Nimrod Sang Penguasa Bumi

Nimrod Sang Penguasa Bumi
20. Cave Of The Crystals


__ADS_3

Setelah beristirahat seminggu penuh Nimrod kemudian membuka matanya, dia heran Cheren ada di sampingnya


"Hmmm ..." ia mendengus kesal


Cheren pun terbangun menyadari Nimrod terbangun lebih dahulu mukanya memerah


"hmmm... ini ... anu..." sahutnya terbata-bata


"Kakek buyut mari kita melanjutkan perjalanan kita" katanya juga kepada mereka semua.


"Kayleen ... berapa waktu yang harus kami butuhkan bila tanpa menggunakan array teleportasi ini untuk sampai di Cave Of The Crystals" Nimrod bertanya kepada Kayleen


"Mungkin beberapa bulan lamanya dengan kemampuan terbang yang dimiliki burung raksasa Walet Putih, Tuan muda jika kita menggunakan array teleportasi maka kita akan bisa menghemat banyak waktu" ungkapnya menyarankan


"Kakek buyut bagaimana" tanya Nimrod berpaling kepada Grandmaster Hun


"Ha.. menurut kakek kita bisa terbang menjelajah itu akan lebih menyenangkan dan perjalanan ini akan lebih memberikan tantangan bagi kita" saran kakek Grandmaster Hun


"Kayleen bagaimana menurutmu" tanya Nimrod kembali


"Tuan muda jika kita tidak menggunakan array teleportasi maka disana kita akan sulit untuk menemukan keberadaan array jika nantinya kita ingin mempersingkat waktu" Kayleen memberikan saran


"Benar juga, kakek buyut kita melalui area saja" ucapnya singkat


"Baiklah, Cheren masuklah kembali ke dalam Dunia Batin" ucap kakek Grandmaster Hun


shiuut ...


Cheren berubah .enjadi seberkas cahaya kemudian masuk ke dalam dunia batin.


Kemudian mereka mendekati array teleportasi itu.


Kayleen memejamkan mata dan berkata:


"Terbuka"


weng ...


krak ...


Sebuah jalur teleportasi muncul dan pintu array terbuka


Setelah mereka semua masuk termasuk burung Walet Putih itu, Kayleen menggerakkan tangannya membuat array pelindung di Lembah Utigart tersebut.


weng ...


wush ...


Keberadaan mereka pun masuk seperti berada di dalam ruang kehampaan. Di dalam ruang teleportasi tersebut energi Surga Bumi Yuan Qi berpluktuasi secara teratur dan sangat stabil


Beberapa saat kemudian

__ADS_1


weng ..


Mereka muncul disebuah air terjun lagi di kedalaman hutan.


Nimrod melihat sekeliling dan bertanya


"Dimana kita Kayleen"


Kayleen yang telah seolah-olah telah menjadi pemandu bagi Nimrod mengedarkan alam spritualnya sambil menutup matanya sebuah peta yang tak terbatas muncul di alam pikirannya setarikan nafas kemudian ia berkata:


"Ini Cascada de Tamul satu daratan dengan Cave Of The Crystals yang menjadi tujuan utama tuan".


Entah kenapa Nimrod mulai tidak nyaman selalu dipanggil 'Tuan' oleh Kayleen karena itu ia berkata:


"Hais ... kita sekarang satu tim dan seperjuangan, entah berapa lama kamu telah hidup lebih. adik kamu memanggil aku Nim'er saja sekarang kita adalah keluarga" ucap Nimrod mendesah


" Ba ... baiklah" ucapnya pelan


Nimrod kemudian melesat ke sebuah batu besar yang berada di sisi air terjun dan mengedarkan energi spritualnya untuk memindai daerah sekitarnya sejauh seratus ribu mil.


Nimrod hanya hanya merasakan aura yang samar-samar jauh di sebelah utara.


"Baiklah kita menuju ke utara"


Mereka melesat naik ke punggung Walet Putih Raksasa dan dengan menghentakkan kakinya burung itu melesat ke angkasa, binatang-binatang roh yang budidayanya bahkan di peringkat bintang Mahkluk Surgawi tahap puncak gemetar ketakutan.


Seminggu kemudian mereka melewati radius sepuluh ribu mil dari air terjun sebelumnya. Nimrod mulai merasakan aura yang sangat kuat sekitar radius lima ribu mil jauhnya.


Setengah hari kemudian terlihatlah oleh mereka sebuah gua dengan kabut pekat seperti diselimuti salju.


Mereka terus mendekat dan melesat ke atas sebuah batu besar yang di di depan mulut gua. Ada kabut tipis yang menyelimuti kabut itu


Roarrrr ...


boom ..


boom ...


bom ...


Tiba-tiba seekor naga raksasa berkepala dua belas dengan panjang seribu yard mengaum memekakkan telinga dan mereka semua terpental ke belakang hingga seribu yard


uhuk ... uhuk ...


uhuk .... uhuk ...


uhuk ... uhuk ...


mereka bertiga mengeluarkan seteguk darah dan dari telinga mereka juga mengeluarkan darah. Keadaan Kayleen masih lebih baik dia hanya terpental.


Burung Walet Putih Raksasa yang masih belum belum melesat ke batu besar tersebut keadaannya lebih baik

__ADS_1


"Kurang ajar ternyata seekor naga raksasa aku kira sebongkah batu" gerutu Nimrod, luka dalamnya segera pulih tetapi tidak demikian dengan Hawila dan Grandmaster Hun.


Nimrod segera melesat ke arah mereka Hawila dan menyalurkan sedikit energi penyembuhan kepadanya.


Kayleen kembali merubah bentuknya menjadi Serigala Api Bertaring dan tetap waspada


Selesai Nimrod menyalurkan energi penyembuhan kepada Hawila, ia menatap tajam naga raksasa tersebut


Roarrrr ...


Naga raksasa itu mencibir ke arah mereka bertiga dengan bola-bola mata yang merah menyala.


Nimrod mengulurkan tangannya ke depan memanggil senjata pusaka Busur Panah Emas dan kemudian menarik tali busur dan sebuah panah yang berkelok-kelok membara seperti bara api muncul


wush ...


Nimrod melepaskan anak panah tersebut dengan kekuatan penuh tetapi penggunaan energi lima puluh persen


Ting ...


anak panah itu hanya mendesing di kepala naga raksasa yang masih terdiam seakan mencibir Nimrod


Melihat itu Hawila mengeluarkan Pedang Petir Penghancur miliknya dan Grandmaster Hun pun mengeluarkan Pedang Pusakanya dan bersama melakukan serangan dan dengan mengayunkan pedangnya memutar memadatkan udara membentuk bilah-bilah pedang yang membara dan menghentakkannya ke arah kepala naga tersebut dan ratusan pilah pedang membara melesat ke arah kepala naga raksasa tersebut


Ting ....Ting ....Ting .... Ting ..... Ting ....


Bilah-bilah pedang yang membara itu hanya mendenting di kepala sang naga


Sang naga dengan cepat menggoyang-goyangkan kepala dan bilah-bilah pedang yang membara tersebut melesat kembali ke segala arah yang membuat mereka bertiga berjumpalitan menghindari bilah-bilah pedang tersebut tanpa sempat mengaktifkan perisai pelindung mereka.


Walet Putih Raksasa dan Kayleen pun berjingkrak-jingkrak menghindari bilah-bilah pedang tersebut


Roarrrr...


Sang naga raksasa kembali mengaum mencibir ke arah mereka semua


"Sialan ..." Nimrod mulai mengumpat..


Naga raksasa tersebut masih terdiam di tempat.


Bisa dibayangkan jika naga raksasa tersebut berjingkrak-jingkrak menertawakan mereka bertiga seluruh area seluas sepuluh ribu mil akan bergetar dan apapun yang dilaluinya akan hancur berkeping-keping


Sekarang ketiganya, dan Serigala Api menyatukan kekuatan untuk melakukan serangan. Nimrod mengeluarkan Tombak Pusaka Trisula dengan kekuatan angin, petir dan api sementara Hawila dan Grandmaster Hun masih menggunakan bilah-bilah pedang membara serta Serigala Api menggunakan kekuatan bola Api untuk menyerang bersama


Boom ...


Debu menyelimuti Naga Raksasa yang masih tidak beranjak dari tempatnya. Ketika Debu menghilang ditelan oleh kabut air terlihat Naga Raksasa tersebut hanya tersenyum menyeringai.


Mereka bertiga tersenyum pahit dan melesat mundur sejauh lima ribu mil


Jarak yang masih sangat dekat dengan Naga Raksasa tersebut, jika Naga Raksasa itu mau hanya dengan kibasan ekornya saja mereka berlima pasti akan terpental ribuan mil jauhnya

__ADS_1


Ketiganya tersenyum pahit dan wajah mereka putih pucat


__ADS_2