menghembuskan nafas kasar dan duduk tenang sembari melihat anaknya yg kaya setrikaan.
Namun di lubuk hatinya yg terdalam dia seperti menanti cucunya akan lahir dari menantunya namun perasaannya lebih seperti seorang ayah yg menanti putrinya lahiran.
Sebelum kejadian Kantor AMBW
"kenapa kau tidak berkunjung? bahkan kakakmu dan adikmu kau abaikan!! apa lagi ibumu,, sibuk bangat si jadi anak padahal bisnis lagi menguntungkan, ayahnya dateng malah diem aja? anak siapa si kamu!!" Mr, alviano.
Elvin hanya mengusap gusar mukanya mendengar ayahnya yg sedang mengomelinya dari setengah jam yang lalu.
lalu ponsel elvin berbunyi dan mengangkat telfon. ternyata itu telfon dari kull yg memberi tahu elvin agar turun kull sudah di ruang parkir.
"emang kenapa?" elvin
"dea akan melahirkan!!" kull
"apa!! baiklah aku akan turun!!" elvin mematikan telfon tanpa mendengar jawaban kull dan menuju liff.
"heyy ay.." Mr. Alviano belum selesai bicara di tarik elvin dan berkata "cepat lah ayah cucu cucu mu akan lahir" ucapnya membuat Mr alviano diam.
setelah beberapa menit mereka sampai di tempat parkiran saat dalam perjalanan ayah elvin pun ngoceh-ngoceh.
"Cucu!! sebanarnya anak siapa lagi yang dia hamili? sabahat? artis? atau anak Ceo? aduh vin vin menikah lah. Wanita di nikahin jangan di mainin terus!! gak tau ngikutin sifat siapa si!!".
"om tenang om elvin gak menghamili siapa pun tapi wanita yg akan melahirkan adalah cinta pertamanya!!" kull yg menjawab.
"Apaaa!! penipu dasar!!" umpat Mr alviano kehilangan wibawanya jika sudah berrurusan dengan elvin.
elvin gak perduli dengan ayahnya yg ngoceh dia melihat jam tangannya dan berkata "cepatlah kull dea pasti sedang kesakitan,Jangan lupa kabari orang tuanya nanti!" Pintanya.
dalam hati Mr alviano "dea? apa dea yg waktu itu!!" lalu diam sampai rumah sakit.
ruang bersalin
Dea memegang tangan eimila Yg juga memberi arahan pada dea. Dea tidak berteriak dia diam sambil mengatur nafas sesuai arahan dan mengeluarkan tenaga untuk lahiran dengan air mata yg mengalir. Dia berharap ada ibunya dan keluarganya serta ada suaminya namun semua itu tidak mungkin..
Dan
oeekk oekk
Anak dea lahir kedunia anak pertama laki-laki.
Perjuangan itu berhasil walau luka menghampiri namun tidak akan pernah menyesal karna semua didasari dari cinta. Cinta yg tulus.
selang 3 menit oeekk oekk
anak kedua terlahir perempuan .
Anak kembar dea dan dika atau dea dan An Denas.
keluarga tidak harus dari orang tua saja,kakek nenek,paman bibi,kakak adik,keponakan dan sepupu. Keluarga itu juga terdiri dari kasih sayang mereka yg menerima kekurangan kita serta status kita,dan juga yg mengulurkan tangan saat kita susah dan menuntun kita agar lebih baik dan bahagia. Mereka juga hadir dalam orang yg sedih melihat luka kita dan orang yg mencintai kita tanpa sepengetahuan kita karna mereka lebih mengkhawatirkan kita.
Eimila merasa lega karna dea berhasil melahirkan. para dokter dan suster disana tidak berhenti menatap kedua anak itu.
Dan diluar sana Elvin dn kul berpelukan. Lalu mereka berdua memeluk ilan juga.
__ADS_1
"lepaskan kalian mau membunuhku!!" tukas ilan yg langsung bersembunyi di belakang warren yg baru datang.
"akhirnya lahir juga" ucap bersamaan elvin dan kull. Lalu mereka langsung terlihat canggung karna mengingat soal hati masing masing.
Mr.Alvino tertegun melihat semua.
Melihat expresi mereka teringat saat mereka masih remaja. Masa ia wanita yg sama.dan mata para anak-anak lelaki didepannya penuh dengan cinta.
Ruang bersalin
"kau berhasil dea" emila.
"kak.. Akuu.."
ttiitt tit titt
"dokter zana cepat ambil alat pen stabil jantung!.. oh tidak monitornya terus berjalan lurus ,,kenapa dia langsung drop" eimila.
"dokter eimila bagaimana ini! pasien juga kekurangan darah" seorang suster.
"berikan padaku alat itu dokter zana" eimila.
dokter zana menyuruh suster mengambil stok darah untuk dea secepat mungkin.
"dea kau harus bertahan,, ingat kau belum melihat wajah anakmu,, dan ingat kau belum membalas suamimu!" eimila dengan airmata yg jatuh trus.
"suster mana darahnya kenapa kau kembali dengan tangan kosong!!" dokter zana.
"stok darah A negatif kosong dokter" ucap suster itu.
"apa!!" eimila langsung teringat bahwa mr alviano memiliki darah A negatif dan berfikir elvin memiliki gen yg sama namun elvin A Positif mengikuti ibunya "dokter zana di depan ada satu orang yg memiliki ayo cepat panggil dia".
"siapa? tuan elvin atau teman temannya?" dokter zana.
Eimila :"jangan banyak tanya cepat!! tanya saja kedepan" dengan panik
dokter zana keluar ruangan dan di tekan beberapa pertanyaan. Oleh elvin,kull dan warren.
"bagaimana anak-anaknya dan ibunya" bersamaan.
"kenapa eimila belum keluar??" warren.
"dan kenapa suster tadi keluar masuk!!" elvin.
"apa eimila sedang didalam karna dea kekurangan darah?" kull yang mengetahui kondisi dea. Karna dea memiliki kondisi darah yg tiba-tiba turun (anemia) tensinya hanya 90 dari hamil muda sampai hamil besar, berhubung kull tau jadi dia menebak kondisi dea.
"tuan kull benar darah pasien turun drastis saat selesai melahirkan, padahal dia tidak pendarahan dan kata Dokter eimila ada salah satu di antara kalian yg memikiki darah A negatif " dokter zana.
"tidak aku dan eimila O positif, ilan AB reshus plus, dan warren B negatif, kalau elvinn..." kull.
"A reshus plus" lanjut Elvin.
"lalu siapa?" dokter zana.
"ya om alviano memiliki golongan darah itu namun elvin tidak makanya dia salah paham" kul.
"aku!!" dari belakang mereka "aku akan menyumbangkan darahku" Mr. Alviano.
"dady kau serius!!" Elvin.
"mm" saut singkat dan dingin seorang Alviano melano.
Di dalam ruangan
"dokter zana kita berhasil namun darahnya harus cepat!!" ucap bahagia bercampur cemas eimila.
"ya dokter eimila pendonornya akan segera masuk, suster cepat siapkan kursi untuk duduk Mr alviano" ucap dokter zana.
"apa!! om alviano bukan elvin?" bingung eimila namun dia langsung cepet menanamkan transfusi darah langsung.
Keadaan dea mulai membaik. Dan Mr alviano duduk di samping dea.
Menatap lekat dea.
"keluguan itu!! membuatku mengingat seseorang!. Aku hanya ingin memastikan dea yg dulu bekerja di rumahku atau bukan dan ternyata iya, usianya sekitar 19 tahun sekarang. Dia kenapa membuatku sakit saat menatapnya kenapa aku merasa aneh, kenapa aku baru sadar. Dulu dan sekarang rasa ini, tatapan rinduku padanya terwakili menatap gadis ini! pada wanita itu".
Ruang bayi kembar dea
"siapa yg akan mengazankan mereka?" ucap salah satu suster.
"azan??" elvin,kul,ilan dan warren hanya Saling tatap.
"apa perlu suster?" elvin.
"ya karna pasien beragama islam, dan dalam agama mereka anak mereka akan di azankan dahulu oleh anggota keluarganya atau jelasnya ayahnya?" suster.
"kami tidak bisa azan" ucap elvin.
"karna kami bukan ayah dari bayi itu" ilan.
"apa??" bingung sang suster dan dalam hatinya "bukankah pasien didalam istri mr elvin".
"maksudnya nanti .. mau belajar dulu hehe karna belum hafal semua, kami ada yg mualaf" bualan warren.
"oh begitu panggil saya jika akan mengazankan nanti saya akan gendongkan bayinya saya undur diri ,,permisi" lalu suster pergi.
"kalian gila ya? kan orang taunya dea istri elvin!" warren.
"ya dia istriku!" elvin "dalam impian" lanjutnya.
Yang ditatap miris sahabat sahabatnya sembari di tepuk tepuk pundaknya
__ADS_1
Ruangan lain
"denas kau baru sadar 5 hari yang lalu apa kau yakin akan keluar dari rumah sakit" ucap nanda.
"ya... Orang tua itu akan kembali 1 hari lagi!" denas.
"denas kau..." ucapan nanda terhenti karna di tahan jenzen.
"kalian kenapa? apa tua bangka itu sudah tau aku mengalami kecelakaan dan koma hampir 1 bulan?" denas.
"tidak" ucap jenzen "kau keluar dahulu bersama harun ada sopir di bawah sudah menunggu" tambah jenzen.
"ya" singkat denas.
"apa yg akan kau katakan? mau mengatakan soal istrinya? dia hilang ingatan nan!" jenzen.
"tapi kenapa tidak semua? kenapa hanya istrinya? kenapa? lalu kenapa dia masih bisa memaki ayahnya? dia ingat kejadian dia dibawa paksa tapi kenapa dia melupakan istrinya?" nanda.
"nan kau kenapa? kita sudah biasa bermain wanita aku tau semua gak adil tpi kita itu seorang brengsek percuma kalo kita meluluhkan hati kita, seorang brengsek seperti kita di kalangan atas yg berkedok harta tidak bisa menjadi baik" jenzen.
"lo gak tau! emang kita brengsek tetap brengsek tapi lo tetep gak bakal paham" nanda.
"gak tau soal apa? aku tau saat koma dia menyebut nama istrinya kan! tapi saat dia bangun dia lupa soal Dea. ingatan tentang istrinya hilang, dan sifatnya tidak hangat seperti saat dia menyandang nama dika! dia An denas berhati batu yg dingin!!".
"bukan soal itu,, gwe pernah lihat istrinya dan gwe Sadar kenapa denas mati matian kerja nyelesain soal perusahaan buat balik sama istrinya! karna istrinya layak bersanding dengan dia" nanda.
"sudahlah nan,, kata dokter dia akan ingat kembali kalau sudah waktunya" Jenzen "yg penting kita tetap jaga dea dari jauh" tambahnya.
Nanda tersenyum tipis lalu mengangguk.
...
"kau sudah lihat bayi kembar yg lahir hari ini" perbincangan seorang suster.
"sudah,, aku sudah melihatnya mereka sangat menakjubkan apa lagi bola mata mereka sangat indah" saut yg lain.
Saat An denas akan menuju keluar dari awal pintu semua membicarakan bayi kembar, bola mata, dan bahkan sampai dokter juga membicarakan soal itu sambil berjalan bahkan ada yg bilang belum di azani.
"harun siapa yg baru melahirkan??" tiba-tiba Denas berhenti dan bertanya soal itu.
"saya tidak tau tuan!" ucapnya tegas namun hatinya berkata lain "tuanku dia istrimu, yg kau suruh aku lindungi dan dia juga wanita yg dilamar dijalan oleh pria lain".
"aku ada urusan kau tunggu disini!!" denas.
denas lalu pergi mengikuti kakinya menuntunnya untuk berjalan kembali keruang letak bayi.
Dan tak lama nanda dan jenzen turun.
"dimana denas? kau tidak mengikutinya?" nanda.
"tuan pergi ke kamar bayi" harun.
"bayi?" jenzen.
harun menatap jenzen dan nanda lalu mereka seakan akan tau mata harun berkata apa dan mengikuti denas yg ke salah satu ruangan.
Denas sampai ke tempat bayi-bayi itu.
lalu degh "bola matanya sama sepertiku apa cuma perasaanku saja" guman denas.
"mereka belum di beri nama? dan sangat merah" tanpa sadar denas menggendong bayi yg di sebelah kanannya dan mengazaninya lalu yg satu lagi juga ia.
Denas merasa tidak pernah menggendong bayi, tpi kenapa saat menggendong bayi asli dia bisa dan sangat hati hati seakan akan dia sudah ltihan layaknya berlatih senjata tajam dan api.
Dan di luar ruangan jenzen,nanda yg berdiri terdiam.
Dan yg satunya lagi kull dan elvin yg tertegun tanpa menyadari kehadiran masing-masing lalu berjalan ke dalam ruangan semuanya.
Denas meletakkan bayi itu dengan lembut.
"kau dapat hidayah akhirnya kau datang!" cibiran elvin.
"kenapa kau disini?" Denas.
"harusnya tuh gwe yg tanya ngapain lo disini!!" elvin dengan amarah yg di tahan.
"ini anakmu? kalau tau tidak akanku azani" jawab denas.
Elvin menggertakkan gigi.
"makanya kalau buat anak tuh jangan cuman buat tanggung jawab dong!!" Denas dengan muka datar dan santai.
"merekaa..." ucapan elvin terhenti oleh sebuah bentakan lantang namun lemah.
"berhenti!!" Ya ini adalah suara dea yg di dorong dgn kursi roda dengan keadaan pucat pasi.
"kau!! pergilah dari sini tuan An denas!" ucap dea.
"Tentu kenapa kau menatapku dengan tatapan benci seperti itu? tanpa disuruh pun aku akan pergi!" Denas dengan air mata yg tanpa disadari mengalir sediri.
"Pergi!!! jangan pernah kembali lagi,, dan jangan dekati anak-anakku, aku sangat membencimu!!" dea yg tak tau kalau denas melupakannya dan menampar denas dengan tertitah-titah dari kursi roda yg di dorong eimila.
"Kau!!!" bentak Denas.
"apa!! apa hah?!" dea menatap tajam Denas.
Denas hanya terdiam lalu keluar menahan amarah dikejar jenzen dan menabrak Mr.Alvino di depan pintu.
"tunggu nona,,,denas itu ..." nanda ucapannya terpotong Dea.
"apa? kau yg waktu itu minta seblak kan! aku ingat!! apa kau mata mata dari si ,,hik,,hiks hiks le..Lelaki itu!" dea.
__ADS_1
"itu tidak penting sekarang, terserah kau may Manila aku bagaimana yg penting adalah denas hilang ingatan setelah kecelakaan, itu yg ingin aku sampaikan permisi!" nanda pergi dari situ dengan wajah kurang puas karna dia tidak bisa menceritakan semuanya.
dea hanya diam lalu mencoba tenang dan tersenyum walau matanya masih sangat merah menahan air mata dan kemarahannya.