Nikah Diam-Diam

Nikah Diam-Diam
Jujur sama Maya


__ADS_3

Sekarang gue sama Reza udah di kampus, berjalan melewati koridor ingin menuju kelas masing-masing.


" Za, aku ke toilet dulu, kamu duluan aja "


" Aku tungguin yang " .


" Gausah kamu duluan aja " pinta ku. ku lihat Alena sedang menuju berjalan menuju mereka, kini Mita tampak tak senang melihat Alena yang terlihat sangat cantik dan senang senyum sumringah melihat Reza.


" pagi Reza " sapa Alena tersenyum manis, ku akui dia memang sangat cantik, bahkan sangat manis pantas saja Reza klepek-klepek pikir ku .


" Pagi Alena " balas Reza dengan senyum ramah. Aku yang melihat nya sedikit tak suka


" Ngapain kamu pagi-pagi gini didepan toilet cewek? " tanya Alena


" Eh enggak kebettulan ketemu Mita jadi ngobrol bentar " jawab Reza memandangi ku


" Iya na, yaudah gue masuk toilet dulu ya " ketus ku jawab


" Yaudah za kelas kuy " ajak Alena sambil menarik tangan Reza . bukan melepas Reza malah mengindahkan ajakan Alena . aku yang melihat sangat tidak suka


woiii itu laki gue jangan di tarik-tarik gitu, ganjen amat jadi perempuan


" Haredang haredang panas panas panas " tiba-tiba terdengar suara sedang menyanyi seakan mengejek ku, aku sangat mengenali suara nya . Maya dia sedang berada di toilet betapa terkejutnya aku melihat nya. Pasti dia dengar semua pembicaraan ku bersama Reza, mampuss da gue


" Ngapain Lo nyanyi-nyanyi begituan " Tanya ku sinis dan panas tentunya . gimana gak panas liat laki sendiri di gandeng cewek Laen.


" Lagi ada yang terbakar api cemburu ni " Ucapnya mengejekku


" Ih apaan gak jelas Lo " elakku berusaha terlihat biasa saja


" Ada hubungan apa Lo sama reza? Kok Lo sesakit itu liat Reza digandeng Alena? " tanya nya seakan mengintrogasi aku


" Eh hubungan apa coba, gue biasa aja kaleee " jawab ku gugup


" Lo hutang penjelasan sama gue, gue udah denger semua, Lo gak usah tutup-tutupin lagi sama gue " ucap Maya dengan nada penuh penekanan. Seperti nya kali ini gue emang harus jujur sama ni bocah kalo kagak abis da hidup gue.


Setelah selesai keluar dari toilet gue kembali ke kelas, dan ternyata si Maya sedang menunggu penjelasan dari gue


" jelasin sekarang "


" Gak disini la Maya sayang, nanti banyak yang denger " jawabku sok manis


" Lo banyak alesan mit, kalo gak mau ngejelasin yaudah gak apa-apa tapi jangan anggep gue sahabat Lo lagi " ucap nya penuh emosi seakan kecewa denganku

__ADS_1


" iya gue bakal jelasin sama lo, tapi gak disini bahaya entar banyak yang denger, sehabis mata kuliah pak Bram gue janji gue bakal jelasin semua nya " ucapku meyakinkan sahabat ku ini yang sebenarnya aku juga takut dengan ancamannya. Tapi aku tahu itu tidak sungguhan tapi tetap saja aku takut, takut kehilangan sahabat baik gue.


Sekarang gue sama Maya udah warung makan tempat biasa kami kunjungi setelah jam mata kuliah berganti. Hari ini jeda untuk mata kuliah selanjutnya memang cukup lama kira-kira satu jam setengah. cukup lah bagi ku untuk menjelaskan semuanya ke maya .


" Yaudah jelasin, gak usah cengengesan begitu " ucap Maya ketus pedes bener da tu mulut. Gue sebenarnya bingung mau mulai bercerita dari mana. ada rasa malu yang menyelimuti ku. Oke gue tarik napas sebelum bercerita.


" Sebanarnya tu gue sama Reza u..udah " belum juga gue jawab udah dipotong sama Maya . ah sial emang gak sabaran


" Udah pacaran? sejak kapan? " tanyanya memotong pembicaraan ku


gue menggeleng


" lalu "


" Gue udah nikah sama Reza " jawabku mantap sambil memandang maya


" WHAT??? " ucap Maya sangat terkejut mendengar pengakuanku


" Iya gue udah nikah sama Reza udah 6 bulan " jelasku sedikit


" Gila Lo beneran gila, Lo nikah gak bilang-bilang gue mit, tega ya Lo giniin gue "


" Bukan gitu maksut gue may, Lo kan tau gue anak beasiswa dan Lo juga tau syarat nya apa, gue gak mau ada yang tau itu bisa ngancam hidup gue. Gue juga gak mau lagi mabok-mabok kaya biasanya, gue sedih liat ibu sedih. Makanya gue nikah diam-diam gini " jelas Mita mencoba memberi pengertian kepada sahabatnya


" Lo aja gak yakin sama diri Lo sendiri apalagi gue "


" sial Lo "


" Sorry ya may, gue sembunyiin ini semua dari Lo, gue gak maksut apa-apa kok, gue cuma nunggu time-ing yang pas aja buat cerita sama Lo "


" Ya iya kali ini gue maafin Lo, gue ngerti kok mit, tapi untuk lain kali gue gak bakal maafin Lo sumpah, sekali aja gue di kibulin gini " ucap nya sedikit kesal. Gue sedikit merasa bersalah menyembunyikan kebenaran ini dari Maya.


" Eh pantes aja ya gue sering liat Lo kekampus bareng Reza, dan akhir-akhir ini Lo juga gak pernah minta gue jemput lagi, dan kadang Lo nolak juga. Gue tu ya udah curiga sih sebenarnya sama Lo dengan Reza. tapi gue cuma ngira nya Lo paling pacaran doang, eh ternyata sampai nikah. GILA GILA " ucap maya sambil bertepuk . Aku yang melihat nya hanya terkekeh


" Pantes aja Lo pas liat Alena sama Reza kemarin kesal benar, yaiyalah kesal laki orang " ngeroceh Maya


" Gini-gini gue bini nya kali, mana tahan coba liat laki sendiri di deketin cewek Laen, apalagi secantik Alena. lewat lah gue "


" Lo cinta sama Reza " tanya Maya mengalihksn pandanganku


" Gak tau may, gue belum tau perasaan gue " ucap Mita tak yakin


" Eh eh gimana malam pertama Lo ? " tanya Maya penasaran

__ADS_1


" Gak ada "


" masa Lo gak malam pertamaan sih "


" Gak "


" wah sinting ni sahabat gue, masa gak begituan, Lo sehat gak sih mit "


" Gue sehat kali, gue belum siap juga, Lo juga tau kan alasannya. Gue juga ada surat perjanjian pra menikah sama Reza .


" benar-benar Lo mit, gak ada otak Lo masa laki Lo dibiarin nahan Joni nya tegang sih " ucap Maya tak habis pikir


" Gue belum siap may, entah sampai kapan juga gue belum tau "


" Kasian si Reza nahan napsu nya, coba nikah sama gue aja, gue kasi dia yang mantap-mantap " ucapnya menggoda ku sambil terkekeh


" Ih apaan sih, ah udahlah jangan bahas itu "


" nih ya mit gue sebagai sahabat yang baik dan cantik ini gue kasi tau Lo, Lo tu harus bisa ngelayanin dia bukan cuma bikin dia sarapan, kemasin semua barang dia, tapi juga Lo harus penuhi tanggung jawab Lo sebagai istri di atas ranjang, Reza punya hak atas itu. Setelah pria menikah itu menjadi hal yang paling utama, dan Lo ngebiarin dia nahan sampai berbulan-bulan? itu dosa mit tau gak Lo, padahal ni ya Lo tu lebih alim dari gue, tau la dosa yang mana " ucap maya kali ini dia beneran serius nasehatin gue, gue juga terharu mendengar nya. yang diucapkan Maya gak salah. tapi aku masih tabu dalam hal seperti itu


" Emang Lo mau laki Lo muasin diri diluar? " tanyanya


" Ya enggak lah, kalo sampai Reza gitu gue gantung tu burung nya diatas kamar " ucap gue berkedik ngeri mendengar ucapan Maya


" Lah makanya, Lo puasin dia dong, Gue tau Lo takut hamil, tapi kan bisa lo KB dulu untuk nunda buat Lo hamil " kini ucapnya diluar nalar gue. Maya benar-benar dewasa untuk hari ini, gue takjub


" Kalo kebablasan gimana? " Tanya ku polos. Maya mendengar tertawa


" Lucu ya Lo mit, kalo emang kebablasan ya udahlah, Anak itu anugrah gak boleh Lo sia-siakan, lagian ni ya orang pada nikah tu pengen punya anak, lah Lo takut aneh Lo "


" Tunggu siap kalo gitu "


" Sampai kapan si Lo siap? sampai Reza jajan diluar atau sampai Reza tua? "


" ya gak gitu juga kali may " aku menyerebit kesal. Kali ini gue gak setuju dengan Maya


" Yaudah coba aja dulu, entar juga Lo ketagihan " ucap Maya terkekeh


" ih apaan sih, bdw thanks ya may, Lo hari ini tu bijak banget, jarang Loh otak Lo beres gini " ucapku sambil terkekeh


" yeh otak Lo yang geser selama ini " jawab Maya tak terima. Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat seperti Maya,dia selalu ada buat gue.


Selamat membaca ya guys ❤️

__ADS_1


__ADS_2