Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
21. Lewiatan


__ADS_3

Ketiganya tersenyum pahit dan wajah mereka putih pucat.


"Kakek buyut, Hawila, Kayleen, Chislon kalian pergilah menjauh dua puluh ribu mil dari tempat ini, karena ini akan menjadi pertempuran yang sangat merepotkan, aku tidak ingin melihat kalian terluka lagi" kata Nimrod kepada mereka semua.


Walau dengan berat hati mereka pun menjauh dari tempat itu.


Sesaat kemudian Nimrod mengingat 'Dao Kehidupan':


Menjadi seperti Api; membakar dan menghilangkan segala niat jahat, tetapi di jalan kebaikan dia memberi kehangatan


Menjadi seperti Angin: membersihkan dan memberi kehidupan


Menjadi seperti air: menerima segala sesuatu yang terjadi dengan segala kerendahan hati


Menjadi seperti tanah: dimana pun keberadaan kita, kita harus selalu menumbuhkan segala kebajikan


Menjadi seperti Matahari: harus mampu menerangi hati orang lain apapun keadaannya


Menjadi seperti bulan: selalu memberikan kasih dan kesejukan


Menjadi seperti bintang: hal-hal yang diingat oleh orang lain dari diri kita adalah segala perbuatan kebajikan kita


Menjadi seperti udara: tidak terlihat tetapi tanpa keberadaannya tidak akan ada kehidupan


Menekan amarah, menstabilkan diri, mengosongkan semua keberadaan dan menjadi satu dengan alam.


Nimrod duduk bersila, menutup mata dan menenangkan hatinya untuk menjadi satu dengan alam


Nimrod menyadari Kekuatan dari Naga Raksasa ini sangat luar biasa, dia datang tidak untuk membunuh sang Naga Raksasa oleh karenanya sang Naga Raksasa pun tidak bermaksud untuk membunuhnya


Kalau Sang Naga Raksasa memiliki maksud membunuh, mereka telah mati ribuan kali


"Naga Raksasa ini berkepala dua belas dan bermata dua puluh empat darimanapun serangan akan dapat dihindarinya dengan mudah, apalagi tubuh naga ini sangat elastis dan sangat kuat seperti baja akan sangat sulit untuk menaklukannya. Terlebih budidaya mahkluk ini sudah berada di peringkat bintang Mahkluk Keabadian setengah langkah masih memiliki perbedaan langit dan bumi meskipun dengan peringkat bintang Mahkluk Surgawi tahap puncak" gumam Nimrod.


Kalau saja ia tahu bahwa batu besar itu adalah naga berkepala dua belas yang legendaris tentu ia tidak akan berani mengusiknya.


Terlebih lagi budidayanya untuk menciptakan bilah 'Cakra Penghancur' belum melebihi lima puluh yard. Satu-satunya cara untuk menaklukkannya adalah dengan kekuatan energi mental yang bersumber pada Kekuatan Jiwa dan Kekuatan Mata Dewa


Kenyataannya Nimrod tidak pernah bermaksud untuk membunuh mahkluk ini, bahkan berpikir demikian pun ia tidak akan berani.


lima tarikan nafas telah berlalu


Sepuluh tarikan nafas kembali berlalu


Naga Raksasa yang melihat Nimrod duduk bersila dan yang lainnya mundur sejauh mungkin kembali menjatuhkan kepalanya dan memandangi Nimrod dengan santai


Lima belas tarikan nafas lagi berlalu


Aura putih menyilaukan mulai memancar dari tubuh Nimrod, semakin lama aura itu semakin pekat dan semakin menyilaukan.


Kemudian armor sejuta ras kuno Raja singa bermahkota emas yang bertaburan permata muncul di belakang Nimrod.

__ADS_1


Ia bangun dan berdiri di angkasa. Ia merentangkan tangannya dan memanggil Tombak Pusaka Trisula Petir di tangannya dan kembali melesat mendekati Naga Raksasa tersebut


Naga Raksasa itupun mengangkat kepalanya


Roarrrr


Auuuuuum ...


energi mental yang kuat bentrok di udara


Boom ...


Nimrod terdorong mundur lima puluh langkah. Tetapi ia melesat kembali dan menyerang dengan kekuatan Tombak Pusaka Trisula Petir di tangannya dan Cambuk Petir Api mengalir di setiap ujung Tombak Pusaka Trisula Petir sepanjang dua ratus yard


Seres ....


Seres ...


Seres ...


Cambuk Petir Api terus berkilat-kilat sambar menyambar mengincar bagian-bagian tubuh Naga Raksasa tersebut. Tetapi naga Raksasa itu terus bergerak lincah menghindari kilatan-kilatan Cambuk Petir Api itu


Bumi berguncang hebat saat hentakan demi hentakan kaki Naga Raksasa tersebut dan kibasan-kibasan ekor Naga Raksasa tersebu menghancurkan setiap pepohonan yang dilaluinya menjadi berkeping-keping


"Cakra Penghancur"


"Busur Panah Emas"


Nimrod memanggil semua senjata yang dimilikinya dan dari bahu Nimrod muncul sepasang tangan lagi yang masing-masing memegang senjata tersebut


Saat Cakra Penghancur melesat, anak panah emas pun melesat bersamaan dan Cambuk Petir Api terus mendesing


Bilah-bilah Cakra terus menghantam kepala dan tubuh Naga Raksasa tersebut


Boom ...


Boom ..


Naga Raksasa itupun terdorong ke belakang dan menghantam bebatuan yang membuat bebatuan tersebut langsung hancur menjadi debu


Nimrod pun terpental ke belakang dan menghantam pepohonan di belakangnya yang membuat pepohonan tersebut hancur berkeping-keping.


Namun kekuatan jiwa dan kekuatan mentalnya telah menyamai budidaya peringkat bintang Mahkluk Keabadian tahap puncak.


"Hmmm.... sekaranglah saatnya" gumam Nimrod dan Seruling Naga Emas muncul di tangannya, adapun semua senjata pusaka lainnya kembali menyatu dengan tubuhnya


Nimrod duduk bersila dan meniup Seruling Naga Emas tersebut


Seiring dengan alunan dari nada Seruling Naga Emas tersebut perlahan-lahan aura Naga Raksasa tersebut menjadi semakin meredup dan dengan satu kali tatapan dari "Kekuatan Mata Dewa miliknya


Pa ...

__ADS_1


Celepuk ...


Naga Raksasa tersebut menjadi linglung dan kehilangan kesadarannya


Boom ... tubuh Naga Raksasa tersebut ambruk dan ia pingsan.


Lalu Nimrod meletakkan telapak tangannya pada kepala Naga Raksasa tersebut dan meninggalkan tanda telapak tangan berwarna emas pada Naga itu


Dengan tanda itu Naga Raksasa tersebut telah takluk kepada Nimrod dan tidak boleh mengganggu kehidupan manusia lagi


Grandmaster Hun, Hawila, Chislon dan Kayleen segera melesat menghampiri Nimrod. Kemudian Nimrod berkata:


"Semuanya telah selesai, benar-benar merepotkan".


Ketiganya tersenyum senang karena pertarungan telah selesai dan Naga Raksasa tersebut berhasil ditaklukan


wush ...


Tiba-tiba Cheren keluar dari Dunia Batinnya Grandmaster Hun


Kemudian Nimrod menepuk punggung Naga Raksasa tersebut dan Naga Raksasa itupun terbangun dan berubah wujud dan menundukkan kepala memberi hormat kepada Nimrod dan berkata:


"Keberadaan ini bernama Lewiatan sekarang siap menjadi pelayan Tuan muda"


"Baik, ayo kita masuk dulu ke dalam gua" kata Nimrod kepadanya sambil menoleh kepada yang lain dan melangkah menuju ke mulut gua tersebut.


Yang dirasakannya aneh adalah ketika mereka semakin masuk ke dalam suhu udara di dalam gua semakin meningkat, padahal di luar di depan mulut udara udaranya berkabut.


Ketika mereka masuk mereka melihat disana terdapat beberapa tumbuhan-tumbuhan roh yang terlah berumur puluhan ribu tahun berbagai jenis Gynura Procumbens, kelompok ini mengambilnya dan memasukannya ke dalam cincin interspartialnya masing-masing.


Semakin ke dalam suhu udaranya semakin meningkat saja.


Di sudut lorong tersebut Nimrod melihat ada Kam kecil dengan airnya yang berwarna merah pekat dan menimbulkan uap panas.


"Hmmmm... aura ini aku akan memperkuat susunan tulang-tulangku nanti disana" gumamnya perlahan.


Diujung lorong itu mereka melihat balok-balok kristal saling terhubung amat banyak.


"Hmmm...ini harta yang paling berharga untuk membangun kembali kekuatan "Kapal Langit Laut Pelangi" gumamnya.


Mereka berhenti di sana dan mengambil cukup banyak kristal-kristal tersebut dan menimbunnya di dalam cincin interspartialnya masing-masing.


Naga Raksasa tersebut tidak sendirian disana . Ada lima ekor anak Naga Raksasa itu dan semuanya memiliki garis Sejuta Ras Kuno yang legendaris.


Ketika mereka berpaling, tim ini menemukan sebuah ruangan yang sedikit lebih rendah, ketika Nimrod masuk ke dalam ruangan itu dan dia melihat sebuah patung naga di dinding ruangan itu.


Dan dibawah kepala naga itu ada sebuah kotak yang bercahaya dan itu menarik perhatian Nimrod.


Ketika dia masuk dan melangkah


krak ...

__ADS_1


Pintu masuk ruangan tersebut tertutup dan ratusan bahkan ribuan anak panah melesat ke arahnya. Seketika Nimrod Berlin Atan menghindari anak-anak lah tersebut dan


"Perisai Cakra aktif" teriaknya


__ADS_2