
Part 18
*Happy reading*
...****************...
...****************...
...****************...
Dua Minggu berlalu sejak Larissa sadar dan tiga hari yang lalu dia sudah di perbolehkan pulang.
Sementara keadaan Caesar dan Jerry dia sudah membaik dan juga sudah di perbolehkan oleh dokter untuk pulang dan Sampai sekarang kedua orang tua mereka tak pernah tahu apa yang terjadi karena mereka semua sepakat merahasiakannya.
setiap hari nya Caesar selalu datang ke mansion Jarel hanya untuk meminta maaf kepada Larissa dan sebagiannya tetapi Jarel selalu menyuruh para bodyguard untuk tidak membuka kan pria itu gerbang.
Sebenarnya Larissa juga risih tetapi ya namanya Caesar dia orang yang keras kepala.
Larissa turun ke bawah menggunakan tangga karena salah satu pelayan memberitahunya kalo Gavriel Abang pertamanya datang membuat lafiza sedikit terkejut.
Sesampainya di sana lafiza dapat melihat Gavriel yang sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
Ekhm
Larissa berdehem pelan untuk menyadarkan Gavriel kalo dia ada di sini dan Gavriel yang melihat adiknya datang langsung saja mematikan ponselnya dan berdiri.
Tanpa aba-aba Gavriel langsung memeluk Larissa dengan erat yang membuat gadis itu terkejut karena tiba-tiba Gavriel memeluknya.
"Weh lepas sesek gue anying"ucap Larissa karena gavriel memeluknya dengan kencang dan pria itu langsung melepas pelukannya.
"Maaf karena Abang gak pernah jadi Abang yang baik buat kamu begitu juga dengan Caesar sama Fabiola"lirih Gavriel.
"Maaf karena Abang selalu jaga jarak dari kalian bertiga"ucap Gavriel dengan perasaan yang sesak.
Keadaan membuat nya harus menjadi seperti ini, gila kerja bahkan tak ada waktu buat berkumpul sama kedua orang tuanya bahkan adiknya.
Larissa yang mendengar itupun langsung menganggukkan kepalanya, dia tak ada untuk tidak memaafkan pria itu.
Gavriel yang di maafkan oleh adik nya pun langsung memeluk lafiza dengan air mata yang menetes.
"Udah jangan nangis, Lo jelek kalo nangis"ledek Larissa dan bukannya marah Gavriel malah tersenyum.
"Panggil Abang ya sama jangan pake gue Lo, bisa gak?"tanya Gavriel penuh harap dan Larissa menganggukkan kepalanya yang membuat Gavriel tersenyum.
"Kamu mau gak jalan-jalan sama Abang ke mall? Sekalian cari baju buat ke acara ulang tahun tua Bangka itu"ucap Gavriel dan Larissa langsung menganggukkan kepalanya.
Dia tau gua Bangka yang di maksud Gavriel adalah sang kakek yang ulang tahun hari yang artinya tinggi Lim hari lagi.
"Ayo"ajak Gavriel dan menggandeng tangan adiknya, Larissa gak perlu berganti baju karena baju yang dia pakai sudah bagus.
Saat masuk ke dalam mobil Larissa terkejut karena ada Caesar dan juga Fabiola yang ada di sana, lalu dia menatap Gavriel meminta penjelasan.
"Mereka berdua akan ikut sama kita, Abang cuma bawa kamu doang, yang nanti mereka iri dan mengira kalo Abang pilih kasih "ucap Gavriel.
"Oh oke"jawab Larissa dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping fabiola, sementara Caesar dia duduk di depan sambil melirik Larissa tetapi gadis itu cuek bebek.
"Lo kenapa pakai baju tidur kak?"tanya Larissa melihat pakaian yang di pakai fabiola bahkan penampilan Fabiola sekarang terlihat berantakan.
"Tau tuh si gavriel anying tiba-tiba bangunin gue kayak bangunin orang gila aja, terus pas gue bangun gue langsung di gendong dan di bawa ke mobil"kesal Fabiola dan Gavriel hanya diam saja saat Fabiola mengumpati nya karena dia sudah kebal akan hal itu.
"Terus gue kira dia mau perkosa gue"ucap fabiola tanpa beban yang membuat Gavriel langsung menyentil kening adiknya tersebut.
"Sembarangan kamu kalo ngomong, Abang gak tertarik ya sama tubuh mu itu"ucap Gavriel yang membuat fabiola melototkan matanya.
"Enak aja Lo bang, gue buka nih baju melotot. Lo"ucap Fabiola yang kesal kepada Abang pertamanya itu, dia menjadi menyesal karena telah memaafkan nya kemarin.
Gavriel tak membalas ucapan fabiola karena kalo di balas yang ada tak akan selesai-selesai.
__ADS_1
"Yu brik Mai hart brik Mai hof "nyanyi Fabiola dengan posisi miring bahkan dia meluruskan kakinya dan menaruhnya di atas paha Caesar yang sedang duduk di depan samping Gavriel.
"Gila tuh lagu keren banget ya"
"Yu brik Mai hart brik Mai hof"nyanyinya lagi Sampai seterusnya bahkan liriknya terus di ulang-ulang yang membuat mereka Terkekeh pelan karena Fabiola bisa membuat suasana menjadi ramai.
"Pijitin kaki gue ca"suruh seenak jidatnya dan kembali bernyanyi.
"Yu brik Mai hart brik Mai hof"
Caesar mendengar ucapan adiknya pun menurut dan memijit Fabiola ada di pahanya, mulai sekarang dia akan belajar menjadi Abang yang baik buat kedua adik perempuannya dan tak akan melakukan kesalahan yang sama.
Sebisa mungkin dia akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan kedua adiknya ya walaupun sangat susah. Sesampainya di mall gavriel memarkirkan mobilnya lalu mereka berempat masuk ke dalam mall dan masuk kedalam toko pakaian
terlebih dahulu.
"Ini cocok buat kalian berdua"ucap Larissa menunjuk Gavriel dan juga Fabiola sehingga Caesar tersenyum miris karena hanya dia saja yang tak di pilihkan baju sama lafiza.
"Eh iya bagus banget, cocok nih buat ke acara ulang tahun kakek peot itu"ucap fabiola.
"Belikan juga buat suami kamu dek"ucap Gavriel dan Larissa menganggukkan kepalanya dan mengambil pakaian yang cocok dengan warna gaunnya.
Fabiola menatap ke arah Caesar yang hanya mengikuti mereka dari belakang Bahkan tak memilih baju,
Fabiola menjadi kasian karena hanya Caesar saja yang belum dapat bajunya. Fabiola langsung saja merangkul Caesar yang lebih tinggi darinya sehingga pria itu harus menunduk supaya gak menjinjit saat merangkulnya.
"Ini baju cocok buat Lo, Lo suka gak?"tanya fabiola.
"Gue suka"ucapnya dan fabiola langsung menganggukkan kepalanya.
"Ughh lega"ucapnya dan keluar dari toilet dan bersamaan dengan itu seorang anak kecil laki-laki memeluk kakinya sambil menangis keras.
"Huaa Daddy jangan tinggalin Alan"tangisnya yang membuat caesar kaget bukan maen.
"Heh piyik gue buka daddy Lo, lepasin gak!"seru Caesar karena dia tak suka sama anak kecil karena menurutnya mereka sangat menjengkelkan dan merepotkan.
"Hua kenapa bilang gitu sama alan, alan itu anaknya daddy"tangis bocah itu semakin mengeraskan tangisannya sehingga pengunjung mall menatap kearahnya sambil menatap nya sinis karena tak mengakui kalo bocil ini adalah anaknya.
"YA MEMANG ITI BUKAN ANAK GUE!"
ingin sekali dia teriak seperti itu.
"Ayo ikut alan ke tempat mommy, pasti mommy seneng karena Alan bawa Daddy"ucap bocah itu sesenggukan sambil menarik tangan Caesar.
"Gak mau anjir, gue itu bukan Daddy lo, kedua orang tua Lo mana sih, gak becus banget jagain nih bocah "dumel Caesar.
"Kok Daddy jahat sih, alan itu anaknya daddy, kenapa dulu Daddy tinggalin mommy sama Alan sendirian?"tanya bocah laki-laki itu
dengan raut wajah polosnya.
"ASTAGA CAESAR"seru Larissa yang tiba-tiba datang bersama Fabiola dan juga Gavriel.
"Gue gak nyangka lho"ucap Larissa menatap tak percaya kepada Caesar yang membuat pria itu ingin menghilang saja karena mereka sudah salah paham kepadanya.
"Ternyata Lo udah punya anak, gue gak nyangka kalo Lo banget!"ucap Fabiola ikut-ikutan.
"Ini bukan anak gue anjir, berhubungan badan aja gue kagak pernah kesalnya."
__ADS_1
"Tapi wajah kalian berdua mirip loh"celetuk Larissa dan mereka mengangguk kan kepalanya setuju karena memang itu benar adanya dan Caesar langsung melihat wajah anak kecil tersebut.
"Kok mirip "batinnya, tapi demi apapun dia tak pernah berhubungan badan sama siapapun selama ini, tapi kenapa wajah bocah ini sangat mirip dengannya.
Tiba-tiba datang seorang wanita cantik dari arah belakang dengan wajah paniknya di ikuti satu pemuda di belakangnya.
Wanita cantik itu langsung saja menggendong
yang mengaku kalo Caesar adalah daddynya.
"Sayang kamu gak papa kan nak?"tanya wanita itu menatap khawatir anaknya apalagi saat melihat mata anaknya yang sembab.
"Alan gak papa mommy"ucap bocil tersebut yang bernama alan.
"Mommy mommy alan udah nemuin Daddy lho"ucap alan senang sambil tersenyum sehingga menampilkan lesung pipinya.
"Itu Daddy akan kan, sama kayak di foto"ucap alan menunjuk Caesar yang mengumpat dalam hati karena lagi-lagi bocah piyik itu menyebutkan sebagai Daddy nya.
Sementara wanita itu mematung melihat yang juga menatapnya, bahkan air matanya keluar yang membuat pemuda yang ikut bersama wanita tadi mengepalkan tangannya lalu dia berjalan ke arah caesar.
Bugh
" OH JADI LO MANTAN SUAMI KAKAK SEPUPU GUE YANG NINGGALIN DIA GITU AJA PAS LAGI HAMIL!"bentak pemuda itu sambil memukul wajah Caesar yang tak bisa menghindar karena pemuda itu memukul nya dengan sangat cepat dan gesit.
"Arka udah, bukan dia orangnya!"seru wanita itu mencoba menghentikan adik sepupunya.
"Kakak gak usah belain bajingan ini, dia udah buat hidup Kakak menderita"ucap pemuda itu yang bernama arka.
"WOI ANJENG JANGAN MAIN PUKUL DONG!"seru Fabiola menghentikan pemuda itu yang terus memukul Caesar yang lemas karena dia baru saja keluar dari rumah sakit dan dia tak punya tenaga untuk melawan.
bruk
Fabiola terjatuh karena dorongan pemuda itu dan Larissa menarik tangan Gavriel yang hendak mau join berantem karena pemuda itu telah membuat Fabiola jatuh.
"Biar gue bang, kalo Lo yang ada anak orang Mati lagi"ucap Larissa yang membuat Gavriel hendak protes Larissa lebih dulu pergi ke sana.
Bruk
Dengan sekuat tenaga Larissa mendorong pemuda itu yang bernama arka dari atas tubuh Caesar.
"Fabiola, tolongin gue dong pegangin nih unta satu"ucap Larissa dan Fabiola mengumpulkan tenaganya terlebih dahulu dan memegang pemuda itu Sampai tak bisa bergerak.
Larissa masuk ke dalam salah satu toko yang menjual tali dan nya, setelah kembali Larissa langsung mengikat pemuda itu yang mengamuk seperti sapi yang akan di Kurban kan.
"Bagus"ucap Gavriel setelah melihat apa yang di lakukan kedua adiknya.
Larissa lalu menatap kakak sepupu dari arka yang terlihat syok melihat apa yang dia lakukan kepada adik sepupunya.
"Mbak, gue kurbanin aja ya nih bocah buat hari raya idul adha"pintanya yang membuat arka melototkan matanya horor.
"Ntar kita bagi dua tubuhnya"lanjut Fabiola.
"Hah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
See youu❄❄
__ADS_1