
Hari ini sungguh menegangkan bagi Mita, karena ia harus memberani kan diri untuk bicara kepada sang Ibu. Namun ia tak berani sendirian melainkan dia meminta bantuan dari calon suaminya.
Mita melihat sang ibu sedang memasak untuk makan malam. Kini Mita harus berani bicara lebih dulu kepada sang ibu sembari menunggu kedatangan Reza.
" Bu ". panggil Mita menghampiri sang ibu di dapur.
" iya nak ". jawab ibu senyum
" bu, Mita mau bicara sama ibu ". ucap lagi Mita sambil membantu sang ibu.
" ya bicara aja ". jawab santai ibu sambil memasak
" Tapi tunggu seseorang ". ucap kembali Mita ragu karena keberanian nya tiba-tiba menciut. Ia pikir akan bicara sama Reza agar ibu nya memberi izin.
" mau ngomongin apa sih, kok serius kaya nya? ". tanya ibu penasaran
" nanti aja ya sambil makan malam ". jawab Mita membuat ibu semakin penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Mita .
Ibu pun hanya tersenyum mengangguk dengan jawaban Mita .
" yaudah bantu ibu dulu ". sambung ibu
" tenang, beres mah ini ". jawab Mita tenang, karena ia juga jago masak jadi gak khawatir .
Masakan yang dimasak ibu dan Mita pun siap di santap. Mita langsung menyajikan nya di meja makan. Hari ini mereka akan makan bertiga sama Reza . Dan kemudian bell rumah pun berbunyi, kali ini yang ingin buka pintu adalah ibu.
" assalamualaikum ". ucap salam Reza
" wa'alaikumsalam ". jawab ibu sambil membukakan pintu. " Eh nak Reza, cari Mita ya ". tanya langsung ibu.
" iya, Mita nya ada bu?". tanya Reza
" ada, yuk masuk nak, sekalian makan malam ". tawar ibu menyuruh Reza masuk. mereka pun menghampiri meja makan dimana disana sudah ada Mita .
__ADS_1
Melihat kedatangan Reza membuat Mita gugup, entah kenapa seperti nya ibu Mita senang sekali dengan kedatangan Reza. mereka berbincang seperti anak dan ibunya. ' ' sungguh akrab ' . batin Mita
" yuk duduk za " . ucap ibu mempersilahkan Reza duduk di meja makan .
" baik Bu, terima kasih ". jawab Reza . Mita yang hanya memandang Reza hanya tersenyum gugup. kini mereka berdua duduk berdekatan menghadap sang ibu.
" Mana si Maya mit, katanya mau datang ". tanya kembali ibu, yang menanti seseorang yang dibicarakan Mita tadi di dapur.
" bukan Maya yang mita maksut Bu ". jawab Mita memandangi ibunya.
" terus siapa? ". tanya lagi ibu bingung, emang yang ibu kira seseorang nya itu adalah maya.
" Reza ". jawab Mita spontan
" oh kok gak bilang sih, ibu kira kan Maya tu seseorang nya ". jawab ibu sambil senyum-senyum bahagia. Entah kenapa ibu seneng banget.
" iya Bu, Mita ngundang saya untuk makan malam bersama ". sambung Reza mengada-ngada.
" terus kalian mau ngomongin apaan? ". tanya ibu langsung to do poin penasaran .
" aku sama Reza mau ni...kah Bu ". ucap Mita takut-takut.
uhuk uhuk uhuk ibu batuk karena kaget. " jangan bercanda mit ". jawab ibu santai sambil senyum.
" serius Bu, saya sama Mita mau nikah, kami udah siap ". sambung Reza percaya diri.
" serius? ". wajah ibu berubah serius, ibu Mita sangat kaget mendengar pembicaraan Reza . gimana gak kaget, Mita yang selama ini gak pernah bawa temen laki-laki apalagi pacarnya tiba-tiba bilang mau nikah.
" iya Bu, Mita dan Reza serius ". jawab kembali Mita .
" nak kamu kan masih kuliah, kamu juga anak beasiswa, gimana kamu mau nikah, memang sih menikah sambil kuliah gak apa-apa. Tapi menikah bukan hal semudah itu, menikah harus dipikir lebih dulu. Bukan soal siap atau tidak nya. Ini untuk seumur hidup, menikah bukan untuk mainan ". jelas ibu tampak kecewa mendengar keseriusan Mita dan Reza. Mita yang tampak putus asa hanya menundukan kepala. Lain halnya dengan Reza dia tampak percaya diri dan yakin.
" iya Bu Mita paham soal itu, tapi Mita yakin kok bisa membangun rumah tangga yang baik sama Reza. kami berdua siap untuk hidup bersama. kalo masalah beasiswa Mita sama Reza udah sepakat akan menikah diam-diam. Tidak ada yang akan tahu kalo kami menikah. Jadi selama gak ada yang tau, untuk beasiswa masih aman. Kita hanya perlu mengundang keluarga kita dan keluarga Reza saja ". jelas Mita meyakinkan sang ibu yang tampak sangat kecewa dengan keputusan Mita. begitu pun dengan Mita sangat merasa bersalah karena tidak bisa membahagiakan sang ibu dengan menjadi orang sukses. Mita paham akan kesedihan sang ibu. Tapi Mita juga melakukan ini demi kebaikan Mita .
__ADS_1
" Tapi nak, dengan kamu menikah diam-diam begini kamu gak akan mempunyai acara pernikahan seperti khalayak nya gadis lain. Ibu ingin kamu bisa seperti mereka. Dan kamu gak bakal bebas seperti sekarang, kamu harus mematuhi peraturan seorang istri. Banyak yang harus kamu ketahui menjadi seorang istri yang baik itu seperti apa. Dan jika ternyata ada yang tau dengan pernikahan ini, beasiswa kamu akan dicabut, dan kamu tau kan ibu gak bisa untuk ngebiayain kamu ". jelas kembali ibu memberi pengertian kepada Mita.
" ibu tenang, Reza bakalan jadi suami yang baik untuk Mita. saya akan menjaga nya, seperti ibu menjaga Mita. saya janji jika pernikahan ini di Ketahui saya yang akan membayar semua keperluan Mita. ibu jangan khawatir ". jelas Reza meyakinkan ibu.
" kenapa alasan kamu ingin menikahi Mita nak? ". tanya ibu seperti mulai yakin kepada mereka .
" saya mencintai Mita Bu ." jawab Reza dengan tegas
Mita yang mendengar kaget, dan merasa malu. Ini membuat Mita berdebar. Padahal Mita sudah tau kenapa alasan Reza ingin menikah dengan nya. Lain halnya dengan sang ibu, ibu tampak bahagia mendengarnya.
" kapan kalian berpacaran? Ibu tak pernah mendengar Mita pacaran, dan sekarang yang ibu denger Mita mau nikah ". ucap ibu sambil ketewa bahagia. " Asal kamu tau nak, Mita itu tidak pernah membawa teman laki-laki kerumah, termasuk membawa pacarnya. Kamu orang pertama yang pernah datang kesini kemaren waktu Mita sakit. Jujur ibu kaget dan seneng. Ibu pikir Mita tidak akan pernah tertarik membawa laki-laki nya kerumah ". jelas kembali ibu dengan senang hati, seperti nya ibu mulai merestui pernikahan ini.
Mita yang mendengar hanya tersenyum malu, wajah nya mulai memerah saking malunya. Reza hanya menatap wajah sang calon istri penuh tatapan. Entah apa artinya, hanya dia yang tau.
" tapi orang tua mu gimana Reza? mereka sudah tau belum dengan rencana pernikahan ini? ". Kamu tau kan keadaan keluarga kami, kami bukan orang yang layak seperti dirimu nak, ibu takut ayah dan ibu mu tidak mencintai Mita seperti kamu dan ibu yang mencintai Mita ". tanya ibu cemas.
" ibu tenang, saya akan bicarakan dengan orang tua saya. Ibu tidak perlu khawatir dengan masalah itu. biarkan jadi urusan saya ". jawab Reza meyakinkan .
" jadi ibu gimana kasi restu gak sama kami ? ". tanya Mita menggoda agar suasana tidak tegang
" jika kamu bahagia dengan keputusan ini, ibu harus bilang apa? ibu gak bisa nolak, ibu kasi restu untuk kalian menikah ". jawab ibu bahagia
Mita sangat senang mendengar perkataan sang ibu, begitu pun Reza . mereka saling memandang penuh kebahagiaan. " terima kasih Bu ". ucap Mita sambil mencium sang ibu.
" iya, tapi ada syaratnya ". ucap ibu menggoda
" apa Bu? ". tanya Mita prustasi karena harus bersyarat
" kasi ibu cucu yang banyak ". ibu ngeledek Mita sambil tertawa
Reza yang mendengar hanya tersenyum. Mita tampak kesal mendengar ejekan dari sang ibu.
" apaan si Bu ". jawab Mita malu sekaligus kesal
__ADS_1
Pembicaraan mereka sekarang pun selesai, ibu yang selesai makan langsung masuk ke kamar nya. Seperti mengerti ibu sengaja meninggalkan Mita dan Reza di meja makan.