
sesampainya di kantor Adrian Icha pun langsung masuk ke ruangan pribadi Adrian untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian yang formal,,
"apa aku harus mengikat rambutku? atau ku gerai saja? emmmm aku jepit saja biar tidak mengganggu mataku,," gumam Icha
"EF,,,"
"hei, kau sudah sampai, duduklah El," ujar Adrian
"baiklah,,, EF apa kau banyak kerjaan?" tanya Icha
"tidak, kenapa?"
"aku ingin beli cemilan apa kau bisa menemaniku?"
"baiklah,,"
mereka pun turun kebawah untuk membeli cemilan di kantin kantor,,
dilain sisi,,,,,,
"kita dikepung,," ujar Anton
"tetap tenang, ingat siasat, dan jangan lupa dengar aba² dariku," jawab fathar dengan santainya, ya fathar memang sama tenang nya seperti Icha saat bertemu dengan bahaya.
"woy, keluar kalian,,," teriak salah satu musuh mereka
"nantangin ni anak" batin fathar
fathar pun keluar dari mobil bersama keempat rekan nya untuk melawan mereka, terjadilah peperangan disana,,
setelah beberapa saat akhirnya fathar dkk pun mulai kewalahan mengatasi lawan nya yang tak seimbang itu, Fathar pun menghubungi Icha untuk meminta bantuan
"EF, fathar nelvon nih,,"
"angkat lah, mungkin penting" ujar Adrian
"Nona, kami dikepung oleh anak buah Frenky, mereka berjumlah lebih dari 50 orang nona,,"
__ADS_1
"****,,,," umpat Icha
Adrian yang mendengar Icha mengumpat pun menghentikan pekerjaannya
"Ada apa El?" Tanya nya
"Anak buah ku dikepung oleh mereka EF, aku harus kesana" ujar Icha yang kemudian bangkit dari duduk nya
"Tunggu,,"
"Kau tidak mungkin kesana tanpa senjata, kau tidak boleh pergi dengan tangan kosong El"
"EF, aku tidak membutuhkan senjata hanya untuk melawan mereka, melawan mereka bukan dengan senjata namun dengan akal dan otak,, percaya lah aku akan baik² saja" tutur Icha dengan lembut yang kemudian dibalas anggukan oleh Adrian
"Pergilah, tapi jika terjadi sesuatu hubungi lah aku segera" pinta Adrian
Icha pun tersenyum dan berlenggang pergi meninggalkan Adrian
"Segui la tua signorina, non farglielo sapere, devi solo tenerla d'occhio se ha bisogno di aiuto, poi aiutala, e ricorda di non farle del male," ("ikuti nona mudamu, jangan sampai dia tau kalian, cukup mengawasi dia jika dia butuh bantuan maka bantu lah, dan jangan sampai dia terluka,") ujar Adrian pada orang sebrang telvon nya
Sesampainya di lokasi kejadian
"Bacott,,," teriak salah satu dari mereka
Mereka pun mulai menyerang Icha namun serangan mereka dapat Icha taklukkan dengan mudah,,
Icha hanya menghindar dari serangan mereka hingga membuat mereka kelelahan dan mulai melemah, melihat lawan nya melemah Icha pun mulai menyerang mereka dengan menggunakan senjata milik mereka,,
Hanya butuh 30 menit Icha sudah membunuh habis lawan nya itu,,
"Fathar,, jumlah kan berapa nyawa yang sudah kubunuh hari ini, lalu kirim kan ke email ku" ujar Icha
" Baik nona" jawab fathar
"Signore, la signorina li ha uccisi, non c'è più niente, è abbastanza affidabile, signore." (Tuan, nona muda sudah membunuh mereka tak tersisa, beliau cukup handal tuan ,, " ujar pengawal Adrian
"Ottimo, sono orgoglioso di lui". (Bagus ,, aku bangga padanya) jawab Adrian
__ADS_1
Sementara itu
"Huh mengesalkan sekali, bajuku yang cantik ini harus kotor dengan darah mereka yang menjijikkan ini" gerutu Icha didalam mobilnya
"El, apa kau sudah selesai? Kembalilah" ujar Adrian dari sebalik telvon
"Ya aku sudah selesai dan kau mengetahui itu, karna kau mengirim pengawal pribadi padaku" jawab Icha
"Kau hebat sekali bisa mengetahui itu"
"Tentu saja,, aku tau kapan ada orang mengikuti ku dan kapan aku dalam bahaya"
Dilain sisi
"Tuan anak buah kita sudah tewas akibat melawan the blood eagle" ujar salah satu ajudan Frenky
"Shitt,,,, kalian tidak becus mengurus 1 wanita" umpat nyaa
"Maaf tuan,,"
sesampainya di kantor Adrian, Icha pun langsung masuk ke ruang kerja Adrian sambil terus bergumam, para karyawan yang melihat Icha datang dengan baju yang penuh dengan darah pun langsung keringat dingin,,
"huh,, mengesalkan sekali, bajuku baru saja kupakai Beberapa jam sudah harus kotor dengan darah² pecundang itu" gerutu Icha sambil berjalan menghampiri Adrian
Icha langsung duduk dipangkuan Adrian sambil melipat kedua tangannya kedada dan jangan lupa bibir nya juga manyun,, ia tidak memperdulikan suasana ruangan itu yang sedang ada karyawan disana,,
Adrian pun memberi isyarat kepada karyawan nya untuk meninggalkan tempat itu,
"ada apa El,,"
"aku kesal sekali, lihat lh EF baju cantik yang kau belikan untuk ku harus kotor dengan darah para pecundang sialan itu" ucap Icha dengan kesalnya
"sudahlah, apa kau terluka? nnti kita beli lagi yang baru" ujar Adrian
"aku tidak terluka, apa kau serius akan membelikan ku baju cantik ini lagi?" tanya Icha
"iya sayang, apa pun untukmu"
__ADS_1
Icha pun memeluk Adrian,,