
hari pun berlangsung dengan cepat, dan karna kejadian tadi pagi Icha harus mengambil cuti hari itu karna Adrian yang menahannya dikantor,,
"El,, ayo pulang, kau butuh istirahat" ajak Adrian
"ayok, oh iya EF apa Tania sudah diterima?" tanya Icha
"sudah, dia ditempatkan di bagian marketing" jawab Adrian
"yeeee pasti seru kalo bisa 1 kantor 1 kampus sama Tania" girang Icha
Adrian yang melihat tingkah Icha pun tersenyum,,
sesampainya di rumah
kini Icha dan Adrian pun sedang makan malam bersama dimansion utama Alexander karna adik Adrian putri bungsu keluarga Alexander pulang dari London yaitu Keysa,,
"jadi kapan kau akan kembali key?" tanya Jeno
"mungkin seminggu laki bang" jawab Keysa
"apa study mu baik disana?" tanya Adrian
"baik kak, oh iya kak Icha gimana kuliahnya?" tanya Keysa
"baik² saja key," jawab Icha
"kapan kalian akan mengadakan acara pertunangan?" tanya Keysa
"kau tau dari mana kalau kakak dan kak Icha mau tunangan?" tanya Adrian
"dari Buna dongg,," jawab Keysa sambil tersenyum girang
Icha dan Adrian pun hanya menggeleng pelan saja melihat kelakuan Buna mereka yang sedang tersenyum itu,,
"yah, Ian rencana mau ke indo dulu mau izin sama keluarga Icha disana" ujar Adrian
__ADS_1
"tentu kau harus kesana son, tapi Icha tetap harus disini juga untuk kuliah ya," sahut ayah
"iya yah, Icha tetep disini kok sama Buna sama Keysa" jawab Icha
"apa kau baik² saja jika aku tinggal?" tanya Adrian
"tentu, aku bisa melindungi diriku sendiri" jawab Icha
Adrian dan semuanya pun langsung tersenyum karna mereka sudah tau dengan kemampuan Icha saat bertarung,,
keesokan harinya
"pagiiii semuanyaaa" pekik Icha dari tangga
"pagi kak ichaa" sahut Keysa
"yang lain mana key kok cuma kamu disini?"
"Buna sama ayah dibelakang kak sama bang Jeno juga lagi ada urusan, kak Ian belum keluar" jawab Keysa
"okey kak"
tak berselang lama pun acara sarapan itu sudah selesai dan kini Icha sedang dalam perjalanan menuju kampus dengan Jack
"Jack,, apa kau akan ikut dengan Ef ke Indonesia?" tanya Icha
"tidak nona, aku ditugaskan disini untuk mengantar jemput nona dan melindungi nona" jawab Jack
15 menit kemudian Icha pun sudah sampai di kampus,, kini pelajaran pertama Icha sedang dimulai, dan tanpa disadari ternyata Ren dan Zen tidak mengamati dosen namun mengamati Icha,,
"baiklah apa ada yang ingin bertanya?" tanya dosen
"pak,,," panggil Icha sambil angkat tangan
"ya Icha silahkan"
__ADS_1
"kenapa Ren dan Zen terus memperhatikan ku bukannya penerangan dari bapak? Ik voel me erg ongemakkelijk als je blijft opletten, " (aku sangat risih jika terus diperhatikan," seru Icha
"apa bapak bisa bahasa belanda?" tanya Icha sekali lagi
"ya bapak bisa bahasa Belanda, Ren Zen kenapa kalian tidak memperhatikan bapak?" tanya pak dosen
"maaf pak, kami tidak akan mengulangi itu lagi" jawab mereka serempak,
"baiklah kali ini bapak maafkan tapi lain kali tidak" seru pak dosen
setelah pelajaran selesai, kini Icha dan teman² nya pun berada di kantin untuk makan siang bersama, tanpa diduga datanglah seorang gadis yang menumpahkan jus tomat diatas kepala Icha
"upss maaf gak sengajaa" ujar gadis itu dengan senyum mengejek
"are you blind?You have to pay for my expensive clothes which you soiled " ( apa kau buta? kau harus membayar baju mahal ku yang sudah kau kotori ini) ujar Icha yang tetap santai namun sorot mata nya yang tajam menatap Bianca membuat seisi kantin bergidik ngeri
"cih, sombong sekali kau, kau sudah menggoda Adrian dan sekarang kau meminta ku untuk membayar bajumu yang kotor ini?" ujar Bianca
Icha yang mendengar itu pun langsung berdiri dan menatap Bianca dengan tajam
"kau bisa melihat? lihat jari tengah ku, ini cincin yang diberikan Adrian untuk ku beberapa hari lalu saat dia melamar ku, dan untuk baju ku kau tidak akan mampu membayar ini" ujar Icha sambil memperlihatkan jarinya
"itu tidak mungkin,, berapa yang harus ku keluarkan untuk membayar baju jelek mu ini?" tanya Bianca masih dengan senyum mengejeknya
"bukan uang mu yang ku minta untuk membayar baju ku, karna aku tidak kekurangan uang sama sekali, kau harus membayar baju ku dengan darah mu" jawab Icha sambil menunjukkan senyuman maut nya
Bianca yang mendengar itu pun geram dan langsung menjambak rambut Icha, dengan cepat Icha pun melawan nya dan langsung mengunci tangannya dari belakang membuat Bianca meringis kesakitan..
"kau itu terlihat menjijikkan dari pada noda kotor dibaju ku ini, dan apa kau menginginkan Adrian? ambil jika kau bisa karna sebelum kau menyentuh EF ku, aku akan lebih dulu mematahkan lengan mu ini" ujar Icha
seisi kantin dibuat ketakutan dengan apa yang Icha lakukan,,
"aishh,, lihatlah kau merusak rambut ku dengan tangan kotor mu itu" sambung nya sambil melepaskan tangan Bianca
Bianca yang melihat itu pun langsung pergi bersama teman² nya dengan rasa kesal dan malu nya,,
__ADS_1