Nikah Diam-Diam

Nikah Diam-Diam
Bangun Tidur


__ADS_3

Seorang gadis yang masih tertidur pulas langsung bangun ketika suara adzan disubuh hari. ini sudah menjadi kebiasaan bagi Mita Karen ia akan segera mengantarkan sang ibu pergi kepasar untuk berbelanja. itu dilakukan Mita setiap harinya. karena ia sadar bahwa kehidupannya tidak semewah teman-temannya. Mita sadar akan hal itu, ia tidak semudah mendapatkan apa yang ia mau. ia merasa hidupnya begitu mencekal karena sedari kecil Mita sudah ditinggalkan oleh sang ayah untuk selamanya. ia pun tak pernah melihat wajah sang ayah. selama ini sang ibu lah yang menafkahi dan membiayakan sekolah nya. sejak kelulusan Mita dari SMA, ia tak langsung melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah). hal ini membuat Mita sangat sedih dan kecewa, ia sempat berfikir kenapa ia terlahir seperti ini. tapi ibu nya selalu menguatkan nya. ibu nya selalu berkata bahwa kuliah bisa dilakukan kapan saja. setelah 2 tahun lamanya Mita tidak ada kegiatan (alias pengangguran). dan akhirnya ibunya menawarkan kepada Mita untuk kuliah. tapi Mita menolak, ia pikir kini ia sudah tua sudah memasuki usia 21 tahun. mana mungkin aku kuliah (pikir Mita). namun ibu nya selalu berusaha merayu Mita untuk kuliah, karena ibunya yakin bahwa mita akan sukses kelak.


"gak aku gak mau kuliah Bu". tolak Mita


"loh kenapa nak?". tanya ibu


"Mita udah tua Bu, temen-temen Mita udah pada mau wisuda."


"ya gak apa-apa dong mit, rejeki itu udah ada yang ngatur nak". usaha ibu meyakinkan Mita


"gak aku gak mau, lebih baik aku menikah saja, umur aku udah gak muda lagi". menghindar mita (sebenarnya Mita punya keinginan yang besar mau kuliah tapi dia malu sama teman-teman nya yang udah pada mau wisuda sedangkan dia masih mau kuliah).


"kamu percaya sama ibu nak, yakin deh sama ibu kalau kamu bisa kuliah". bujuk ibu


"emang ibu punya biaya? kuliah itu gak murah Bu". mengintimidasi sang ibu

__ADS_1


"kalau untuk biaya masuk insyaallah ibu punya". tutur ibu


"ibu yakin masih mampu untuk ngekuliahin aku? ibu tu udah tua, udah bukan waktunya terus berjuang Bu". sedih Mita (mengingat kondisi ibu nya sudah mulai sakit-sakitan)


"ibu yakin nak". yakin ibu


"kalau gitu aku kerja aja Bu, jadi ibu gak usah mikir kerja lagi". mohon Mita


"gak nak, kamu kuliah aja, entar kamu kan bisa cari beasiswa dikampus kamu". ibu berjuang meyakinkan aku


"kamu harus yakin dong, ibu aja bisa seyakin ini, masa kamu gak". ledek ibu kepada Mita


"emang ibu mau aku kuliah dimana?" tanya minta mulai yakin dengan tawaran ibu


"seterah kamu nak mau dimana yang penting kamu bisa kuliah". pasrah ibu

__ADS_1


"yaudah nanti aku coba, cari universitas yang murah". lanjut Mita


"iya sayang". kata ibu sambil peluk mita. dan Mita juga memeluk ibu. sekarang posisi mereka saling berpelukan.


setelah berjuang dengan keyakinan akhirnya Mita bisa kuliah di universitas Islam yang ada kotanya.


suara adzan


Allahuakbar (sekilas Mita dengar)


"aku harus segera bangun, dan segera bersiap-siap pergi ke kampus, ini jadwal pagi". sebelum tidur Mita melihat jadwal kuliah nya.


Mita berkemas dan kemudian mengeluarkan motornya langsung melajukan motornya berboncengan dengan ibunya. Mita menunggu ibunya dipasar selama 1 jam lamanya. terus setelah itu Mita mengantarkan sang ibu menuju tempat ia berkerja. dan Mita segera pergi kekampus.


jangan lupa untuk like dan vote guyss, dan terima kasih sudah membaca 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2