
Tim itu terus melesat mengikuti anjing kecil, mereka hanya beristirahat sekali dalam perjalanannya karena tingkat kultivasi mereka memungkinkan mereka untuk itu.
Mereka juga memiliki sumberdaya yang cukup untuk membuat tubuh mereka tetap memiliki kemampuan memampukan mereka untuk terbang berhari-hari lamanya
Tujuh hari kemudian mereka mulai mendekati area gua dan gunung yang tampak menjulang diatas mereka.
Ketiga Patriark sesekali memindai sekitar wilayah tersebut bahkan dalam area seribu mil.
Ketika mereka memasuki area seribu mil, mereka mulai merasakan aura pekat murni yang mulai memberikan tekanan kepada mereka.
Tetapi aura yang mereka rasakan, bukanlah aura yang memberi mereka ancaman tetapi aura kehangatan.
Semakin mereka mendekat aura yang mereka rasakan semakin besar. Sekarang mereka mulai melihat sebuah gua.
Dan aura kuat keluar dari gua tersebut. "Hati-hati dan tingkatkan kewaspadaan" ucap patriakr Elkan dan
gong ... gong ...
anjing itu merasakan aura yang sangat pekat dan dan menurunkan kecepatannya diikuti oleh seluruh tim yang ada dibelakangnya.
Mereka tiba di depan mulut gua. Semua tim turun dari tunggangan masing-masing dan tetap waspada
Beberapa tarikan nafas berlalu
"Selamat datang, masuklah"
Sebuah portal ruang dimensi muncul di depan mereka dengan
krak ...
sebuah celah vertikal memanjang mulai terbuka. Mereka saling berpandangan.
Satu tarikan nafas berlalu
"Ayo kita masuk" ucap Patriakr Elkan dan melangkah mendekati pintu portal diikuti oleh Patriakr Asyer, Gavra dan selanjutnya seluruh tim.
Bintang tunggangan berubah wujud menjadi manusia. Dan mengikuti mereka masuk ke dalam portal. Dengan
weng ~~
portal itu menutup dan menghilang.
Mereka semua muncul di ruangan, dimana Grandmaster Hun bersama kakak beradik itu telah menunggu.
"Ayah....." ketiga Patriark berseru bersamaan kemudian berkata:
"Salam hormat Grandmaster" ucap mereka bertiga diikuti oleh seluruh tim.
__ADS_1
"Ayah ..." ucap Nimrod sambil berlari ke arah kepala keluarga Kush dan diikuti oleh Hawila.
"Anakku ..." tangis mereka pecah sambil berpelukan
Grandmaster Hun masih duduk bersila sambil tersenyum tipis ke arah mereka. dan kemudian berkata:
"Duduklah kalian semua, anak-anakku dan cucu-cucuku" ucap Grandmaster Hun.
"Maafkan ayah telah menjemput Hawila dan Nimrod tanpa memberitahu kalian semua dan lihat mereka berdua telah mencapai tingkat bintang alam bumi puncak dalam hampir setahun lebih"
Kepala keluarga Kush tersenyum penuh kegembiraan mendengar hal itu dan memandang sekilas ke arah Nimrod anaknya.
Grandmaster Hun kemudian berkata:
" Mulai sekarang kalian semua harus berlatih keras untuk meningkatkan kekuatan karena ada tantangan besar yang akan kita hadapi dalam puluhan tahun ke depan.
Aku mendapatkan pesan dari Dewa Gabriela, bahwa kekuatan Iblis mengalami kehancuran yang sama ketika Dewa Yang Maha Agung melaksanakan Penghancuran yang menyapu seluruh benua tiga ratus tahun yang lalu.
Mereka sedang membangun kekuatan sekarang dan ada pergerakan jauh di benua Utara.
Aku tidak tahu apakah Penghancuran tiga ratus tahun silam telah benar-benar menyapu seluruh bumi ataukah masih ada kelompok-kelompok manusia raksasa yang bertahan hidup di benua ini.
Oleh karena itu kalian semua akan berkultivasi di tempat ini sampai kalian semua mencapai tingkat alam makhluk surgawi karena ..."
Grandmaster Hun menghela nafas panjang memikirkan bahwa Raja Iblis dan para pengikut adalah makhluk-mahkluk surgawi yang memiliki kekuatan besar dan tentunya menguasai kekuatan ruang antar dimensi dan kemudian melanjutkan
"setelahnya kalian aku berikan misi untuk menjelajahi reruntuhan-reruntuhan akibat Penghancuran tersebut untuk mencari kekuatan dan mungkin persenjataan yang mungkin tertinggal dari zaman kerajaan-kerajaan sebelum Penghancuran.
Mungkin juga kalian nantinya akan bertemu dengan makhluk-makhluk legendaris zaman kuno.
Sebelum Penghancuran kerajaan-kerajaan itu dipenuhi dengan kekuatan manusia-manusia raksasa yang memiliki garis keturunan dewa 'Sejuta Ras Kuno'.
Mereka memiliki perpaduan garis keturunan dewa dan garis ras keturunan kuno. Mereka muncul sebagai pahlawan-pahlawan gagah perkasa zaman dulu yang telah menjelajahi langit dan lautan.
Ketika aku diberi mandat untuk meneruskan kehidupan agar generasi kita tidak punah aku diberi salah satu 'Kekuatan Jiwa Pengendali'
Dan tentunya kekuatan itu mengalir di dalam tubuh kalian, seiring dengan latihan dan pertempuran kalian akan dapat terus meningkatkan kekuatan itu.
Juga 'Kekuatan Dua Belas Mata Dewa', mudah-mudahan diantara kalian ada yang memilikinya.
kekuatan ini akan muncul kalau kalian telah berada pada tingkatan bintang mahkluk surgawi dan kekuatan ini akan bisa muncul pada tahap bintang alam bumi tahap puncak bila menghadapi pertempuran hidup mati.
Sepengetahuanku ada satu Kekuatan Mata Dewa yang memiliki kemampuan untuk menyalin semua jurus dan kemampuan yang dimiliki oleh lawan.
Satu dari dua belas Kekuatan Mata Dewa yang paling menakutkan adalah Kekuatan Mata Dewa untuk menyerap setiap serangan dan menghisap aura yang dimiliki lawan. Kekuatan Penghisap itu sangatlah menakutkan.
Hanya mereka yang memiliki Perisai Surgawi dan senjata 'Cakra Penghancur' yang dapat berhadapan dengannya. Beberapa Kekuatan Mata Dewa itu antara lain:Kekuatan Mata Dewa Pengendali Jiwa, Kekuatan Mata Dewa Penghisap, Kekuatan Mata Dewa Penghancur, Kekuatan Mata Dewa Penjelajah & Pendeteksi, Kekuatan Mata Dewa Ruang Dimensi, Kekuatan Mata Dewa Array dan penyegelan, Kekuatan Mata Dewa Alkemis,
__ADS_1
Kekuatan Mata Dewa Penguasa Petir & Api,
Kekuatan Mata Dewa Penguasa Es dan Kekuatan Mata Dewa Pelumpuh
Patriarkr Asyer kemudian bertanya : "apakah ayah memiliki Kedua Belas Kekuatan Mata Dewa itu?"
"Dasar bodoh ....! Dewa sekalipun tidak akan memiliki semuanya" ucap Grandmaster Hun mengumpat.
"Hais ... ayah masih saja seperti dulu" ucap Patriarkr Asyer
"Kau ... kau juga masih seperti dulu bodohnya... hah sudahlah" ucap Grandmaster Hun mengakhiri perdebatan itu diikuti oleh tawa riuh seluruh tim yang ada.
"Aku hanya memiliki beberapa diantaranya tetapi ...."
Grandmaster Hun tidak melanjutkan perkataannya itu.
Dia memelototi kembali anaknya yang masih dianggapnya bodoh itu.
Sebenarnya dialah yang paling jenius, hanya saja, kadang-kadang anaknya ini sering bertindak sembrono dan terburu-buru dalam bertindak tanpa mempertimbangkan dengan baik serta kurang bijaksana.
Dan yang paling membuatnya sering kesal dengan anaknya ini adalah rasa pingin tahunya terlalu besar yang membuat resiko kematian juga menjadi besar.
Tetapi di lain sisi, ia bangga memiliki anak yang satu ini karena lebih cepat tanggap dari dua saudaranya yang lain.
Patriarkr Asyer yang dipeloloti seperti itu oleh ayahnya hanya bisa mendesah
"Ayah...."
"Baiklah ... sekarang kalian istirahatlah dulu, besok mulailah dengan kultivasi kalian"
"Tobey... antar mereka ke tempat yang telah kita sediakan untuk mereka beristirahat".
Burung merpati yang telah menjemput Hawila dan Nimrod itulah Tobey namanya.
Dia tiba-tiba muncul didepan mereka dan berkata:
"Baik guru" dan berbalik serta berkata kepada mereka:
"Ikutlah aku".
Grandmaster Hun langsung menghilang dari hadapan mereka.
Krak ...
portal muncul diikuti sebuah celah vertikal dan Tobey masuk diikuti oleh mereka semua.
Mereka muncul di bagian lain dari gua tersebut. Di ruangan besar itu di sisi kanan dan kirinya terdapat tempat-tempat tidur yang terbuat dari batu dan agak menonjol ke dalam.
__ADS_1
Hanya dalam setarikan nafas, di tengah-tengah ruangan itu muncul meja berisi buah-buahan segar, anggur, dan daging panggang.
Kemudian Tobey berkata: "Silahkan makan" kemudian dia menghilang lagi