
Jatuh cinta, bisa menyerang siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dan itu menyerang ku saat ini. Iya aku jatuh cinta pada suamiku yang ku paksa menikahiku. menikah tanpa landasan cinta. yaa lelaki itu hanya beberapa kali ku jumpai namun entah kenapa hatiku yakin kepadanya.
Kini aku semakin takut, cinta yang semakin tumbuh mendalam. hanya berkembang sendirinya. Bayang-bayang nya tak bisa berhenti berputar diotak ku. Setiap kali sentuhan dan perhatiannya membuat aku merasa sangat dicintai. Tuhan tolonglah aku beri cintanya, kasih sayangnya, dan perhatiannya untuk selamanya.
Ahh tiba tiba aku mengingat kejadian tadi malam. Dimana persatuan bibir ku dan bibirnya. Disentuhnya dengan lembut dan penuh cinta. Aku seperti merasa bahwa ia sedang membalas cintaku.
Dan Sial nya aku sudah mulai terpengaruh dengan apa yang Maya katakan. Ucapannya selalu terngiang-giang di ingatan ku. Menuntutku untuk melakukannya.
" Woiii, ngapain Lo pagi-pagi ngelamun " teriak Maya yang baru saja masuk kelas membuyarkan semua lamunanku.
" Lo sakit jiwa may, pagi-pagi gini teriak teriak " ucapku kesal
" haha, Lo mikirin apa hah? Mikirin gimana tadi malam? "
" Ih apaan, gak jelas Lo "
" Eh bdw gimana malam tadi seru gak? " tanya sambil mengedipkan mata
" Apanya? " tanyaku pura-pura bodoh
" Mantap mantap nya lah "
__ADS_1
" Gak ada " jawabku sinis
" Lo gimana sih udah gue ajarin Lo gak terapin, gimana coba Reza mau jatuh cinta sama Lo kalo Lo nya gini Mulu "
" Gak semudah itu *****! butuh proses, masa iya gue maen nyodor nyodor aja. Harga diri harga diri nih "
" Lo kebanyakan gengsinya. Ngajak duluan itu bukan Lo ngejatuhin harga diri Mita . Itu pahala loh Lo bisa masuk surga tauk. Berarti ada perkembangan dong? "
aku mengangguk malu. Entah apa motif dari sahabtku ini yang selalu mendesakku untuk melakukannya terlebih dahulu.
" Eh serius udah tahap mana? " tanyanya penasaran
" Kok gue curiga ya may sama lo? " ucapku melirik sahabatku
" Lo tu ya kok paham banget masalah beginian? jangan jangan selama ini Lo udah main dibelakang sama si Ridho? " ucapku penuh curiga. Gimana gak curiga ngomongnya gitu Mulu
" Woii ngaur Lo, gini gini gue anak baik-baik yaa mana mau begituan kalo belum halal, walau kadang gue kepengen juga " ucapnya sambil terkekeh " lagian ni ya mit dosa tauk, zina itu namanya astagfirullah " ucapnya sok suci
" Cih sok alim Lo, kaya gue gak tau aja sama kelakuan Lo sama Ridho "
" Hahaha udahlah jangan bahas gue, jadi Lo udah tahap mana? sekedar ciuman? atau lebih? "
__ADS_1
" Lo kepo amat sama urusan ranjang orang !! " ucapku ketus
" Yailah gue kan ngebantu Lo agar menjadi istri yang sebenarnya "
" Cih jijik gue "
" Serius udah tahap mana? " Tanyanya semakin kepo, Kalo gak di jawab terus bawel ni bocah
" Ciuman doang "
" Gimana rasanya? " ucapnya menggodaku
" yang Lo ngarasain pas ciuman sama Ridho gimana? "
" Yeh malah nanya balik " ucapnya sewot
" Yakan sama *****! emang ada rasa stoberi mangga apel "
" tapi kan sensasi nya beda mit "
" Sensasi palak Lo " ku pukul kepala sahabat gue yang sinting ini
__ADS_1
" Sakit woi, ini kepala bukan bantal kalo gue gagar otak gimana? Mahal ni palak gue " ucapnya menahan rasa sakit. Yupss sorry may gue kekencengan pukul nya
" tauk ah bodoh! " Astagaaa emang iya ya ada rasa nya kalo orang lagi berciuman? Kan sama aja hanya nyatuin bibir. Tapi benar juga kata si Maya emang ada sensasi nya. Gue gak bisa boong kalo masalah itu ckck .