
part:11
*Happy reading*
...****************...
...****************...
...****************...
Jarel melajukan mobilnya dengan sedikit cepat sambil memegang ponselnya untuk melihat lokasi istrinya, hari sudah malam tetapi dia belum juga pulang yang membuat Jarel cemas apalagi saat mengetahui kalo Larissa dan Fabiola sering lupa jalan pulang karna memang jalan menuju rumah kedua orang tua lafiza belokannya dan bahkan banyak yang kesasar.
Sesudah Sampai di lokasi Larissa berada Jarel langsung turun dari mobil dan mencari keberadaan Larissa yang di sekitar sini.
"Astaga"ucap Jarel saat melihat istrinya lagi nongkrong sama para pemuda SMA dan ada Fabiola juga di sana.
Di saat orang lagi panik mencarinya tetapi istrinya malah enak-enakan nongkrong, Jarel Langsung jalan ke sana dan berdehem pelan di belakang Larissa yang sedang bersandar di salah satu pemuda itu. "Siapa sih yang dehem-dehem ganggu aja"ucap Larissa Tanpa
melihat siapa yang berdehem begitu juga yang lainnnya.
"Ekhm"dehem Jarel sedikit keras bahkan hatinya terasa sangat panas melihat Larissa yang terlihat mesra dengan kemuda yang Jarel tak tau siapa karna posisi mereka membelakanginya.
"Siapa si-mas!"ucap Larissa saat berbalik untuk melihat siapa yang berdehem dan itu sangat membuatnya terkejut karena sedang asik bergosip.
"Bagus ya gosip nya sampe-sampe lupa pulang"ucap Jarel dan menatap datar pemuda yang duduk di samping istrinya. "Kamu juga kenapa belum pulang, mana udah malem banget lagi? Daddy kira siapa tadi"ucap Jarel kepada edrick yang ternyata ada di situ juga.
"Males di rumah dad lagian di sana gak ada mommy"jawab edrick sementara Edgar hanya diam saja begitu juga yang lain.
"Ikut ke rumah nenek yuk nginep sama Daddy sama mommy"ajak Larissa yang membuat edrick langsung menganggukkan kepalanya.
"ntar Lo berdua tidur aja sama gue"ucap Fabiola dengan tampang watadosnya sambil bersandar di pundak Edgar yang diam saja.
"Enak aja Lo, entar yang ada lo malah \*\*\*\*\*-\*\*\*\*\* anak gue lagi"larang Larissa karna dia tau kalo Fabiola itu sedikit mesum dan menyukai pria tampan.
"Ya nggk lah, ya kan ganteng"ucap Fabiola mencolek pipi Edgar yang membuat edrick dan teman-temannya hampir tertawa.
"Hm"jawab Edgar dengan deheman yang membuat Fabiola tersenyum senang kemudian mereka pamit pulang kepada teman Edgar dan edrick.
"kapan-kapan main ya ke rumah Tante, di sana ada banyak makanan loh buat nemenin kita gosip "ucap Larissa.
__ADS_1
"Siap Tante"serempak Enzi, Gibran dan Ilham.
Jarel memasukkan sepeda listrik ke dalam bagasi sementara Fabiola nebeng ke Edgar dan edrick yang memakai motor sendirian.
Siapa nih yang mau di bonceng edrick.
Setelah sampai di rumah mereka mengernyitkan dahinya bingung saat mendengar suara ramai di dalam sementara Fabiola mengehela nafasnya kasar kemudian mereka masuk.
Fabiola menatap sinis empat pria dan satu wanita yang lagi duduk di ruang tamu sambil bercanda ria.
"Cih"decih Fabiola menatap mereka sinis termasuk abangnya juga yang berada di sana.
"Hai Larissa hai Fabiola"sapa perempuan yang berada di sana sambil tersenyum manis.
"Hai anak konda"jawab Fabiola yang membuat Larissa tertawa terbahak-bahak apalagi saat melihat wajah perempuan itu yang memerah.
"Fabiola!"Tegur Caesar menatap tajam adiknya.
"Apa Lo? Mau marahin gue? Sebelum Lo marahin gue lawan dulu nih pawang-pawang gue"ucap Larissa menunjuk Edgar dan edrick yang hanya menatap datar kedepan.
"Yok ponakan Tante kita ke kamar buat tidur"ucap Fabiola menyeret keduanya meninggalkan Jarel dan Larissa.
"Ke kamar buat tidur!"jawab
Fabiola juga ikut berteriak. "Awas aja Lo kalo rusak anak gue, gue gibeng juga Lo anak kadal"ucap Larissa.
"Jangan teriak nanti tenggorokan kamu sakit"ucap Jarel lembut dan langsung menggandeng istrinya dalam kamar buat tidur tanpa menghiraukan mereka yang terus melihat kearah keduanya.
"Mereka siapa? Terus tadi kenapa Larissa panggil dua cowok itu anak?"tanya perempuan itu Yang bernama Ulani putri Agustin biasa panggil lani sekaligus pemeran utama perempuan di novel ini.
Caesar mengehela nafasnya pelan dan menatap tiga sahabatnya yang juga penasaran.
"Mereka berdua anak tiri Larissa pria yang bersama Larissa tadi suaminya ucap Caesar yang membuat mereka terkejut Karena selama ini tidak ada yang memberitahukan kalo Larissa sudah menikah.
"serius?"tanya temannya yang bernama Galang Arsyad Permana biasa di panggil Galang.
"Hm"jawab Caesar dengan jujur saja.
__ADS_1
"Kapan mereka menikah?"tanya protagonis pria yang bernama Erlangga Dirgantara biasa di panggil erlan.
"udah lama".
"Kenapa Lo gak kasih tahu kita-kita kalo lafiza udah nikah?"tanya pria yang satunya lagi bernama Elwin simedley reyman biasa di panggil Elwin.
"Buat apa? Bukannya apapun tentang lafiza gak penting ya buat kalian jadi buat apa gue beritahu hal ini kepada kalian semua"jawab Caesar
"Tapi kok bisa Larissa menikah? Bukannya dia masih cinta sama erlan?"tanya Galang.
"Dia nikah karna perjodohan yang di buat mami, papi dan gue gak nyangka kalo hubungan Larissa sama suami dan anak tirinya sangat harmonis dan mereka juga kelihatan saling cinta"jawab Caesar menatap erlan yang hanya terdiam.
"Udah jangan di bahas lagi mendingan kita pergi nonton yuk"ucap lani tersenyum manis. "Gak, gue mau pulang dulu" ucap Galang berdiri tetapi sebelum itu dia menatap erlan.
"Lani kan perempuan yang baik-baik masa sering keluar malem-malem kalo bisa nasehatin calon istri Lo yang sering keluar malem-malem"ucap Galang berlalu pergi di ikuti Elwin.
Sedangkan erlan hanya diam saja kemudian pamit pulang bersama lani yang terlihat marah dengan perkataan Galang.
Caesar berdiri kemudian ke kamarnya tetapi terlebih dahulu dia pergi ke dapur untuk makan karna lapar, saat di dapur dia berdecak kesal karna makanan tak ada kemudian memegang perutnya yang keroncongan.
Tiba-tiba Larissa datang dari belakang berhasil mengejutkan Caesar, dia ingin pergi satu tempat dengan orang yang dia benci tetapi penasaran dengan apa yang di lakukan lafiza.
Terlihat gadis itu sedang memasak nasi goreng dan telor ceplok dan beberapa menit kemudian masakan Larissa jadi.
Caesar bingung karena Larissa bisa memasak, selama ini gadis itu tak bisa memasak karena kedua orang tuanya melarangnya untuk memasak takut terjadi apa-apa sama gadis itu yang sangat ceroboh bahkan terlihat tangannya lecet tadi saat memotong cabe dan Caesar tak peduli akan hal itu.
"Nih makan"ucap Larissa meletakkan piring di depan Caesar dan juga air putih kemudian pergi ke kamarnya meninggalkan Caesar yang tertegun.
Caesar sebenarnya tak mau memakannya tetapi karna perutnya lapar dia menyuapkan nasi goreng tersebut kedalam dan mengunyahnya kemudian Caesar mengambil minuman susu karna nasi goreng itu sedikit panas.
Saat itu juga Caesar langsung lahap memakan nasi goreng tersebut yang sangat enak menurut nya dan tanpa Caesar ketahui ternyata Larissa sedang berdiri di pintu dapur.
"Kenapa gue baik ya sama dia sampe repot-repot masakin dia segala"gumam Larissa bingung karna saat akan mengambil Air putih di dapur dia melihat Caesar yang tampak kelaparan dan entah kenapa dia berinisiatif untuk memasak makanan untuk pria itu dan dia berpikir mungkin ini perasaan pemilik tubuh.
Larissa langsung pergi dari situ menuju kamar saat melihat Caesar yang selesai makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
see youu❄❄
__ADS_1