Nikah Diam-Diam

Nikah Diam-Diam
Tantangan


__ADS_3

Pagi ini keluarga Reza dan Mita sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka. Memang acara nya akan dilaksanakan sebegitu sederhana nya. Namun kedua belah pihak akan memberikan kesan yang amat indah. Kini keluarga Mita pun mempersiapkan segalanya, Dari segi persiapan, masakanan hingga dekorasi. Tak begitu banyak orang dirumah Mita, hanya ada sang kakak, dan para warga sekitar. Begitu pula sebaliknya di rumah Reza. Acara ijab Qabul ini akan memang terjadi dengan sederhana mungkin sesuai dengan konsep.


Mita yang hanya terdiam di dalam kamarnya. Karena Mita dilarang keluar kamar. Dan sang kakak pun menghampiri Mita.


Tok tok (kakak Mita mengetok pintu)


" masuk ". jawab Mita menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu.


" Asik bener maen hp nya ". tegur kakak Mita


" ahh kakak Dewi, kapan datang nya kak ? ". tanya Mita sambil memeluk sang kakak, mereka memang sudah lama tidak bertemu karena kakak nya harus tinggal bersama suaminya di luar daerah.


" Baru ajaa, kakak sampe rumah, kakak langsung ke sini, mau liatin adek kakak yang bentar lagi jadi istri orang ". ucap Dewi menghejek Mita . Sebenarnya dia sangat bahagia dengan pernikahan adik nya. Dia merasa Mita akan lebih baik jika ada yang menjaga nya.


" iiih gak ngabarin, kakak sama mas Adam kan kesini ?". tanya Mita , Adam adalah suami kakak nya Dewi.


" gak, kakak sendiri aja, entar mas Adam nyusul lagi banyak kerjaan ". jawab Dewi


" sibuk Mulu ni mas Adam, kapan coba gue punya keponakan ". ucap mengejek kakaknya.


" Kami produksi terus kok, Tiap malam malah ". jawab Dewi sembari ketawa mengejek Mita.


" ih apaan sih kak ". ucap Mita yang malu mendengar ucapan kakak nya.

__ADS_1


" entar kamu juga tiap malem produksi nya. Biar kakak cepet juga nimang keponakan kakak hahaha ". ucap Dewi mengejek Mita kembali


" kakak tu yah, bikin Mita sebel ". ucap Mita jengkel dengan sang kakak.


" hahaha kakak bercanda doang, kakak juga gak pernah ngejekin kamu lagi saat kakak udah nikah ". ucap Dewi ngeselin Mita .


Mita hanya tersenyum memandangi wajah sang kakak. Sebelum kakaknya menikah, mereka memang sangat akrab, dan mana mungkin Mita bisa marah lama-lama sama kakaknya, begitu pun sebaliknya. Mereka terus mengobrol melepaskan rasa rindu mereka sambil ketawa-ketawa. Kakaknya meminta Mita untuk menceritakan pertemuannya bersama Reza. Mita dengan berat hati pun menceritakannya.


" Eh inget ya jadi istri tu harus bisa Nyenengin suami, biar suami kamu gak selingkuh ". ucap Dewi tiba-tiba ditengah perbincangan mereka.


" Ya biarin kalo dia mau selingkuh, dan kalo si Reza berani selingkuh aku gunting tuh kelaminnya ". ucap Mita tak main-main


Dewi yang mendengar ucapan Mita tak bisa menahan ketawa nya. Dewi ketawa terbahak-bahak.


" Kamu tu lucu deh, saking cinta nya sama Reza jadi kamu gak mau Reza main-main sama perempuan lain. Sampe gak nanggung-nanggung mau gunting kelaminnya Reza. " ucap kakak masih ketawa.


" apa sih kak, Mita ngomong doang kali ". ucap Mita mengerut


" hahaha yaudah, nih kakak mau pesan sama kamu, kalo kamu udah jadi istri kamu harus nurut apa kata suami, karena syurga kamu itu udah ada pada suami. Kamu gak boleh keluar rumah tanpa izin suami, dan kamu harus melaksanakan tanggung jawab kamu sebagai seorang istri, dan inget kamu gak boleh ngebantah omongan suami kamu. Satu lagi kamu harus menghilangkan kebiasaan buruk kamu yang suka mabok gak jelas itu ". ucap sang kakak serius menasehati sang adik. Dewi sudah tau kelakuan sang adik yang urak-urakan.


" Hem iya bawel ah ". jawab Mita santai. Dan tiba-tiba Hp Mita bergetar tanda ada panggilan dan yang menelpon adalah Reza. Mita pun langsung mengangkat nya .


" hallo sayang ". ucap Reza . Dewi yang tak mau mengganggu sang adik pun pergi meninggalkan Mita sendiri. Sebelum kepergiannya Dewi membisikkan sesuatu kepada Mita . " cie di telpon calon suami ". ejek Dewi . Mita hanya melirik sang kakak. " inget pesen kakak ". bisik lagi Dewi. Mita hanya tersenyum. Dewi pun pergi meninggalkan Mita .

__ADS_1


" iya ". jawab Mita sadar Reza tengah menelpon nya.


" lagi apa calon istri ku ". tanya Reza menggoda


" Lo gak ada kerjaan apa nelpon gue cuma mau nanya gue lagi apa ". jawab Mita bising


" emang gak boleh ya nanyain calon istri ". tanya Reza heran


" tau ah males ngomong sama Lo ". jawab kembali Mita.


" Kamu tu bisa gak si ngomong nya lembut dikit sama aku ". tanya Reza yang menginginkan Mita bicara lembut sama dia. Karena selama ini Mita selalu emosi bawaan nya.


" oh gitu yaaa, oke calon suami ". ucap Mita lembut niat mengejek.


" nah gitu kan enak dengar nya ". jawab Reza senang.


" ah bacod Lo ". ucap Mita kasar kembali


" Hem mulai lagi, Malam ini tu kita nikah ta, aku ini akan jadi suami kamu, dan aku ingin kamu juga bisa dong ngomong lembut sama aku ". ucap Reza menjelaskan keinginan nya.


" Ini tu tantangan buat Lo, kalo ingin gue lembut sama Lo, Lo dong yang berusaha bikin gue lembut, Lo juga kan pengen jadi suami baik. Nah Lo buktiin tuh, jangan cuma banyak bacot doang ". tantang Mita kepada Reza.


" oke ta aku bakalan bikin kamu lembut dan jatuh cinta sama aku. Inget ya aku terima tantangan kamu ". ucap Reza menerima tantangan Mita. Reza berfikir akan mengubah Mita menjadi gadis yang lemah lembut.

__ADS_1


Mita tiba-tiba menjadi takut setelah Reza menerima tantangan dari nya. Namun dia yang menantang dia juga harus siap pikir Mita. obrolan mereka pun terputus karena Mita harus bersiap untuk acara ijab Qabul nanti malam. begitu sebalik nya dengan Reza.


__ADS_2