
Hari ini Mita berniat untuk menemui Reza untuk membicarakan tentang pembicaraan mereka yang telah disepakati kemarin. Dan hari ini Mita sudah masuk kuliah lagi, seperti biasa anak-anak yang lain pada heboh saat mendengar kejadian yang menimpa Mita .
Mita sudah tak merasa asing mendengar pembicaraan teman-teman nya. Hal ini sudah
biasa di dengar oleh nya. Dan tidak membuat marah Mita . Toh nanti juga diam gumam Mita .
Seperti biasa hari ini perkuliahan dilaksanakan dengan baik. Setelah dosen keluar kelas berarti menandakan bahwa mata kuliah nya selesai.
" mit ngopi yuk ?". ajak Maya setelah dosen keluar dari kelas
" langsung? ". tanya Mita yang menanyakan langsung ngopi sepulang kuliah.
" iya mit, gak ada buat ni dirumah ". jawab Maya yang bosan jika harus pulang kerumah
" aduh aku gak bisa ni, ada urusan bentar ". menolak Mita
" ramai kok mit, anak-anak kelas juga pada ikut, ayo lah ". bujuk Maya
" gak bisa serius, entar kalo sempet gue nyusul aja ya ". jawab Mita menawar
" yaelah Lo, tumben amat gak mau diajak ngopi ". jawab Maya bingung dengan Mita yang gak mau di ajak ngopi
" gue kan gak bisa, biasa nya juga gue gas Mulu ". jawab Mita membela
" yaudah kalo gitu, gue sama yang lain mau pergi dulu ". ucap Maya yang tidak bisa memaksa sahabatnya untuk ikut dengan nya. " Tapi entar nyusul ya mit ". sambung Maya
" iya sayang ". jawab Mita sambil senyum termanis di depan sahabat nya.
Setelah itu pun Maya dan yang lain nya pergi. sedangkan Mita masih di kelas. Dia menolak Maya karena ingin bertemu dengan Reza.
" Za, gue tunggu Lo di caffe, 30 menit dari sekarang ". menghantarkan pesan Mita kepada Reza .
" mau ngapain ta?. aku masih ada mata kuliah 20 menit lagi ni ". balas reza pesan Mita .
" banyak omong lo, gue tunggu, kalo Lo gak Dateng gue pulang ". balas lagi mita dengan sinis.
" iya iya, aku telat dikit ya ". jawab Reza pasrah
****
Di caffe Mita telah menunggu Reza dengan segelas kopi susu hangat. Ini sudah telah 10 menit dari waktu yang telah ditentukan Mita . Reza belum juga menampakkan diri dihadapan Mita .
" kurang ajar emang si Reza lama banget ". gumam Mita marah
" ta sorry aku telat ". ucap Reza tiba-tiba setelah 5 menit Mita bergumam
" sial Lo lama banget ". maki Mita
" sorry, kan udah aku bilang aku masih ada mata kuliah tadi ". jawab Reza dengan senyuman
" jangan sok manis Lo, gue suruh Lo Dateng bukan untuk tebar pesona ". ucap Mita sinis melihat Reza senyum kepada nya.
" galak amat si ta, entar luntur tu cantik nya ". ledek Reza sambil ketawa .
" yaudah gue pulang ". jawab Mita sambil berdiri ingin meninggalkan Reza tapi Reza menarik tangan Mita .
__ADS_1
" eh sorry sorry ta, gitu aja ngambek ". bujuk Reza sambil mendudukan Mita kembali ke tempat duduknya .
" gue gak suka Lo ngomong gitu ". sinis Mita memandang Reza
" masa puji calon bini gak boleh si " . ucap Reza menggoda Mita
" sekali lagi Lo ngomong gitu gue siram Lo pake air raksa ".
" hahaha serem amat ta, emang Lo mau muka suami Lo jelek entar ? ". tanya Reza dengan memandang Mita serius
" gak usah banyak omong bisa gak ? ". tanya Mita melotot ke Reza
" iya iya sorry ". jawab Reza sambil menelan Silva nya takut dengan tatapan Mita
" nih baca betul-betul ". ucap Mita sambil menunjukan selembar kertas yang sudah ditulis di ambil dari tas nya .
" ini apa ta ? ". tanya Reza penasaran.
" Lo kan bisa baca ". jawab sinis Mita
Reza pun mulai membaca kertas yang diberi oleh Mita.
" PERJANJIAN PRA MENIKAH "
Ada 10 perjanjian yang sudah ditulis oleh mita. salah satu nya disebut kan oleh Reza .
- Suami dilarang menyentuh istri tanpa izin istri . " serius ni ta?" . tanya Reza dengan kaget membaca surat perjanjian nya. Mita hanya tersenyum mendengar pertanyaan Reza.
" ta serius? masa iya gini amat ta? masa aku gak boleh nyentuh kamu si ? ". tanya Reza kebingungan .
" oke kalo gitu aku juga mau nulis perjanjian untuk kamu ". ucap Reza ingin membalas Mita. Reza pun mengeluarkan selembar kertas dan mulai menulis nya .
" ni buat kamu ". ucap Reza sambil memberikan kertas perjanjian yang telah dibuat nya . Mita pun mengambil dan membaca nya. Mita begitu marah setelah membaca perjanjian yang dibuat oleh Reza .
" Lo gila buat perjanjian begini ". marah Mita
" itu simple ta, gue cuma nulis satu perjanjian, lah kamu sepuluh, itu cuma berisi " istri tidak boleh minta cerai selain suami yang menceraikan ". gitu doang sambung Reza .
" gak waras Lo, masa gue harus seumur hidup, hidup sama Lo ". sinis Mita
" emang kamu mau jadi janda gitu ? ". ucap Reza meledek Mita
" oke gue terima perjanjian ini ". jawab Mita sambik menandatangani surat perjanjian tersebut. Mita hanya pasrah dan berlapang dada menerima semuanya. lagian dia yang meminta Reza untuk menikahinya, jadi dia harus siap juga. Reza pun mengikuti langkah Mita mendatangani surat perjanjian tersebut.
" oh iya gue ada satu permintaan lagi ". sambung Mita
" apa ". jawab Reza
" gue minta pernikahan ini dilakukan secara diam-diam, gue gak mau ada anak-anak dikampus kalo kita nikah, kita nikah sirih aja. gak usah ke KUA ". ucap Mita
" loh kenapa emang nya? ". jawab Reza bingung dengan permintaan Mita
" gue ada alesan untuk itu, bakal gue jelasin sama Lo biar gak ada salah paham. Jadi gini gue ini anak beasiswa, jadi kewajiban anak beasiswa itu gak boleh nikah sebelum wisuda. kami harus mengabdi kepada negara sebagai balasannya. jadi gue gak mau beasiswa gue di cabut gara-gara ini. kalo anak-anak tau gue takut dosen akan denger juga, entar habis beasiswa gue. Dan gue juga gak mau bikin ibu gue kecewa. Dan gue gak mau siapa pun tau. Lo ngerti kan? ". jelas mita dengan lembut .
" iya aku ngerti ". jawab Reza sembari mengerti dengan alasan Mita
__ADS_1
" oh iya ada lagi, gue mau Lo kasi uang pernikahan juga, walaupun kita cuma nikah sirih. dan gak ada resepsi untuk itu. dan gue juga ada alesan untuk itu. Gue gak mau karena kita nikah nya diam-diam, tetangga gue ngomongin kalo kita nikah karena hamil duluan, dan gue juga gak mau orang beranggapan gue gak bisa bikin resepsi pernikahan. Gue gak mau denger omongan itu dari orang dan pasti nya kalo ibu gue denger dia pasti sedih. Gue gak mau itu terjadi ". Jelas mita bersedih
" oke gak ada masalah buat itu . sekarang aku mau nanya sama kamu ". ucap Reza mengerti sikap dewasa dan penyayang walaupun sikap nya kurang baik.
" apa ? ". jawab Mita
" ibu kamu tahu gak kalo kita mau nikah? ". tanya Reza penasaran
" belom, setelah kita selesai dengan perjanjian ini gue bakal bilang ibu ". jawab Mita sedih
" kamu kok sedih gitu ?. tanya Reza penasaran dengan wajah sedih Mita
" gue takut ibu gue kecewa denger gue mau nikah. Karena ibu berharap gue jadi orang sukses, dia bakalan sedih kalo gue gak bisa sukses. Dan gue bukannya mau bikin dia kecewa tapi ini juga demi kebaikan ". jelas mita penuh rasa kekecewaan.
" terus kenapa juga kamu mau nikah, kalo kamu tau ibu mu pasti kecewa ? ". tanya Reza
" aku juga ada alasan untuk itu, dan gue gak bisa cerita sama Lo ". jelas mita
" gimana Lo setuju gak sama perjanjian itu ?". sambung Mita
" oke aku setuju ". jawab Reza menstujui perjanjian itu. Dan itu tidak buruk bagi Reza.
" gue harap Lo tepat janji, gue gak mau diantara kita ada yang melanggarnya ". peringatkan Mita .
" ya insyaallah ". jawab Reza
Kedua nya pun berjabat tangan yang berarti mereka setuju atas perjanjian dan pernikahan. kedua nya pun pergi meninggalkan caffe.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1