
Sementara itu burung merpati terus meluncur menyusuri ngarai yang di lembah disisi perkebunan anggur milik klan Elkan. Burung itu terus meluncur mengikuti sungai tersebut menuju ke arah hulu sungai, Hawila dan Nimrod yang berada di punggung burung masih tenang dalam perjalanan ini.
Semalam sehari berlalu dengan cepat tetapi mereka belum menemukan tujuan. Burung itu terus meluncur saat sesekali Hawila bertanya kepada burung yang belum memperkenalkan dirinya itu kepada kakak beradik itu, si burung berkicau kecil
kukurrr....gurrrr....
seakan berkata "tenang saja, kalian tidak akan rugi untuk percaya padaku. Sementara itu Nimrod yang berada didepan kakaknya mulai merasa gelisah. Tiga hari telah berlalu dengan cepat. Kegelisahan mulai menggelayuti hati Hawila dan rasa lapar dan lelah mulai dirasakan oleh Nimrod kecil yang baru berumur sepuluh tahun.
Akhirnya Hawila memutuskan untuk mengajak burung itu untuk beristirahat sejenak sambil memulihkan energi mereka. Beberapa saat kemudian mereka melihat air terjun radius 200 mil didepan dan Hawila mengajak burung itu untuk beristirahat disana. Burung itu kemudian mencari tempat untuk mendarat di sebuah batu yang cukup besar yang berada dibawah air terjun tersebut.
Ketika mereka berhenti Hawila mengedarkan Indra spritualnya ke sekeliling radius 500 mil dan tidak menemukan adanya binatang buas yang mengancam mereka, Hawila berpikir mungkin karena kultivasi burung ini yang telah berada di tingkat bumi tahap puncak. Hawila sedikit mendesah dan segera melompat turun dari punggung burung itu.
Hawila menangkap beberapa ikan di sungai untuk mengisi perut mereka berdua. Hawila kemudian membakar ikan-ikan yang telah ditangkapnya dan makan bersama Nimrod.
Setelah kenyang Hawila menimbang untuk menginterogasi sang burung tapi dia berpikir bagaimana caranya supaya sang burung tidak marah mengingat kultivasi burung lima tingkat diatasnya. Hmmm.....Hawila mendesah dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan dan berbalik kepada burung yang masih tenang diatas batu dan berkata " hei burung siapa sebenarnya kamu? Kemana sebenarnya kamu ingin membawa kami?". Si burung hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali dan kemudian menunduk.
Hawila mulai marah dan menggertak giginya dan berpikir "binatang roh ini yang telah berada ditahap bumi puncak harusnya bisa berbicara kenapa dia tidak mau berbicara". Hawila kembali mendesah dan akhirnya berkata:" hmm...baiklah berapa hari lagi kita baru akan sampai?" sambil menunjukan jari tangannya satu...dua...tiga... Si burung masih diam tanpa ekspresi. Hawila melanjutkan empat...lima...enam... barulah si burung menganggukkan kepalanya. Hawila kaget dan langsung berkata ha....? ...
Sementara itu...
sejak tiga hari yang lalu di klan Elkan terjadi kepanikan, kepala keluarga Kush bertanya kepada Seba sebagai anak sulung "Se'er kemana adikmu pergi bersama Nimrod? kenapa hingga tengah malam mereka belum kembali? Kalian bersama ke aula klan sebelum adikmu pergi apakah mereka tidak mengatakan sesuatu?". Mereka berempat menjawab serentak :"kami tidak tahu ayah", Seba melanjutkan menjawab :" ayah saat kami berlatih, menjelang sore mereka telah pergi bersama adik Nimrod, mereka tidak sempat mengatakan sesuatu kepada kami.
__ADS_1
Kepala keluarga Kush berputar-putar di ruang keluarga dengan cemas dan akhirnya berkata mari kita cari mereka di perkebunan anggur. Mereka berenam pun melesat dengan cepat mengitari di area perkebunan anggur dengan mengedarkan energi spritualnya masing-masing tetapi mereka tidak menemukan aura keberadaan Hawila.
Kemudian mereka melesat kembali ke rumah. Sesampainya dirumah kepala keluarga Kush mencoba mengirim pesan melalui token gioknya kepada Hawila tetapi token itu hanya berkedip beberapa kali pertanda pesannya tidak terhubung. Kepala keluarga kemudian berkata kepada mereka :"baiklah sekarang kita istirahat, besok kita hubungi semua anggota klan dan kita memperluas area pencarian.
Mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Didalam kamar Abigail sang istri mendekati sang suami sambil menepukkan tangan kanannya ke bahu sang suami beberapa kali dan berkata pelan :"kita serahkan mereka kepada Yang Agung, mudah-mudahan mereka berdua baik-baik saja".
Walaupun kegelisahan nampak jelas pada raut wajahnya namun ia berusaha untuk tegar dan tabah menghadapi situasi yang ada. Untuk beberapa saat mereka berbaring sambil memandang langit-langit sambil mendesah pelan.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali kepala keluarga telah memberi pesan masing-masing kepada kepala keluarga Misraim, Put dan Kanaan.
Dengan cepat mereka melesat menuju ke keluarga Kush dengan anak-anak mereka masing-masing. Kepala keluarga Kanaan segera berkata :"kakak apa yang terjadi sehingga kakak memanggil kami semua?". Kepala Keluarga segera menjelaskan situasi yang ada.
Mereka belum merasa perlu untuk melibatkan ketua klan dalam hal ini. Kemudian kepala keluarga Kanaan segera berkata :"baiklah mari kita berpencar ke segala arah dalam radius 1000 mil, kalau kita belum menemukannya kita akan terus memperluas pencarian sampai sepuluh ribu Mill dan kita berkumpul kembali disini".
Sementara itu ...
Hawila menggertakkan giginya ketika mengetahui bahwa perjalanan mereka masih dua kali lipat jauhnya ke arah hulu. Hawila menangkap lagi beberapa ikan dan berburu binatang hutan dan memasukannya ke dalam cincin ruangnya untuk bekal dalam perjalanan. Sebelum mereka berangkat tidak lupa Hawila menelan pil restorasi dari dalam cincin ruangnya dan memberikan juga pil restorasi yang jauh lebih rendah untuk Nimrod karena tingkat kultivasinya yang masih jauh di bawah.
Ketika Hawila hendak melesat ke punggung si burung merpati, ia baru teringat bahwa ia belum memberi kabar kepada orang tuanya, ketika Hawila hendak mengirimkan pesan melalui token giok miliknya, token itu hanya berkedip saja dan ia segera mendesah kesal dan berkata :" hais....kesialan apa yang aku alami bersama burung jelek sialan ini". Ketika burung merpati mendengar hal itu ia mendengus kesal, tetapi Hawila segera berkata :"baiklah mari kita berangkat", ia segera menggandeng lengan Nimrod adiknya dan segera melesat ke punggung burung merpati itu.
Tiga hari dengan cepat berlalu, mereka beristirahat sejenak memikirkan Nimrod adiknya tidak akan kuat untuk melanjutkan perjalanan tanpa istirahat. Hawila mengeluarkan binatang buruannya dari cincin ruangnya dan memanggangnya, setelah mereka makan bersama sambil sesekali menegak anggur, mereka berdua memutuskan untuk istirahat beberapa saat lagi.
__ADS_1
Setelah istirahat yang dirasa cukup, mereka segera melanjutkan perjalanannya. Tanpa terasa tiga hari telah berlalu dan didepan mulai terlihat mereka sebuah pegunungan yang memiliki puncak menjulang cukup tinggi ketika Hawila mengedarkan aura spritualnya untuk memindai area radius 500 mil didepannya.
Hawila terkejut merasakan aura yang begitu misterius yang terpancar ke arahnya. Burung merpati itu pun menurunkan kecepatan terbangnya perlahan-lahan hingga akhirnya mereka mendarat didepan sebuah gua.
setibanya didepan gua tersebut burung merpati itu memberi isyarat agar mereka berdua segera turun dari punggungnya.
Lalu Hawila segera turun sambil menggandeng Nimrod adiknya dan menjejakkan kaki dengan sangat perlahan hingga tak bersuara agar tidak mengagetkan penghuni gua tersebut. Burung merpati menoleh kepada Hawila seakan memberitahu agar mereka berbuat seperti yang akan dilakukannya.
setelah itu burung merpati itu menghadap ke mulut gua sambil menekan kedua lututnya hingga menyentuh tanah dan menundukkan kepalanya tiga kali sambil berbunyi
gurr...tekukurrr...gurr..
Hawila segera berlutut dan menoleh sebentar kepada adiknya dan kembali menghadap ke arah mulut gua dan menundukkan kepalanya tiga kali sambil berkata :"Tuanku, kami datang". Beberapa saat kemudian nampak array halus bergetar didepan mereka
weng...
dan tiba-tiba array tersebut terbelah memberi celah mereka untuk masuk, burung merpati itu melesat dengan pelan diikuti oleh mereka berdua. Ketika mereka telah berada di dalam array itu bergetar kembali
weng...
Hawila dan Nimrod menoleh kebelakang dan array itu tertutup kembali. Mulut gua itu sempit saja cukup untuk mereka bertiga masuk semakin kedalam gua itu semakin melebar dan mereka melihat beberapa cahaya merah melayang-layang didepan mereka yang membuat ruangan gua itu menjadi semakin terang.
__ADS_1
Tiba-tiba burung merpati tadi berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan yang kira-kira berumur tiga puluhan tahun, yang membuat Hawila segera melompat menjauh ke sebelah kiri.
Pemuda itu kembali berlutut dan berkata :"Tuanku, aku kembali membawa mereka sesuai amanat Tuan". Melihat pemuda itu berlutut dan berkata seperti itu Hawila dan Nimrod dengan cepat berlutut dan berkata :"Tuan kami datang dan terimalah salam hormat kami".