New Mother

New Mother
part four:04


__ADS_3

part:4


Terlihat seorang gadis mengendaraimobil sambil kebut-kebutan,urat-urat di lehernya menonjol dengan nafas yang naik turun.


Gadis itu adalah Larissa, di sekarang sedang melajukan mobilnya menuju sekolahan tempat kedua anaknya bersekolah.


Kemarin dia menanyakan apa yang terjadi sebenarnya sama kedua anaknya tetapi mereka memilih bungkam dan dia tak memaksakan kedua anaknya untuk memberitahu nya.


Tapi dia tak tinggal diam setelah melihat keadaan keduanya kemarin, dia menyuruh bodyguard yang bekerja di mansion Jarel untuk menyelidiki apa yang terjadi dan Yap dia mengetahui semuanya saat bodyguard itu memberitahukan dirinya semuanya.


Dia sangat marah apalagi mengingat kalo kedua anaknya tak di perlakukan adil di sekolahan itu. Dia yang sudah menjadi ibu dari anak kembar tersebut menjadi emosi bahkan dia ingin sekali merobohkan sekolahan itu.


"Pak buka gerbangnya"suruh Larissa sopan tetapi pak satpam tersebut tidak mau membuka gerbang itu yang membuat nya tersulut emosi.


"Pak bukain kalo gak gue tabrak gerbang abal-abal ini"geram Larissa tetapi satpam tersebut malah menggelengkan kepalanya sambil menatapnya sinis.


"Maen-maen nih aki-aki sama gue"gumam Larissa, dia memundurkan mobilnya kemudian mengegas nya dengan sangat kencang.


Bruk


Satpam tersebut terkejut melihat itu, gadis itu benar-benar menabrak gerbang sekolah Sampai roboh tetapi mobilnya juga rusak di bagian depan, untung saja Larissa tidak apa-apa.


Larissa keluar dengan wajah datar dan dinginnya, dia mengabaikan satpam tersebut dan semua murid yang menatapnya terkejut.


Tatapan nya beralih ke arah di mana ada kedua


anaknya yang sedang push up dengan dua guru wanita yang menginjak punggung kedua nya.


Larissa mengepalkan tangannya dia langsung saja berlari ke sana kemudian menendang dua guru itu agar menyingkir dari punggung kedua anaknya.


Bruk


Bruk


Mereka semua terkejut melihat aksi Larissa yang menendang dua guru killer itu apalagi terlihat darah merembes keluar dari hidung keduanya. Dia sebenarnya bingung kenapa


kedua anaknya tak melawan saat di tindas sama kedua guru itu, bukankah keduanya jago berantem, kenapa gak melawan aja, huh


memikirkannya saja membuat kepalanya pusing.


Dia melihat kearah dia guru itu yang wajahnya sudah memerah padam sambil menatapnya marah.


"SIAPA KAMU HAH? BERANi SEKALI MENENDANG KAMI BERDUA!"bentak salah satu guru yang bernama Clara sambil menatap tajam Larissa yang balik menatapnya dengan dingin.


Sementara Edgar dan edrick terkejut melihat ibu tiri mereka yang berada di sini apalagi sampai menendang kedua guru itu.


"LO YANG APA-APAAN SAMPAI HUKUM ANAK GUE BEGITU HAH, ANJING BANGET LO"bentak Larissa dengan dada naik turun.


guru yang satunya lagi bernama Serli maju sambil menatap tajam Larissa yang juga balas menatap nya tak kalah tajam.


"oh jadi kamu ibu dari dua anak berandalan itu? Pantas saja keduanya berandalan ternyata orang tuanya juga sama-sama berandalan cih"ucap Serli kemudian menjambak rambut Larissa.

__ADS_1


Bugh


"Cih! Gue maunya baku hantam bukan saling jambak-jambakan" ucap Larissa berdecih sinis


setelah membogem serli hingga tersungkur.


"Sini maju Lo cucu-cucu Sugiono" tantang Larissa kepada Clara yang wajahnya sudah merah


sedangkan murid-murid tergelak pelan mendengar ucapan Larissa tak terkecuali edrick dan Edgar.


Penampilan Clara sungguh seperti ****** bukan seperti guru, baju yang ketat sehingga *********** yang sangat besar menonjol bahkan belahan *********** terlihat, sementara rok nya juga sangat ketat dan pendek sehingga ****** ***** nya terlihat begitu juga dengan serli.


Sekarang Larissa dan dua guru Jamet itu sedang baku hantam dengan semua murid mendukung lafiza untuk menang, mereka tak perlu repot-repot mendukung dua guru itu bahkan tak Sudi sama sekali karna mereka juga pernah perlakukan begitu sama kedua guru itu tapi tak separah Edgar dan edrick.


Lihatlah Sekarang edrick dan Edgar sudah berteriak sambil menyemangati ibu tiri nya dengan semangat bahkan melupakan wajah datar+dingin yang selalu dia tampilkan.


Banyak murid-murid yang memvideokan pertengkaran itu dan di sebarkan di sosmed dan ada juga yang live.


Bugh


"MOM"spontan keduanya saat melihat perut Larissa ditendang dengan keras sehingga dia tersungkur.


Mereka berdua mau membantu tetapi gadis itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan segera bangkit, Larissa tersenyum tipis saat mendengar keduanya menyebut nya 'mom' ah senang nya dia.


"LIHAT NIH BALASAN DARI GUE BUAT CUCU-CUCU SUGIONO KAMPRET"teriak Larissa berlari ke arah keduanya.


Bruk


krek


Clara dan serli terjatuh setelah mendapatkan tendangan maut Larissa di wajah keduanya dan mematahkan tangan keduanya dengan sangat gampang. Semua murid tertawa bahkan yang mempunyai wajah datar dan dingin pun ikutan tertawa melihat gigi kedua guru itu copot.


"HAHAHA GIGI LO OMPONG"Teriak Larissa tertawa kencang sambil memegang perutnya yang keram akibat tertawa.


Wajah keduanya memerah sambil menatap benci ke arah Larissa yang telah mempermalukannya.


Mereka tak tinggal diam dan akan membalas perbuatan Larissa suatu hari nanti, lihat saja itu. Keduanya berbalik untuk pergi dari sini karna kepalang malu tetapi dengan cepat lafiza berlari ke arah keduanya dan.


Byurr


Byurr


Keduanya terjatuh ke selokan yang berada tepat di samping tong sampah, ini balasan untuk keduanya bahkan itu belum cukup dengan apa yang keduanya lakukan kepada anaknya.


Kedua guru itu pingsan karna saat jatuh ke selokan kepala nya terbentur, Larissa hanya menatap datar guru itu, Larissa melihat semua murid yang menonton nya bertengkar dengan dua guru Jamet itu, tidak ada yang mau menolong keduanya pikirnya.


Larissa berjalan ke arah kedua dia merapikan penampilan keduanya dan menepuk-nepuk debu yang menempel di baju keduanya.


Lafiza berjalan ke arah mobilnya dan menyuruh keduanya untuk tetap diam di situ, dia mengambil dua hodie dan menyuruh keduanya untuk memakainya.


"Ganti baju, gue baru inget kalo baju kalian berdua banyak kuman nya gara-gara kedua cucu Sugiono itu"ucap Larissa dan keduanya mengangguk.

__ADS_1


Setelah Keduanya mengganti baju, Larissa menyuruh keduanya untuk mengantarkan nya ke kantin.


"Kenapa Lo ada di sini??"tanya Edgar setelah duduk di kursi begitu juga dengan edrick dan Larissa.


"gak sopan anjir, Panggil gue mommy, bukannya Lo berdua manggil gue dengan sebutan mom saat gue kena pukulan dari cucu Sugiono itu?"tanya Larissa menaikkan sebelah alisnya.


"panggil gue mommy gue mau denger soalnya kan Lo berdua cuma panggil gue mom doang "ucap Larissa tetapi keduanya hanya diam.


"Ayo gue mau denger "paksa Larissa yang sangat greget kepada keduanya.


Edrick dan Edgar saling bertatapanbkemudian menganggukkan kepalanya, sepertinya mulai sekarang keduanya akan menerima Larissa sebagai ibu sambung mereka.


"Mommy"


"Mommy"


Larissa terdiam mendengar ucapan keduanya tapi dua detik kemudian dia berteriak kencang sambil memeluk kedua anaknnya


"HUAA ANAK DURHAKA GUE MAU PANGGIL GUE MOMMY! SENENG BANGET ASTAGA" heboh Larissa, untung saja kantin sepi. Keduanya membalas pelukan Larissa,


sangat nyaman pikir keduanya,


ini pertama kalinya mereka saling berpelukan.


Larissa menyuapi kedua anaknya ambil bercanda tawa, Larissa tersenyum senang karna tak ada lagi wajah datar dan dingin yang selalu di tampilkan keduanya.


Satu persatu murid masuk ke dalam kantin, semua mata tertuju pada ibu dan kedua anak itu, mereka menatap kagum Larissa yang sangat keren saat melawan kedua guru killer itu tadi dan terpesona melihat wajah lafiza yang cantik.


"T-tante"panggil seorang siswi yang cantik dengan gugup sambil berdiri di samping meja yang lafiza tempati. "Iya? Ada apa?"tanya Larissa sambil menatap siswi tersebut yang


tampak salting saat dia menatap nya.


"Ini buat Tante"ucap siswi itu dan langsung berlari ke arah temannya setelah meletakkan sebuah kotak berwarna hitam di meja Larissa.


Larissa terkejut melihat itu, dia langsung membuka kotak berwarna hitam itu, dia menatap berbinar isi di dalam kotak tersebut.


"Ini salah satu kesukaan gue njir"ucap Larissa melihat berbagai macam coklat di dalamnya.


Larissa berbalik dan menatap siswi itu yang tampak gugup, Larissa tersenyum manis.


"MAKASIH COKLATNYA GUE SUKA"


Siswi tersebut tersenyum malu-malu meong mendengar ucapan Larissa, ah dia sangat ngefans sama Larissa karna gadis itu terlihat sangat keren dan pemberani.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


See youuu semuaaaaaa ❄❄❄❄


__ADS_2