Nikah Diam-Diam

Nikah Diam-Diam
SAH


__ADS_3

Mita pun bersiap untuk acara pernikahan nya. Mita mulai dirias oleh tata rias. Mita agak risih ketika wajah nya dikotak-katik oleh orang lain. Ya selama ini Mita tak pernah ber make up. Dia hanya menggunakan cream wajah biasa saja diwajah nya. Dengan balutan lipstik berwana nude, karena Mita tak suka warna yang terang. Selama ini Mita hanya bermake-up ala kadarnya saja, senatural mungkin. Tak seperti perempuan lainnya.


Setelah meriasi wajah nya, Mita pun menggunakan gaun pengantin. Gaun yang sangat sederhana ini sangat cocok digunakan Mita. Mita terlihat sangat cantik menggunakan gaun pengantin dan make up yang sederhana. Sungguh membuat Mita khalayak nya princes di istana. Sambil menunggu waktu nya keluar Ibu pun menghampiri Mita didalam kamarnya.


" Anak ibu cantik sekali ". gumam ibu tiba-tiba masuk dalam kamar Mita .


" Apaan si Bu ". jawab Mita malu


" Kaya princes tau anak ibu, cantik banget ". sambung lagi ibu memuji Mita.


" ibu lebay deh ". ucap Mita malu


" ibu pangling liat nya nak, benar-benar berubah wajah kamu, makin berseri hehe ". ucap kembali ibu menggoda. Iya memang benar ada nya wajah Mita berubah menjadi sangat cantik. Selama ini ibu nya gak pernah melihat Mita seperti ini.


Tiba-tiba ibu Mita menangis , beliau tak bisa menahan rasa haru sekali bahagia. Anak bungsu nya kini akan menikah. Selama ini ibu dan Mita sangat dekat, bahkan mereka masih tidur bersama. Sejak kakak nya menikah hanya ada mereka dirumah. Dan kini Mita akan meninggalkan rumah juga. Tangis ibu semakin menjadi .


" eh ibu kenapa? kok nangis sih ? . tanya Mita heran melihat ibunya yang tiba-tiba menangis.


" ibu bahagia nak, kamu akan menikah, ibu juga sedih kamu akan tinggalin ibu ". ucap ibu menjelaskan kesedihan nya.

__ADS_1


" Ibu apa-apaan sih, Mita akan tetap tinggal disini bareng ibu, Mita gak bakal kemana-mana Bu ". ucap Mita memeluk hangat sang ibu, Mita turut sedih akan kesedihan sang ibu.


" Setelah kamu menikah, kamu harus mengikuti kemanapun suami mu pergi nak, ibu gak mau kamu jadi istri yang suka membantah suami. Dan papa mertua mu telah menyiapkan rumah untuk kalian ". jelas ibu menasehati Mita.


" Yaudalah kalo gitu ibu ikut Mita aja ". jawab Mita menawari ibu agar bisa terus bersama nya .


" Ibu gak bisa ikut sama kamu, kamu bukan tanggung jawab ibu lagi setelah Reza melafazkan ijab qabul nya ". Jelas kembali ibu memberi Mita pengertian.


" Tapi Bu, Mita mau ibu ikut Mita. Nanti biar Mita ngomong sama Reza. Dia bakal ngizinin kok ibu ikut kita ". ucap Mita merayu sang ibu


" Gak nak gak boleh, ibu disini aja ". menolak ibu


" oke kalo itu mau ibu, tapi ibu harus janji setelah ini ibu gak bakal kerja lagi ". ucap Mita meminta kepada ibunya.


" biar Mita yang atur, ibu tenang aja ". ucap Mita


" Inget ya setelah kamu menikah kamu gak boleh keluar rumah tanpa izin suami ". ucap ibu memperingati Mita. Ibu tahu maksut pembicaraan yang Mita maksut kan.


" iya Bu iya ". jawab Mita memeluk erat sang ibu .

__ADS_1


" Kamu bener gak ngundang Maya nak". tanya ibu


" iya Bu ". jawab Mita mantap melepaskan pelukan


" Dia sahabat kamu Lho, gimana perasaan nya jika mendengar semua ini ". ucap ibu


" ibu kan tau alasannya apa, ini juga demi kebaikan Bu ". ucap Mita


" baiklah nak, ibu keluar dulu ya ". ucap ibu mengerti perasaan Mita. lbu pun keluar kamar, Mita hanya mengangguk.


Rombongan dari pihak pengantin laki-laki pun tiba dirumah Mita. Tak banyak hanya beberapa saja, hanya pihak keluarga terdekat. Reza pun duduk di tempat akad yang telah disediakan. Begitupula dengan keluarga Reza mendampingi. Mita yang sudah menunggu pun dipanggil oleh kakaknya untuk keluar.


" dek, yuk keluar, Reza sama keluarga nya udah Dateng ". ajak sang kakak. Mita hanya mengikuti sang kakak. mereka keluar menuju pelaminan.


" ciee ciee ". goda kakak tiba-tiba kepada Mita


" apa sih kak". tanya heran Mita


" gak, kamu cantik tau, pantas aja Reza mabuk kepayang sama kamu ". goda kembali sang kakak. Dewi tampak sangat bahagia, seakan-akan dia yang akan menikah. Tapi lain hal nya dengan Mita , ia merasa sangat gugup. Dia hanya tersenyum kaku membalas ucapan sang kakak.

__ADS_1


Ijab Qabul pun dilaksanakan. Reza mengucap ijab Qabul hanya sekali nafas. Reza begitu gugup tapi bersyukur telah melewati semua nya dengan baik. Kini Reza dan Mita telah resmi menjadi suami istri secara agama. Namun masih belum di mata Hukum. Acara ijab Qabul pun telah usai, mereka bersungkeman kepada orang tua mereka. Suasana pun menjadi sangat haru. semua yang menyaksikan menangis.


Kini saat nya Reza dan Mita duduk di pelaminan. Menyalami para tamu undangan. Acara yang begitu sederhana ini berjalan dengan sangat lancar. Semua nya sangat bahagia.


__ADS_2