Nikah Diam-Diam

Nikah Diam-Diam
Kecupan


__ADS_3

" Hay guyss ". sambung Mita di tengah-tengah segerombolan orang yang sedang asik tertawa ria.


" hay Mita sayang ". sambung si Adhi


" sini mit duduk ". ucap kembali Adhi sambil mempersilahkan Mita duduk di samping nya.


Mita mengabaikan tawaran dari Adhi. Mita memilih duduk di dekat temen yang lain nya.


" mana Maya, ka? ". tanya Mita ke temen diseblahnya


" lagi ke toilet tu ". jawab Fika sambil menunjuk Maya yang sudah kembali


" lama amat Lo ta ". tanya Maya yang sudah lama menunggu Mita .


" iya ni, gue kangen mit ". sambung si Adhi (kebetulan Adhi ini sudah lama suka sama Mita . tapi Mita nya gak mau ).


" gue sobek juga mulot Lo ". balas Mita kesal sambil menatap tajam wajah Adhi. " HaHaHa ". terdengar suara yang lain nya tertawa .


" sobek ajak mit, biar gak ngoceh Mulu tu si Adhi ". sambung salah satu temen Mita .


" ah udah la guys, kaya gak tau aja si Adhi gimana ". sambung Fika yang sudah terbiasa dengan sikap Adhi yang suka menggoda.


" iya, eh mit kok Lo lama banget si ". sambung Maya


" gue ada urusan bentar tadi, maka nya agak lama ". jawab Mita


" tu si Reza kemarin nanyain Lo Mulu mit, dia juga minta nomor Lo , ya gue kasi ". jelas Maya . " yaampun dia ganteng banget mit, ya Tuhan ". sambung Maya sambil membayangkan wajah si Reza .


" eh eh jangan-jangan si Reza naksir Lo mit ". sambung Fika meledek Mita


" Dia cuma minta maaf doang sama gue jangan mikir yang aneh-aneh deh ". dengus Mita


" tapi lumayan mit ganteng ". sambung Fika


" ah modus tu. Mending gue kemana-mana ". sambung Adhi tampak cemburu dengan pembicaraan Maya , Fika ,dan Mita .


" Lo tu yang modus, muka aja biasa, sok ganteng ". sambung Mita kesal mendengar ke narsisan Adhi . Tapi sebenarnya Adhi juga gak jelek-jelek amat.


" dia juga ketua Umum jurusan, udah ganteng manis, tajir pula hahaha. Idaman gue banget ". sambung Maya senyum merona mengidamankan sosok Reza .


" hmm ". jawab Mita dengan deheman karena malas mendengar ocehan sahabatnya.


" buat gue aja may, gue kan jomblo. Lo kan udah ada si ridho ". sambung Fika sambil senyum-senyum kepada Maya .


" kalo gue dapet Reza gue janji bakalan gue putusin tu si ridho hahaha ". jawab kembali si Maya .


Mita hanya mendengar pembicaraan mereka tentang Reza calon suami nya itu. 'ternyata dia banyak fans nya '. batin Mita . Mita juga tidak perduli dan menjawab pembicaraan itu. Yang dia rasakan hanya rasa malas ketika si Adhi memandangi nya penuh kekaguman. Mita hanya balas dengan senyum malas.

__ADS_1


Setelah selesai dengan ngopi nyantai nya. mereka pun pergi meninggalkan tempat masing-masing. Hanya tersisa maya, Mita dan Adhi. Adhi sengaja menunggu Mita karena ingin mengantar Mita pulang.


" mit, yuk gue anter pulang ". ajak Adhi menawari Mita pulang bersama nya


" gue bawa motor ". jawab Mita sinis


" suruh Maya aja bawanya, Lo pulang sama gue ". bujuk Adhi


" gue bawa mobil ". jawab Maya, sengaja bilang gitu karena Maya tau kalo Mita gak suka .


" udah la dhi lo duluan aja, gue bisa pulang sendiri ". jawab Mita sembari melihat Adhi yang tampak menyerah.


" iya dhi udalah, Mita tu gak mau, udah deh ". jawab Maya membela Mita


" oke oke gue duluan. daa Mita cantik ". sambung Adhi menyerah memberi senyuman


" cuih jijik gue, sok ganteng Lo ". sambung Maya


Mita tak menjawab Adhi dia hanya memberikan sedikit senyum kepada Adhi. Akhirnya dia merasa lega Adhi telah pergi .


Maya yang sembari tadi memperhatikan Mita merasa aneh dengan sikap Mita hari ini. Seperti nya Mita sedang banyak pikiran. Maya yang tak tahan pun akhirnya buka suara.


" mit Lo kenapa ?". tanya Maya khawatir


" eh gak, gue gak kenapa-kenapa ". jawab Mita tersadar dari lamunannya


" tuh kan Lo tu aneh tau hari ini, banyak ngelamun nya, gak banyak ngomong lagi, biasa kan Lo yang paling banyak bacot nya ". ucap Maya merasa aneh dengan sikap sahabatnya.


" serius beneran Lo cuma capek ?". tanya lagi Maya tak puas


" iya may, serius !. jangan lebay deh, hahaha ". jawab Mita sambil ketawa agar Maya tak cemas.


******


Mereka pun pergi meninggalkan caffe, hari sudah mulai larut malam. Mita yang lebih memilih pulang akhirnya pun sampai dirumah. Setelah semua selesai Mita pun ingin beranjak tidur. Mita menaiki ranjang nya.


Namun lain hal mata dan fikiran nya. Mata Mita sudah tak bisa untuk dibuka tapi fikiran nya terus melayang memikirkan pernikahan nya dengan Reza . Mita bingung harus gimana bicara kepada sang ibu. Rasa cemas terus Mita rasakan .


dreettt dreett suara hp Mita terus berbunyi . Mita masih tak menjawab panggilan . Dia tau yang melenpon nya adalah Reza. Mita sangat gugup mau bicara sama Reza. entah apa yang ada di fikiran Mita . Hape nya terus berbunyi akhirnya pun Mita memberanikan diri untuk mengangkat telpon Reza.


" hai sayang " . suara Reza memberi ucapan membuat hati Maya berdetak sangat cepat. Entah kenapa Mita mendengarnya merasa sangat gugup.


" hmm ". jawab Mita


" lagi apa sayang ". tanya Reza dengan seenak nya


" mau tidur, bisa gak ngomong nya gak pake sayang ". jawab Mita bukan nya kesal di panggil sayang tapi Mita merasa sangat gugup.

__ADS_1


" yaudah aku panggil baby aja ". tawar si Reza


" biasa aja panggil gue Mita , lebay deh Lo belom juga nikah ". jawab mita tiba-tiba nada suara nya meninggi


" jangan marah dong sayang ". bujuk kembali Reza


" gue mau besok Lo bantuin ngomong sama ibu, gue bingung mau mulai nya, aku takut ibu malah ngeledek gak percaya sama aku ". pinta Mita kepada Reza


" ya kamu yakinin dong sayang, jelasin sama ibu kamu, pasti percaya deh pasti ibu ngasih restu nya. lagian kenapa coba ibu gak percaya sama anak nya sendiri ". jawab Reza memberi support kepada Mita .


" gimana coba ibu mau mudah banget percaya sama gue, gue bawa temen cowok kerumah aja gak pernah, tiba-tiba gue bilang mau nikah. gimana gak jantungan ibu gue denger nya ". jawab Mita cemas


" hahaha, masa iya kamu gak pernah bawa temen cowok kerumah?. berarti aku yang pertama dan yang terakhir dong ". tanya Reza meledek tapi dia seneng dengarnya.


" Lo tu ya kerjaan nya ngeledek Mulu, kalo gak mau yaudah gue ngomong sendiri sama ibu ". marah Mita karena Reza yang selalu meledek nya.


" iya aku bantuin ngomong sama ibu, tapi ada syarat nya ". jawab Reza sambil mencari kesempatan


" besok gue tunggu dirumah ". jawab Mita


" eh terima dulu syarat dari aku ". sambung Reza


" apa " .


" kamu kasi kecupan dulu sama aku ". jawab Reza sambil senyum-senyum


" Lo tu ya suka cari kesempatan dalam kesempitan ". jawab mita menolak syarat dari Reza.


" yaudah kalo gitu kamu jelasin sendiri sama ibu ". semakin menjadi Reza


" oke oke ". jawab Mita menerima syarat dari Reza


" muah ". suara kecupan Mita terdengar oleh Reza . Dan Mita pun mematikan panggilan tersebut. Mita sangat malu melakukan itu tapi ia lakukan demi menjelaskan kepada sang ibu.


Reza mendengar suara kecupan dari Mita sangat senang, dia tersenyum mendengarnya .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2