Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
01. Kisah Para Giborim


__ADS_3

Dahulu kala di Kerajaan Para Dewa


Lucifer Jenderal tertinggi di istana para Dewa berkata didalam hatinya


"Aku hendak naik ke langit, Aku hendak mendirikan takhtamu mengatasi bintang-bintang Yang Maha Agung, dan Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan.


Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, Aku hendak menyamai Yang Maha Agung".


Lucifer berhasil membangun kekuatan hingga mencapai sepertiga dai para Dewa berada di pihaknya.


Peperangan pun terjadi. Kelompok Dewa Yang Maha Agung dipimpin oleh Jendral Michael bertarung habis-habisan dengan kelompok Jendral Lucifer.


Karena perbedaan jumlah kekuatan akhirnya Jendral Lucifer mengalami kekalahan. Karena mereka adalah makhluk-makhluk yang abadi maka Jendral Lucifer dan kelompoknya dilemparkan ke Alam Kehampaan.


Kemudian Dewa Yang Maha Agung menciptakan bumi dan segala isinya. Dewa Yang Agung pun menciptakan manusia sebagai puncak dari segala ciptaanNya. Manusia diciptakan dengan memiliki tubuh kemuliaan dan menempatkan manusia itu di Taman Firdaus.


Di taman ini segala yang dibutuhkan oleh manusia tercukupi. Di dalam taman itu ada diciptakannya Pohon Pengetahuan dan Pohon Kehidupan. Adapun semua pohon buah-buahan yang ada di taman itu boleh dimakan oleh mereka, kecuali Pohon Pengetahuan itu.


Dewa Yang Maha Agung memberikan otoritas penuh sebagai "Penguasa" atas bumi dan segala isinya.


Sang Dewa Yang Maha Agung seringkali turun dari Nirwana untuk berbincang dengan manusia maka Lucifer dan semua pengikutnya sangat iri hati kepada manusia.


Karena itu ia datang ke bumi ini dan memutarbalikkan perintah dari Dewa Yang Maha Agung tentang larangan memakan buah dari 'Pohon Pengetahuan' itu dengan segala tipu daya sehingga manusia itu mengambil dan memakan buah itu.


Nah pada saat itulah manusia itu di usir dari taman yang begitu indah itu dan menerima hukuman.

__ADS_1


Hukuman itu adalah untuk laki-laki dia tidak lagi mendapatkan makanannya dari apa yang disediakan alam karena semak durilah yang akan dihasilkan oleh tanah.


Hukuman untuk perempuan akan ada rasa sakit yang teramat menyiksa saat ia melahirkan anak tetapi ia tetap akan birahi kepada suaminya untuk bisa melahirkan anak.


Dan untuk iblis yang menyamar sebagai ular waktu membujuk manusia itu untuk melanggar larangan dari Dewa Yang Maha Agung dengan memakan buah dari 'Pohon Pengetahuan' itu, Dewa Yang Maha Agung mengadakan permusuhan antara ular itu dengan manusia. Permusuhan itu adalah dimanapun manusia itu bertemu dengan ular maka manusia akan meremukkan kepalanya dan ular itu akan meremukkan tumit manusia itu.


Dan Dewa Yang Maha Agung menghilangkan kaki dari ular dengan berkata:


"Dengan perutmulah engkau akan berjalan dan debu tanahlah akan menjadi makananmu"


Dan hukuman yang paling mengerikan bagi Iblis adalah mengenai "Anak Perjanjian"


Karena pada hakikatnya berlaku hukum ini "dengan manusia itu melanggar perintah Dewa Yang Maha Agung tubuh kemuliaan yang semula dimiliki oleh manusia yang ditempatkan nya di 'Taman Firdaus' sirna dan sekarang manusia hanya memiliki tubuh yang fana dan dengan manusia itu hanya memiliki tubuh yang fana maka Dewa Yang Maha Agung dan para dewa pada umumnya tidak bisa lagi memiliki hubungan seperti sebelumnya dengan manusia".


Dan otoritas yang diberikan oleh Dewa Yang Maha Agung kepada manusia untuk menjadi 'Penguasa' atas bumi ini beralih ke tangan Iblis.


Nah sejak saat itulah iblis berbuat sekeji-kejinya kepada semua anak gadis manusia agar tidak ada seorang gadis yang masih memiliki darah dari tubuh kemuliaan agar "Anak Perjanjian" itu tidak akan pernah terlahir ke bumi ini dan agar otoritas kepemilikan atas bumi ini tetap di tangan iblis.


Nah itulah sebabnya maka lahirlah giborim-giborim di bumi ini.


Karena para giborim itu tak ubahnya iblis-iblis itu sendiri maka akhirnya Dewa Yang Maha Agung pun menjadi muak dan memutuskan untuk memusnahkan mereka melalui badai Penghancuran Air Bah yang menyapu seluruh benua.


Hanya Grandmaster Henokh yang hidup dengan berpijak pada Dao Kehidupan pada zaman kegelapan itu dan kepadanya diberikan buah dari 'Pohon Kehidupan' itu untuk memiliki tubuh kemuliaan sehingga ia menjadi abadi dan sekarang berada di Alam Firdaus di sisi Pohon Kehidupan itu.


Beberapa generasi berikutnya didapatilah Tuan Hun oleh Dewa Yang Maha Agung yang hidupnya berpijak pada Dao Kehidupan

__ADS_1


Maka inilah saatnya untuk menghancurkan para giborim itu yang saat itu berjumlah sekitar 500 juta orang.


Maka turunlah Dewa Gabriela menyampaikan pesan dari Dewa Yang Maha Agung kepada tuan Hun untuk membuat sebuah kapal yang amat besar yang bertingkat tiga untuk bisa menampung semua jenis binatang masing-masing sepasang. Kapal itu harus dibuat di atas gunung dan dengan ukuran ditentukan langsung oleh Dewa Yang Maha Agung.


Maka diperbuatnya demikian oleh Tuan Hun berserta ketiga anaknya yakni Asyer, Elkan dan Gavra selama seratus tahun.


Selama seratus tahun itu mereka berusaha mengajarkan Dao Kehidupan kepada semua orang tetapi tidak ada satupun yang mengikutinya. Mereka lebih memilih mempelajari Dao Kematian karena memang darah iblis telah mengalir di dalam tubuh mereka.


Setelah Tuan Hun menyelesaikan pembuatan kapal tersebut, maka Dewa Yang Maha Agung memberikan Seluruh Kekuatan Mata Dewa dan Kekuatan Pengendali Jiwa untuk memanggil semua jenis binatang untuk datang sepasang dari tiap jenis masuk ke dalam kapal tersebut.


Setelah semuanya masuk Tuan Hun dan istrinya, ketiga anaknya dan ketiga menantunya dan sepasang binatang dari setiap ras dan semua perbekalan selama setahun baik bagi Tuan Hun sekeluarga maupun untuk para binatang itu, maka Dewa Yang Maha Agung sendiri menyelimuti kapal tersebut dengan energinya sehingga kekuatan itu menyatu dengan kapal itu. Itulah sebabnya kapal yang kini disebutnya "Kapal Langit Laut Pelangi" adalah kapal yang memiliki aura dan kekuatan Dewa.


Setelah itu Dewa Yang Maha Agung menurunkan hujan selama seratus hari seratus malam.


Dua ratus lima puluh hari lamanya air itu menutupi seluruh benua; Air itu naik dan mengangkat kapal itu, sehingga melambung tinggi dari benua tengah.


Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas benua, terapung-apunglah kapal itu di muka air.


Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah di atas benua dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di benua itu.


Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi serta para giborim.


Demikianlah dihapuskannya segala yang ada, segala yang di benua itu, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semua itu dihapuskan dari benua itu, hanya tuan Hun yang hidup dan semua yang ada bersama-sama dengan dia dalam kapal itu.


Jenderal-jenderal utama iblis pada waktu itu seperti Jenderal Kejijikkan, Jenderal Percabulan, Jenderal Homo, Jenderal Lesbian, Jenderal Darah ditangkap dan dibelenggu dengan Rantai Intan Pelangi dan dilemparkan di Alam Hades hingga saat ini menunggu Masa Penghakiman.

__ADS_1


Namun Raja Iblis dan beberapa Jendralnya yang lain berhasil selamat karena melarikan diri ke Alam Kehampaan.


__ADS_2