
part 10
Saat mereka bertiga masuk Larissa terkejut karna mendapatkan pelukan tiba-tiba dari seorang wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik.
"Huaa mami kangen banget sama kamu, kenapa kamu baru ke sini hah pas mami nyuruh kesini baru datang" marah Daiva clara britama mami dari Larissa dan di belakang daiva ada papi nya juga yang bernama Chayton Raymond britama sedang menatap nya dengan lembut.
"Udah mi jangan marah-marah, anaknya pulang kok di marahin"ucap chayton lembut dan langsung memeluk anak bungsu nya sambil mencium pucuk kepala Larissa dengan lembut. "Buset Mak bapaknya Larissa cakep banget, ini juga Kakak nya cakep banget Masyaallah, benar-benar deh keluarga lafiza visual semua" batin Larissa mengeratkan pelukannya kepada papinya sambil menggesekkan kepalanya di dada sang papi.
"Kangen banget sama papi, pengen peluk papi terus"ucap Larissa dan itu membuat Papinya Terkekeh pelan begitu juga sang mami.
Daiva melihat ke belakang Larissa dan tersenyum melihat menantunya.
"Astaga mami baru sadar kalo ada mantu mami di sini"ucap daiva memeluk Jarel dan Jarel pelukan mertuanya kemudian melepasnya.
"Bagaimana kabar mami? Sehat kan?"tanya Jarel dan daiva menganggukkan kepalanya menuntun sang menantu ke ruang keluarga bersama yang lain.
Saat Sampai di ruang keluarga Larissa bisa lihat ada seseorang pria yang duduk di sofa dengan padangan sinis yang mengarah kepadanya dan itu membuat Larissa risih.
Dia tau pria itu yang tak lain adalah Abang pemilik tubuh yang tidak menyukai Larissa entah karena apa.
Kedua orang tua Larissa dan juga Kaka perempuan nya hanya mengehela nafas melihat keduanya yang dari dulu tak pernah akur.
"Apa Lo liat-liat gue"ucap Larissa kepada pria itu yang terus menatapnya sinis dan Larissa membalasnya tak kalah sinis juga, enak aja dia menatapnya begitu ya Larissa bales lah.
Sementara yang lainnnya terkejut mendengar ucapan Larissa kecuali Jarel, biasanya Larissa hanya diam saja dan menatap datar abangnya ini dia malah berkata sinis.
Kakak perempuan Larissa yang bernama Fabiola Aurora britama tersenyum mendengar ucapan adiknya, dia lebih tua dua tahun dari Larissa dan setelah lulus Dia menjadi pengangguran kaya raya, dia tak kuliah dan memilih untuk berkerja di mana saja dia di terima tetapi kedua orang tuanya melarang dan menyuruh Fabiola untuk tidak berkerja dan menjadi pengangguran toh mereka kaya raya dan anak perempuannya tak perlu berkerja.
"Bagus dek"ucap Fabiola saat Larissa berkata sinis kepada abangnya yang bernama Caesar Kendrick Britama dari dulu dia selalu kesal kepada adiknya karna tak pernah melawan Caesar dan diam saja. Sementara Jarel menatap dinginbCaesar yang terang-terangan menunjukkan rasa benci nya
kepada Larissa.
"Nak kamu nginap lah di sini Sampai beberapa hari"ucap daiva dan Larissa langsung menatap suaminya yang mengangguk.
"Iya mi"jawab Larissa dan setelah itu mereka ke meja tapi tiba-tiba Caesar pergi tanpa pamit sama mereka sambil mengepalkan tangannya.
"Caesar kamu mau ke mana!"ucap daiva dengan sedikit berteriak tetapi Caesar menghiraukannya.
__ADS_1
Daiva mengehela pelan dan chayton langsung menggandeng tangan istrinya menuju meja makan.
...----------------...
Larissa tiduran terlentang di kasur, dia sekarang berada di kamar sementara jarel masih di ruang keluarga mengobrol bersama papinya setelah makan.
Dia bingung masalah apa yang bikin Larissa dan sang Abang tidak dan Caesar yang membenci Larissa karna di novel tidak di tuliskan alasan Caesar membenci Larissa.
Apakah dia akan selamanya di dunia novel atau balik lagi ke dunia nyata tetapi dia sangat berharap bisa kembali ke dunia nyata, walaupun di dunia novel sangat seru dan bikin dia nyaman tetapi tak menutup kemungkinan bahwa Larissa pengen balik ke dunia nyata dan berkumpul bersama keluarganya.
Biasanya sekarang dia lagi sekolah atau gak kalo libur sekolah pasti masih tidur nyenyak sambil memeluk boneka babinya.
Ah dia menjadi rindu kepada boneka pinky-pinkynya itu, apakah dia tak di buang sama mamanya ke selokan dan kita doakan saja semoga saja tidak dibuang.
Tiba-tiba Fabiola masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetok pintu karna dia tau kalo Jarel tidak ada di dalam.
"Dek yok kita jalan-jalan, gue traktir deh"ucap Fabiola dan Larissa Tanpa berpikir panjang langsung setuju dan keduanya langsung pergi tanpa memberitahu yang lain.
"Pake sepeda listrik aja ya kak"ucap Larissa saat melihat sepeda listrik berwarna hitam di garasi, Fabiola langsung menganggukkan kepalanya.
"Kak berhenti, gue mau sate"ucap Larissa dan Fabiola mengangguk kemudian mereka duduk di kursi dan memesan 2 porsi.
"Dek Lo ikut gak ke pernikahan si Ono noh?"tanya Fabiola menatap adiknya.
"Ono noh siapa?"tanya Larissa tak mengerti sambil makan satenya.
"Itu si geovano sama Nara"ucap Fabiola yang membuat Larissa terdiam dan mengingat nama tersebut yang tak lain adalah kedua protagonis yang sebentar lagi akan menikah.
"Ya datanglah kalo di undang"jawab Larissa acuh tak acuh dan Fabiola langsung mengacungkan jari jempolnya dan mengangguk.
"Ya Lo harus datang sih dan Lo juga di undang sama si naranjing itu buat manas-manasin Lo kalo dia nikah sama geovano"ucapnya. "Oh iya pokoknya Lo harus datang ya soalnya gue mau ngasih Lo surprise yang buat Lo bangga sama kakak cantik Lo ini"ucap Fabiola mengibaskan rambutnya.
"Ya"
"Oh iya Lo belum move on ya sama geovano?"tanya Fabiola.
"Dih, gue mah udah move, ya kali gue gak move on orang gue juga udah punya suami mana ganteng banget lagi mirip member nct yang namanya Jeno"ucap Larissa bangga.
__ADS_1
"Siapa member nct maksud Lo?"tanya Fabiola tak tau.
"Ada lah pokoknya, orang tua gak boleh tau" ucapnya yang membuat Fabiola kesal dan mencubit lengan Larissa pelan.
Selesai makan keduanya melanjutkan perjalanan untuk menyelusuri jalanan di sekitaran sini karna itu permintaan lafiza agar nanti kalo dia pergi sendirian gak tersesat.
Di perjalanan keduanya menemukan seorang kakek-kakek duduk di pinggir jalan sambil memegang perutnya yang kelaparan.
keduanya langsung membeli 3 nasi bungkus dan juga air minum, setelah itu keduanya menghampiri kakek tersebut.
"Ini ada makanan untuk kakek di makan ya"ucap Fabiola memberikan nasi bungkus tersebut dan kakek itu langsung mengambil nya karna sangat kelaparan udah tiga hari gak makan.
"Makasih nak"ucap kakek itu dengan air mata yang turun dan memakan makanannya Sampai habis tak tersisa.
"Ini ada dua lagi buat kakek makan nanti"ucap Larissa memberikan dua nasi bungkus tersebut.
"Makasih ya nak, kakek gak tau mau membalas kebaikan kalian dengan apa"ucap kakek itu.
Fabiola merogoh uang yang berada di kantong celana nya dan hanya menemukan lima ratus ribu kemudian mengambil uang yang dia selipkan di sepatunya dan menemukan uang enam ratus ribu.
"Ini uang buat kakek makan ya, tolong di terima ya kek"ucap Fabiola saat kakek itu tak mau menerimanya.
"Ini juga buat kakek"ucap Larissa memberikan uang tiga ratus ribu karna hanya itu uangnya yang ada, kakek itu menangis sambil tangan keduanya.
"Makasih ya nak, kalian orang yang sangat baik, semoga kalian berikan Rizki yang berlimpah dan sehat selalu"ucap kakek itu, keduanya mengangguk dan pamit pergi melanjutkan jalan-jalan.
Mereka asik berjalan-jalan dan membeli makanan yang membuat keduanya ngiler tanpa tahu kalo di rumah kedua orangtuanya dan juga Jarel lagi panik mencari keduanya karna takut hilang Larissa dan Fabiola mempunyai kebiasaan yang sama sering pergi jalan-jalan dan lupa jalan pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
see youuu❄❄
__ADS_1