
Setelah sampai rumah William pun menggendong Icha dan meletakkan nya di atas ranjang kamar Icha dengan hati²,,
'good sleep baby El, tidurlah, kau pasti lelah hari ini kan,' batin William sambil mengelus rambut Icha.
Malam hari
"Good night all," sapa William sambil melambaikan tangan ke arah saudara²nya,
"Ai, El mana?" Tanya Fira sambil melihat² ke belakang William mencari keberadaan Icha,,
"Ntah lah, aku tidak melihatnya dikamar, mungkin lagi mandi klo gk keluar" ujar William berjalan ke arah tempat duduk nya untuk makan malam
"Aku akan menyusul nya" ujar Rey melangkah pergi
Di kamar Icha
"Baby El,,, baby,, kamu dimana dek?"
"Apa kau mandi?" Tanya Rey sambil membuka kamar mandi Icha, namun tidak menemukan Icha dimana pun,,
Rey pun turun dengan wajah cemas nya, "bang Anjar, Icha gak ada dikamar nya" ujar Rey membuat seisi ruangan kaget dan takut,, mereka takut Icha mereka dalam bahaya
"Cari diseluruh mansion ini,,," perintah Anjar kepada seluruh pelayan di mansion itu,,
Ketika semua tengah mencari Icha, disatu sisi Icha sedang berada disebuah taman kota, sore tadi Icha pergi tanpa izin dari kakak²nya,
'rasanya tenang sekali disini' batin Icha
Tiba² datang seorang lelaki bertubuh kekar berjas hitam menuju ke arah Icha,,
"Nona muda, ternyata anda disini, seisi mansion panik termasuk tuan Anjar dan tuan Zayn,," ujar Jimy dengan wajah lega nya,,
"Mari nona kita pulang" pinta Jimy pada Icha
"Aku gak mau pulang" ujarnya tanpa melihat kearah Jimy yang tengah melihatnya dengan tatapan dinginnya
"Nona mohon kerjasama nya, kalau nona tidak pulang bersama kami, kami bisa mati ditangan tuan muda nona" ucap Jimy
__ADS_1
Icha yang mendengar penuturan Jimy pun luluh dan mau ikut pulang bersama Jimy,,
Didalam mobil Icha hanya termenung sambil melihat kearah luar jendela mobil nya, Jimy yang melihat nona mudanya tengah termenung pun bertanya pada Icha,,
"Nona,, are you okey?" Tanya Jimy
"Yes, i'm okey" jawab Icha singkat tanpa memalingkan wajahnya
"Apakah anda ingin mampir ke suatu tempat nona?" Tanya Jimy lagi
"No,, I just want to go home Jim" ujar Icha sambil memejamkan matanya karna rasa kantuknya,,,
"Baiklah nona" balas Jimy yang kembali fokus pada kemudinya setelah melihat Icha tertidur pulas,,
'aku tahu anda tidak baiak² saja nona, anda bisa membohongi semua orang tapi tidak dengan ku' batin Jimy,,
-
-
-
"Nona kita sudah sampai" ujar Jimy namun Icha tak kunjung terbangun karena terlalu lelah,,
"Baby El,,,,," teriak William berlari ke arah mobil itu,,
"Jangan sentuh baby El ku," ujar William karna melihat Jimy akan mengangkat Icha,,
Jimy yang mendengar perkataan William pun langsung mengurungkan niatnya untuk menggendong Icha,,
Icha yang merasa tidurnya terusik pun mencoba membuka matanya dan terkejut saat dia terbangun banyak pelayan yang mengerumuni tak lupa pula kelima kakak² nya yang ada disekitarnya,,
"Kalian kenapa disini semua,,? Tanya Icha,
"Dari mana dek? Pergi gk pamit gk ngomong gk bawa apapun, klo kmu knpa² di jln gmna?" Tanya Fanjar khawatir,,
"Hmmm, tadi El ke taman, El kangen Deni," ucap Icha sambil tertunduk karna memang dia sangat merindukan adik kecil nya Deni yang meninggal bersama dengan ayah nya,,
__ADS_1
William yang mendengar penuturan Icha pun langsung memeluk tubuh mungil Icha dengan sangat erat,,
Dua tahun kemudian
"Nona, saya sudah mengumpulkan data dan informasi yang anda minta" ujar seorang laki² kepada tuan nya,,
"Good job Fathar" balas seorang perempuan yang puas akan hasil kerja dari Fathar,,
Wanita itu tak lain adalah Icha,, dia kini sudah resmi masuk di dunia mafia untuk membalaskan dendam nya itu,,
"Naura, 19 tahun, mahasiswa di salah satu kampus di Thailand, marganya juga Elbert,," gumam Icha membaca data diri Naura,,,
"Oke Fathar,, ini target kita selanjut nya, jangan lukai dia tapi sekap dia untuk mengumpan paman ku yang tercinta itu,,, hahahaha....." Ujar Icha sambil tersenyum penuh arti
Fathar yang mendengar perintah nona mudanya itu pun merinding ketakutan, senyuman Icha memang manis namun menakutkan,,
"Baik nona,," jawab Fathar
Keesokan harinya
"Dorrr,,,,"
Suara tembakan terdengar Dianna mana,, setelah Icha melemparkan gas air mata ke arah lawan nya membuat mereka semua sakit mata,,
Icha pun menembak mereka secara membabi buta membuat mereka tewas ditempat karna tembakan Icha yang tepat di bagian jantung mereka,,
'ini untuk kematian adik kecil ku' batin Icha sambil tersenyum manis namun menakutkan,,
"Nona mereka semua mati" ujar Fathar pada Icha
"Tepat sasaran,," jawab Icha sambil meniup ujung pistol nya,,
"Hitung berapa korban ku, berikan laporan nya nanti malam" ujar icha sambil berlalu pergi meninggalkan tempat maut tadi,,
Fathar dan anak buah nya memberi hormat pada Icha,,,,
saat Icha dalam perjalanan ia mendapat kan email dari Fathar yang memberitahukan bahwa Icha sudah membunuh sekitar 24 orang,, Icha hanya diam tanpa ekspresi apapun,,,
__ADS_1