
part: 17
*happy reading*
...****************...
...****************...
...****************...
"buruan habisin makanan Lo!"seru penyihir tetapi Larissa tak mengindahkan ucapan penyihir tersebut karena dia ingin makan dengan pelan untuk menikmati rasa dari makanan nya.
"Buruan anjir, di bilangin juga"ucap penyihir tersebut menatap kesal Larissa yang bersandar di pohon sambil makan buah-buahan.
"Ada apaan sih?"tanya Larissa kesal karena penyihir tersebut terus memaksanya supaya cepat menghabiskan makanannya.
"Sekarang Lo harus balik"ucapnya yang membuat Larissa tersedak.
"Lah cepat banget anjir, baru juga satu hari gue di sini, gak mau gue"protes Larissa karena dia sangat suka tempat ini, kalo dia mau makan tinggal sebut aja apa yang dia mau dan makanan tersebut akan tiba-tiba di depannya yang membuat Larissa sempet ngereog saat itu karena berfikir kalo dirinya mempunyai sihir seperti di film-film yang pernah dia tonton.
"Kalo Lo gak balik suami Lo bakal jadi pembunuh, Lo mau dia di penjara hah?"tanya penyihir yang membuat Larissa langsung berdiri.
"Maksud Lo?"tanya lafiza tak mengerti.
"Caesar lagi di UGD gara-gara Jarel dan sekarang suami Lo lagi beri pelajaran sama Jerry, kalo Lo gak cepat yang ada suami Lo bunuh tuh orang"ucapnya.
"Lagian dunia Lo sama di ruang gue beda, kalo di sini satu hari sama aja dengan satu Minggu di dunia Lo, jadi Lo itu udah satu Minggu koma sehingga suami Lo prustasi dan hampir mau membunuh Caesar yang lagi koma juga"ucap nya yang membuat .Larissa benar-benar terkejut mendengar itu.
"Sampe segitunya?"tanya lafiza dan penyihir menganggukkan kepalanya.
"Lo sangat berpengaruh di hidup Jarel, dia itu udah cinta mati sama Lo jadi kalo Lo di apa-apain sama orang dia bisa saja jadi monster yang sangat menakutkan buat balas orang yang nyakitin Lo jelasnya.
"Ayok cepet pulangin gue "suruh Larissa dan penyihir menyuruh Larissa menutup matanya selama lima detik dan Larissa membuka matanya secara perlahan. Dia menatap ruangan yang di tempatinya dengan banyak alat-alat yang terpasang di tubuhnya dan langsung saja Larissa melepas semua
itu dengan hati-hati.
__ADS_1
Dia merasa badannya sehat bugar dan tak memerlukan alat-alat yang terpasang di tubuhnya, bahkan dia merasa tak sakit sedikitpun di seluruh badannya.
Trangg
Larissa terkejut mendengar suara nyaring memekakkan telinga dan itu berasal dari luar ruangannya dan langsung saja Larissa turun dari brangkar nya menuju luar.
Saat dia membuka pintu terlihat Banyak nya kerumunan orang-orang dan tidak ada yang
menyadari keberadaan Larissa karena mereka sedang menonton sesuatu.
Larissa mengikut arah pandang mereka dan seketika matanya melotot melihat Jarel yang sedang memukul brutal jerry dan banyak orang yang berusaha menghentikannya tetapi dengan mudah Jarel menghempaskan badan mereka semua.
Jarel terlihat sangat seram sekarang seperti yang di katakan penyihir itu dan ini baru pertama kali dia melihat Jarel semarah itu.
Jarel terkejut melihat Jarel yang mengambil vas bunga di atas meja dan akan memukul Jerry menggunakan itu.
Langsung saja Larissa berlari ke arah Jarel dan menghempaskan vas bunga tersebut dengan keras sehingga terdengar suara nyaring dari vas bunga yang pecah berkeping-keping.
Baru saja Jarel akan marah dan mengehempaskan orang yang menggagalkan rencananya untuk memukul Jerry dengan vas bunga tersebut dan setelah melihat pelakunya Jarel terdiam dengan wajah terkejutnya.
Plak
Jarel menampar wajahnya sendiri untuk memastikan kalau ini bukan mimpi dan dia merasakan sakit di pipinya yang artinya bukan mimpi tapi dia mengingat kembali saat dokter yang mengatakan kalo kondisi istrinya semakin memburuk yang membuat nya menggelengkan kepalanya.
Plak
Sekali lagi Jarel menampar wajahnya sendiri dan rasanya sama yaitu sakit.
"Mas kamu kenapa tampar pipi kamu sendiri hah"omel Larissa dan menahan tangan suaminya yang akan menampar wajahnya lagi.
Sementara Jarel masih terdiam dengan linglung, apakah ini benar istrinya? Tapi dia berharap ini benar-benar istrinya.
"Ini aku mas, Larissa"ucap nya yang membuat Jarel sangat terkejut dan setelah itu dia langsung membalas pelukan istrinya dengan erat.
merasakan ceruk lehernya basah yang menandakan Jarel nangis dan Larissa terkekeh pelan.
"Ini beneran kamu kan? Aku gak mimpi?"tanya Jarel sesenggukan dan Jarel menganggukkan kepala sambil mengelus punggung suaminya.
"Iya ini aku siapa lagi coba"ucap Larissa yang membuat Jarel semakin menjadi menangis nya dan keduanya sekarang di tonton oleh pengunjung rumah sakit yang menonton aksi Jarel yang memberi pelajaran kepada Jerry.
Larissa melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya yang masih mengeluarkan air matanya dan itu terlihat sangat imut di matanya.
ah bukan Dia saja melainkan para ibu-ibu dan remaja yang ada di sini juga menjerit tertahan melihat wajah imut Jarel yang membuat Larissa langsung memeluk suaminya kembali dan menaruh kepala suaminya di ceruk lehernya.
Entah kenapa dia merasa tak rela kala menatap terpesona suaminya. "Jangan lepas"ucap Larissa dan membawa suaminya ke ruangan kembali dengan posisi masih berpelukan dan kerumunan tersebut bubar dengan Jerry yang sudah di bawa ke ruang UGD.
Setelah berada di ruang tempat nya di rawat Larissa melepaskan pelukannya tetapi Jarel tak mau karena dia masih sangat rindu kepada istrinya itu.
"Jangan di lepas"lirih Jarel dan membawa istrinya berbaring di brangkar yang muat tiga orang.
Jarel beberapa kali mengecup kening istrinya dengan penuh cinta sehingga Larissa kesal sendiri karena keningnya basah akibat air mata suaminya yang masih menetes.
"Seharusnya aku gak pergi ke Jepang dan semua ini gak akan terjadi sama kamu karena aku gak akan biarin siapapun menyakiti kamu"ucap Jarel menatap istrinya yang juga menatapnya.
__ADS_1
"Ini udah jalannya mas"ucap Larissa.
"Kamu kenapa tadi brutal banget mukul Jerry? Kalo dia kenapa-napa gimana, terus nuntut kamu?"tanya Larissa.
"Ya aku tuntut balik lah"ucap Jarel enteng sambil mengusap air matanya menggunakan baju pasien istrinya yang membuat Larissa mencubit pinggang suaminya.
"Kamu ini"ucap Larissa yang gak bisa berkata-kata dan Jarel kembali memeluk istrinya.
"Kamu jangan tinggalin aku ya, dan aku pastikan kalo ini yang terakhir kalinya kamu terluka"ucapnya sambil mencium pucuk kepala istrinya penuh cinta.
...----------------...
Jarel menatap kesal kedua anaknya yang sedang memeluk istrinya, tadi saat dia sedang tidur bareng istrinya tiba-tiba dua tuyul itu datang dan seenak jidatnya malah memindahkannya ke sofa dan gantian tiduran di brangkar sambil memeluk istrinya.
Dan dengan bodohnya Jarel tak menyadari saat dia di pindahkan sama kedua anaknya saking pulesnya dia tertidur karena seminggu ini dia tak pernah tidur dengan tenang karena memikirkan istrinya dan paling lama dia tidur adalah dua jam.
"Mommy beneran sudah sehat kan?"tanya edrick sambil memilin ujung baju mommynya.
"Iya sayang, mommy udah sehat, sehat banget malah"ucap Larissa.
"Aneh banget masa baru bangun dari koma mommy langsung sehat, apa jangan-jangan mommy bohong lagi kalo mommy udah sehat"tuding edrick curiga dan Edgar hanya diam saja sambil memejamkan matanya menikmati usapan lembut sang mommy.
"Mommymu ini kuat makanya langsung sehat "ucap Larissa dan edrick hanya menganggukkan kepalanya saja dan yang terpenting mommy sudah sehat.
Brak
Pintu ruangan tersebut terbuka lebar akibat tendangan maut dari seorang gadis yang datang dengan penampilan acak-acakan.
"AKHIRNYA ADEK GUE BANGUN!"pekik Fabiola pelaku pendobrakan tersebut dan langsung saja dia memeluk adiknya dengan sangat erat sambil menangis haru.
"Gue pikir Lo bakalan mati"ucapnya tanpa dosa dan beban.
"Bangsat Lo!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
__ADS_1
see youu semua ❄❄