Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
01. Klan Ham


__ADS_3

Nimrod adalah generasi keempat setelah air bah yang melanda bumi yang merupakan sarana bagi Dewa Yang Maha Agung untuk menghapuskan kejahatan di bumi karena kejahatan yang telah melampaui batas dihadapan Dewa Yang Maha Agung.


Saat badai "Penghancuran" menyapu seluruh bumi, Grandmaster Hun berumur enam ratus tahun, Asyer, Elkan dan Gavra lahir seratus tahun sebelum badai Penghancuran itu. Kini Grandmaster Hun telah berusia sembilan ratus tahun, Patriark Asyer, Elkan dan Gavra berusia sekitar empat ratus tahun. Grandmaster Hun telah tua dan lanjut umur, tetapi kekuatannya dalam bertarung masih di atas ketiga Patriark.


Nenek moyangnya berturut-turut adalah Hun, Elkan, Kush, Nimrod. Adapun dua saudara kakek Nimrod adalah Asyer dan Gavra.


Pada zaman Nimrod terdapat tiga klan besar telah tersebar di Wilayah Tengah, dimana mereka berada. Tiga klan tersebut antara lain: Klan Asyer, Klan Elkan dan Klan Gavra. di dalam klan-klan tersebut terdapat keluarga-keluarga yang sangat terkenal dengan kepala keluarga sebagai tetua-tetua dalam klan.


Keluarga-keluarga Gavra antara lain keluarga Homer, keluarga Magog, keluarga Madai, keluarga Yawan, keluarga Tubal, keluarga Mesekh dan keluaga Tiras. Mereka merupakan keturunan dari Gavra saudara ketiga Elkan kakek Nimrod.


Selanjutnya ada keluarga Elam, keluarga Asyur, keluarga Arpakhsad, keluarga Lud dan keluarga Aram dari Klan Asyer.


Selanjutnya dari Klan Elkan terdapat keluarga Kush, keluarga Misraim, keluarga Put dan keluarga Kanaan.


Kelompok klan yang pertama tersebar di daerah bagian Utara. Kelompok klan kedua tersebar ke bagian timur jauh.


Sementara kelompok klan yang terakhir membentang disebelah selatan kelompok klan yang pertama dan disebelah barat dari kelompok klan yang kedua. ketiga kelompok klan ini hidup berdampingan dengan membangun kekuatan masing-masing.


Kelompok klan ketiga merupakan kelompok klan terkecil diantara ketiga kelompok besar tersebut. Klan Kush merupakan klan terkecil diantara kelompok klan tersebut.


Di keluarga Kush kepala keluarga tersenyum bahagia dengan kelima anak-anaknya antara lain: Seba, Hawila, Sabta, Raema, dan Sabtekha yang anak-anak yang jenius dalam generasi mereka. Terutama Hawila yang memiliki kultivasi tertinggi di antara mereka yang telah mencapai kultivasi tingkat bumi tahap keempat, sementara Seba berada pada bintang bumi tahap dua, Sabta berada pada bintang bumi tahap satu, Raema dan Sabtekha berada pada bintang bumi tahap awal. Nimrod sendiri meski terpaut tiga tahun dari Sabtekha tidak beranjak dari bintang alam tempiring tahap puncak.

__ADS_1


Generasi ini masih berusia dibawah tiga puluh tahun, jadi bisa dikatakan masih bocah semua, hmmmm.......


Klan Asyer merupakan klan terbesar diantara tiga klan dan kultivasi mereka juga yang tertinggi Patriakr Asyer berada pada kultivasi bintang alam bumi tahap puncak.


Tuan Arpakhsad berada di bintang alam bumi tahap delapan, anak dari Tuan Arpakhsad berada di bintang alam bumi tahap empat, sementara dari klan Gavra, anak dari Tuan Homer berada pada bintang bumi tahap ketujuh, saudara-saudaranya pun tak jauh dari tahap ketujuh. Mereka semua para jenius.


Inilah yang membuat kepala keluarga Kush menjadi sangat resah. Kush yang merupakan wakil dari tetua agung didalam klan Elkan terus memikirkan perkembangan anaknya yang bungsu.


Didalam ruangan keluarga nampak Kush termenung sambil memijat batang hidungnya yang tidak sakit sambil menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan yang diperhatikan oleh Abigail sang istri.


Abigail sebagai sang istri tentu tahu kegundahan sang suami selama ini, mengingat reputasi keluarga mereka. Meskipun semua saudara dan saudari Nimrod sangat menyayanginya, kegundahan itu tak dapat lepas dari Kush sebagai orang tua.


Setelah duduk sang istri berkata kepada sang suami :"jangan terlalu dipikirkan selama tiga tahun belakangan ini kita telah mendatangkan beberapa ahli dan tabib untuk melihat apa yang terjadi dengan Nim' er dan kita telah berusaha memberikan sumber daya yang dibutuhkannya untuk berkultivasi, kita serahkan kepada Yang Agung untuk Nim'er jika takdirnya Nim'er pasti akan menemukan jalannya".


Setelah menyeruput beberapa teguk teh sambil meletakan gelas sang suami menghela nafas panjang dan menghembuskan perlahan kemudian berkata :"tetapi sampai sekarang kita belum melihat titik terang dan keanehan apapun pada Nim'er dan ... " sang suami tak dapat meneruskan kata-katanya, dia menerawang jauh ke depan dengan tatapan kosong.


Beberapa saat kemudian sang suami berkata :" baiklah untuk sementara ini kita akan melihat perkembangan yang terjadi padanya untuk satu dua tahun ini".


Sementara itu ...


Di sebuah aula klan Elkan semua generasi jenius telah berkumpul seperti biasa untuk latihan dengan menggunakan pedang

__ADS_1


Trang...


Trang...


Trang...


nampak juga keempat kakak Nimrod disana sedang melatih keterampilan pedang mereka dengan beberapa jenius dari keluarga-keluarga yang tergabung di dalam klan Elkan.


Namun Hawila hanya duduk bersama dengan Nimrod disampingnya. setelah hampir sepanjang hari berlalu, menjelang sore Hawila dan Nimrod bergegas meninggalkan aula, sampai diluar Hawila berkata :"adik kita jangan terus pulang mari kita jalan-jalan ke kebun anggur sambil mencari udara segar". "baik" sahut Nimrod singkat. segera Hawila menggandeng lengan adiknya melesat menuju kebun anggur yang berada di belakang klan yang membentang ratusan kilometer diujung kebun anggur itu ada gunung yang menjulang menjulang dan disisi sebelah timurnya terdapat ngarai sepanjang kebun itu.


Mereka turun didalam kebun yang berada dipinggiran ngarai. Mereka berdua duduk di sebuah batu besar di pinggir ngarai setelah memetik beberapa tandan buah anggur sambil memakan buah anggur. Kakak beradik itu berdiam sambil menguyah beberapa buah anggur.


Tiba-tiba mereka mendengar kepakan burung yang terbang mendekati mereka, seketika mereka menoleh dan tampaklah seekor burung merpati raksasa yang merupakan binatang roh yang kultivasinya berada di tingkat alam bumi tahap puncak mendekati mereka.


Kakak beradik ini ketakutan dan seketika waspada dengan kedatangan binatang roh ini. Namun sambil meluncur mendekat burung itu juga sambil mengecil yang membuat mereka menurunkan tingkat kewaspadaannya, dan burung itu mendarat setelah berputar beberapa kali mengelilingi mereka.


Burung itu berwarna hitam keperakan dan menganggukkan kepalanya beberapa kali kearah mereka. Hawila mendekatinya sementara Nimrod bersembunyi dibelakangnya dan mengelus kepala merpati itu sambil berkata :"siapa kamu?" tetapi burung itu hanya diam saja sambil menoleh kearah suatu lembah di ngarai itu.


Hawila berkata :" kamu ingin mengajak kami turun ke ngarai itu? Ada apa disana?". Burung itu hanya manggut-manggut dan membesarkan badannya sedikit seakan menyuruh mereka berdua naik ke punggung burung itu.


Hawila menoleh kepada adiknya, adiknya dengan cepat mengangguk setuju. Hawila menggandeng adiknya dengan cepat melesat ke punggung burung merpati itu, dengan mengenakan sayapnya burung itu menukik menuju lembah ngarai tersebut. ...

__ADS_1


__ADS_2