
part:13
*Happy reading*
...****************...
...****************...
...****************...
Sudah dua hari Jarel pergi ke Jepang dan dua hari juga Larissa merasa bosan karna biasanya ada Jeremy yang selalu bersamanya dan dia sangat senang dan nyaman ketika bersama suaminya.
Larissa berjalan ke ruang keluarga untuk menonton tv dan di sana kosong, baru saja lafiza mau duduk dia mendengar suara bell yang di pencet beberapa kali sehingga membuatnya kesal.
Dia langsung saja berjalan ke arah pintu untuk membukanya dan saat membuka pintu tersebut dia tak melihat ada orang di depan dan itu membuat Larissa merinding dan langsung berbalik untuk masuk.
Mphhhh
Larissa memberontak saat tiba-tiba mulutnya di tutup oleh seseorang yang Larissa tak tau siapa dan lama kelamaan kesadarannya hilang karna menyadari kalo dia di bius dan Larissa hanya pasrah saja.
Orang yang membius Larissa barusan langsung saja memasukkan Larissa ke dalam mobil dan mengikatnya menggunakan tali, setelah itu menelpon bos nya.
"Saya sudah menyelesaikan perkejaan saya bos, ni cewek di bawa kemana?"tanya itu.
"Bawa ke mansion utama"
Tut....
Orang itu langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju mansion utama sesuai perintah dari bos nya.
Setelah sampai di markas dia langsung menggendong Larissa ke dalam dan menaruhnya di salah satu kamar kemudian pergi ke ruang bos nya tetapi sebelum itu dia mengunci pintu dengan rapat.
Tak berapa lama orang tersebut pergi, pintu kamar tersebut terbuka menampilkan seorang pria yang sangat tampan dengan senyuman yang menawan di wajah tampannya.
Dia berjalan ke arah kasur tempat Larissa dan duduk di samping kasur sambil terus menatap setiap inci wajah Larissa yang sangat menggemaskan ketika tidur dan akan lebih menggemaskan ketika marah.
Membayangkannya saja membuat jantung nya berdetak dengan cepat dengan yang sudah memerah padahal Larissa tak ngapa-ngapain.
Dia mengelus lembut pipi Larissa dengan penuh kasih sayang dan apabila Larissa tau apa yang di perbuat pria yang tidak dia kenal itu pasti gadis itu langsung mengeluarkan kata-kata keramatnya dan tak akan untuk membogem wajah pria itu Sampai babak belur.
Tapi sayang sekali karna sekarang Larissa sedang pingsan dan tak tau apa di sentuh pria itu dari tubuhnya tetapi jangan khawatir karna pria itu cuma mengelus pipi Larissa saja tak lebih.
"Kamu sangat menggemaskan sayang, rasanya aku ingin pria yang menjadi suamimu karna berani-beraninya mengambil kamu dariku"ucap pria itu dengan tangan yang mengepal kuat.
Gadis pujaannya yang selama ini dia cintai diam-diam ternyata sudah mempunyai suami dan bodohnya dia baru-baru saja mengetahui hal
Andaikan dia tau dari dulu pasti dia akan menculik Larissa dan membunuh laki-laki yang menjadi suami gadis ini agar Larissa hanya meniadi miliknya.
Pria itu mendekatkan bibir nya di telinga Larissa dan berbisik.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku seutuhnya sayang"bisik nya dengan suara serak-serak basah yang sangat menggoda.
...----------------...
Larissa bangun dari pingsannya dengan kepala yang sedikit pusing karna pengaruh obat bius tadi.
Dia melihat sekeliling nya yang bernuansa blue dan kamar tersebut sangatlah mewah, dia merasa familiar sama kamar ini dan mencoba mengingat-ingatnya.
Mata Larissa melotot saat baru mengingat sesuatu dan dia langsung melihat ke bawah dan dia bersyukur karna pakaiannya utuh dan selangkangannya tidak sakit yang artinya Dia masih perawan dan sang penculik belum memperkosanya.
Dia ingat kejadian ini di mana Larissa di culik oleh sosok pria yang tidak dia kenal dan memperkosanya agar Larissa menjadi miliknya seutuhnya, tetapi dia sama sekali tak tau siapa pria itu karna di novel tidak di tuliskan namanya bahkan Sampai akhir cerita novel tersebut.
__ADS_1
Larissa bergidik ngeri mengingat itu, untung saja dia masih perawan dan sekarang dia harus mencari agar bisa kabur dari sini.
Larissa langsung meloncat dari kasur dan mendarat dengan selamat di lantai sambil melihat sekeliling nya untuk menemukan jalan keluar selain pintu kamar karena dia tau kalo ada penjaga di depan pintu.
Larissa tak habis pikir, begitu terobsesinya pria itu kepada Larissa yang bahkan sudah menikah dan mempunyai keluarga, tetapi wajar saja pria itu begitu karena sudah 8 tahun lamanya pria itu mencintai Larissa secara diam-diam dan tak pernah mengungkapkan perasaannya.
Larissa mengerang frustasi karna baru menyadari kalo kamar ini tidak mempunyai jendela dan dia langsung masuk ke dalam kamar mandi siapa tau nanti di sana ada jendela atau semacamnya.
"Nih orgil benar-benar pinter pilih kamar supaya gue gak bisa kabur"gumam Larissa saat kamar mandinya juga tak ada jendela. Dia keluar dari kamar mandi dan memikirkan cara agar bisa kabur dari sini.
Larissa terkejut karna mendengar suara langkah kaki yang mendekat dan badannya gemetar ketakutan, bagaimana kalo dia di perkosa.
Larissa menggelengkan kepalanya, dia tak akan membiarkan tubuhnya di jamah sama pria yang bukan suaminya dan ini semua aset suaminya, ya ini semua aset Jarel seorang!.
Larissa kalang kabut kala suara langkah kaki itu semakin mendekat, dia melihat ada vas bunga yang berada di meja samping kasur dan setelah itu dia langsung saja naik ke kasur dan pura-pura tidur.
Pintu di buka dengan seorang pria yang tak lain adalah pria yang akan memperkosa Larissa dan dia mendekat ke arah kasur.
Dia naik ke kasur dan melihat wajah Larissa yang pura-pura pingsan dan pria itu tak tau.
"Kamu akan menjadi milikku!"bisik nya tepat di telinga Larissa yang membuat gadis itu mengumpat dalam hati kala pria itu sangat dekat dengan wajahnya.
Larissa meraba vas bunga yang bisa dia gapai tanpa ketahuan karena pria itu masih menunduk.
Bugh..
Larissa langsung mendorong pria itu hingga jatuh ke lantai dan langsung saja membuka pintu dan dia hanya melihat sekilas wajah orang itu dan itupun samar-samar. Pria itu meringis merasakan kepalanya yang sedikit sakit bahkan darah nya menetes ke lantai.
Dia langsung berdiri untuk gadisnya berteriak keras untuk semua pengawal yang berada di mansion nya untuk menangkap Larissa.
Ah seharunya tadi dia tidak menyuruh pengawal yang berjaga di depan pintu untuk pergi supaya Larissa gak bisa kabur, dia sedikit ceroboh!.
Sementara Larissa terus berlari dalam mansion yang sangat besar dan luas seperti istana ini, bahkan mansion ini tiga kali lebih besar daripada mansion Jarel, sejenak Larissa berdecak kagum karna pria kaya.
"TUTUP AKSES UNTUK KELUAR DARI MANSION INI SUPAYA GADIS SAYA GAK BISA KABUR!"
Larissa terperanjat kaget mendengar teriakan pria itu yang menggelegar mansion ini dan dia merasa sedikit familiar tetapi
Larissa gak tau siapa dan tak mau memikirkannya karna sekarang dia harus keluar dari mansion Dajjal ini.
"Huaaa mami mau pulang!"tangis Larissa saat melihat kebelakang banyak sekali bodyguard yang mengejarnya dan langsung
saja lafiza masuk ke dalam lift dan tombol Dengan acak-acak karna terlampau panik.
Saat satu bodyguard hampir masuk ke dalam lift tetapi liftnya langsung tertutup rapat sehingga bodyguard itu terbentur di pintu lift yang sudah tertutup.
melihat tombol lift yang dia tekan tadi dan dia memencet tombol dua, Larissa berdoa agar saat dia membuka lift tidak ada yang menunggu nya di sana.
Dia sekarang benar-benar ingin beristirahat karna badannya terasa pegal-pegal dan kakinya juga yang berdarah saat tak sengaja menginjak beling-beling dari vas bunga beberapa barang berkaca yang dia jatuhkan ke lantai saat berlari tadi supaya mereka mengejarnya dan mereka terkena pecahan tersebut, tetapi dengan bodohnya dia melempar acak dan asal-asalan terlampau panik.
"Sakit banget nih kaki"gumam lafiza dan sebentar lagi liftnya akan terbuka dan lafiza berdoa agar tidak di lantai dua.
Ting
Ting
Larissa membuka matanya saat lift nya sudah terbuka dan dia sangat senang karna Tidak ada orang di luar lift, Larissa langsung saja masuk ke salah satu ruangan saat mendengar suara langkah kaki yang menaiki tangga dan lafiza tidak punya pilihan apapun selain masuk ke salah satu ruangan tersebut dan semoga saja tidak ada apa-apa di dalam.
Larissa menelusuri ruangan yang di masuki nya yang tak lain adalah kamar dan dia sangat terkejut melihat kamar tersebut yang bernuansa biru tua, sangat luas dan mewah tetapi yang membuat Larissa sangat terkejut adalah banyak foto-fotonya yang terpajang di dinding kamar itu dengan berbagai macam pose, mulai dari cemberut, marah, dan masih banyak lagi, bahkan foto-foto nya yang masih kecil ada di sana.
Satu kata untuk mendeskripsikan pria itu yaitu gila! Pria itu gila dan sangat terobsesi pada pemilik tubuh, itu sangat menakutkan. Larissa mulai terancam akan hal itu, bukankah orang yang terobsesi selalu ingin memiliki apapun
dia mau dengan segala cara dan sekarang pria itu sangat menginginkan nya ya walaupun
__ADS_1
sebenarnya menginginkan pemilik tubuh asli tapi bagaimanapun dia yang sekarang menempati tubuh Larissa.
Gadis itu mengacak rambutnya prustasi, dapat di pastikan pasti setelah ini hidupnya tak akan tenang lagi dan dia tak akan bebas terlebih lagi gak ada jeremy di sini yang selalu menemaninya dan untuk di mintai tolong.
Tidak mungkin kan dia menyuruh Jarel pulang dan menceritakan semuanya.
Larissa menggelengkan kepalanya, dia perempuan yang akan menjadi beban suami dan tak bisa apa-apa.
Dia tak mau bergantung pada siapapun supaya di kemudian hari kalo ada apa-apa yang terjadi padanya dia tak akan lemah karna bergantung pada orang-orang. entah kenapa Larissa berpikir seperti itu tetapi dia mempunyai firasat
yang buruk untuk kedepannya.
"Seharusnya pikiran gue gak sampai ke situ, kesannya kayak nakutin diri sendiri"gumam Larissa.
Dia berjalan ke arah balkon dan Larissa menunduk untuk melihat ketinggian lantai dua ke lantai satu yang ternyata lumayan tinggi, Larissa mencari tali atau apapun yang bisa dia gunakan untuk ke bawah tetapi sialnya di sini tidak ada apa-apa dan di sini sangat kosong, yang ada hanya bantal, guling dan selimut saja dan satu lagi foto-fotonya yang terpajang di dinding.
Brak..
"SHIBAL"reflek Larissa kaget saat mendengar Pintu di dobrak Sampai lepas dan Larissa berjalan mundur saat melihat seorang pria yang memakai topeng bergambar hello Kitty berjalan ke arahnya dengan pelan, Larissa yakin kalo itu adalah mantan Larissa dan di belakang pria itu ada banyak bodyguard yang berjaga-jaga agar Larissa gak bisa lolos.
"\*\*\*\*"lirih Larissa saat sudah mentok di pembatas balkon. "Mau lari kemana hm?"tanya pria itu sembari mendekat ke arah gadisnya.
"Jangan mendekat Lo, tubuh Lo bau \*\*\*\*\*\*"bukannya marah pria itu malah terkekeh pelan mendengar ucapan gadisnya.
Gadisnya terlihat sangat menggemaskan saat marah dan juga panik secara bersamaan dan itu membuat cinta nya kepada Larissa semakin besar tak terbendung dan tekadnya membuat Larissa menjadi miliknya seutuhnya sangat besar.
Larissa melihat ke bawah dan dia menelan ludahnya gugup, apakah dia akan melompat saat melihat pria itu yang semakin dekat dengannya.
Lafiza naik ke atas pagar tersebut yang membuat pria itu melotot kan matanya.
"Lo berani mendekat, gue langsung diri jingan"ancam Larissa yang membuat pria itu kalang kabut.
"Jangan nekat sayang, turun sekarang oke"ucap lembut pria itu yang membuat Larissa menatapnya tajam.
"Enak aja Lo panggil sayang-sayang, mau gue gibeng tuh ketombe!"kesal lafiza.
"Oke-oke aku gak akan panggil sayang, sekarang kamu turun oke, kalo kamu turun aku bakal turutin apapun ucapan kamu, janji"ucap pria itu meyakinkan gadisnya tetapi Larissa tak yakin.
Pria fiksi kan suka ngibul apalagi penjahat seperti pria di depannya, bukannya menuruti ucapan nya yang ada malah pria itu akan memperkosanya dan dia tak mau hal itu terjadi.
"Gak mau ah, mendingan loncat terus gue ngep"ucap Larissa enteng dan berpura-pura akan melompat, tetapi tak sengaja kakinya terpeleset sehingga dia jatuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Voment!
See you❄❄
__ADS_1