
part:8
Happy reading
...****************...
...****************...
...****************...
Larissa sekarang sedang sibuk memasak di dapur karna hari ini keluarga dari suaminya mau datang dan dia akan memasak banyak hari ini.
Di belakang Larissa terlihat Jarel yang lagi duduk dengan wajah masamnya, gara-gara keluarganya yang akan datang jadinya dia tak banyak waktu buat menghabiskan waktunya bareng istrinya dan istrinya menjadi lelah.
Kalo tau begini dia gak akan memberitahukan istrinya kalo keluarganya akan datang.
"Kusut banget wajahmu dad kayak belum di setrika"ucap edrick yang datang sambil memegang ponselnya.
"Diam kamu"ucap Jarel sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Dad aku mau keluar sebentar, nanti pulang"ucap edrick.
"Mau kemana kamu, sebentar lagi mereka datang"ucap Jarel dan edrick hanya mengedikkan bahunya acuh tak acuh.
"Males aku di rumah kalo keluarga Daddy Dateng, mendingan pergi main sama temen"ucap edrick dan Jeremy menganggukkan kepalanya. Edrick sangat malas bertemu dengan kakek Jarel karna kalo mereka bertemu pasti kakek tua itu akan membanding-bandingkan edrick dan Edgar dengan cucunya yang lain dan itu membuat si kembar muak.
"Itu edrick mau kemana mas?"tanya Larissa yang sudah mengganti panggilan nya ke Jarel karna pria yang memintanya.
Jantung Jarel berdetak dengan cepat saat Larissa memanggilnya dengan sebutan mas, walaupun ini bukan pertama kalinya Larissa memanggilnya begitu tetapi tetap saja dia sangat senang dan masih agak terkejut sekaligus sangat suka panggilan tersebut.
"Ekhm dia mau main sama temen- temennya"jawab Jarel yang membuat Larissa menganggukkan kepalanya.
Dia sudah tahu kalo hubungan kedua anak kembarnya sama kakek Jarel tidak baik.
Sesudah selesai memasak Larissa bersiap-siap ke kamarnya dan setelah selesai dia kembali ke meja makan.
Tak lama kemudian terdengar suara bell yang di pencet, Jarel dan Larissa langsung bergegas ke depan untuk membuka pintu.
Larissa menyuruh mereka semua masuk dan makan, ternyata hanya sebagian keluarga Jarel yang datang dan kakeknya Jarel juga tidak datang karna ada urusan.
__ADS_1
"Ini istri kamu Jarel?"tanya wanita paruh baya yang mempunyai wajah cantik tetapi dia menatap Larissa dari atas sampai bawah dengan padangan menilai.
Jarel singkat yang membuat wanita paruh yang bernama Liza yaitu tantenya Jarel kesal karna jawaban singkat ponakannya.
"UPS tadi Tante kira pembantu kamu"ucap Liza yang membuat Larissa mengepalkan tangannya kuat, dia tak boleh terpancing emosi sama wanita Dajjal itu.
Apalagi Larissa tak mau gelud di sini apalagi ada kedua orang tua Jarel yang mempunyai sifat yang sama seperti Jarel yaitu dingin+datar walaupun kedua orang tua Jarel terlihat lebih pendiam dan hanya menampilkan raut wajah datar dan tak peduli.
Jarel tak menanggapi ucapan Tantenya dan menyuruh mereka makan karna dia tak mau terpancing emosi sama wanita ular ini.
"Kamu mau lauk apa mas?"tanya Larissa tersenyum lembut yang membuat Jarel tertegun sejenak.
" Aku mau ikan sama sayur aja sayang"ucap Jeremy yang membuat Larissa berteriak heboh dalam hati. Setelah itu mereka makan dengan tenang tanpa ada yang membuka suara karna kalo mereka bicara itu di sebut tidak sopan.
Setelah selesai makan mereka kumpul di ruang keluarga untuk berkenalan bersama Larissa, saat pernikahan keduanya semuanya keluarga Jarel tidak datang karna berada di luar negeri.
Pernikahan Larissa dan Jarel atas perjodohan yang di lakukan kakek Jarel dengan kakek nya Larissa dan sekarang waktunya mereka melihat rupa istri dari seorang Jarel.
"Hai kakak ipar perkenalkan namaku Bian Arshaka Michael biasa di panggil Bian"ucap seorang pemuda yang Larissa taksir berumur sama dengan kedua putra kembarnya dan dia adalah adik kandung Jarel dan tidak bermarga sama karna semenjak Jarel mempunyai perusahaan nya sendiri dia memilih marga yang baru.
"Hai juga Brian nama g-aku Larissa salam kenal "jawab Larissa dan hampir memakai lo-gue kepada Bian yang tersenyum.
Dan ada lagi seorang pria yang duduk di samping Bian bernama Alion dan istrinya bernama Belle dengan anak kecil di pangkuan Belle yang tak lain adalah anak keduanya yang bernama Bintang, dia masih berumur 5 tahun.
Dan ada juga sepupu Jarel yang bernama Lucas dan Adiya dan ada juga kedua orang tua Jarel yang bernama Soraya dan abraham yang sedari tadi mempunyai wajah yang datar bahkan tak pernah senyum sama sekali.
Kenapa di sini Bian yang beda sendiri, kedua orangtuanya sangat dingin+datar begitu juga dengan Jarel tetapi kenapa Bian sangat ceria dan mudah akrab.
Apakah pemuda itu anak pungut,astaga Larissa jangan berpikiran seperti itu.
"Anak kamu mana Jarel?"tanya Liza sambil menatap pria itu.
"Lagi main sama temennya"jawab Jarel yang membuat Liza berwajah julid.
"Anak kamu gak sopan ya, udah tau keluarganya mau datang tapi malah pergi main, benar-benar Tak tau diri"ucap Liza.
"Dasar anak pembawa sial gak tau di Untung"ucap Liza yang membuat Larissa marah, cukup sedari tadi dia menahan emosinya tetapi sekarang tidak, dia tak rela anaknya di sebut pembawa sial.
"Apa kamu bilang tadi? Pembawa sial? Anak saya pembawa sial? Gak salah tuh? Yang ada anak saya itu pembawa Rezki "ucap Larissa emosi, dia tak terima anaknya yang tidak tau apa-apa bahkan tidak ada di sini malah di bilang anak pembawa sial Sama jelangkung ini.
__ADS_1
"Udah sayang udah"ucap Jarel mengelus rambut istrinya.
"Yang ada tuh kamu pembawa sial, malah ngatain anak saya, waras gak tuh, dasar janda pirang "ucap Larissa yang membuat Bian tertawa mendengar ucapan kakak iparnya.
Sementara Liza wajahnya sudah memerah padam, dia tak terima di permalukan seperti ini sama bocah ingusan ini, sementara yang lainnya hanya diam menonton.
"Awas aja kamu"ucap Liza berlalu pergi dari sina.
"Udah tenang sayang, dia udah pergi, jangan emosi lagi"ucap Jarel menenangkan dan bukannya tenang Larissa malah menatap marah kepada Jarel.
"Gimana aku gak emosi coba, dia bilang anak aku anak pembawa sial, kamu sebagai bapaknya juga dengan cuma Diem aja"marah Larissa pergi meninggalkan mereka yang tertegun mendengar ucapan Larissa.
"Kasian, pasti habis ini di suruh tidur di luar"ejek Bian yang membuat Jarel langsung menatap tajam pemuda itu.
"Susul gih menantu mami, tenangin dia"ucap Soraya yang akhirnya berbicara yang membuat Jarel menatap maminya kaget.
"Mami Nerima Larissa sebagai menantu mami?"tangan Jarel memastikan dan soraya menganggukkan kepalanya.
"Papi juga"ucap Abraham yang membuat Jarel sangat senang dan berlari pergi menyusul istrinya.
Pada awalnya kedua orang tuanya gak pernah setuju dengan pernikahannya dan Larissa, bahkan mereka berniat memisahkan Larissa sama Jarel tetapi sekarang keduanya merestui Larissa dan Jarel menjadi suami istri dan Larissa sebagai bagian dari keluarga mereka karna terlihat Larissa sangat tulus dan menyayangi si kembar.
"Jarel sudah menemukan orang yang tepat Pi"ucap Soraya dan abraham menganggukkan kepalanya sambil mengelus tangan istrinya lembut.
"Kakak ipar lucu banget"celetuk Bian.
"Om Lucas sama om Adiya aja gak pernah ngalihin padangan nya dari Kakak ipar"ucap Bian yang membuat Soraya dan abraham langsung menatap keduanya yang hanya menampilkan raut wajah datarnya.
"Jangan sampai kamu suka sama istri sepupumu"peringat Abraham.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Spam next dong
see you semuaa❄❄
__ADS_1