Nona Muda Mafia

Nona Muda Mafia
CHAPTER 10


__ADS_3

"tuan, nona muda sudah ada disini" ujar Jack


"Biarkan dia masuk, lain kali jika dia disini biarkan dia berbuat sesukanya selagi tidak berhubungan dengan lelaki disini" ujar Adrian


"Baik tuan" jawab Jack


"Silahkan nona"


"Terima kasih jack" ujar Icha


"Sama² nona"


"Ef apa ini tuan putri yang sudah kau tunggu selama 15 tahun?" Tanya Mark salah satu sahabat Adrian


"Ya dia lah orang nya, kemarilah El, kenapa kau diam disitu" ujar Adrian


Icha pun tersenyum dan duduk di samping Adrian, "Ef kenapa Aku disuruh kemari?" Tanya Icha,


"Aku ingin memperkenalkan mu dengan keempat sahabat ku, ini Jordan,"jawab Adrian


"Jordan" ucap Jordan sambil menjabat tangan


"Icha" jawab Icha sambil menerima jabatan tangan dari Jordan



Jordan dendilion putra tunggal dari tuan Joe, salah satu pengusaha muda dari Taiwan


"Ini alano" ujar Adrian


"Alano" ucap alano memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Icha


"Icha"jawab Icha sambil tersenyum



Alano constanzo, pengusaha muda di Itali dan seorang anak dari tuan max

__ADS_1


"Ini Gavin"


"I can't speak Indonesian, but I know the meaning, my name is Gavin Fabrizio"


(Aku tidak bisa berbahasa Indonesia, tapi aku tau artinya, nama ku Gavin Fabrizio) ujarnya


Icha pun memperkenalkan diri sama seperti sebelum nya



Gavin Fabrizio pengusaha muda di Thailand, anak dari tuan Fazio


"Dan ini Gio"


Gio dan Icha pun melakukan hal yang sama seperti sebelumnya



Giordano Herbet seorang pengusaha muda di Rusia, anak dari tuan grand


"Wahhh senang bertemu dengan kalian,," ujar Icha sambil tersenyum


"Ya sudah, cukup perkenalan nya, sekarang kita makan siang saja nih dah ada makanan nya yang ku pesan" ujar Adrian seraya mengambil makanan untuk Icha,,


"Ef, besok Ai bakal berkunjung ke sini apakah boleh? Hanya 2 hari saja, karna ai akan pergi ke London untuk kuliah" pinta Icha sambil mengunyah makanan yang disiapkan kemulutnya,


"Tentu saja boleh, aku tidak melarang saudara kembar mu itu untuk kemari" jawab Adrian seraya tersenyum manis


"Hei Ef siapa itu Ai?" Tanya Gio


"Ai adalah saudara kembar Icha, apa kau lupa dengan William Aulia Fasha Elbert," jawab Adrian sambil bergeleng karna ternyata teman²nya itu tidak tau siapa yang dimaksud Icha,


"William, sudah lama aku tidak bertemu dengan nya" sambung Gio


"Bagaimana kau bisa bertemu dengan nya, kau bahkan jarang bertemu dengan kami karna terlalu sibuk" ujar alano


"Namanya saja sibuk, aku ingin yang terbaik untuk perusahaan ku" jawab nya

__ADS_1


"Oh iya Icha ini juga seorang mafia sama seperti Fanjar, Zayn, Rey, dan William,, bahkan kini Icha jadi seorang pemimpin di the blood eagle(elang darah)" ujar Adrian


"Whattt,,,," jawab mereka serempak


Icha hanya menggeleng dan tersenyum


"Ya, aku seorang mafia dan pemimpin the blood Eagle yang baru, karna kematian dari saudari kembarku Safira" ujar Icha


"You seem quite reliable, I saw your gaze that is not afraid of anyone, even you are against a Kiki whose father is the number 9 businessman in the world,"(kau cukup handal, aku melihatmu yang tidak takut pada siapa pun, bahkan kau melawan seorang Kiki yang ayahnya adalah pengusaha nomer 9 didunia)" ujar Gavin


"Men who don't respect women deserve to be punished."(Lelaki yang tidak bisa menghargai perempuan pantas untuk dihukum) jawab Icha


"As a result, his father's company went out of business because it was followed up firmly by Adrian."(hasil perusahaan tidak gulung tikar karna ditindak lanjuti dengan tegas oleh Adrian) sambungnya


Icha pun hanya menatap tajam ke arah Adrian yang tersenyum padanya,,


"Kenapa kau menatapku dengan tatapan tajam mu itu?" Tanya Adrian


"Kenapa kau melakukan itu Ef" tanya Icha


"Aku hanya tidak suka caranya memperlakukan mu dan menyebut mu sebagai lajang" jawab Adrian jujur


"Lain kali jangan begitu Ef, aku bisa menjaga diriku dan harga diriku sendiri"ujar Icha


"Baiklah" jawab Adrian


Setelah beberapa menit mereka makan bersama kini Icha pun tertidur di kamar pribadi Adrian di perusahaan Adrian,


"Ef, sepertinya kau harus menjaga Icha lebih ketat lagi, pasal nya musuh dari the blood eagle sudah memasuki kota"ujar gio


"Aku tahu gio, tapi aku juga yakin pada kemampuan Icha yang lihai bermain senjatanya, bahkan dia bisa terlihat tenang walau dalam bahaya" ujar Adrian


"Ya aku juga lihat gelagat nya yang tidak takut pada siapapun, dia dididik dengan bagus oleh Fanjar" sambung Jordan


"Dia berprinsip untuk tidak takut ataupun tunduk pada siapapun, karna itulah kunci menang dari lawan" ujar Adrian


Tak terasa hari sudah sore, kini tinggal Icha dan Adrian di dalam mobil untuk menuju pulang ke asrama nya,,

__ADS_1


"Mandilah El, aku akan siapkan air hangat nya, dan setelah itu makan malam" pinta Adrian


Icha pun mengangguk dan berlenggang pergi ke kamar mandi,,


__ADS_2