Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
06. Aura Tobey Terdeteksi


__ADS_3

Patriakr Elkan memandang mereka semua dengan muram, tetapi ia kembali menuangkan anggur dan menegaknya sambil kembali memandang kepada mereka dengan penuh tanda tanya.


Kepala keluarga Kush menjawab dengan wajah muram :"Ayah..mereka... mereka...hilang, kami tidak tahu keberadaannya ....


"Pufff...."


Patriakr Elkan menyemburkan anggur yang belum sempat tertelan yang dikuti semburan seteguk darah..


"... setahun yang lalu, sebulan setelah kepergian ayah, setelah mereka seperti biasa latihan di aula klan mereka tidak pernah kembali, kami sudah berupaya menelusuri jejak aura mereka hingga radius sepuluh ribu mil, tetapi kami tidak mendeteksi aura mereka dan kami baru kembali dari mengunjungi kedua klan lainnya untuk menelusuri jejak aura mereka tetapi hasilnya..."


"Dasar bodoh....." sang Patriakr mengumpat sejadi-jadinya. Mereka semua gemetar ketakutan karena seketika itu juga aura Patriakr Elkan naik ke puncaknya membuat beberapa dari mereka mengeluarkan seteguk darah. Dengan cepat sang Patriakr tersadar dan langsung menurunkan auranya.


Mereka semua masih ketakutan karena Patriakr masih menatap mereka dengan tajam.


Beberapa saat lamanya keheningan terjadi di ruangan itu dan sang Patriakr akhirnya mengalihkan pandangannya dari mereka dan menundukkan kepalanya dengan lesu.


Patriakr kemudian berkata :"bagaimana ini bisa terjadi?" keheningan kemudian kembali menyelimuti seluruh ruangan itu.


Patriakr berpikir jernih, meskipun selama hidupnya baru kali ini ia merasakan dua anaknya hilang tanpa jejak menurut mereka. Ya karena mereka semua tidak memiliki seorang ahli dalam pelacakan, tetapi Patriakr memilikinya.


"Anjing kecil, keluarlah"


gong ... gong ...


seekor 🐕 kecil keluar dari cincin ruangnya dan kemudian menghirup udara beberapa kali dengan panjang dan menghembuskannya perlahan


gong ... gong ...


anjing kecil itu menganggukkan kepalanya ya beberapa kali ke arah tuannya


"Apakah kau merasakannya" Patriakr bertanya kepadanya.


gong ... gong ...


anjing kecil itu menganggukkan kepalanya tiga kali.


"Baik, kembalilah, besok kita akan menelusurinya" kata Patriakr kepadanya.


Dan anjing kecil itupun kembali menghilang masuk ke dalam cincin ruangnya.


Kemudian Patriark mengirim pesan melalui token gioknya kepada Patriarkr Asyer dan Patriakr Gavra untuk meminta bantuan dengan kekuatan terbaik.


Isi pesan :"tolong kumpulkan kekuatan terbaik yang kita miliki:


Dari klan Asyer:


Patriakr Asyer : alam bumi tahap puncak


Arpakhsad : alam bumi tahap delapan


Elam : Alam bumi tahap enam


Asyur : alam bumi tahap empat


Lud : alam bumi tahap empat


Aram : alam bumi tahap empat


Kendaraan :singa bersayap :alam bumi tahap delapan


Dari klan Gavra:


Patriakr Gavra : alam bumi tahap delapan


Gomer :alam bumi tahap enam


Magog :alam bumi tahap enam


Madai :alam bumi tahap lima

__ADS_1


Yawan :alam bumi tahap empat


Tubal :alam bumi tahap empat


Mesekh :alam bumi tahap empat


Tiras :alam bumi tahap empat


Kendaraan :burung Rajawali :alam bumi tahap delapan


segera berkumpul besok pagi di klan Elkan kita memulai pencarian dengan kekuatan terbaik yang kita miliki, terimakasih atas kerjasamanya".


Sementara itu kekuatan terbaik yang dimiliki oleh Klan Elkan itu sendiri:


Klan Elkan:


Patriakr Elkan :alam bumi tahap puncak


Kush :alam bumi tahap delapan


Misraim : alam bumi tahap delapan


Put : alam bumi tahap enam


Kanaan :alam bumi tahap enam


Kendaraan : walet putih alam bumi tahap delapan


Anjing kecil : spesialisasi pelacakan :alam bumi tahap delapan


weng ~~~


token giok milik Patriakr Asyer bergetar, setelah membaca pesan tersebut, ia membalas


"Baik adik"


weng ~~~


"Baik kakak"


weng ~~~


weng ~~~


token giok Patriakr Elkan bergetar dua kali, setelah ia membacanya, ia kemudian berkata kepada semua yang hadir disana


"ayo kita istirahat, persiapkan diri kalian untuk perjalanan besok"


kemudian mereka melesat menuju kediaman mereka masing-masing.


Besok paginya tim dari klan Asyer tiba di halaman klan Elkan


auuuuu.....


singa terbang memperdengarkan suaranya dengan membusungkan dada sambil mengangkat kedua kaki depannya membuat semua penunggangnya segera berlompatan turun dari punggungnya.


"Hais.....Magdala...... Patriakr Asyer menggerutu dengan kelakuan Magdala si singa terbang tersebut.


auuuuu.......


sekali lagi mengaum sambil mengangkat kedua kaki depannya berkali-kali pertanda ia kegirangan karena telah lama mereka tidak memiliki misi


"Salam adik" Patriakr Asyer menyapa adiknya patriakr Elkan. "salam paman" yang dikuti oleh tim rombongannya.


ngeik .......guik.....


Tiba-tiba di udara memekik seekor burung Rajawali raksasa yang membawa tim berikutnya telah tiba dan turun dengan menukik tajam ke bawah dan


pa ...pa..

__ADS_1


Rajawali tersebut mengenakan sayapnya saat mendarat dan segera patriakr Gavra dan tim melesat turun dari punggung burung Rajawali raksasa itu.


"Salam kakak", "salam paman" sapa mereka semua kepada Patriarkr Asyer dan Patriakr Elkan bersamaan.


"Salam" jawab mereka serempak. "


"Baiklah, mari kita segera berangkat". "Anjing kecil keluarlah".


gong ... gong ...


seekor anjing kecil, putih seperti salju dengan bukunya yang lebat dan agak panjang keluar dan memimpin tim itu.


Anjing itu mengeluarkan sayap di punggungnya dan melesat diikuti oleh Singa terbang, Walet raksasa, dan Rajawali raksasa melesat menuju perkebunan anggur milik klan.


Anjing terbang itu terbang mendekati puncak gunung yang ada di ujung perkebunan anggur tersebut dan berbelok menuju sungai di tepi perkebunan itu.


Ia mengendus-ngendus beberapa saat dan tampak sedikit terkejut karena ia merasakan aura lain ditempat itu dan ia memandang ke arah ngarai


gong ... gong ...


Dan melesat menuju ngarai itu diikuti oleh ketiga tim yang tersebut. Mereka terus melesat dengan kecepatan standar sambil mengikuti aura yang dirasakannya.


Nun jauh di dalam Goa


dengan kekuatan jiwa, kekuatan mental dan kekuatan tulang-tulangnya yang saat ini memudahkan Nimrod bergerak terus dalam kultivasinya. dua hari kemudian


bang ...


ledakan teredam terdengar dari dalam tubuhnya, dantiannya pun semakin melebar dan energi qi semakin padat berputar-putar mengelilingi tubuhnya setelah beberapa saat energi itu mengalir dengan stabil ke dalam tubuhnya ia menerobos ke tahap lima bintang alam bumi.


ia terus berkultivasi. ia bermaksud untuk mencapai bintang alam bumi tahap puncak.


dua hari kemudian


bang ...


ledakan teredam terdengar dari tubuhnya menandakan bahwa ia telah menerobos lagi. tidak hanya sampai disitu.


bang ...


Nimrod menerobos ke tahap ketujuh dua hari kemudian secara berturut-turut. begitupun halnya dengan Hawila yang berada di sebelahnya, Hawila telah mencapai tahap ketujuh secara bersamaan.


Mereka masih terus berkultivasi


bang ...


bang ...


bang ...


setiap dua hari mereka mengalami kenaikkan kultivasinya. api surgawi yang terus mengalir di dalam tubuhnya terus mengkonsolidasikan kultivasi mereka berdua.


Akhirnya mereka berdua membuka mata. Tiba-tiba seorang pria paruh baya sudah duduk bersila di depan mereka muncul dari ruang dimensi dengan tersenyum penuh kehangatan.


Mereka berdua serempak memberi hormat dan berkata "terimalah salam hormat kami Guru".


"Ha...ha...ha..." pria paruh baya itu tertawa sedikit terbahak-bahak melihat kemajuan kakak beradik itu.


Kemudian berkata :"kalian tentu bertanya-tanya dan penuh keheranan kenapa kalian dituntun kemari oleh Tobey" Mereka berdua saling berpandangan dan kemudian berkata "Guru"


Pria paruh baya itu kemudian berkata :"Aku kakek buyut kalian Grandmaster Hun. Bagaimana kabar kakek, ayahmu dan bagaimana keadaan ketiga klan sekarang? Hmmm.... sudah sepuluh tahun aku tidak keluar mengunjungi ketiga klan"


Tetapi kemudian ...


Grandmaster Hun yang tingkat kultivasinya telah berada di tahap bintang alam langit tahap puncak merasakan ada sejumlah besar aura yang berasal dari keturunannya telah mendekati area tersebut dalam radius sepuluh ribu mil menuju ke gua tersebut.


"Hmmmm .... mari kita menyambut kedatangan keluarga kita"


Hawila dan Nimrod menggaruk kepalanya yang tidak gatal berpikir bahwa pasti telah terjadi kepanikan di klan karena mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2