
Selama tidur panjangnya sebelum ia keluar kamar ia sempat beberapa hari bermeditasi ia memahami sedikit tentang bagaimana menyatukan energi yang dimilikinya untuk menyatu dengan bilah Cakra Penghancur itu
Untuk kekuatannya yang sekarang Seruling Emas berkepala naga itu sebenarnya masih lebih baik
Hanya saja saat itu ia ia sedikit panik karena Raja Iblis langsung menggunakan jurus pamungkasnya
Seruling Emas itu menghancurkan niat dan langsung menyerang energi jiwa lawan yang dihadapi
Sebelum Nimrod pergi ke gedung Paviliun, Hawila menghampiri Nimrod dengan sedikit canggung berkata:
"Adik boleh kakak meminta beberapa buah pil buatan adik, sepertinya itu akan ..."
"Baiklah untuk kakakku yang selalu menjagaku dan begitu sayang sama aku"
Sambil menjentikkan jarinya 30 buah pil Tingkat Sembilan melayang di depan Hawila, Hawila segera mengambilnya dan langsung menelan sebutir dan menyimpan yang lainnya.
Setelah memberikan pil tersebut Nimrod segera menuju Paviliun Alkemis dan membuat pil restorasi untuk ketiga aliansi.
Seketika ia merasakan energi yang melonjak di dalam dantiannya dan ia segera masuk ke dalam kamarnya dan duduk bersila untuk menyerap energi pil tersebut.
Aura dari Selendang Emas itu menyelimuti seluruh tubuhnya dan ia merasakan kekuatan jiwanya meningkat dan kekuatan mentalnya juga semakin kuat.
Ketika ia menelan dua butir pil lagi, aura emas tadi berganti menjadi aura putih bersinar dari dalam tubuhnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya dan aura pedang putih seputih kilat bersinar dari tubuhnya dan keluar melayang dan menukik hingga ujung pedang itu menyentuh lantai dan berubah menjadi seorang Dewi berjubah putih berkilauan memberi hormat padanya setelah itu ia menggerakkan tangannya sedemikian rupa sangat cepat membentuk array pelindung dan kembali masuk ke dalam tubuh Hawila
Di dahi Hawila muncul cahaya putih yang kemudian meninggalkan simbol "Pedang Petir Penghancur"
Hawila masih duduk bermeditasi di kamarnya selama seminggu. Di dalam pikirannya muncul pengetahuan ilmu Pedang Petir Penghancur dari tingkat satu hingga tingkat sembilan. Juga pengetahuan tentang penggunaan Selendang Emas
Setelah seminggu berlalu perlahan aura itu meredup dan masuk ke dalam tubuhnya, tetapi tubuhnya sekarang berubah menjadi seputih giok bagaikan Dewi.
Ketika ia membuka mata dan bangun berdiri
weng ~~~
array pelindung itu bergetar dan menghilang. Hawila segera keluar rumah dan melesat ke arah bukit yang ada di ujung perkebunan anggur klan dan di sana ia terus berlatih ilmu pedang yang muncul dipikirannya sewaktu ia bermeditasi. Ia juga berlatih menggunakan Selendang Emas.
Seminggu kemudian
Ketika ia memutar-mutar selendang itu beberapa kali mengelilingi tubuhnya terasa energi surga Bumi Yuan Qi di sekitarnya memadat dan ketika ia mengarahkannya ke depan dan menghentakkannya seolah membidik suatu sasaran dan
__ADS_1
Duar ...
ledakan sangat hebat memekkan telinga hingga area klan berguncang dan bukit yang menjadi sasarannya hancur berkeping-keping dan meninggalkan lubang seluas dua ratus yard
"Hmmm.... sungguh kekuatan yang luar biasa. sekarang kalau Raja Iblis bertarung denganku mungkin dia juga akan hancur berkeping-keping ha...ha...ha..." Hawila sedikit tertawa karena gembiranya karena telah berhasil menguasai kedua senjata Pusaka Peringkat Bintang Mahkluk Keabadian tahap puncak tersebut.
Seluruh klan gemetar dengan ledakan itu, semua orang berhamburan keluar dan melesat di ketinggian tertentu melihat ke arah ledakan itu dan mereka melihat seorang Dewi dengan armor Naga Putih seputih salju menyelimuti tubuhnya melayang di udara
Ketika ia berpaling ke arah klan semua orang gemetar ketakutan melihatnya karena Hawila belum menghilangkan armor kekuatannya itu
Ketika Hawila melihat mereka gemetar ketakutan, ia segera menyadari dan berkata:
"Ah ... maafkan aku kakek buyut, kakek, ayah aku terlalu bersemangat dengan kemajuanku dalam menguasai senjata Pusaka ini" Hawila berkata sambil menghilangkan aura kekuatannya dan melesat mendekati mereka
Mereka hanya tersenyum kecut melihatnya
Nimrod segera menghampiri kakaknya dan berkata:
"Kakak kaulah ini? aku tidak salah melihat? hmmmm ... apakah ini karena ..."
"Iya Nim'er ini kakak, iya ini karena pil buatannya adik, kakak bisa menguasai kedua senjata Pusaka itu" kata Hawila memotong pertanyaan Nimrod
"Iya ..." ungkapnya malu-malu
" Bagus, kakak sekarang berhasil menguasai ke dua senjata Pusaka tersebut kalau begitu aku juga akan mencoba pil itu". kita Nimrod sanjutnya.
Hawila tersenyum senang mendengarnya
Hawila dan Nimrod kembali ke Paviliun
Dalam waktu dua Minggu itu Nimrod telah berhasil membuat berapa ribu pil restorasi tingkat sembilan dengan keefektifan seratus persen.
Seminggu kemudian ia kembali pulang. Ia memutuskan untuk membuat beberapa senjata tingkat surgawi untuk klan
Jadi ia menemui Grandmaster Hun dan berkata:
"Kakek Buyut, aku bermaksud untuk membuat persenjataan untuk aliansi seberapa banyak sumber daya yang kakek buyut miliki, aku membutuhkan beberapa jenis batu permata dan emas dalam jumlah yang cukup besar"
"Ha...ha...ha... kenapa harus membuat yang baru, begini saja kita minta semua aliansi klan membawa senjata mereka dan kita tinggal memurnikannya dan memperkuat auranya dengan aura dari senjata Pusaka Peringkat Mahkluk Keabadian milikmu, bagaimana?" tanya Grandmaster Hun kepadanya
__ADS_1
"Apa itu mungkin kakek" tanya Nimrod
"Kita coba saja" kata Grandmaster Hun kepadanya.
"Ah...baiklah kalau itu saran kakek buyut, kakek buyut yang minta kepada kedua klan yang lain" kata Nimrod.
"Baiklah" kata Grandmaster Hun kepada Nimrod.
Dalam seminggu semua persenjataan yang akan dimurnikan telah ada di klan Elkan, tepatnya di bengkel klan
Nimrod berencana memurnikan senjata ketiga Patriarkr terlebih dahulu
Ia kemudian membuat formasi pembentukan pedang sepanjang tiga ratus sentimeter
Kemudian Nimrod menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengendalikan panas dari Api Surgawinya, kemudian ia melebur emas, batu permata nilam, permata yaspis sejernih kristal dan sedikit mutiara sebesar ibu jari kaki.
Nimrod membutuhkan waktu empat jam untuk melakukan peleburan ini karena bahan-bahan sangat keras
setelah menyelesaikan proses peleburan, kemudian Nimrod secara perlahan-lahan menuangkan semua bahan-bahan tersebut ke dalam formasi cetakannya hingga menyatu secara sempurna
penyatuan semua bahan itu membutuhkan waktu yang lebih lama lagi agar penyatuannya bisa secara merata. Terlebih Nimrod menyalurkan aura energi dari senjata Pusaka yang diterimanya ke dalam pedang itu
ketika semuanya telah selesai, Nimrod kemudian mengeluarkan pedang yang ditempanya itu dari formasi cetakannya dan ketika melihatnya
"Hmmm... warna yang sangat indah" pedang yang berwarna keemasan disertai Kilauan mutiaranya itu. Ketika Nimrod mencobanya di luar bengkel, ia menggunakan jurus "Pedang Penghancur" Raja Iblis bilah tipis berwarna warni keluar dari ujung pedang tersebut dan
Duar ..
bukit batu yang menjadi sasarannya hancur berkeping-keping
"Ah...aura pedang yang sangat kuat" gumamnya
Nimrod kembali ke dalam bengkel dan menyimpan pedang itu.
kemudian ia melanjutkan ke pedang selanjutnya
Pedang kedua ...
Pedang ketiga ...
__ADS_1