
para pemain hanyalah perantara dalam imajinasi semoga kalian mendukung tokoh tokoh yg saya siapkan.
Pukul 04:30 wib
.
"asalamualaikum sayang bangunn" suara dika membangunkan istrinya.
"mmm,," respon sang istri.
Dika geram akhirnya memeluk sang istri dan dea membalasnya dengan erat.
"apa sudah azan?" ucap dea.
"ng.. Maaf membangunkanmu kita harus solat," ucapnya penuh kasih sayang.
"mas mandi saja dulu adk nanti setelah mas!," ucapnya dengan senyum.
"tidurlah,, jam 5 pagi masih bisa buat solat" dika menyadari keadaan istrinya.
dea hanya memandang suaminya dan memeluknya dengan erat dibawah selimut.
"bagaimana aku bisa bangun kau memelukku erat dan mas ingin terus seperti ini" mengelus-elus kepala sang istri "apa sangat sakit?? mas terlalu over ya semalam? padahal kamu baru pertama kali" Khawatir.
Dea memandang suaminya
"akhh itu,?" pipinya merona "ia sakit tapi..." mmmachh dea kaget dengan kecupan suaminya.
"sssttt sudah jangan lanjutkan bicara maaf pasti menyakitkan" menatap istrinya yg malu "trima kasih" ucapnya.
"untuk apa?" saut dea.
"untuk semua dan untuk kamu yg telah menjaga mahkotamu dan menyerahkannya padakuu,"senyum.
Blushhh pipi dea memerah.
dia gak tau harus menjawab apa hanya bersembunyi pada dada bidang suaminya yg telanjang.
lalu melepas pelukannya dan berkata "mas mandi gih ntar adk nyusul" mengalihkan pembicaraan.
"kenapa kamu membuatku candu sayang?" senyum dan dalam hati "tahan hasratmu dika ..".
Dea hanya tersenyum melihat suaminya, dia paham apa yg di pikirkan suaminya. Dea merasa sakit namun juga menikmati dan juga nyaman. Dia paham suaminya menahan hasratnya.
Namun tak ingin melukai dirinya, suaminya tidak bermain kasar malah penuh kasih sayang dan lembut suaminya bermain tanpa melukai dirinya namun karna baru awal terasa sangat sakit bahkan dia ingin berdiri dahulu sangat nyeri jadi dia menyuruh suaminya dahulu.
"aku membuat suamiku candu?" guraunya "karna itu harus kalau tidak aku takut kau bosan!" ujar dea Lalu tersenyum.
Dika menatap dea lalu memegang kepalanya dan mendudukkan istrinya mereka saling tatap tenggelam dalam pikiran mereka.
Dea khawatir dan dika gak mau mendengar kata-kata dari istrinya itu.
Lalu dika mencium dea dengan lembut Dan dalam sampai nafas dea habis.
"maaf" ucapnya "aku hanya khawatir".
"jangan katakan itu lagi, aku tak akan berubah percayalah setiap orang punya cerita sendiri!" tersenyum dan memeluk istrinya meyakinkan istrinya itu .
.
.
Dika prov
Alarm hp dika berbunyi menandakan sudah waktunya solat subuh.
Dia memandangi istrinya.
Dia tak ingin mengganggu tidur istrinya namun mereka juga harus solat jangan sampai tertinggal.
"alhamdulillah semua berjalan baik semuaa,, sampai pagi ini membuat hatiku berdegup kencang padahal aku seorang pria dewasa namun kenapa dia membuatku menjadi seperti anak kecil."
Sampai dia mengatakan
"aku membuat suamiku candu?" dengan senyum dan merah merona dipipinya dilanjutkan "karna Itu harus kalau tidak aku takut kau bosan" degh,
perkataan itu lagi. Dia sedang trauma lagi cukup jangan berkata seperti itu lagi.
Aku paham dia terlalu banyak menyaksikan banyaknya kegagalan rumah tangga di sekitarnya dia juga korban perkelahian orang tuanya walau orang tuanya tidak sampai cerai.
dia pernah mengatakannya, aku tidak akan melakukan hal itu.
Dea kau tak perlu takut disini sudah ada suamimu aku dika.. Lalu aku mengelus kepalanya dan mengajak dia duduk memandangnya dan mencium dia pelan agar dia ingat!! jangan takut dulu aku hanya bisa menggandeng tangannya lain dengan sekarang aku ingin memberinya cinta yg luas agar dia keluar dari takutnyaa.
Saat aku ingin memulai berbicara dia mengawalinya dulu dengan kata "maaf" dgn mengatur nafasnya aku memeluknya setelah mengatakan apa yg harus ku ucap.
.
Dea prov
seseorang memberiku salam di pagi hari. "mmm" sautku parau aku mau menjawab "waalaikumsalam" namun rasanya susah terucap karna sakit dibawah sana dan kehangatan yg aku rasakan.
setiap detik dan menit yg berjalan sangat berarti di hatiku, dan dia masih sama. Masih sama deg degan padahal seorang pria dewasa.
Bukankah harusnya aku yg deg degan. Dia mengatakan "kenapa kau membuatku candu?" dengan expresi yg imut dia suamiku kan.. Aku terkekeh ya dia suamiku pria dewasa yg sedang menahan hasrat aku tidak sebodoh itu untuk tidak tau suaminya menahan hasratnya padahal jika dia mau dia bisa melakukannya namun aku kenal dia. dia tidak akan melukaiku itu yg membuatku jatuh cinta padanya.
Dengan wajah yg masih merona tanpa sadar aku berkata hal yg tidak dia suka, iya aku salah mana ada pengantin baru yg mengatakan itu sehabis hubungan intim rasanya apa yg DIPIKIRAN keluar dari mulut begitu saja, biasanya dia akan menggenggam tanganku jika aku mulai merasa takut dengan erat.
Namun berbeda dengan sekarang dia mengelus kepalaku dengan lembut dan mengangkat tubuhku untuk duduk. Aku menatapnya mata yg penuh kehangatan itu lalu dia menciumku lembut, darahku mendesir kencang di dalam tubuh.
Morning kiss dan jantungku berdegub kencang ciuman yg lembut seperti biasa Dan terselip dalam benakku "apa dia marah? ini sedikit kasar bukan bruntal lagi, dan nafasku mulai sesak" Dan di tengah aku menghirup oksigen aku berkata "maaf" maaf atas kekhawatiranku dan dia menjawab hal yg sama perkataan yg slalu menenangkanku saat aku takut untuk semua hal
"jangan katakan itu lagi, aku tak akan berubah percayalah setiap orang punya cerita sendiri" Perkataan ini dengan senyuman dan dia memelukku.
__ADS_1
....
semua berjalan dengan baik dan dea juga bisa menutupi rasa sakit yg dia rasakan saat kakinya digunakan untuk berjalan.
Dan sekarang mereka sedang berkumpul untuk sarapan. Dan berbincang bincang.
"hujan belum reda-reda dari semalam" ucap ayah dea
"emang kalo reda mau kemana?" ucap ibu dea yg bertanya "mesti mau kesawah pikiran kekebun terus!!" guraunya.
"biarin orang punya kebun y kekebun," saut ayah dea dgn ketawa dan menikmati kopi.
"cucian banyak gak panas huff" keluh dea
"biarin aja sukurin setiap cuaca," ucap ibunya dan duduk mengambil gorengan pisang.
"dika" panggil ibu mertuanya .
"iya mah" sautnya.
"jangan dulu berangkat ke kota, masih pengantin baru" guraunya yg membuat dea dan dika bertatap muka dan ayah ibu dea hanya bisa senyum.
"tentu mah .. Ngapain buru-buru udah minta cuti" ucapnya dengan malu.
"iya bener .. Kmu juga de jangan terburu-buru ke kota sekarang kamu sudah punya suami" ujarnya sambil senyum.
"ia mah " sambil meneguk teh dan "aku paham mungkin aku akan dirumah lama" sautnya dgn pipi merona melirik suaminya.
"kenapa gak cari kerjaan yg dekat jadi kalo ke kota bisa bareng-bareng gak baik suami istri pisah-pisah" ujar sg ayah.
"pengennya" ucap dea dan dika bersamaan Membuat semua tersenyum.
"lah gampang itu dipikirin. sekarang ya mikirin yg sekarang terjadi masih lama ini" ucap sg ibu yg mengetahui anaknya dan mantunya malu.
Mereka mengangguk dan mulai sarapan nasi.
"mba deaa" ucap anak perempuan dgn suara cepreng..
"ia ndul kenapaa" ucap dea yg menyauti adiknya. "ayo sarapan".
"nanti mbaaaa.. kan nayla udah minum susu bisa sarapan sendiri tapi nanti kepangin rambut nayla ya mba".
"iya iya tentu" ucap dea degn senyum Kepada adiknya.
"semalam hujan besar buat pengantin baru ya mantap" ucap dari bibi dea dari depan pintu meja makan.
"uhuk uhuk" dea dan dika reflex tersedak bersama.
Senyuman terlihat jelas di bibir ayah,ibu dan bibi dea.
mereka minum bersama-sama dan dea langsung menuangkan minum lagi untuk suaminya..
"ahh lik niti siapa yg pengantin baru"ujar dika sambil senyum.
"kalian lah" lalu duduk dan mengambil pisang.
"udah jangan godain mereka lih" ucap sang kakak .
"iaa iyaaa" sambil tersenyum bersama ayah dea . Ayah dea hanya bisa geleng-geleng kepala.
dika dan dea jadi canggung kalo teringat semalam.
Pikiran dika "aku melukainya,apa dia menikmatinya aahhh bodooh bangat si aku,aku menikmati permainan semalam dengannya" memandang dea.
.
pikiran dea "apa aku membuatnya puas apa aku menjalankan tugas jasmani dan rohaniku dengan baik," minum dan melirik dika.
.
.
.
Beberapa waktu berjalan dan rumah tengah kosong semua keluarga memiliki kesibukan masing-masing.
Dika juga habis pulang membantu ayah mertuanya di sawah sedangkan dea sibuk menulis dia ingin ikut kesawah namun sama ibunya disuruh dirumah aja jagain arief dan nayla dan bibinya yg takutnya akan melahirkan bibinya (lik niti) tengah hamil besar.
Sedangkan ayah,ibu dan kakek neneknya mereka harus panen padi.
Dan pukul 14:45 suaminya disuruh pulang oleh ayah mertuanya.
Suaminya membersihkan tubuh dikamar mandi dan dea membuatkan kopi.
Dika mengeringkan rambutnya keluar kamar mandi dan mendapati istrinya di dapur.
Grep dia memeluk istrinya dari belakang dan memegang tangannya membantu mengaduk kopi.
Dea kaget namun langsung bertanya "kenapa beruang besar?" ucapnya.
"mmm" hanya menyaut manja.
lalu dea membalikkan badan dan mengalungkan tangannya di leher suaminya dia jinjit dan mengecup suaminya lalu tersenyum.
"kenapa?" ucap dea lembut.
"aku mau di cass" ucap dika manja.
"apa ini suamiku?" tersenyum dan memegang pipi suaminya "apa dia pria yg sudah berumur 20'an?"
Dika memandang dengan muka manja dea hanya tersenyum lalu "tidak" membalikkan badan dan melepas pelukan dari belakang suaminya menuju meja dan menaruh kopi di meja.
"huff kenapa?" ucapnya dengan nada kecewa.
__ADS_1
"ada nayla dan arief mereka nanti kalo tiba-tiba kesini gimana? lalu kalo ada tamu gimana?" ucap dea.
dika berjalan dan memegang pinggul istrinya dan mengecup nya dan menjawab.
"ok ok bawell" lalu mencubit hidung dea.
Mereka lalu tertawa.
.
.
Dika memperhatikan istrinya yg tengah bekerja online itu.
dan tak lama kemudian lik niti datang dengan nayla dan arief.
"dee " ucap lik niti.
dea langsung ke pintu depan "yaaa" dea khawatir liliknya mau melahirkan "kenapa?".
"takut kamu nyariin nayla ikut lilik sama arief main ke atas bosen dirumah".
"apa?.. Gakk usah si bi! jangan kesana kesini! perut besar juga?" kekwatiran dea naik.
"kan yg hamil lilik bukan kamu, nih" menunjukkan ponsel "lilik bawa posel" lalu melihat kebelakang "suami kamu dah pulang??" Tanya'a.
"iya" senyum "jangan ngeles" balik khawatir.
"yaa .. Nayla arief ayo jalan..." menghiraukan dea.
"ya mah" ucap arief "ya lik" ucap nayla.
Nayla:" dadah mba" disusul arief "dadah mba dea".
Dea hanya tersenyum
lik niti hanya tersenyum lalu dea menjawab "nay rief jan lama-lama ok!!" senyum.
Setelah melihat bibi dan adik adiknya pergi Degh dia mengabaikan suaminya yg lelah .
Dia khawatir dia merasa diabaikan karna suaminya itu sedikit ahhh tepatnya sangat opertektiv gak mau kalo lagi sama dia tuh dibagi-bagi waktunya.
Buru-buru masuk kedalam dan dea ditarik oleh dika dan jatuh di pelukan dika ..
.kriettt menutup pintu..
dika tersenyum lebar manampakkan kedua lesung pipinya yg dalam.
" hh dasar" lalu duduk disofa melepas pelukan suaminya dengan hati yg berdegup kencang.
"Sudah tidak ada orang ayoo aku perlu di cass" Ujarnya.
dea memberanikan diri langsung mendorong suaminya yg duduk disebelahnya sampai jatuh tidur di sofa. dea tersenyum dengan degupan kencang "aku tidak menyangka suamiku sangat manja" dia memeluk suaminya dan bersandar didada bidang suaminya.
dika nenahan senyumnya mencoba tenang dan gilanya pipi dika memerah.
Dan Tampa diduga dea mendorong suamiya duduk disofa mengecup bibirnya Dan mengatakan "jangan ditahan aku adalah milikmu".
..
Dika prov
"dan mas gak menyangka kalau istri mas sangat liar dan panas" itu yg aku ucapkan padanya.
jantungku terus berdebar .. istriku hanya memelukku dan mendengarkan degup jantungku yg kencanG.
aku menginginkannya.. Tapi aku mencintainya dan takut melukainya..
Aku takut miliknya masih sakit.
Ini sudah 1 minggu apa aku menjadi suami yg jahat Tapi aku juga perlu ini bisa membuatku gila.
aku meraba-raba punggung istriku yg sedang diatasku itu .. aku menarik bra milik istriku dan dia menatapku. Dengan kesal aku pelan menariknya namun saat terlepas mungkin sakit mengenai badannya.
"apa masih sakit" tanyaku.
"untuk apa dan yg mana mas" jawabnya yg sengaja memancingku atau aku yg tak bisa berfikir jernih.
"exhemm...itu yg. Ekhem.." aku tidak bisaa mengatakannya langsung terkesan gimana kalo di pikir, dea hanya tersenyum lalu berkata "sudah tidak" mengecupku "mas kau berhak menyentuhku,tanpa izinku pun kau bisa karna kau suamiku dan aku milikmu .. Milikmuuu..." ucap istriku lalu berdiri dengan merona.
Kata "milikku itu masih terdengar di telingaku sampai aku tidak bisa menahannya lagi.
Dea prov
aku mengatakan bahwa aku miliknya dengan malu lalu dia berdiri dan menciumku.
Dia mencium penuh kasih sayang dan lembut . Dia mendorong ku pelan agak berjalan mundur tanpa melepas tautan kami aku pun mengikuti arahannya.
Ayo dea kau sudah handal dalam cerita dan kau juga sudah merasakannya kenapa kau gugup ayolah kau bukan karakter dalam ff yg gugup padahal sudah merasakannya.
Kami berjalan mundur dan dika membuka pintu kamar lalu dia menutup pintu kamar kami dan dia mulai menidurkanku.
.
.
Mereka sudah dalam gairah mereka masing-masing dika membuka peniti pada kerudung istrinya dan dia lempar ke lantai dan membelai sang istri.
"dek" memainkan rambut sang istri.
"iya mas" dengan pipi memerah.
"mas suka rambut panjang ade" mencium leher istrinya dea mengepal sprai karna ciuman suaminya sungguh membuat dia merasakan hal yg susah dijelaskan.
__ADS_1
dika tersenyum melihat istrinya memejamkan mata Dan...