New Mother

New Mother
19


__ADS_3

part: 19


*happy reading*


...****************...


...****************...


...****************...


"diem Lo gak usah gerak, kalo gue udah berkehendak mampus Lo"ucap Fabiola menatap tajam arka yang tak berhenti bergerak dan berusaha melepaskan tali yang mengikatnya.



"Kaya Lo tuhan aja sampe bilang berkehendak" cibir Larissa. Sekarang mereka sedang berada di kafe dan mengambil ruangan


VIP supaya tidak terganggu dengan pengunjung lainnya.


"Oh iya nama mbak siapa?"tanya Larissa kepada kakak sepupu arka yang sedang menatap adik sepupunya kasihan karena di ikat.



"Nama saya Bianca"jawab wanita itu dengan suara lembutnya yang indah di telinga mereka.



"Jadi bisa jelaskan kenapa anak mbak bisa memanggil Caesar Daddy dan kenapa mereka berdua sangat mirip?"tanya Larissa dan wanita itu menghela nafasnya pelan


lalu menatap mereka semua satu persatu dan mulai menceritakan semuanya.


Bianca mempunyai pacar yang bernama Xavier dan mereka menikah karena sebuah kesalahan


di mana Xavier yang sedang mabuk tiba-tiba sehingga mereka di paksa menikah dan saat dia hamil tiba-tiba Xavier selingkuh dan meninggalkan nya yang sedang hamil hingga tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk dan yang datang adalah polisi sambil membawa


jasad Xavier yang mati karena kecelakaan dan saat itu Bianca sangat hancur, walaupun Xavier


menyakiti nya dan berselingkuh tetapi Bianca tetap mencintai pria itu dan bertahun-tahun dia


merawat anaknya yang berjenis kelamin laki-laki diri dan saat anaknya sudah besar dia selalu menanyakan di mana papanya bahkan foto selalu anaknyanpeluk setiap kali tidur hingga saat dimana dia dan adik sepupunya yang laki-laki pulang dari itali dan langsung saja mengajaknya jalan-jalan dan tiba-tiba anaknya hilang di mall.


Saat itu Bianca panik dan memeriksa anaknya lewat cctv yang ada di mall dan setelah tahu


di mana keberadaan anaknya dia langsung saja ke sana, Sesampainya di sana dia terkejut melihat anaknya yang memanggil seorang


pria dengan sebutan Daddy dan lebih terkejutnya lagi saat melihat wajah pria itu yang sangat mirip dengan almarhum suaminya dan adik sepupunya yang gak tahu kalo Xavier meninggal pun langsung menghajar pria itu karena mengira kalo dia adalah Xavier.


"Owh jadi almarhum suami lo mirip sama nih orang"ucap Fabiola menunjuk Caesar yang terdiam karena.


Plak


"Dengerin noh, jangan asal pukul aja Lo"ucap Fabiola setelah menggeplak paha arka yang membuat pemuda itu terkejut.



"Ya kan gue gak tahu, lagian mereka berdua mirip banget"ucap arka membela dirinya.



"Dasar bocah "ucap Larissa yang membuat arka mendelik tak terima di Katai bocah.



"Apa Lo! mau ngelawan? Gue potong nih tubuh Lo biar mampus"ucap Larissa yang membuat arka langsung kicep tak berani


membuka mulut.


"Mommy alan main sama Daddy"ucap alan sambil menatap Caesar yang mendengus karena di panggil Daddy sama bocah piyik itu.



"Alan sayang dia itu bukan Daddy Daddy kamu itu udah di suramga" bianca tak enak kepada Caesar karena anaknya selalu memanggil nya Daddy.

__ADS_1



"Di surga? Di neraka kali"cibir Larissa di angguki Fabiola yang membuat Gavriel menghela nafasnya pelan kala kedua adiknya sangat julid.



"Mommy jahat, padahal Daddy masih hidup, lihat Daddy ada di sini"ucap alan menunjuk Caesar yang mengalihkan pandangannya.



" Dia itu orang yang mirip sama Daddy kamu alan"ucap bianca memberi pengertian tetapi anaknya menggelengkan kepalanya.



"Mana ada orang yang mirip banget kecuali mereka kembar sementara


Daddy gak punya kembaran"ucap alan.


"Heh bocah Asal Lo tau ya kalo dunia ini kita punya tujuh kembaran"ucap Fabiola dan alan menghiraukan ucapan fabiola lalu


berjalan ke arah Caesar.


"Daddy beneran Daddy Alan kan?"tanya Alan penuh harap dan Dengan entengnya Caesar menggelengkan kepalanya.



"Gue bukan Daddy lo, orang gue belum nikah sama nganu juga gimana caranya gue punya anak "ucap Caesar dan alan langsung


menangis.


"Huaa Daddy jahat tangis alan.



"Emang"jawab Caesar yang membuat Gavriel menggeplak kepala pria itu karena bicara nya tak bisa di rem lalu Gavriel menggendong Alan yang masih menangis.




"Heh bocah mendingan dia aja yang jadi Daddy Lo, gimana?"tanya Larissa yang membuat Gavriel mendelik tak terima atas perkataan adiknya itu.



"Emang boleh?"tanya alan polos dan mengangguk kepalanya semangat begitu juga dengan Fabiola apalagi Caesar.



"Yaudah sekarang kamu yang jadi Daddy nya alan, kalo Daddy yang itu jahat gak mau ngakuin alan"ucap alan polos sambil menunjuk Caesar yang membuat Bianca dan Edgar melongo begitu juga dengan Gavriel.


"Semudah itu" ucap arka.


...----------------...


"Astaga sayang kamu dari mana aja sih? Aku telpon kok nggk di angkat?"tanya Jarel saat melihat istrinya yang baru saja pulang.



"Maaf mas, tadi aku pergi ke mall sama bang Gavriel, fabiola dan Caesar"ucap Larissa dan memberikan satu paper bag kepada Jarel.



"Ini apa?"tanya nya.



"Itu baju buat kamu datang ke ulang tahun kakek"ucap Larissa



"Makasih sayang"ucap Jarel dan Jarel hanya menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1



"Oh iya anak-anak di mana?"tanya Larissa karena dia ingin memberikan keduanya juga yang dia beli di mall tadi.



"Di kamarnya, kalo kamu mau ke sana ayo aku temenin"ucap Jarel sambil melingkarkan tangannya di pinggang Larissa.


...----------------...


Fabiola pergi ke supermarket dengan jalan kaki karena jarak rumahnya dengan supermarket lumayan dekat jadinya dia tak perlu memakai kendaraan.


Hingga tiba-tiba dia merasa di ikuti oleh seseorang yang membuat nya mempercepat jalannya tetapi saat mendengar suara langkah kaki yang dekat dengannya membuat Fabiola langsung berlari.


"Cepat kejar"ucap seorang laki-laki memakai penutup kepala seperti maling dan sesekali Fabiola menatap kebelakang untuk melihat orang yang mengejarnya.



"Anying"umpat Fabiola dan langsung saja dia berbelok ke arah kanan saat ada pertigaan.


Fabiola melihat ada sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan dan langsung saja dia masuk ke dalam sana sebelum orang yang mengejarnya menangkapnya


"LO--"



"Syutt diem nanti ketahuan"ucap Fabiola setelah menutup mulut pemuda itu. Fabiola panik saat beberapa orang yang mengejarnya mengecek sekitarnya untuk mencari


keberadaan nya dan saat melihat mereka hampir mendekati ke arah mobil yang dia tempati untuk bersembunyi Fabiola panik dan


menatap pemuda ini.


Tanpa banyak kata Fabiola melepaskan jaketnya dan melemparnya ke jok belakang supaya orang-orang itu tak mengenali nya.


" Maafin gue, gue harus lakuin ini supaya gak ketahuan"ucap Fabiola dan langsung saja dia mencium bibir pemuda itu yang membuat pemuda itu terkejut. Orang yang mengejarnya tadi menatap mereka berdua yang lagi


berciuman.


"Dasar, mesum kok di mobil, sewa hotel dong"ucap salah satu orang yang mengejar Fabiola dan langsung pergi.


Fabiola yang melihat mereka semua pergi langsung melepaskan ciumannya kemudian menatap pemuda itu.


"Sekali lagi sorry, kalo gitu gue pergi dulu"ucap karena dia takut kalo bakal balik lagi dan menemukannya.


Lagian mereka semua siapa dan siapa yang menyuruh mereka menangkapnya, fabiola sebenarnya bisa saja lawan mereka semua tetapi mereka membawa senjata tajam yang membuat nya takut dan tentu saja kalo dia melawannya fabiola akan kalah.


Hap


Tangan Fabiola di pegang sama pemuda itu saat dia akan keluar dari mobil lalu menarik Fabiola sehingga badan keduanya bertubrukan.


"Lo mau kabur setelah nyuri first kiss gue hm?"tanya pemuda itu yang membuat Fabiola terkejut.



"Lo harus tanggung jawab atau gue sebar foto/video kita yang lagi \*\*\*\*\*\*\*, karena di dalam mobil gue ini ada kamera"ancam pemuda itu yang membuat Fabiola terkejut.



"Yah gak bisa gitu dong, lagian itu juga first kiss gue, lagian Lo mau gue tanggung jawab apa? gue gak perkosa Lo"ucap Fabiola dan berusaha melepaskan dirinya dari kukungan pemuda itu.



"Lo harus jadi pacar gue"ucap pemuda itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Voment!

__ADS_1


see you❄❄


__ADS_2