Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
22. Tobia Tiba Di Markas Pusat


__ADS_3

weng ...


peng ...


peng ....


peng ...


Armor emas bersisik seperti sisik naga menyelimuti seluruh tubuh Nimrod dan dengan armor itu tidak satu anak panah pun yang bisa menembus armor tersebut.


Dengan menyatukan telapak tangannya dia memusatkan energi Yuan Qi pada telapak tangannya untuk mengeluarkan Api Surgawi berwarna ungu serta menghentakkannya ke depan


Duar ...


Ledakan itu hanya membuat anak-anak panah tersebu hancur menjadi debu.


Tetapi dari arah yang sama keluar lagi rantai berwarna hitam pekat melesat dan melilit tubuh Nimrod dan seolah-olah langsung menghisap energi Yuan qi miliknya.


Dengan posisi berdiri diam dan menutup matanya, Nimrod mengaktifkan Kekuatan Mata Dewa miliknya dan seketika tubuhnya membara oleh Api Surgawi berwarna ungu tua dan


krak ...


Duar ...


Rantai yang mengikat Nimrod hancur menjadi debu.


Tetapi kemudian ratusan bilah-bilah pedang hitam pekat kembali meluncur dari mulut patung naga tersebut.


Nimrod berpikir cepat :"apa yang harus kulakukan untuk menghancurkan mulut naga tersebut?".


Kemudian ia mengulurkan tangan kanannya dan memanggil "Tombak Trisula Api Petir" . Senjata peringkat keabadian tahap puncak muncul di tangannya dengan berselimutkan Api Surgawi berwarna ungu menjalar membentuk kilat dan Nimrod menancapkan tombak itu pada mulut naga tersebut


Duar ...


Mulut naga itupun hancur berkeping-keping dan sebuah pintu terbang melayang ke belakang


Boom ...


Peng ...


Pintu di belakang Nimrod yang tadinya tertutup pun terbuka


Kotak bercahaya yang berada tepat dibawah mulut naga tersebutpun terjatuh.


Nimrod mendekatinya dan ternyata kotak tersebut tersegel dengan segel yang sangat kuat.


Nimrod mengedarkan Kekuatan Mata Dewa miliknya untuk melihat apa yang ada di dalamnya ternyata sebuah telur.


Nimrod mengambil dan memasukkannya ke dalam cincin interspartialnya. Ketika ia melihat ke depan ke ruangan dimana pintu terjatuh alangkah kagetnya ia kerena ribuan bongkahan-bongkahan batu memancarkan cahaya keemasan.


"Mungkinkah ini adalah bongkahan-bongkahan batu emas dan sebanyak ini" pikirnya.


Sesaat kemudian Grandmaster Hun dan yang lainnya muncul dan benar-benar seakan-akan bola mata mereka melonjak ingin keluar melihat apa yang ada di depan mata mereka.

__ADS_1


"Ini ....."


"Ini ...."


"Ini ..."


Kata kakek Hun, Cheren dan Hawila sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kakek buyut kita alam ini" Nimrod bertanya kepada Grandmaster Hun.


"Kita bawa saja dulu, nanti kita murnikan di klan" jawab Grandmaster Hun kepadanya.


Lalu Nimrod memasukan semuanya ke dalam cincin interspartialnya.


Setelah itu mereka berjalan terus melalui lorong gua tersebut. Adapun anak-anak Naga Raksasa itu telah dimasukkan ke dalam Ruang Batin Grandmaster Hun


Karena Lorong itu sepertinya tak berujung Nimrod berkata kepada mereka semua


"Ayo kita kembali ke tempat dimana kolam itu berada aku mau menguatkan tulang-tulangku disana.


Mereka semua pun kembali ke tempat dimana kolam itu berada, Sebelum Nimrod menguatkan tulang-tulangnya disana ia mengambil sedikit lebih banyak air kolam itu dan memberikannya kepada Grandmaster Hun untuk disimpan didalam labu miliknya agar esensinya tidak berubah.


Lalu Nimrod melambaikan tangannya membuat formasi penyegelan dan kemudian dia masuk ke dalamnya untuk menguatkan tulang-tulangnya.


Sementara ia menguatkan tulang-tulangnya disana, yang lain .asih terus menyusuri lorong-lorong gua tersebut


Di dalam kolam


Sepuluh tarikan nafas


argh....


argh ...


argh ...


Nimrod terus berteriak-teriak karena tulang-tulangnya seakan-akan ditemukan untuk menjadikannya peringkat tulang naga emas


Seminggu berlalu.


Beberapa saat kemudian Nimrod merasakan energi air dalam kolam itu telah habis dan air tersebut berwarna keruh, ia pun keluar dari kolam tersebut dan melambaikan tangannya melepas formasi penyegelan itu.


Nimrod kemudian memanggil mereka semua dan mengajak mereka kembali menyusuri lorong gua yang telah mereka lewati.


Lorong itu seakan-akan tak berujung. Entah berapa lama mereka sudah berjalan. Lewiatan terus bersama mereka.


" Lewi apakah kamu tahu kemana ujung dari lorong gua ini" tanya Nimrod kepada Lewiatan karena amat penasaran.


"Maaf Tuan muda keberadaan ini tidak pernah melewati ruang rahasia ini" jawab Lewiatan kepada Nimrod


"Begitu ya, baiklah kita berjalan terus" katanya kemudian kepada mereka.


Mereka pun terus berjalan

__ADS_1


Seakan-akan sebulan telah berlalu. Penghuni lorong-lorong gua tersebut sesekali memperdengarkan suaranya seperti kalajengking, jangkrik dan binatang-binatang lainnya.


Sesekali tim ini beristirahat untuk memulihkan energi mereka.


Seakan-akan empat telah berlalu sejak mereka memasuki gua ini


Dan akhirnya nampak secercah cahaya masuk di kejauhan menandakan bahwa itu adalah ujung gua itu


Mereka terus berjalan dan cahaya tersebut semakin membesar dan terlihatlah oleh mereka di depan tampak lautan yang tak berbatas.


"Hmmmm..." mereka semua menghela nafas. Kini mereka menyadari bahwa mereka berada di sebuah puncak tebing yang cukup tinggi.


Sementara itu Tobia telah tiba di markas pusat di dalam gua di pedalaman hutan tang tak terjamah oleh manusia.


Gua yang menjadi markas Raja Iblis sebenarnya berada di wilayah Ainsworth, jauh di benua Utara


Ketika Tobia tiba ia disambut oleh beberapa Jendral yang berada di markas pusat. Tetapi mereka semua saling berpandangan satu dengan yang lainnya karena yang datang hanya seorang


Salah seorang dari mereka berkata


"Jenderal apa yang terjadi dengan Yang Mulia kenapa hanya anda seorang yang kembali".


Tobia kemudian menjelaskan semuanya kepada mereka dan perihal perintah Raja mereka Lucifer.


Mereka semua menganggukkan kepala mengerti dan perihatin tentang keadaan Raja mereka.


"Kita harus bergegas menemukan tumbuhan roh itu" kata Tobia kepada mereka. Migron salah satu dari Jendral yang ada di markas pusat berkata kepada Tobia


"Sepertinya di Eganville banyak tumbuh berbagai jenis Gynura Procumbens"


Wajah Tobia berseri dan berkata


" Ayo kita segera berangkat jangan menunda-nunda waktu lagi"


"Ayo" jawab mereka semua


Karena tempat itu tidak terlalu jauh bagi mereka hanya sehari perjalanan dengan terbang menggunakan kekuatan qi mereka maka mereka tidak menggunakan tunggangan terbang lagi.


Menjelang malam mereka telah tiba di gua tersebut. Mereka mulai mengambil beberapa diantaranya yaitu Gynura Procumbens, Gynura Divaricata, Gynura Aurantiaca, Gynura Bicolor dan Phaleria Macrocarpa mereka mengambil cukup banyak.


Setelah merasa cukup mereka pun segera melesat kembali ke markas mereka di Ainsworth. Mereka juga akan membawa cukup banyak pil lainnya dan beberapa dari antara mereka juga akan ikut mengunjungi Raja mereka.


Pada keesokan harinya mereka berangkat menggunakan binatang terbang yaitu Leopard bersayap.


Kembali ke atas tebing di ujung gua


"Chislon bawa kami keluar dari sini menuju ke sebuah pinggiran hutan dari sana nanti kita menyusuri hutan dengan terbang menggunakan kekuatan energi qi kita agar tidak menarik para kultivator yang lebih kuat dari kita" berkata Grandmaster Hun kepada Chislon.


Lewiatan telah menceritakan kepada mereka bahwa di benua ini terdapat beberapa kerajaan yang kuat.


Chislon kemudian merubah wujudnya menjadi burung Walet Putih Raksasa. Dan mereka pun melesat naik ke punggung burung raksasa tersebut.


Dengan menghentakkan kedua kakinya burung tersebut melesat terbang ke angkasa.

__ADS_1


Sehari menyusuri hutan akhirnya mereka menemukan sebuah perkampungan kecil dan mereka pun turun di pinggiran hutan tersebut.


__ADS_2