
part: 20
*Happy reading*
...****************...
...****************...
...****************...
"Lo mau kabur setelah nyuri first kiss gue hm?"tanya pemuda itu yang membuat Fabiola terkejut.
"Lo harus tanggung jawab atau gue sebar foto/video kita yang lagi \*\*\*\*\*\*\*, karena di dalam mobil gue ini ada kamera"ancam pemuda itu yang membuat Fabiola terkejut.
"Yah gak bisa gitu dong, lagian itu juga first kiss gue, lagian Lo mau tanggung jawab apa? Lagian gue gak perkosa Lo"ucap Fabiola dan berusaha melepaskan dirinya dari kukungan pemuda itu.
"Lo harus jadi pacar gue"ucap pemuda itu.
Fabiola terkejut mendengar penuturan pemuda di depannya ini dan langsung saja dia mencubit moncong nya.
"Enak aja Lo, gue gak mau ya, lagian Lo itu masih bocah, masih bau kencur. Sok-sokan Lo ajak gue pacaran"ucap Fabiola, dia mana mau pacaran sama bocil sementara umurnya berbeda jauh sama pemuda ini.
"Setuju gak setuju Lo Sekarang pacar gue, kalo Lo bersikukuh mau nolak gue sebarin nih video "ucap pemuda itu menunjukkan video saat Fabiola mencipoknya.
Fabiola terkejut melihat itu dan langsung menutup matanya, dia mana mau melihat video yang menurut nya menjijikan itu walaupun itu dirinya tetapi tetap dia merasa jijik.
"Gimana? kan jadi pacar pemuda itu dan Fabiola terdiam sebentar kemudian menganggukkan kepalanya dengan tak rela, ya mau gimana lagi dia harus menerima ini semua dari pada video tersebut tersebar sehingga dia tak punya muka lagi untuk lihat orang-orang apalagi keluarganya.
"Makasih udah jadi pacar gue"
"Gue terpaksa ya anjing Nerima Lo, gak usah bilang makasih, basi tau gak!"seru Fabiola kesal.
Pemuda terkekeh pelan sambil mencubit pipi Fabiola
" kenalin, nama gue Javier Ricardo, panggil aja Javi atau Javier"
"Gue gak butuh nama Lo"ucap Fabiola galak dan bukannya marah Javier malah mengecup pipi Fabiola cepat yang membuat wajah Fabiola memerah karena marah.
"Cieee baper Lo ya gue cium sampe wajahnya merah"ucap Javier menggoda dan langsung saja Fabiola memukul pemuda itu.
"Siapa yang izinin Lo cium gue hah!"marah Fabiola.
"Siapa yang ngizinin Lo \*\*\*\*\* gue hah?"tanya Javier meniru ucapan fabiola yang membuat gadis itu ingin sekali memusnahkan manusia ini.
"Jangan bicara mulut Lo bau sampah"ucap Fabiola memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
"Bau sampah begini tapi udah Lo \*\*\*\*\*"ucap Javier tersenyum kecil sambil melajukan mobilnya, dia akan mengantar gadisnya pulang karena jam menunjukkan pukul sebelah malam.
...----------------...
Larissa sudah siap dengan dress nya lalu keluar dari kamar menuju bawah di mana kedua anaknya beserta suaminya sudah menunggu.
Sedangkan Jarel terpesona melihat penampilan istrinya yang sangat cantik dan langsung saja dia memeluk pinggang istrinya yang membuat kedua anaknya mendengus itu. Daddy nya selalu saja memonopoli mommynya yang membuat keduanya jarang bersama sang
mommy.
Larissa duduk di depan dengan Jarel yang menyetir, sementara si kembar duduk di belakang.
Membutuhkan waktu satu jam untuk bisa sampai di hotel tempat di adakan nya pesta ulang tahun sang kakek sehingga badan Larissa pegal setelah keluar dari mobil karena terlalu lama duduk.
Mereka berempat masuk ke dalam dan Larissa berdecak kagum karena acaranya terlihat sangat mewah sekali, tak heran sih karena kakek nya sangatlah kaya raya.
"Ke sana yuk"ajak Larissa menunjuk di mana Fabiola dan kedua abangnya berada dan Larissa bisabmelihat kalo wajah ketiganya
terlihat masam padahal ini adalah hari ulang tahun sang kakek.
"Kenapa wajah kalian kusut banget sih?"tanya Larissa dan anehnya wajah mereka bertiga tetap tampan dan cantik walaupun terlihat masam.
"Males gue sumpah datang ke acara ginian kalo mami sama Papi gak maksa gue, gak Sudi gue Dateng ke ultah tuh aki-aki"omel Fabiola.
__ADS_1
"Lagian ngapain juga ngerayain ulang tahun, udah tua juga"ucap Larissa ikutan.
"Iya bener banget, padahal umur nya bertambah dan sebentar lagi isdet tapi malah di rayain"lanjut Larissa yang juga sebenarnya malas datang ke sini.
Sementara para laki-laki hanya mampu diam saja melihat dua gadis itu yang malah bergosip ria sambil makan.
"Nasip punya istri suka gosip" Jarel.
"Tapi Daddy cinta sama mommy"ucap edgar dengan padangan datarnya lalu melahap makanan yang ada di meja.
"Eh kalian semua udah kumpul, ayo sekarang ke depan acaranya sebentar lagi di mulai"ucap daiva yang datang.
"Males ah mendingan si sini"ucap Larissa yang membuat daiva melotot.
"Gak ada-ada, lagian nenek kalian pengen ketemu sama cucu-cucunya "ucap daiva yah seketika membuat Fabiola, Larissa Caesar dan juga gavriel langsung berdiri.
"Gak ada-ada, lagian nenek kalian pengen ketemu sama cucu-cucunya "ucap daiva yah seketika membuat Fabiola, Larissa Caesar dan juga gavriel langsung berdiri.
"Nenek Dateng mi?"tanya Fabiola terkejut dan daiva langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Nenek sekarang di mana mi, aku mau ketemu nenek"ucap caesar dan daiva langsung menuntun anaknya untuk bertemu dengan mertuanya itu di ikuti Jarel dan kedua
anaknya juga.
Jarel mana mau jauh-jauh dari istrinya.
"Itu nenek kalian"ucap daiva menunjuk wanita paruh baya yang memakai kursi roda, Walupun sudah tua tetapi wajahnya masih terlihat cantik dengan wajah keriput nya dan langsung saja keempatnya berjalan ke arah sang nenek.
Fabiola langsung saja memeluk sang nenek yang tersenyum tipis melihat cucu-cucunya.
"Akhirnya aku ketemu sama nenek, kangen banget sumpah"ucap Fabiola hampir menangis.
"Gimana aku gak nangis nek, udah bertahun-tahun aku gak pernah ketemu sama nenek dan itu gara-gara si tua Bangka itu"ucap Fabiola kala mengingat kakeknya selalu tak mengizinkannya bertemu sang nenek yang sedang sakit apalagi parah nya sang kakek tak memperdulikan neneknya.
"Kamu gak mau peluk nenek gitu?"tanya sang nenek kepada Larissa yang terdiam dan langsung saja Larissa memeluknya.
"Cucu nenek udah besar ya, udah punya suami juga, maafin kakek ya karena udah jodohin kamu"ucap nenek sambil mengelus rambut Larissa.
"Iya nek Larissa udah maafin kalo tentang perjodohan itu tapi aku gak maafin kakek yang udah buat nenek begini, bajingan banget tuh aki-aki"umpat Larissa yang membuat sang nenek terkejut mendengar ucapan cucunya.
"Iya bener banget, bajingan banget tuh aki-aki, udah bau tanah gak pernah tobat lagi"lanjut Fabiola yang membuat sang nenek mengelus punggung kedua cucu perempuannya supaya tenang.
"Udah jangan ngomong gitu, nanti kakek kamu denger"ucap sang nenek takut karena yang ada kedua cucunya di apa-apain sama suaminya.
Tak tahu saja sang nenek kalo kedua cucu perempuannya itu tangguh dan kuat dan tak mudah di tindas.
Gavriel mendekatkan bibirnya ke telinga sang nenek kemudian berisik. "Sehat selalu nenek, Gavriel sayang nenek bisik nya yang membuat
nenek tersenyum sambil mengelus rambut cucu sulungnya yang terkenal sangat dingin ini.
"Kamu juga, nenek doain kamu cepet menikah dan punya anak"ucap nenek lalu beralih kepada Caesar yang sedari tadi melihat.
Caesar yang sang nenek menatapnya pun langsung saja memeluk sang nenek.
"Suatu hari Caesar bakal balas tua Bangka itu buat nenek"bisik Caesar dan sang nenek menganggukkan kepalanya.
"Kamu pasti bisa"ucap sang nenek.
Tak lama kemudian acara di mulai dan mereka mengambil duduk di depan panggung khusus keluarga Britama, sementara sang nenek dia duduk di tengah-tengah antara lafiza dan juga Fabiola.
"Baik karena semua tamu undangan sudah datang mari kita mulai acara ulang tahun tuan britama"
__ADS_1
Prok
Prok
Larissa menatap bosan acara tersebut di mana tuan Britama yaitu kakeknya naik ke atas panggung untuk meniup lilin nya dan semua tamu undangan menyanyikan lagu happy birthday.
Semua tamu undangan bertepuk saat tuan Britama sudah meniup lilinnya dan Larissa geli sekali melihat itu karena menurutnya itu terlihat kekanak-kanakan dan tuan Britama memotong kue nya dan Larissa penasaran kue pertama itu untuk siapa.
Terlihat tuan britama memegang mic.
"Kue pertama ini saya akan berikan kepada Sarah, istri kedua saya"ucap yang membuat semuanya hening dan naiklah seorang wanita paruh baya seumuran daiva dengan pakaian seksinya sambil tersenyum manis.
Semuanya masih hening karena masih terkejut dengan penuturan tuan Britama begitu juga keluarga Britama kecuali sang nenek yang bernama violin yang terlihat membuang muka ke samping.
"Dan suapan kedua untuk Gina anak tiri saya" lanjut Britama sesudah menyuapi Sarah, lalu seorang gadis yang seumuran dengan Larissa naik ke atas panggung dengan penampilan yang tak jauh beda Dengan Sarah.
Semuanya syok apalagi keluarga Britama, mereka tak menyangka kalo tuan Britama menikah tanpa sepengetahuan mereka dan parahnya lagi violin sang nenek hanya diam saja di madu.
"Nek" panggil Larissa dengan suara menatap neneknya yang terlihat mencoba tegar dan violin menatap Larissa sambil tersenyum.
"Gak papa, nenek udah tau kok, mereka sudah menikah dua Minggu yang lalu"ucap violin yang membuat keluarga Britama menatap tak percaya kepada violin.
Brak
Fabiola yang sudah emosi langsung menggebrak meja dan langsung saja naik ke atas panggung, dia tak rela nenek kesayangannya di sakiti sama bajingan ini.
Plak
"DASAR BAJINGAN! UDAH BAU TANAH MASIH AJA SUKA SELINGKUH! LO ITU SEHARUSNYA TOBAT SUPAYA DOSA LO GAK NAMBAH!"bentak fabiola dan langsung saja chayton naik ke atas panggung dan menarik anaknya begitu juga keluarga Britama.
Dia tak mau anaknya nanti terkena masalah dan dia sangat tahu sifat papanya itu kalo sedang marah apalagi dia sudah mendapatkan tamparan dari Fabiola.
"Lepasin pi! Si tua Bangka bau tanah itu harus di musnahkan!"ucap Fabiola berusaha melepaskan tubuhnya yang peluk papinya.
"Udah nak" bisik chayton menenangkan anaknya tersebut dan dia melirik tuan Britama yang wajahnya sudah memerah menahan amarah.
"Ternyata cucuku satu ini sudah mulai kurang ajar ya sama kakeknya"ucap tuan Britama dengan nada yang dingin.
"Kenapa emangnya kalo gue kurang ajar hah?"bentak fabiola dan tiba-tiba ada seorang pemuda yang naik ke atas panggung dan mengambil alih Fabiola. yang wajahnya sudah memerah menahan amarah.
"Biar saya aja om yang ngurus Fabiola, om tenang aja saya itu pacarnya anak om"ucap pemuda itu yang ternyata adalah Javier, Fabiola sempat terkejut karena pemuda ini juga di undang dan fabiola memberontak saat Javier menggendongnya dan membawanya pergi dari sini.
Chayton menatap tua Britama sambil mengepalkan tangannya.
"Kenapa papa menikah tanpa memberitahu kami dan menduakan mama saya?"tanya chayton.
"Buat apa? Saya itu gak butuh persetujuan kalian semua yang hanya akan membela si cacat itu"ucap tuan britama menunjuk violin yang menundukkan kepalanya.
"TUAN BRITAMA!"bentak Larissa yang membuat mereka semua terkejut.
"Jangan pernah anda menyebut nenek saya cacat dan apakah harus saya ingatkan anda kalo yang membuat nenek saya seperti itu karena anda tuan Britama yang terhormat"ucap Larissa sambil tersenyum miring saat melihat tuan Britama mengepalkan tangannya.
"Ternyata cucu-cucu ku sudah berani melawanku ya?"tanya tuan Britama sinis,
"Saya gak Sudi menjadi cucu anda"balas Larissa.
"Jaga sopan santun kamu sama papa!"seru gina berdiri di depan Larissa menatapnya tajam dan lafiza balik menatapnya tak kalah tajam.
Gina tersungkur ke belakang saat tiba tiba dia di dorong
Gina tersungkur ke belakang saat tiba-tiba dia di dorong.
"Jangan tatap istri saya dengan mata kotor mu itu atau saya congkel mata anda"ucap Jarel dingin sambil memeluk pinggang istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
__ADS_1
see youu❄❄