
part:3
Happy reading
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
Keesokan paginya Larissa demam yang membuat Jarel khawatir, dia berniat membawa istrinya kerumah sakit tetapi istrinya tak mau
"Gue gak mau makan" tolak lemah Larissa yang membuatnya jeremy menghela nafasnya sabar.
"Cuma sedikit, kamu harus minum obat dan setidaknya makan lah sedikit, apa kamu tak mau sembuh?"tanya Jarel yang membuat Larissa menggelengkan kepalanya. Tentu saja dia mau sembuh tapi kan mulutnya pahit makanya dia tak mau makan.
"Dua suap saja, jangan membantah"ucap Larissa menatap tajam Larissa dan gadis itu langsung menganggukkan kepalanya.
Selesai makan Larissa langsung meminum obat dan berbaring kembali, dia ingin tidur tetapi matanya sedari tadi tak mau di tutup
"Om gak ke kantor?"tanya Larissa menaikkan sebelah alisnya dan Jarel menggelengkan kepalanya, Larissa hanya menganggukkan kepalanya saja tak perlu repot-repot bertanya alasan pria itu kenapa gak masuk kantor.
"Gue pengen peluk sama Lo'lirih Larissa, sakit dia biasanya di peluk sama mama nya tetapi sekarang tidak ada sang mama Untuk di mintai memeluk nya.
Sementara Jarel terkejut mendengar ucapan Larissa.
"Gue biasanya di peluk kalo lagi sakit"ucap Larissa dengan suara pelan Jarel mempunyai pendengaran yang sangat tajam mendengar ucapan lafiza.
Tanpa sepatah kata pun dia naik ke atas kasur dan masuk ke dalam selimut, Jarel duduk dan bersandar di sandaran kasur, dia langsung menarik Larissa dengan lembut ke dalam pelukannya.
Sementara Larissa juga terkejut karna Jarel mau menuruti ucapannya tetapi sedetik kemudian dia mengedikkan bahunya acuh. Larissa menaruh kepalanya di atas perut Jarel Karna posisi pria itu duduk sambil bersandar di sandaran kasur.
"Tidur"ucap Jarel yang tahu kalo istrinya mengantuk, dia mengelus lembut rambut Larissa.
"Om"panggil Larissa pelan dan Jarel hanya menjawabnya dengan deheman saja, dia sekarang sibuk mengelus rambut istrinya
yang sangat lembut.
"Gak ada"ucap Larissa yang membuat Jarel mendengus kesal, dia sekarang ikut berbaring dengan masih memeluk Larissa.
Lama kelamaan Larissa tertidur karna usapan Jarel pada rambutnya, dia menyembunyikan
wajahnya di dada bidang Jarel.
__ADS_1
Jarel menunduk ke bawah untuk melihat wajah istrinya, sangat kecil melihat wajah polos istrinya saat tertidur. "Semoga saja kita akan terus seperti ini istriku"gumamnya.
Cup
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Terlihat dua orang pemuda berdiri di lapangan sambil hormat dengan kaki kanan yang di angkat sebelah.
Wajahnya senantiasa datar sedari tadi, tidak ada ekspresi selain itu yang dia keluarkan.
Rintik-rintik hujan mulai turun dan mengguyur tubuh keduanya, wajah nya sudah pucat tetapi mereka berdua mencoba untuk tidak tumbang, kalo itu terjadi yang ada keduanya kembali di hukum dengan berat.
Tatapan kasihan dari siswi maupun siswa membuat kedua pemuda itu mengernyit tak suka, dia tak suka di kasihani sama mereka.
Edgar melihat ke arah kembarannya, badan edrick terlihat bergetar bibir yang pucat.
"kuat?"tanya dan edrick menganggukkan kepalanya walaupun dia mati-matian menahan tubuhnya agar tidak
"Lo istirahat aja biar gue aja yang jalanin hukuman ini"ucap Edgar sangat kasihan melihat kembarannya.
Edrick menggelengkan kepalanya yang membuat Edgar menghembus nafasnya pelan.
Bruk
Edgar terkejut melihat kembarannya terjatuh, dia duduk dan mengguncang badan kembarannya.
"Rik"panggil nya tetapi tak ada jawaban, tanpa pikir panjang Edgar langsung saja menggendong kembarannya ala bridal style,
persetan dengan hukuman karna keadaan kembaran nya jauh lebih penting. Edgar yakin pasti besok keduanya akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi dan itu membuat Edgar muak.
...----------------...
Terlihat dua pasangan suami istri
sedang tertidur sambil berpelukan, hujan deras mengguyur kota tersebut pun hawa yang sangat dingin mendominasi kamar bernuansa gold tersebut membuat keduanya Saling mengerat kan pelukan.
Salah satu dari mereka bangun karna medengar dering ponsel yang mengganggu acara tidurnya, Larissa menyingkirkan tangan jeremy dari pinggang nya dan memilih mengangkat telpon tersebut.
Sementara Jarel yang merasakan tak memeluk istrinya pun langsung terbangun, dia mengucek matanya sendiri agar penglihatan nya jelas.
Menoleh ke arah ke samping terlihat istrinya yang lagi menelpon degan raut wajah terkejut sekaligus khawatir terpampang jelas pada wajah bantal istrinya.
"OM!"
__ADS_1
Pria itu terkejut mendengar pekikan istrinya, dia menaikkan sebelah alisnya pertanda bertanya.
"Anak durhaka gue masuk ruma sakit" jawabnya sambil mengigit kukunya, pria itu terkejut mendengar ucapan istrinya.
Langsung saja keduanya pergi ke rumah sakit menggunakan motor Scoopy milik Jarel, karna kalo pake mobil yang ada mereka gak sampai-sampai di rumah sakit karna jalannya macet dan tak lupa juga memakai jas hujan.
Setelah sampai di rumah sakit, Larissa menarik tangan Jarel yang sudah pasrah di tarik sama istrinya.
"Dok gimana keadaan anak gue?"tanya Larissa tiba-tiba yang membuat dokter tersebut terkejut karna Larissa yang tiba-tiba datang mana langsung nanya lagi.
"Keadaan kedua anak ibu dan bapak baik-baik saja, dia hanya demam biasa dan juga kelelahan serta perut nya juga kosong"jawab dokter tersebut yang membuat Larissa mendelik tak terima di panggil 'ibu' sama dokter tersebut.
Saat sampai di rumah sakit Edgar juga ikutan pingsan karna kelelahan dan perutnya juga kosong.
Keduanya tak sempat sarapan pada saat itu karna bangun agak telat, tak tau kenapa karna biasanya juga keduanya bangun sangat pagi.
Larissa menerobos masuk yang membuat dokter tersebut mengelus dadanya sabar melihat itu.
"Untung cantik"gumam dokter tersebut yang membuat Jarel menatapnya setajam silet.
"Jangan memuji istri saya!"ucapnya dingin kemudian masuk ke dalam menyusul istrinya meninggalkan dokter yang tersenyum paksa.
Sedangkan di dalam Larissa sedang mengecek keadaan kedua anaknya yang masih belum sadar.
Dia curiga sama kedua anaknya, kalaupun mereka pingsan kan bisa di bawa ke UKS apalagi UKS di sekolahan itu fasilitas nya sama seperti yang di rumah sakit karna sekolahan itu sangatlah elit.
Tapi kenapa Edgar membawa edrick ke rumah sakit dan kalaupun mereka berdua belum sarapan di rumah pasti saat sampai di sekolahan keduanya di kasih sarapan.
Memang di sekolahan tempat keduanya bersekolah setiap pagi selalu di bagikan makanan gratis untuk mereka semua sarapan walaupun mereka yang sudah sarapan di rumah tapi tetap mereka akan di berikan makanan.
Tapi kata dokter perut anaknya kosong dan kelelahan, apa coba yang membuat keduanya kelelahan, apakah karna belajar pikirnya, ah nanti dia akan tanyakan kepada kedua anaknya.
Hari juga sudah siang masa kedua anaknya belum sarapan, kan bisa juga ke kantin, apa keduanya lupa membawa uang pikirnya ah sudahlah dia pusing.
Larissa melihat edrick yang membuka matanya perlahan sambil memegang kepalanya yang pusing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
See youuuu
__ADS_1
Semuaaaaa❄❄❄