
Setelah mendapatkan nomor Mita, Reza tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena ia sangat merasa bersalah akan kejadian kemarin lalu dia segera menghubungi Mita.
" hai ta ". mengetik Reza
" siapa? ". balas Mita
" Reza ta ". balas lagi Reza
Mita hanya membaca chatting dari Reza tanpa balasan. Bukan nya marah hanya saja Mita merasa pusing dan mual akibat kejadian tadi malam. Ia sangat merasa bersalah kepada ibu nya, sebab dia lah ibu nya merasa sedih dan terus menangis dengan keadaan Mita. Memang bukan hanya sekali Mita berulah seperti ini. Tapi sebelum-sebelumnya ibu Mita tidak mengetahui sikap buruk dari Mita . Mita merasa menyesal melakukan ini semua, tapi dia tidak bisa menghentikan kebiasaannya. Menurut Mita ini lah hal yang membantu dapat menghilangkan strees nya.
Lain hal dengan si Reza, dia merasa semakin bersalah karena Mita tidak membalas chatting nya. Dia pun bingung harus berbuat apa. Dia terus berusaha untuk menelpon Mita tapi ia tak mendapat jawaban dari panggilannya. Akhirnya Reza menghubungi Maya untuk menanyakan hal ini.
Dreettt dreettt dreettt
" iya siapa? ". jawab Maya menjawab panggilan dari Reza yang tanpa nama di hp Maya.
" Reza may ". jawab Reza
" kenapa za? gue ada dosen ni lagi belajar, mau ngomong apa buruan ". jawab Maya bisik-bisik
" gue minta alamat rumah Mita ". to do poin Reza, karena ia tau keadaan Maya jadi dia tidak ingin basa-basi lagi.
" bentar gue kirim alamat nya ". jawab maya. sambungan telepon langsung terputus.
Tanpa berfikir lagi Reza langsung keluar kelas menuju parkiran. ia akan segera kerumah Mita setelah mendapatkan notifikasi pesan dari Maya .
***
Tok tok tok
" Assalamualaikum ". beri salam Reza
" wa'alaikumsalam ". jawab seorang wanita paruh baya yang bukan lain adalah ibu Mita.
" cari siapa? ". tanya sang ibu
" saya Reza Bu, temen Mita ". jawab Reza sopan.
Ibu yang merasa bingung dan heran sama kedatangan Reza. Karena selama ini Mita tidak pernah membawa pacar atau teman laki-laki nya kerumah. Yang ia lihat hanya Maya dan teman perempuan lainnya. Ibu pun mempersilahkan Reza untuk masuk kedalam rumah.
" oh iya masuk nak ". ucap ibu mempersilahkan Reza untuk masuk.
__ADS_1
" baik Bu, terima kasih ". jawab Reza sopan
" Mita nya di kamar, dia sakit karena terlarut malam pulangnya. Kita ke atas aja ya ". ajak ibu
Reza hanya mengangguk sambil mengikuti langkah ibu ke menuju kamar Mita.
" Mita ". panggil ibu langsung masuk ke kamar Mita sambil diikuti Reza .
" iya Bu ". jawab Mita terkejut melihat kedatangan Reza
" ini ada Reza, ingin menjenguk kamu nak ". ucap ibu sambil senyum kepada Mita. Entah apa yang ada di pikiran ibu, dia tampak bahagia dengan kedatangan Reza . " ibu keluar ya kalian ngobrol aja ". sambung ibu sambil memandang hangat Reza .
" baik Bu, terima kasih ". jawab Reza
" mau apa Lo kesini ". tanya Mita setelah melihat ibu pergi dari kamar nya.
" ta sorry aku gak ada niat buruk, aku sengaja datang kesini karena kamu gak balas chatt dari aku tadi. Aku cuma mau minta maaf ta sama kamu atas kejadian kemarin pagi ". jawab Reza meminta maaf kepada Mita .
" gue gak suka Lo seenak nya kerumah gue tanpa nanya gue dulu ". jawab Mita dengan tegas
" ta serius gue cuma mau minta maaf ta, gue gak bisa tidur mikirin ini ". jawab Reza sedih
" aku gak bisa tenang ta, kalo kamu belum maafin aku, aku juga sekalian kesini karena aku denger kamu sakit, jadi sekalian aku jengukin kamu ". ucap Reza
" gue gak sakit, cuma pusing doang jangan lebay ". jawab Mita yang tau pasti Maya yang memberitahu kalau Mita sakit.
" aku denger kamu ma ". belum sempat Reza melanjutkan bicaranya langsung di potong oleh Mita .
" Jangan banyak omong , gue gak suka basa-basi ". sambung Mita tau yang akan di omongin Reza .
" Aku minta maaf ta, serius kemarin itu aku gak sengaja, aku benar-benar gak sengaja ta, kamu juga tau kan gimana posisi nya kemarin ". ucap Reza mengingat kejadian kemarin
" Gue mau maafin Lo, tapi dengan satu syarat ". perintah Mita
" apa syarat nya ta? aku siap ngelakuin nya ". jawab Reza meyakinkan Mita agar dia memaafkan Reza.
" Yakin Lo mau ngelakuin yang gue suruh? ". tanya Mita dengan penuh ketidakpercayaan .
" yakin ta, selagi aku bisa kenapa tidak ". jawab Reza tegas
" Lo nikahin gue ". pinta Mita tanpa ekspresi, dan dia yakin kalo Reza bakalan gak mau
__ADS_1
Reza sangat terkejut mendengar syarat yang dikatakan Reza yang harus menikahi nya. " serius kamu ta? ". jawab Reza kaget
" itu syarat supaya gue bisa maafin Lo, kalo Lo gak mau yaudah, gue gak maksa dan jangan harap lo gue maafin !!! ". jawab Mita tegas
" gak ada syarat lain apa ta ". jawab Reza beri saran
" gak ada, gue butuh jawaban Lo sekarang, kalo gak silahkan keluar ". jawab sinis Mita
Reza tampak kebingungan harus jawab apa, dia merasa sangat kaget dengan permintaan Mita yang harus menjawab nya sekarang juga. Reza juga tidak habis pikir dengan isi otak Mita yang meminta nya untuk menikahinya dengan syarat untuk mendapat maaf dari nya. Sungguh ini membuat Reza bingung. Tapi sekarang Reza tahu harus memberi jawaban apa kepada Mita .
" kamu serius kan ta ? kalo gitu aku juga serius, aku mau menikahi kamu ". jawab Reza dengan serius
Mita sangat terkejut mendengar jawaban dari Reza yang mau menikahinya. Dia berfikir kenapa Reza mau menikahinya padahal kan masalah nya sangat sepele.
" yakin Lo ?. tanya Mita meyakinkan diri sendiri
" yakin ta ". jawab Reza dengan senyuman membuat Mita merasakan malu yang amat dalam. Dan entah kenapa mendengar jawaban dari Reza membuat hati Mita berdebar.
Reza pun demikian, dia merasa yakin untuk menikahi Mita . ia tak berfikir panjang dia menyetujui permintaan dari Mita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1