
part:9
Happy reading
...****************...
...****************...
...****************...
Jarel uring-uringan karna Sampai sekarang Larissa belum memaafkannya dan selalu menjawab singkat saat di ajak bicara dengannya.
"Sayang hari ini kamu masak apa?"tanya Jarel memeluk Larissa dari belakang yang membuat sang empu terkejut.
"Masak makanan"jawab Larissa yang membuat Jarel menghela nafasnya pelan, dia menduselkan wajahnya di leher Larissa sehingga gadis Agak geli dan berusaha menjauhkan wajah Jarel dari lehernya.
"Jauh-jauh sana"usir Larissa sambil terus melanjutkan acara masaknya, Jarel menggelengkan kepalanya sambil bergumam tak jelas.
Larissa mengehela nafasnya kemudian kembali memasak tanpa terganggu dengan Jarel yang terus memeluknya, biarkan saja pria itu begitu dan nantinya dia akan lelah juga karna membungkuk sambil memeluknya yang lebih pendek dari Jarel yang sangat tinggi.
"Jarel Jangan ganggu mantu mami masak"ucap Soraya datang sambil anaknya karna berani-beraninya menganggu masak.
"Iya mi"ucap Jarel patuh karna melihat tatapan tajam maminya yang di layangkan untuknya.
"Kembali ke meja makan, tunggu di sana"ucap Soraya dan Jarel langsung saja pergi ke sana tetapi sebelum itu dia mengecup kedua pipi Larissa.
"Kamu lagi masak apa mantu?"tanya Soraya berdiri di belakang Larissa.
"Masak ayam kecap mi kesukaan si kembar dan juga ada sayur-sayuran dan juga sambal tahu dan tempe"ucap Larissa dan soraya menganggukkan kepalanya.
"Sini mami bantu"ucap Soraya.
"Gak usah mi soalnya sebentar lagi selesai, mendingan mami duduk aja di sini"ucap Larissa menunjuk kursi yang berada di sampingnya.
Ia langsung duduk di kursi tersebut sambil terus menatap Larissa yang sibuk memasak, Soraya sangat bersyukur karna anaknya memilih gadis yang tepat untuk menjadi pendampingnya.
Melihat kasih sayang Larissa kepada dua cucunya membuat Soraya langsung suka kepada Larissa
Sekarang Larissa sudah selesai masak dan tinggal memanggil yang lainnya untuk makan, tak membutuhkan waktu lama mereka semua datang ke meja makan dan langsung menyantap makanan yang di buat Larissa.
Walaupun Larissa baru-baru ini bisa masak tetapi sangat enak.
...----------------...
Edgar menatap kesal edrick yang meminta di suapi sama Larissa.
"Kenapa wajah kamu begitu hm?"tanya Jarel kepada Edgar saat melihat wajah anaknya yang terlihat masam dan Jarel langsung mengikuti arah pandang anaknya kemudian mengerti.
"Sini Daddy suapin, mau gak?"tanya Jarel yang membuat langsung menatap daddynya kemudian mengangguk.
__ADS_1
Ini bukan pertama kalinya Jarel menyuapi Edgar, dan terkahir kali Jarel menyuapi Edgar dan edrick saat keduanya kelas 6 sd dan seterusnya gak pernah.
Tetapi sekarang dia di suapi lagi saat dia sudah dewasa, ah Edgar sangat senang apalagi mempunyai keluarga yang harmonis dan dia akan bertekad untuk menjaga keluarganya dan menyayangi mereka.
Soraya dan Abraham tersenyum tipis melihat pemandangan tersebut begitu juga yang lain kecuali Lucas dan Adiya yang hanya menatap datar pemandangan tersebut.
Di sini Liza gak ada dan entah kemana janda tersebut pergi dan mungkin dia pergi menginap di rumah dan tidak ada yang mencari nya.
Selesai makan Larissa membersihkan meja makan di bantu Belle padahal Larissa sudah melarangnya tetapi wanita beranak satu tersebut tetap kekeh membantu Larissa.
"Mom"panggil Edgar dan Larissa langsung menolehkan kepalanya ke arah kedua anak kembarnya. "Kita berdua berangkat sekolah dulu"ucap Edgar kemudian memeluk dan mencium kedua pipi mommynya sekilas begitu juga dengan edrick.
"Pamit Tante mau sekolah"ucap edrick kepada Belle.
"Iya nak, yang rajin belajarnya ya"ucap Belle tersenyum lembut dan keduanya mengangguk.
"Hati-hati di jalan, jangan ngebut bawa motornya ya"peringat Larissa mencium kening keduanya.
dan Edgar mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi ke sekolah menggunakan motor.
"Keduanya lucu ya walaupun wajahnya datar"ucap Belle dan Larissa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
"Terakhir kali aku ketemu edrick dan Edgar dua bulan lalu, mereka sangat kurus seperti kurang gizi begitu juga dengan Jarel, tetapi setelah menikah sama kamu badan mereka jadi lebih berisi"ucap Belle.
"Beruntung banget Jarel bisa dapetin istri seperti kamu"lanjut Belle.
"Kamu bisa aja, kita sama-sama beruntung kok"ucap Larissa dan Belle tersenyum manis ke arah Larissa kemudian keduanya melanjutkan bersih-bersih nya padahal ada maid.
Dia tidak suka di suruh karna itu membuat nya kesal dan dia lebih suka bersih-bersih karna kemauannya sendiri.
"Sayang kok kamu belum siap-siap sih, kan sekarang kita mau kerumah keluarga kamu" ucap Jarel sambil memakai kemejanya.
Larissa terdiam sejenak kemudian menepuk jidatnya sendiri, astaga kenapa dia lupa kalo hari ini mau ke sana.
Kemarin malam dia mendapatkan pesan dari mama pemilik tubuh untuk menyuruhnya datang ke sana dan Larissa langsung menyetujui.
"Jangan di tepuk, tuh kan jidat kamu merah"ucap Jarel mengusap lembut jidat istrinya.
"Sana gih kamu siap-siap biar aku aja yang bersihin"ucap Belle.
"Gak papa nih?"tanya Larissa menatap tak enak kepada Bella dan itu menganggukkan kepalanya.
"Makasih ya"ucap Larissa dan berlari ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.
"Kalian berdua sangat romantis, istri kamu juga sangat lucu"ucap Belle menatap Jarel yang menyutujui ucapan Belle, istrinya memang sangat lucu.
"Kamu harus jaga dia baik-baik, sepertinya istri kamu banyak yang suka"ucap Belle menggoda Jarel.
"Walaupun mereka menyukai istriku tetapi dia tetap punya saya terus yang lain bisa apa"ucap Jarel, dia tak akan membiarkan lain merebut istrinya yang berhasil meluluhkan hatinya.
__ADS_1
"Bagus"ucap Belle
"Aku mau lanjut bersih-bersih dulu lanjutnya.
.
"Kan ada maid kenapa kamu bersih-bersih?"tanya Jarel, apakah semua maid di sini tidak mau bersih-bersih sehingga keluarga dari majikannya yang membersihkan rumah ini pikirnya.
"Gak papa lagian mereka juga butuh istirahat, lagipula aku udah terbiasa bersih-bersih di rumah"ucap Belle dan Jarel menganggukkan kepalanya.
"Kalo capek istirahat ya"ucap Jarel kepada Belle yang menganggukkan kepalanya.
"Ayo mas aku udah siap"ucap Larissa tiba-tiba datang kemudian menatap belle.
"Aku sama mas Jarel pergi dulu ya"pamit Larissa.
"Hati-hati di jalan kalian berdua, Jeremy kamu kali nyetir pelan-pelan aja"peringat belle dan Jarel langsung mengacungkan jari jempolnya.
Di dalam mobil Larissa memilin jari tangan nya gugup, dia sangat gugup ketemu keluarga pemilik tubuh dan takut nantinya dia salah bicara atau apalah yang membuat mereka curiga kalo di bukanlah Larissa asli.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Jarel.
"Eh aku gak papa kok"ucap Larissa kemudian menatap keluar jendela mobil, sementara Jarel mengusap tangan istrinya lembut dan mengecup nya sekilas.
Sekarang keduanya sudah sampai di mansion yang sangat besar dan itu membuat Larissa berdecak kesal, di rumah Jarel saja dia sering sekali ke sasar dan sekarang rumah keluarga Larissa sama besarnya dengan rumah Jarel.
Benar-benar di novel ini isinya orang-orang kaya semua.
Jarel bell dua kali dan tak lama kemudian terdengar teriakan dari dalam.
"SEBENTAR"teriaknya dan sepertinya itu suara perempuan.
Ceklek
Larissa melongo melihat seorang perempuan yang membukakan pintu tersebut terlihat sangat cantik.
"Lo Irene red Velvet?"tanya Larissa menatap wajah perempuan itu yang menggelengkan kepalanya kemudian perempuan tersebut menoyor kepala Larissa pelan.
"Setelah menikah Lo jadi lupa sama kakak sendiri, terus siapa Irene read Velvet? Gue gak kenal"ucap perempuan tersebut yang membuat Larissa sadar kalo ini itu dunia novel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
__ADS_1
see youu❄❄