
Bait sebelumnya 👇
Setelah itu Ilan pun akan ke ruangan yg di sewa Dea untuk menemui Elvin,Warren dan Eimila.Â
               ••••••••••
pukul 04:30 pagi.
Dea keluar dari kamar pelan-pelan setelah solat subuh agar tidak mengganggu eimila yg sedang tidur diikuti dean dan edna.
Dea juga membangunkan dean dan edna untuk solat bersama.
saat melihat diluar elvin belum ke kamarnya dan ada warren,ilan,dan kul juga.
"ya ampun para lelaki ini kenapa mereka tidur disini?" ucap dean pelan.
"hustt jangan begitu mereka adalah salah satu pilihan untuk jadi daddy kita" edna.
"kalian ini ngomong apa si?" dea hanya tersenyum melihat mereka, Dea sudah tidak kaget dengan mereka yg meributkan siapa yg jadi daddy mereka dari umur 4 tahun.
"bunda akan keluar sebentar ada barang di dalam mobil yg tertinggal jadilah anak baik ok jangan berisik ada uncle uncle yg sedang tidur" dea.
"iya bunda" dean.
"iya bunda tenang saja" edna dengan berbinar-binar.
"Edna kau tidak akan usil kan?" dea.
"bunda ayolah anak secantik dan imut aku tidak akan usil" edna.
"baiklah" senyum "jaga adikmu dean bunda sedikit tidak percaya" ucap dea sedikit meledek yg di angguki dean
"bundaaa,, kakak,, kalian jahat" edna yg ngambek.
"ok ok bunda percaya!"lalu mencium kedua anaknya.
"bunda tunggu kanapa si harus bunda yg ambil!" protes dean.
"sayang kalau bukan bunda siapa lagi" dea tersenyum.
"kan ada kak yani" ucap dean.
"kak yani akan menemani bunda dia sudah di depan pintu" dea.
"ya ampun kakak biarin bunda pergi kan cuma sebentar, dasar posesif" tambah edna.
"baiklah jangan lama lama ya bunda" dean.
"iya sayang" dea tersenyum lalu pergi.
Dan benar saja yani sudah di depan pintu karna dea sudah mengirim pesan padanya.
"Non sepertinya anda sedang ada yg dipikirkan" yani.
"tidak papa ayo" saut dea lalu tersenyum.
Sebenarnya dea sedang berfikir sifat dean makin kesini makin seperti bapaknya yang opertektif fan posesif lalu dea memijat keningnya yg pusing memikirkan anaknya yg berubah ubah itu.
"Non anda sakit?" yani yg khawatir.
"tidak hanya sedang memikirkan sesuatu kau tidak perlu khawatir kak yani" dea.
"baiklah" yani khawatir karna merasa nonanya itu menyembunyikan sesuatu.
setelah beberapa waktu dea sampai di lantai 1 dan keluar dari liff.
"ya alloh" dea.
"kenapa Non dea?" yani.
"kak yani aku lupa belum mencabut titik aku puntur di elvin?" dea "kau kembalilah dan totok kembali elvin kau tau kan kata sandi kamarku" tambah dea.
"tapi itu tidak sopan" yani.
"mm iya aku paham, kalau begitu kau tunggu di depan pintu kamar hotel dulu nanti pasti akan ada yg mencari aku karna elvin tidak bisa bergerak" dea.
"tapi non Dea bagaimana?" yani.
"tidak papa sudah dekat ini kasihan dia" dea tersenyum merasa bersalah membuat yani bolak balik dan tersadar pantas saja posisi elvin gak berubah di sofa saat ia tidur.
"baiklah nona" yani yg sedikit ragu.
"tolong ya dan terima kasih kak yani" dea.
yani hanya mengangguk dan kembali naik liff.
Dea sudah mengambil barangnya itu berisi data beberapa artis pemeran novelnya.
Saat dea akan menaiki liff dea ditabrak seseorang membuat dokumennya jatuh.
"maaf" orang itu dengan bahasa korea.
lalu pergi tanpa mendengar jawaban dea.
"siapa dia kenapa terburu-buru sekali" Dea yg akan mengambil dokumennya namun terdahului oleh seseorang.
"ceroboh" seseorang itu.
Dea menatapnya intes lalu berkata "terima kasih".
Mereka berdua masuk ke liff bersama. Dan menuju lantai yg sama juga.
batin dea " ya alloh kenapa aku harus bertemu dengannya" lalu menatap lelaki itu tajam.
__ADS_1
"kenapa kau menatapku seperti akan membunuhku" lekaki itu.
"apa anda merasa terganggu tuan An denas" dea.
ya pria itu adalah An denas.
Denas lalu berjalan mendekati dea, dea yg panik langsung menotok tubuh denas sampai tidak bisa bergerak.
Namun untuk pertama kalinya dia gagal dan denas tetap mendekatinya dan membuat dia terkejut.
"jangan mendekat atau aku akan membunuhmu" dea.
"kau seperti kalajengking kecil yang berbahaya" jawab Denas, lalu denas mulai berjalan kembali.
"ba..bagaimana mungkin" dea yg masih terkejut karna titik aku punturnya gagal.
"kenapa? apa karna kau gagal membuatku tidak bergerak? karna itu tidak berguna untukku!" dika mengunci dea dalam kungkumannya membuat dea terpojok.
Dea langsung mendorong denas sampai denas tak sengaja terbentur.
"kau .. aku benci padamu mas dika" dea dengan suara yg bergetar.
Lalu dea berlari saat pintu liff terbuka
Denas juga keluar dengan muka pucat pasi dan jatuh pingsan.
Kamar hotel dea
Dea mencoba mengatur nafasnya dan menghapus air matanya sebelum masuk. Untung saja kak yani tidak ada di depan pintu hotel.
"bundaaaa...."peluk edna menahan tertawa.
"kenapa? kau melakukan keusilan lagi?" dea .
"oh bunda lihat lah papi elvin dan uncle ilan mereka cantikkan.. oh ia bunda lihatlah uncle kull dan warren" edna mencoba menahan tawa.
"bunda bukan salahku" dean sudah angkat tangan.
"hahha ayolah dea kenapa kau seserius itu mereka hanya anak anak" bela eimila.
Dea hanya menunduk dan memijat keningnya. Mencoba menenggelamkan rasa tertekannya tadi dan menahan tawa elvin dan kull didandani seperti ondel ondel, lalu warren dan ilan rambutnya diikat dengan pita.
"kalian sudah minta maaf? aku tau siapa dalangnya?" dea.
dean,edna dan eimila hanya melihat ke arah tembok.
"elvin, bangunlah" dea mendekati elvin dan melepas titik akupunturnya.
"kak warren,ilan,kull bangunlah kalian harus kembali kekamar kalian dan mandi" dea.
"ugh,," elvin merasa mual dan berlari kekamar mandi karna mual.
dan yg 3 lainnya mengucek mata lalu terbahak-bahak.
"kau mending ngaca dulu" perintah warren.
"hahaha kalian sangat cantik yg satu anak ondel ondel yg satu anak balita" kull.
Lalu elvin keluar dan semua kembali tertawa karna elvin paling parah digambarnya juga kumis kucing dan lipstik yg merah menyala.
"hahhaha" gelak tawa warren,kul,ilan.
"ada apa? aish kepalaku sangat pening" lalu melihat pantulan dirinya di lantai dan berlari ke kamar mandi.
Eimila,edna menghitung bersama "1,2, tii..."
"akhhh ednaaaa eimilaaaaaa" teriak elvin.
"fiks" ucap mereka berdua.
dan merasa di perhatikan seseorang mereka menengok.
"edna itu tidak benar! tidak sopan! dan kau dean kenapa menyetujui kelakuan adikmu yg sebrono kalian harus dapat hukuman!" dea.
"dea jangan begitu keras pada mereka mereka hanya bercanda" bela eimila yg ikut terlibat.
"kak eimila jangan manjakan mereka, walau ini lucu tapi itu sangat tidak sopan kakak juga dapat hukuman!" tegas dea.
"bunda ada apa? ini juga sudah biasa? apa bunda kena masalah?" tanya dean yg merasa aneh pada bundanya.
"tidak" tatap dea pada dean.
"bohong" dean sembari memegang tangan ibunya.
"bunda tidak papa,, lebih baik kalian bertiga ke dapur aku akan menyusul ini hukuman kalian" Dea lalu masuk kedalam kamar.
Eimila,edna dan dean hanya saling tatapan karna bundanya tidak bisa berbohong.
Jam 7 pagi.
Semua berkumpul kembali di kamar hotel dea. Kamar VIP yang terdapat dapur juga dan kedap suara juga terdapat ruang makan, walau semua mengambil kamar VIP namun para pria datang berkumoul di kamar dea.
TAK..
"elvin kau tau apa kesalahanmu" dea dengan tatapan tajam.
"kak eimila, edna,dean kalian juga" tambahnya.
Elvin hanya diam, begitu pun eimila, edna, dean yg terlihat lesu mengingat kejadian di dapur tadi.
warren,ilan,kul hanya bisa diam layaknya kucing yg berjejer-jejer jika seorang ibu ibu sedang mengomel.
"elvin kau larut malam masuk kekamar ini dan..." dea terdiam lalu "kau mabuk parah!!" habiskan sup pereda mabuk ini yg aku pesan tadi walau kau tidak suka! dan jangan ada yg memberi obat kecuali sup ini pada elvin!" tegas dea.
__ADS_1
"huff " elvin hanya pasrah sembari mengingat semalam dia berbuat apa.
Dea mendekati Dean,Edna dan Eimila.
"bunda maafkan kenakalan edna hiks" membuat expresi imut.
dea mulai terpesona dan ingat kesalahan anaknya "tidak kau akan menjalani hukuman ini selama 3 hari" dea.
"tidakkkkk! bunda aku tidak mau mencuci ikan baunya tidak enak" teriak edna.
"mm ituu akuu juga salah ,,jangan hukum aku lagi untuk mengupas bawang atau sesuatu oke dea, aku lemah dengan kegiatan mengupas hehe"Eimila yg sadar dia kekanakan.
"kakak" dea tersenyum.
"ah tidak aku akan melakukan hukuman ini 3 hari seperti edna" eimila yg kikuk.
Dan dalam hatinya "aku tidak mau mengupas bawang lagi, namun aku sadar dea sedang mendidik anaknya agar tidak bandel dan aku malah kekanakan hiks malu aku dengan umurku" batinnya yang menjerit.
Eimila dan edna menatap dean penuh arti karna dean adalah senjata pamungkas.
Dean melirik mereka lalu melihat bundanya.
"bunda kau tau aku tidak nakal kan? aku hanya tehasut" dean.
"oh begitu ya?" dea dengan suara lembut namun terkesan menekan.
dalam hati dean "ya alloh bunda akan marah, aku tersiksa jika harus memakai pakaian edna saat memasak hiks apa perlu aku harus bertingkah imut di depan banyak orang itu memalukan" glupp dean meneguk salifanya kasar dan clingg "bunda maafkan kami ya" dean akhirnya memilih membuat expresi manja dan imut.
Dea hanya terdiam seakan akan sinar mengelilingi putranya itu.
eimila dan edna tersenyum puas.
Dan para lelaki bergumam bersamaan "senjata pamungkas".
"bunda kenapa bunda diam" dean tersenyum lebar.
Batin dea "tidak jangan tersenyum seperti itu hatiku lemah,ini pasti rencana mereka".
namum kesadaran dea kalah dengan tingkah laku manja putranya dan mereka terbebas dari hukuman.
Kamar An Denas
"Deaaa!" denas terbangun.
"denas kau sudah sadar?" adnan.
"kakak?" denas lalu mencoba merebahkan diri lagi.
"sebenarnya apa yg terjadi?" adnan.
"denas sebenarnya apa yg terjadi padamu?" tias dan ovin bersamaan.
"tidak papa" mimijit kening "dimana nanda?" tanya denas.
"dia belum kembali" ucap ovin sedikit gugup.
"oh" denas sedikit curiga "kalian keluarlah aku ingin sendiri".
Adnan memberi kode agar semua keluar termasuk dirinya juga.
"dea?? kenapa dia seperti wanitanya elvin? kenapa aku menikah dengannya?".
Degh denas lalu merasakan kepalanya teramat sakit.
"dika!! ia dia menyebutku dika? dan mendorongku lalu aku merasakan sakit kepala" denas bergumam menahan rasa sakitnya dan ingatan denas saat menikah dengan dea, saat kejadian di mansions elvin dan saat dia kecelakaan.
"apa apaan ingatan tadi aku.. Aghh huff huff sebenarnya hubungan apa yg terjalin antara aku dan wanita itu" denas yg berusaha menyatukan puzel puzel ingatannya, Lalu mencoba akan keluar kamar untuk mengambil air dan tak sengaja mendengar teman temannya sedang menyebut namanya.
"kemungkinan dia sudah ingat tentang istrinya? adnan.
"benarkah?" ovin.
Sementara denas "ii,,stri??" lalu mendengar lagi.
"kenapa kau lari tadi nan?" tias.
"aku panik dan takut saat dia menyebut nama dea lalu saat denas bangun dia akan membunuhku" nanda.
"kenapa dia akan membunuhmu?" adnan.
"jika dia ingat dan menanyakan dea dia akan terluka?" nanda.
"kenapa?" tias.
"karna kami kehilangan koneksi melindungi dea dari kejauhan sekitar 4 tahun lalu" tambah ovin.
"itu bukan salah kami, karna saat itu harun ketahuan sering bersama ovin dan denas yg memutuskan koneksi itu" nanda dgn suara menyesal.
"itu masalah kalian aku tidak akan ikut" nanda.
"ya tuhan kalian kenapa harus takut kan bukan salah kalian lagian denas tidak akan membunuh kalian maupun aku karna kita kan teman" tias.
"ya tuhan kapan kau dewasa? denas bukan denas yg bergelar deyan bintang dikayan lagi tias? dia sudah sepenuhnya An Denas, Denas yang kejam" suara nanda yg di buat-buat.
"dasar kalian?" adnan yg menggeleng kepala "bersikaplah sewajarnya, jika dia ingat pun tidak akan langsung semua karna saat dia jatuh dari ketinggian dan tertembak dia terbentur batu, walau anehnya hanya istrinya saja yg dilupakan tpi itu hal biasa bagi kedokteran karna ada dimana manusia mengalami lupa ingatan sebagian memori" tambah adnan.
tias,ovin dan nanda hanya tersenyum kikuk.
"ternyata kalian jadi anak kucing di depan denas ya? lucu." tambah adnan.
sementara denas yg mendengar semua langsung meneteskan air matanya tidak terhenti, walau dia belum sepenuhnya ingat semua namun hatinya yg terpengaruh ucapan mereka membuktikan memang benar dia dan wanita itu memiliki hubungan.
"deyan bintang dikayan?" denas bergumam dan menyatukan ingatan dimana dea memanggilnya mas dika saat di liff.
__ADS_1