New Mother

New Mother
14


__ADS_3

part 14


Happy reading


...****************...


...****************...


...****************...


"Gak mau ah, mendingan loncat terus gue ngep"ucap Larissa enteng dan berpura-pura akan melompat, tetapi tak sengaja kakinya terpeleset sehingga dia jatuh.


Bruk


"\*\*\*\*"umpat nya kala merasakan bokongnya sakit dan langsung berdiri kala mengingat sesuatu.



"Ternyata cuman mimpi" lirihnya melihat kamar yang dia tempati yaitu kamarnya yang berada di mansion kedua orangtuanya.


Tetapi kenapa mimpi itu terasa sangat nyata, lalu dia memeriksa bagian tubuhnya yang terluka namun nihil dia tak mendapatkan luka-luka seperti yang ada di dalam mimpinya padahal dia sangat ingat dengan jelas kalo kejadian itu tertulis di dalam novel.


Larissa sangat yakin kalo itu bukan mimpi karena terasa sangat nyata tetapi setelah melihat badannya yang tak luka sedikitpun membuat nya ragu kalo itu adalah nyata dan semuanya adalah mimpi.


Larissa langsung keluar dari kamarnya menuju meja makan karna sekarang waktunya makan malam, tetapi sebelum itu dia menggosok gigi nya terlebih dahulu.


Saat Sampai di sana Larissa menatap Caesar dan Fabiola yang tampak sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Anak gue mana kak?"tanya Larissa mengambil tempat duduk di samping Fabiola menghadap Caesar yang mulai makan dengan wajah datarnya, sementara kedua orang tua lafiza sedang pergi ke luar kota untuk beberapa hari.



"Katanya mau nginep di rumah temannya, yaudah gue izinin"jawab Fabiola dan Larissa menganggukkan kepalanya dan mulai makan sambil melirik kecil Caesar yang makan dengan santai, tetapi tatapan Larissa jatuh kepada sudut bibir Caesar yang terluka dan beberapa bagian wajahnya yang lebam.



"Mau gue colok mata Lo yang berani banget natap gue"ucap Caesar menatap Larissa tajam.



"Biasa aja dong Lo sama adek gue!"geram Fabiola menatap Caesar tajam.



"CK, bikin selera makan gue hilang aja"ucap Caesar berlalu pergi dengan Larissa yang mengepalkan tangannya erat di bawah meja.



"PERGI LO SANA, SEKALIAN GAK USAH MAKAN BIAR LO SAKIT TERUS MENINGGAL!"teriak fabiola menatap Caesar marah, bahkan wajahnya sudah sangat merah seperti banteng.


Sementara Larissa hanya diam saja dan tak menegur ucapan fabiola karna dia juga sama marahnya dengan Abang pemilik tubuh yang sangat bajingan itu.


Sampai sekarang dia belum mengetahui kenapa Caesar sangat membencinya.


"Gak usah di peduliin kata babi itu, mendingan kita lanjut makan"ucap Fabiola.


Terlihat mobil mewah memasuki pekarangan mansion dan berhenti di halaman mansion tersebut.


Lalu keluarlah seorang pria yang sangat tampan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


Dia menatap mansion di depannya kemudian menghela nafas pelan dan langsung masuk kedalam.


Tatapannya terkunci pada seorang gadis yang sedang duduk di ruang keluarga sambil melamun.


Tak peduli dengan itu langsung saja dia naik ke kamarnya yang terletak di lantai dua.


Dia adalah Gavriel Jhonatan Britama, kakak pertama Larissa, Fabiola dan juga Caesar, dia


mempunyai sifat yang acuh tak acuh dan gila kerja Sampai lupa waktu untuk pulang, andaikan kedua orang tuanya ada di sini pasti sekarang Gavriel akan di marahi habis-habisan kala baru ingat pulang.


Menurut Gavriel kerja itu menyenangkan dan setiap harinya dia selalu menghabiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja tak peduli dengan kondisi kesehatannya yang menurut akibat begadang terus tetapi untungnya ada asistennya yang selalu


mengingatkannya untuk makan dan memperhatikan kesehatannya.


Sedangkan Larissa sudah sadar kalo ada yang datang tetapi dia memilih abai karena dia tau kalo Gavriel hari ini pulang itupun karena di beritahu sang mami yang selalu memantau anak sulungnya itu.


Lagian pemilik tubuh tak terlalu dekat Abang pertamanya dan selalu saja diam di saat Caesar memakinya, sangat tidak pantas menjadi seorang kakak laki-laki yang menjaga adik perempuannya.


Keluarga ini menurutnya hanya Fabiola yang waras ya walaupun tidak benar-benar waras


sepenuhnya.

__ADS_1


"Dek! Lo udah ada baju buat ke acara reunian nanti malam?"tanya


Fabiola yang tiba-tiba datang dan itu berhasil membuat Larissa terkejut. "Astaga gue lupa kalo nanti malam acara reunian SMA "gumam Larissa menatap Fabiola yang tersenyum misterius.


"Lo tenang aja dek, gue udah siapin gaun buat Lo"ucap Fabiola yang membuat Larissa sangat berterima kasih kepada kakaknya itu, mau membelinya sekarang ke mall tetapi waktunya sudah sangat mepet karena hari sudah malam dan acaranya di adakan jam 7 malam.


Larissa langsung saja ke kamarnya untuk mandi dan setelah itu pergi ke kamar Fabiola untuk mengambil gaun tersebut. Acaranya di adakan di hotel bintang lima yang sangat mewah dan saat


Larissa melihat gaun tersebut dia melototkan matanya melihat gaun tersebut yang berwarna merah darah dan sedikit seksi.


Jujur saja selama ini Larissa gak pernah menggunakan pakaian yang seksi karena dia sangat tidak pede memperlihatkan lekuk tubuhnya dan sekarang untuk pertama kalinya dia memakai gaun tersebut.


"Kak kenapa gaunnya terbuka banget sih!"seru Larissa yang membuat Fabiola tersenyum.


"Gaun ini cocok sama Lo, biar aura


anggun Lo keluar"ucap Fabiola.


"Gila Lo kak! Kalo Jarel tau bisa marah dia sama gue!"seru Larissa, kakaknya ini benar-benar gila dan tak tau saja Larissa kalo acara perkumpulan antara alumni yang sangat di tunggu-tunggu oleh Fabiola untuk membalas orang-orang yang telah menyakiti adiknya saat masih SMA dan berbagai rencana licik yang sudah dia siapkan untuk membuat mereka yang dulunya selalu menghina adiknya bertekuk lutut di kaki adiknya ya walaupun itu tidak maybe, ya setidaknya dia membuat mereka menyesal.


Dulu waktu SMA Larissa tak pernah peduli dengan perkataan orang lain tetapi tidak dengan Fabiola yang diam-diam membalas mereka tanpa sepengetahuan adiknya, hatinya sakit setiap kali banyak orang yang mencemooh adiknya hanya karena tiga manusia Dajjal.


Fabiola merias wajah adiknya lafiza kurang pintar saat merias diri, setelah selesai fabiola menatap adiknya yang sangat cantik nan elegan, Fabiola berdecak kagum melihat itu.


Sekarang keduanya sudah Sampai di hotel kemudian masuk sambil bergandengan tangan, saat keduanya di sambut oleh beberapa yang berjaga di depan pintu hotel karna takutnya terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Acara reunian angkatan ini sangat lah mewah tetapi Larissa berdecak kesal karena mereka semua melihat kearah keduanya dengan padangan berbeda-beda dan itu membuat nya tak nyaman apalagi dengan pakaian yang dia pakai lumayan terbuka.


Kalo Jarel tau dia memakai gaun seperti ini ke acara reunian sudah di pastikan kalo pria itu akan ngambek dan nya di kamar.


"Wah mereka berdua cantik banget."


"Gue gak nyangka kalo lafiza bakal Dateng ke acara reuni karena sebelumnya dia gak pernah Dateng"


"Cantiknya ngalahin Ulani si ratunya kecantikan."


"Larissa dari dulu emang cantik banget ngalahin Ulani tapi ketutup sama makeup nya yang menor Dari mana Lo tau?"


"Gue pernah kerumah nya buat ngambil buku paket yang di suruh guru dan gue kaget banget lihat wajahnya yang cantik banget tanpa make up kalo berada di rumah."


"Percuma cantik kalo jahat"


"Benar banget, bagaimanapun dia adalah pembunuh"


Dan masih banyak lagi komentar mereka semua yang ditujukan kepada Larissa yang memutar bola matanya malas, mereka pikir mereka baik apa.


"Dek gue ke toilet dulu ya mau BAB, tiba-tiba perut gue mules"pamit fabiola dan langsung pergi ke toilet karna di ujung.


"******!"umpat Larissa karena dia di tinggal sendirian, mana dia gak kenal mereka semua lagi kecualibabangnya-caesar yang lagi kumpulbbersama teman-temannya dan juga


ada tiga gadis di sana.


Terlihat seorang pria berwajah imut menghampirinya dan dia menatapnya dari atas sampai bawah.


"penampilan Lo terbuka banget! Kayak wanita malam" ucap pria yang mempunyai


rambut pirang sambil menatap julid Larissa dan sekarang suasana menjadi hening hanya untuk mendengar dan melihat apa yang pria itu lakukan kepada Larissa.


"Dih, siapa Lo? Sksd banget Lo bangsat!emangnya kita kenal hah? Gue sih gak kenal sama Lo" sinis Larissa yang membuat mereka semua syok mendengar balasan Larissa yang julid.


"Cih, penampilan aja yang berubah tetapi sifatnya tetap sama yaitu jahat mirip Dajjal"sinis pria itu.


"Tuh congor mau gue timpuk pake panci emak gue ya Lo, kayak gak pernah di sekolahin aja, julid amat jadi orang!"balas Larissa tak kalah sinis.


"Udah kalian berdua jangan berantem, gak baik, kamu juga Jerry jangan berantem terus sama lafiza kasian dia"ucap salah satu dari tiga gadis yang bernama soya yang duduk di samping Caesar.


"Lihat tuh Soya, dia baik banget sama Lo tapi dulu Lo sering banget bully dia, dasar emang Lo nenek Lampir titisan fir-aun"seru pria yang bernama Jerry itu.


"Wah ngajak berantem Lo ya, sini maju Lo anak Dajjal, anak babi, anak Slamet, anak ngent"umpat Larissa kala dia sudah emosi sama pria di depannya yang tiba-tiba datang terus mengatainya yang tidak-tidak padahal dia tak kenal sama pria ini.


Mereka semua melongo mendengar ucapan Larissa yang sangat kasar apalagi menantang seorang Jerry yang terkenal dengan pria senggol bacok dan selalu julid kepada orang yang tidak dia sukai, mulutnya lemes, apapun yang dia lihat dan tidak enak di pandang selalu dia roasting sehingga orang tersebut kena mental tetapi tidak bagi Larissa.


"Apa? Kenapa Lo diem, gak berani Lo lawan gue?"tanya Larissa.


"Apa Lo takut di kira banci karena berantem sama perempuan? Yaudah gue duluan yang akan mukul" ucap Larissa dan langsung memukul Jerry, dia sangat emosi kepada pria bermulut lemes ini dan di pastikan kalo dia akan menjadi rival abadinya di novel ini.


"Rasain Lo bangsat, muka kayak seme aja songong banget!"serunya memukul wajah Jerry


Sementara Jerry hanya diam saja tak membalas saat Larissa memukulnya, dia tak mengira kalo ini terjadi karena biasanya saat dia julid atau berkata kasar kepada Larissa pasti gadis itu hanya membalasnya dengan tatapan datar dan diam saja.


Semuanya masih syok dengan apa yang mereka lihat Sampai Jerry yang sedikit kesakitan mendorong Larissa dari atas tubuhnya yang sibuk memukul wajahnya.

__ADS_1


Jerry tak melihat kalo ada meja kaca yang berada di sampingnya sehingga badan Larissa membentur meja tersebut Sampai mejanya pecah dan terdapat luka di kepala dan wajah Larissa sehingga darah menetes ke lantai yang membuat mereka tambah syok apalagi di tambah dengan vas bunga yang menimpa kepalanya juga, lengkap sudah kesialan yang dia dapat hari ini.


Sedangkan Larissa hanya santai saja mendapatkan luka tersebut walaupun dia agak merasa perih di wajahnya di harus oke.


Jerry menatap kosong ke lantai saat darah Larissa menetes dan Caesar hanya menatap adiknya dengan datar walaupun tangannya terkepal erat.


Para bodyguard dan pelayan masuk dan membersihkan meja yang pecah itu dan saat mau membawa Larissa ke rumah sakit gadis itu menolak, dia sekarang lapar dan ingin makan, mubazir juga kalo tidak memakan beberapa makanan yang sudah tersaji di meja.


"Udah lanjutin aja acaranya, gak usah liatin gue gitu!"ucap Larissa menatap mereka semua tajam dan dingin sehingga mereka semua mau tak mau mulai fokus untuk acara reunian tersebut walaupun mereka semua sesekali melirik kecil Larissa yang makan, untung saja darahnya sudah tak berhenti menetes dan sudah kering sehingga dia tak perlu khawatir kalo darahnya akan menetes ke makanannya.


Tatapan Larissa dan Caesar bertemu kemudian Larissa langsung mengalihkan pandangannya dari pria itu, dia tersenyum kecut, melihat apa yang terjadi pada dirinya saja Caesar tak peduli dan hanya menatapnya dengan datar saja tanpa mau menolong nya atau apapun.


Sedangkan Jerry dia di bawa ke rumah sakit karna keadaannya yang lumayan parah, makanya jangan main-main sama Larissa yang bisa bela diri dari kelas satu esde.


"Larissa aku boleh duduk gak di sini?"tanya seorang gadis yang menegur Jerry tadi dan namanya adalah Soya, gadis yang terkenal dengan sifat lemah lembutnya dan juga polos tetapi Larissa tau kalo itu hanyalah topeng saja.


"Kursinya tinggal satu dan ini kursi buat kakak gue, Lo masih bisa cari tempat duduk yang lain!"dingin Larissa menatap tajam Soya sehingga gadis itu menundukkan kepalanya


dengan mata yang berkaca-kaca.


"Cih lemah, gitu doang udah nangis!"ejek Larissa, dia sangat tidak suka kepada orang yang lemah dan hanya berlindung ke ketek


pawangnya aja.


"Cih, sifat Lo ternyata sama aja dulu sampai sekarang dan Lo pantes dapetin itu dari Jerry, seharusnya tadi Jerry dorong Lo dengan sangat keras supaya Lo mati"ucap pedas Caesar yang tiba-tiba datang dan mendorong Larissa sehingga gadis itu terjatuh karna badannya sangat lemah karena tertimpa meja tadi.


"Udah kak, kasian Larissa"ucap Soya


menatap polos Caesar dan pria itu langsung mengelus lembut rambut Soya.


"Untung aja Soya ada di sini kalo gak gue udah habisin Lo"dingin


Caesar membawa Soya ketempat nya dan teman-temannya.


Larissa mengumpat hati apalagi kepalanya terbentur sama ujung meja karena dorongan Caesar yang membuat darah mengalir deras dari kepala nya tetapi tidak ada yang menyadari itu karena mereka semua fokus dansa sama pasangan mereka masing-masing.


Tiba-tiba musiknya berhentibyang membuat mereka berhenti berdansa.


Tiba-tiba terlihat sebuah video yang menampilkan lima gadis yang sedang berada di rooftop dengan penampilan acak-acakan dan salah satu dari mereka pingsan dan satunya lagi di ikat.


Salah satu dari menelpon seseorang.


"Caesar to-longin aku, aku di bully"ucap gadis yang yang tak lain adalah Soya dengan suara yang di buat selemah mungkin seperti habis di bully dan langsung mematikan ponselnya tanpa memberitahu kalo dia ada di mana karena Caesar pasti bisa menemukan di mana dia berada.


"Ulani lepaskan Ikatan Larissa"perintah gadis yang bernama Kayla dan Ulani langsung saja melepaskan ikatan tersebut dan mendorong Larissa yang sudah sangat lemah karena di bully sama mereka bertiga yang berstatus sebagai sahabatnya.


Setelah itu ketiganya langsung melukai mereka sendiri dan langsung mendorong gadis yang pingsan tersebut dari lantai lima ke bawah yang membuat lafiza syok bukan main


"ANJING! KENAPA KALIAN BERTIGA TEGA BANGET BUNUH KINAN! SALAH GUE SAMA KINAN APA SAMA KALIAN HAH!"bentak Larissa menatap mereka tajam.


"Salah kalian berdua karena selalu lebih unggul dari kita dan lo berdua selalu tiga langkah lebih maju dari kita!"sentak Ulani.


"Setiap hari mama gue selalu bandingin gue sama lo sama kinan yang lebih pinter dari gue dan gue muak akan hal itu!"bentak Kayla menatap benci Larissaza.


"Semua orang selalu menatap kalian berdua dengan puja dan terpesona sama kecantikan kalian berdua bahkan cowok yang gue cintai, suka sama Kalian berdua"ucap Soya melanjutkan.


"Terus kenapa Lo gak bunuh gue juga hah!"bentak Larissa.


"Kalo kita bunuh lo juga yang ada mereka nyalahin kita, mendingan Lo yang menjadi tersangka dan di benci semua orang karena cctv di sini sudah kita rusakin biar gak ada bukti"ucap Soya yang membuat Larissa tak bisa berkata-kata, bibirnya terasa kelu untuk membalas ucapan ataupun perbuatan mereka sekarang.


Terdengar suara langkah kaki ke rooftop dan Ulani langsung pingsan sementara Soya dan Kayla terjatuh di lantai dengan penampilan acak-acakan seperti habis di


Pintu di dobrak dan terlihat Caesar dan teman-temannya yang syok dengan apa yang dia lihat dan langsung saja mereka berjalan ke arah ketiganya sambil menatap tajam Larissa.


Caesar memeluk soya yang sedang menangis ketakutan.


"Ca-esar, Kinan di dorong sama Larissa ke bawah!"ucap Soya bergetar ketakutan yang membuat mereka syok dan melihat ke arah Larissa yang tampak baik-baik saja, cuma tampilannya aja yang acak-acakan.


Dan dari situlah mereka membenci Larissa terutama caesar karena Larissa telah membunuh pacarnya yaitu Kinan.


Mereka semua syok melihat video tersebut dan Larissa mulai mengerti kenapa Caesar membenci nya, kenapa alurnya jadi begini, perasaan ini tak ada didalam novel dan pastinya yang sekarang ada di pikiran Larissa adalah cerita yang tak berjalan sesuai alur.


Tiba-tiba kepalanya menjadi sangat pusing karena benturan di kepalanya.


Bruk.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


see youu❄❄


__ADS_2