
Sesampainya di rumah Icha langsung menuju kamar nya untuk membersihkan dirinya yang penuh dengan bercak darah,, sebelum menembak mereka Icha sempat membunuh mereka dengan belati kesayangan nya,,
Setelah selesai mandi Icha pun turun ke bawah untuk menemui kakak² nya,,,
"Aiiiiiii,,,," teriak Icha sambil berlari kecil menuruni tangga,,
"Baby jangan lari² nanti jatuhh,, berapa kali ai bilang jangan lari saat turun tangga kenapa tidak dengar" gerutu William sambil mengacak-acak rambut Icha
"Hehe maaf ai,, ai tau gak tadi aku membunuh orang banyakkk sekali" ujar Icha sambil tersenyum manis
"Astaga kenapa adik ku ini berbeda dari adik² pada umum nya,, adik ku malah suka membunuh dari pada berbelanja" ujar William
"Hehe,, ai tadi juga kak Adrian menelpon ku" ujar Icha
"Widihhh ditelpon sama gebetan nihh" cibir William,,
"Kak Adrian ngajak aku ke Thailand untuk kuliah disana kak" ucap Icha sambil melihat William
"Itu tergantung kamu dek, kamu mau apa nggak" ujar William sambil tersenyum
"Nanti deh aku bilang ke Abang" jawab Icha,,
Makan malam
"Bang,,," panggil Icha pada Fanjar
"Hemmm, makan dulu Cha baru bicara" jawab Fanjar tanpa melihat ke arah Icha
Icha yang diabaikan pun mengerucut kan bibir nya yang imut itu membuat Zayn tersenyum gemas
"Ada apa dek?" Ujar Zayn
"Icha di ajak ke Thailand untuk kuliah disana kak" jawab Icha
"Siapa yang ngajak dek?" Tanya Zayn
"Kak Adrian" jawab Icha
Zayn, Rey dan Fanjar pun tersedak mendengar penuturan Icha, William hanya tersenyum melihat saudaranya itu,,,
"Kamu mau dek?" Tanya Rey
"Hmm kayaknya nggk deh kak, Icha kan masih punya kak Satria disini kak" ujar Icha
"Ya udh itu terserah kamu dek" ujar Fanjar sambil tersenyum,,
__ADS_1
"Okee bang" jawab Icha
Keesokan harinya
Icha bangun pagi untuk pergi ke kampus nya, kali ini Icha tidak ingin dikawal oleh asisten nya,,
"Target sudah tepat sasaran" ujar salah satu lelaki
Dannn
,,,,,,,,,
Icha membuka matanya melihat sekeliling nya,,
"Hey sudah bangun yaa,,"ujar salah satu lelaki bertubuh besar,,
"Siapa kalian" ujar Icha yang terlihat tenang,, karna Icha memiliki GPS kecil dibawah rambut nya,,
Tanpa aba² mereka pun mengeroyok Icha membuat Icha babak belur akibat mereka,,
"Kalian akan membayar semua ini" kata Icha yang setelah itu pingsan
Disisi lain
"Aku gak mau tau, kalian cari baby El ku sampai ketemu" bentak Fanjar pada seluruh pengawal nya,,
Tanpa terasa sudah 1 Minggu Icha disekap tanpa dikasih makan atau apapun,, namun Icha masih terlihat tenang tanpa rasa takut sama sekali,,
Dari luar terdengar suara bom membuat seisi ruangan kaget kecuali Icha, karna Icha tau kalau itu adalah anak buah nya,
Mereka semua keluar dari dalam gedung itu meninggal Icha sendiri,, lalu datang lah 2 orang bodyguard Icha yang membawa Icha pergi,, selebihnya menyerang orang² itu yang ternyata anak buah dari musuh Icha yang kemarin anak buahnya dibantai habis²an oleh Icha,,
Sesampainya di rumah
"Baby Bagun dekk,,,,"
"Dek,, kamu kuat dekk, ayo buka matamu dekk"
"El bangun, Ai gak bisa tanpa kamu"
"El,,, bangunn,,, Al gak mau kamu gini dekk"
Begitulah kira² ucapan mereka semua berharap agar Icha membuka matanya kembali karna Icha pingsan dan kini dirawat di salah satu rumah sakit di kota B..
2 jam kemudian
__ADS_1
Icha perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling nya banyak perawat dan kelima saudaranya yang tengah menunggunya agar bangun,,
Setelah melihat Icha bangun Fanjar pun meminta para perawat untuk memeriksa keadaan Icha,
"Alhamdulillah nona muda sudah tidak dalam bahaya lagi, kami akan mengambilkan nona makanan pasien agar nona bisa mengisi perut nya yang kosong ini tuan" ujar salah satu perawat yang ada disitu yang dijawab dengan anggukan oleh Fanjar,,,
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan Icha pun tiba dan William pun langsung menyuapi Icha karna Fanjar tengah mengurus biaya administrasi rumah sakit,,
"Ada yang sakit dek?" Tanya William
"Gaada kak" jawab Icha singkat,,
"Ya udah sekarang tidur dulu yaa" ujar William sambil membaringkan Icha ke tempat tidur
"Ai, abg dimana?" Tanya Icha
"Abg Lagi ada urusan sebentar" jawab William
Setelah itu Icha pun tertidur dalam hitungan menit,,, William pun hanya memandang wajah Icha yang penuh dengan luka lebam karna pukulan, banyak luka ditubuh Icha membuat William meneteskan air mata nya,,
"Aku akan jaga kamu kemanapun kamu pergi, gak akan ku biarkan kau terluka walaupun setitik saja" gumam William sambil mengelus rambut hitam Icha,,
Disisi lain
"Siapa yang menyuruh kalian?" Ujar Jimy dengan tatapan membunuh nya,
"Mau kau bunuh aku sekalipun gak akan ku beritahu siapa tuan ku" jawab lelaki itu,,
Jimy yang geram Pun memperlihatkan Vidio dimana keluarga lelaki itu sedang disiksa,,
"Apa kau tidak sayang lagi pada keluarga kecil mu ini?" Tanya Jimy
"Baiklah baiklah,, lepaskan mereka aku akan memberitahu kalian" jawab lelaki itu
"Siapa?"tanya Jimy
"Tuan Frengki yang tak lain adalah paman anda" jawab lelaki itu
Tanpa membalas perkataan orang itu. Langsung menembak orang itu,,,
-
-
-
__ADS_1
ditunggu ya guys episode selanjutnya, bakal lebih seru nihh,