
part:7
Happy reading
...****************...
...****************...
...****************...
Larissa bosan di ruangan jarel karna dia sendirian, tadi tiba-tiba Jarel rapat dan dia di tinggal sendirian di sini, mana dia gak punya kuota lagi buat membuka tik tok dan Instagram.
Kalo dia tau ponsel ini gak ada kuota dia pasti meminjam ponsel Jarel, inilah kebiasaan Larissa kalo kuotanya belum habis bahkan kalo tinggal 4mb pun dia gak akan beli kuota kecuali kuotanya habis total.
Tetapi sekarang kenapa dia Sampai lupa untuk membelinya.
ceklek
Pintu ruangan Jarel terbuka dan seketika mata Larissa berbinar melihat Justin yang datang.
"Anjirt gue berduaan sama haechan di sini"gumam Larissa kesenangan.
"makanan untuk nyonya"ucap Justin tersenyum manis yang membuat Larissa hampir pingsan.
"Gue di bellin sama haechan dong, senang banget, makin sayang deh"batin Larissa sambil tersenyum manis.
"Dari tuan Jarel "lanjut Justin yang membuat senyuman Larissa memudar, dia kira ini dari Justin, ternyata dari suaminya tapi gak papa lah yang penting dapet makanan mana yang nganterin mirip haechan lagi kan jadi seneng.
"Kalo begitu saya permisi dulu nyonya, selamat makan"ucap Justin tersenyum meninggalkan Larissa yang terdiam dan hampir saja makanan tersebut jatuh kalo saja Larissa tak segera sadar dari terpesonanya kepada senyuman Justin.
"Astaga inget udah punya suami mana ganteng lagi tapi haechan ganteng, gimana dong"ucap Larissa sambil memakan makanannya lahap.
Jarel keluar dari ruang rapat sambil meregangkan otot-ototnya, dia mengeluarkan ponselnya dari saku celana.
Ternyata cukup lama dia rapatnya dan rasanya sungguh melelahkan.
"Justin tolong siapkan saya mobil"ucap Jarel dan Justin langsung melaksanakan apa yang di perintahkan tuannya.
Sementara Jarel dia berjalan ke ruangannya, apakah istrinya masih berada di situ atau pulang karna dia yakin pasti Larissa telah menunggu nya di sini dan berakhir pulang.
Memikirkan itu membuat jeremy agak kesal.
__ADS_1
Ceklek
Jarel langsung masuk ke dalam ruangannya dan tak lupa juga menutup pintunya, tatapan nya terpaku pada Larissa yang tidur di sofa dengan posisi duduk.
Jarel langsung saja duduk di samping istrinya dan membenarkan posisi tidur istrinya dengan pahanya sebagai bantalan.
Dia pikir Larissa sudah pergi ternyata masih di sini, pasti badan istrinya sakit nanti saat bangun karna sempat tidur sambil duduk.
Justin memberitahukan Jarel kalo mobil di siapkan Jarel langsung menggendong Larissa ala koala keluar ruangan menuju depan kantor.
Saat keluar dari lift semua karyawan terkejut melihat Larissa yang berada di Gendongan Jarel, Tidak ada yang menatap Larissa sinis ataupun iri dan kebanyakan mereka semua menatap keduanya romantis,
Jarel sangat pintar memilih karna dia selalu mencari tahu tentang karyawannya Sampai ke akar-akarnya, dia tak pernah memilih asal karyawan karna itu bisa saja membuatnya berada dalam masalah kalo salah memilih karyawan.
Jarel menyuruh Justin menjadi supirnya karna dia tetap mau menggendong istrinya, padahal rencananya tadi dia yang akan mengendarai mobilnya tetapi saat melihat istrinya masih di sini dia mengurungkan niatnya.
"Cieee yang bucin"ejek Justin kepada Jarel
"Diem Lo yang gak ada istri"ucap Jarel balik mengejek Justin yang membuat wajah Justin masam.
"Dih, ntar juga gue punya istri tapi bukan sekarang"jawab Justin.
"Kapan? Lo udah tua udah saatnya punya pendamping hidup, move on dong, gak bosen apa jadi sad boy"ucap Jarel, beginilah keduanya kalo di luar kantor mereka tak lagi berbicara formal.
"Dih move on apaan, wallpaper Lo aja masih foto dia"ucap Jarel yang membuat Justin gelagapan karna ketahuan,padahal dia selama ini gak pernah membuka ponselnya di depan Jeremy dan selalu kalo berada di kantor dan kalo untuk melakukan pekerjaan lewat ponsel dia selalu menggunakan ponsel nya yang satunya tapi bagaiman Jarel bisa tau, apakah Jarel cenayang?
"Gue bukan cenayang"ucap Jarel yang seakan tau pikiran Justin yang membuat pria itu terkejut.
Justin terkejut yang membuat Jarel Terkekeh pelan.
Setelah sampai di rumah Jarel langsung masuk ke dalam kamar dan menidurkan Larissa dengan hati-hati.
Setelah itu dia membuka high heels milik istrinya dan melemparnya ke sembarang arah, saat ini dia mau istirahat dan tanpa membersihkan tubuhnya Jarel langsung berbaring di samping Larissa sambil memeluk istrinya.yl
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"Bang gue boleh ngerokok gak?"tanya edrick kepada Edgar, keduanya hanya beda lima menit saja dan edrick hanya kadang-kadang saja memanggil Edgar abang.
__ADS_1
Edgar menggelengkan kepalanya yang membuat edrick langsung meletakkan rokok tersebut dan menerima permen yang di berikan temannya.
"Kenapa Lo gak pernah ngizinin Edrick ngerokok dan Lo juga kenapa gak pernah ngerokok, padahal enak tau"ucap teman keduanya yang memberikan edrick permen.
"Lo lihat aja di rokoknya padahal di sana di tulis rokok membunuhmu tapi tetap aja pada ngerokok, yang bikin rokok aja gak pernah ngerokok jawab Edgar yang membuat teman-temannya terdiam.
"Masa yang bikin rokok gak pernah ngerorok?"tanya Enzi sambil duduk di samping Edgar.
"Lo cari aja tuh di hp kalo gak percaya "jawabnya dan Enzi gak mencarinya karna dia gak punya kuota.
"Kayaknya gue bakal pindah deh ke sekolah Lo "ucap Enzi dan langsung di tatap semua temannya.
"Kenapa Lo tiba-tiba mau pindah?"tanya temannya yang bernama Gibran.
"Gue mau cari suasana baru aja"jawab Enzi yang membuat mereka curiga kepada Gibran.
"Gue tau kenapa Lo mau pindah "ucap edrick yang membuat
Enzi gelagapan melihat edrick tersenyum miring. "Kenapa tuh?"tanya temannya yang
satunya lagi bernama Ilham yang kepo kenapa tiba-tiba Enzi mau pindah sekolah.
"Kalo Lo gak bocorin gue beliin Lo motor keluaran terbaru "bisik Enzi dan edrick langsung menganggukkan kepalanya, lumayan di beliin motor dan dia sangat suka mengoleksi motor walaupun edrick jarang memakai nya
"Boong gue, sebenarnya gue juga gak tau"ucap edrick yang membuat Enzi menghela nafasnya lega.
"Yah Lo mah"ucap Ilham
"Eh tapi gue juga mau ikutan pindah ah"ucap Ilham yang membuat Enzi melototkan matanya.
"Gue juga"ucap Gibran yang membuat enzi hampir terjungkal kebelakang, kenapa tiba-tiba keduanya mau pindah juga, kalo begini yang ada mereka tahu alasannya pindah dan sia-sia dia membelikan edrick motor agar tak membongkarnya.
Kalo begini ceritanya dia gak perlu menceritakan ini kepada teman-temannya dan diam-diam pindah ke sana.
Sementara edrick Terkekeh pelan dan Edgar yang tersenyum tipis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Next gak nih?
see you semuaa❄❄