Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
13. Pertempuran 16 Hari


__ADS_3

Raja Iblis tersenyum pahit melihat kekuatan anak panahnya hanya menggetarkan array saja


Di bawah array ketiganya membuka mata dan bangun berdiri memandang ke atas dan melihat walau hanya enam orang tetapi budidaya mereka tidaklah bisa di anggap remeh.


pertama, mereka telah berusia ribuan tahun.


eh ...ribuan tahun? tidak ada yang tahu sebab mereka dulunya adalah penghuni nirwana


kedua, mereka telah kenyang pengalaman dalam berbagai pertempuran


mereka berada dalam keberuntungan karena berada di bawah array pelindung dari dua sosok leluhur yang berada pada peringkat bintang Mahkluk Keabadian tahap puncak, dan 12 kerub penjaga Pohon Kehidupan


Semarang yang menjadi masalah adalah memang sekuat apapun Raja Iblis ini mencoba menghancurkan array itu tidak akan mungkin berhasil ...


tetapi bagaimana jika Raja Iblis mengalihkan targetnya ke ketiga klan yang ada


sudah dipastikan hanya dalam hitungan nafas ketiga klan pasti akan hancur


mereka bertiga berdiskusi. mereka tidak memiliki banyak waktu


tiba-tiba sebuah senjata pusaka dari dalam tubuh Nimrod bergetar


Nimrod segera melesat mendekat ke Pohon Kehidupan itu dan dalam radius yang aman ia duduk bersila di udara menghadap ke Pohon Kehidupan itu


kemudian dari dalam batinnya ia berbicara melalui telepati kepada Jenderal Dewa Michael "oh Dewa apa yang harus aku lakukan untuk melindungi ke tiga klan"


Tiba-tiba sebuah Seruling berkepala naga muncul ditangannya dan sebuah Penjara bintang Mahkluk Keabadian tahap puncak dengan aura putih menyilaukan


"Terimakasih oh Jenderal Michael" ucapnya


Nimrod menyatukan Penjara tersebut dengan tubuhnya dengan memegang Seruling Keemasan berkepala naga ditangannya ia melesat kembali kepada Grandmaster Hun dan Hawila


Setelah berbincang sebentar mereka kemudian memutuskan keluar dari array pelindung itu untuk menghadapi Raja Iblis


Mereka melesat mendekati array dan


weng ...


array terbuka dan ketika mereka telah berada di luar array


weng ...


array segera menutup, kini mereka berhadapan dengan Raja Iblis dan kelima jendralnya


"Hmmmm ... bagus ternyata kalian bertiga memiliki nyali untuk keluar juga" Raja Iblis mencibir kepada mereka


Nimrod kemudian menundukkan kepala sesaat kemudian menarik nafas panjang dan mendesah kepada Grandmaster Hun dan Hawila serta berkata "ini mungkin akan menjadi pertempuran panjang kita yang pertama dan pastinya akan sangat merepotkan untuk mengatasi mereka"


tanpa menunggu respon mereka berdua Nimrod langsung menghilang dan muncul di depan Raja Iblis


Boom ...


mereka bersama terdorong ke belakang lima langkah


"fiuhh ... sangat kuat pantas menjadi Raja Iblis" gerutu Nimrod


Sanbalat datang membantu Raja Iblis, sementara itu keempat jendral lainnya melesat menuju Grandmaster Hun dan Hawila


Boom ...


Boom ...


Boom ....


Boom ...

__ADS_1


suara benturan terus terdengar di udara silih berganti. mereka saling serang masing-masing dua lawan satu.


udara dan energi surga bumi Yuan Qi bergetar hebat akibat dari pertempuran itu


pepohonan dan bebatuan yang terkena aura dari benturan-benturan aura itu semuanya hancur berkeping-keping.


sejauh ini mereka tampak masih seimbang


Boom ...


Boom ...


Raja Iblis dan Nimrod terus bertarung dengan sengit.


tanpa disadari oleh mereka bertiga ternyata pertempuran itu terus bergeser mendekat ke tiga klan yang ada. Hari demi hari berganti pertempuran itu terus berlanjut


Boom ...


Nimrod akhirnya terlempar beberapa ribu mil jauhnya dan membuat lubang sedalam dua ratus mil


uhuk ... uhuk ..


ia meludahkan seteguk darah dari mulutnya tetapi ia segera pulih tanpa ada luka sedikitpun karena luka-lukanya segera dipulihkan oleh esensi Pohon Kehidupan pemberian Jendral Dewa Michael


"Ha....ha....ha...." Raja Iblis mencibir


Nimrod bermaksud menggunakan pertempuran ini untuk meningkatkan kekuatan jiwanya dan kekuatan mentalnya


kalaupun melalui pertempuran ini ia mampu membangkitkan garis keturunannya itu manjadi hal yang bagus


pertempuran antara Hawila, Grandmaster Hun dengan keempat Jendral lainnya tampak masih seimbang


Nimrod bangun dan kembali melesat kepada Raja Iblis dan


"Ternyata bocah ini sangat kuat juga" gumam Raja Iblis


Boom ...


Boom ...


belum sempat mereka berpaling pukulan telak Nimrod menghantam mereka berdua dan mereka pun terlempar ribuan mil jauhnya


uhuk ....


uhuk ....


mereka jatuh di dalam satu lubang dan mereka meludahkan seteguk darah dari mulutnya


"kurang ajar" Raja Iblis mengumpat


"Ha....ha...ha...." sekarang Nimrod balas mencibir


Raja Iblis dan Sanbalat segera melesat naik menghampiri Nimrod


Mereka mengeluarkan "Pedang Kegelapan" milik Sanbalat dan "Pedang Kehancuran" milik Raja Iblis


merek berdua terus menyerang Nimrod. suara pedang terus mendesign membelah udara seakan-akan ingin mencabik-cabik tubuh Nimrod.


tetapi Nimrod terus menghindarinya meliuk-liuk di udara dan sesekali melompat mundur, melompat naik, berputar ke sisi kiri dan ke sisi kanan. membuat Raja Iblis dan Sanbalat menjadi semakin marah yang membuat irama pedang mereka tidak teratur lagi dan Nimrod mulai melihat celah untuk melakukan serangan balik


Boom ...


Boom ...


sekali lagi Raja Iblis dan Sanbalat terlempar ribuan mil sambil menyeret pedangnya

__ADS_1


argh ...


argh ...


kembali mereka terjatuh sambil membuat lubang yang sangat dalam


tetapi dengan cepat mereka berdua kembali melesat naik ke hadapan Nimrod


dengan kemarahan yang bernyala-nyala Raja Iblis berkata: "Hai bocah matilah..."


kemudian dengan mengayunkan pedangnya berputar-putar yang membuat udara di sekitarnya mendesing dan tertarik mengikuti ayunan pedang itu ia berteriak: "Jurus Pedang Naga Kehancuran"


tiba-tiba udara gelap yang menyelimuti bilah pedang itu membentuk seekor naga hitam raksasa dengan api hitam pekat memancar dari tubuhnya dengan sekali hentakannya naga raksasa itu dengan cepat melesat ke arah Nimrod


"tidak baik" gumam Nimrod pahit. dia tahu kekuatan jiwanya belum cukup untuk membangkitkan kekuatan Cakra Penghancur untuk menghadang serangan itu


namun tidak ada pilihan lain. Nimrod tidak boleh mati saat ini ia akan mengambil resikonya


dengan merapatkan kedua tapak tangannya dan memutarnya tiga kali aura energi berwarna keemasan membentuk pusaran di depannya ia berteriak "Cakra Penghancur" dan dengan memutar badannya dan menghentakkan kedua tangannya ke depan pusaran angin itu membentuk Cakra berwarna emas melesat ke depan dan


Duar ...


kedua senjata pada peringkat bintang Mahkluk Surgawi tahap puncak itu berbenturan dan membuat Nimrod terdorong ribuan mil jauhnya


uhuk ...uhuk ...


ia meludahkan beberapa teguk darah dari mulutnya


dan Hawila Langsung memalingkan mukanya dan berteriak: "Nim'er ..."


Boom ...


pada saat itulah ia terkena Pukulan telak dan terlempar ke arah Nimrod berada dan


Boom ...


tubuh mereka bertabrakan


uhuk ...


uhuk ...


mereka berdua meludahkan seteguk darah


Boom ...


Boom ..


kedua Jendral yang menghadapi Grandmaster Hun terlempar ribuan mil jauhnya karena terkena Pukulan telak dari Grandmaster Hun saat mereka berpaling melihat Raja Iblis yang terkapar akibat benturan dengan senjata Cakra Penghancur tingkat bintang Mahkluk Keabadian tersebut


uhuk ...


uhuk ...


mereka berdua segera meludahkan seteguk darah dan pingsan


Nimrod segera merangkul kakaknya Hawila dan segera mengalirkan aura penyembuhan ke dalam tubuhnya dengan bantuan api pelangi surgawi dan esensi Pohon Kehidupan.


hanya dalam satu tarikan nafas keduanya telah pulih


keadaan raja Iblis memperihatinkan, seluruh tubuhnya gosong dan pakaiannya compang-camping


Raja Iblis segera membakar esensi energi Qi nya dan melesat melarikan diri yang tampak hanya seperti seberkas kilat hitam pekat


melihat itu Sanbalat dan kedua Jendral yang tidak terluka segera menghampiri rekannya yang pingsan dan segera melesat melarikan diri juga

__ADS_1


Grandmaster Hun segera melesat menghampiri Hawila dan Nimrod dan berkata: "kalian berdua tidak apa-apa?"


"Hampir saja ..." Nimrod tersenyum pahit


__ADS_2