
Namanya adalah Clarissa Aulia Arsya Elbert atau velia Anggara (nama samaran), memiliki sifat asli yang pendiam dan dingin namun ia menutupi itu karna identitas yang ia palsukan,,
Tidak hanya sendiri, Clarissa atau yang sering dipanggil Icha ini juga memiliki 5 saudara kandung,
Fanjar Elbert leoandra, dia adalah kakak pertama Icha, tampan dan juga menakutkan,,
Dibawah Fanjar masih ada Zayn Elbert Grace, merupakan kakak kedua Icha yang memiliki sifat penyayang dan perhatian namun dikenal sebagai mafia yang tak kenal kata ampun untuk musuh nya,,,
Lalu ada lagi kakak ketiga Icha yang dikenal cukup riang dan penyayang didepan keluarga namun dia suka membabi-buta musuhnya tanpa ampun, Reyhan Elbert ,,
Setelah Rey barulah hadir saudara kembar 3 yakni Safira, William dan juga Clarissa, ya mereka memang 3 saudara kembar tidak identik,,
Safira Aulia Rasya Elbert, periang dan penyayang, ia jarang hadir di peperangan mafia karna tidak cukup berani untuk turun kelapangan, berbeda dengan saudara lainnya Fira ini bisa dibilang penakut dan polos,,
William Aulia Fasha Elbert, kakak keempat dari Icha ini juga care terhadap keluarga dan juga tidak terlalu sadis dalam pembunuhan musuhnya namun dia juga dikenal sebagai manusia kulkas di kampusnya karna sikapnya yang dingin,,
Dan terakhir adalah Icha, dia juga memprioritaskan keluarganya, baginya keluarga adalah harga mati tak bisa ditawar,, "nyawa dibayar dengan nyawa, Darah saja tidak cukup" kira² seperti itulah prinsip nya,,
"ayah, Icha bakal cari pelaku itu sampai ketemu, Icha janji bakal balas semua perlakuan mereka yang membunuh ayah dan juga adik tiri ku" ujar seorang gadis yang tak lain adalah Icha di sebuah pemakaman,,
"Bagaimana cara kalian membunuh ayah dan adikku seperti itulah caraku membunuh kalian" sambungnya disela Isak tangis nya,,
Ayah Icha meninggal akibat kecelakaan bersama dengan ibu tiri dan juga adik tiri Icha yang baru berusia 6 tahun, menurut kesaksian kecelakaan itu adalah kecelakaan tunggal namun itu tidak mungkin karna melihat kondisi kepala Herman (ayah Icha) pecah Di tengah jalan,,
"Kak,,,"
"Kak Rey,," panggil Icha pada Rey yang sedang tertidur,,
"Ada apa Cha,,," jawab nya
"Kakak bisa cerita nggk tentang masalalu Icha sampai Icha harus dibawa ke Indonesia dan memalsukan identitas Icha sama ayah" tanya Icha
__ADS_1
Rey yang mendengar itu pun menatap sendu Icha,,
" Besok aja ya dek, kita bahas bareng kakaknya Icha yang lain, sekarang Icha ke kamar yaa istirahat udah malam inii" ujar Rey yang kemudian dibalas Icha dengan anggukan kecil,
Setelah itu Icha pun beranjak keluar kamar Rey menuju ke kamarnya untuk beristirahat,,,
Skip keesokan harinya
"Morning my sister" ucap Zayn sambil mengusap Surai rambut Icha yang tengah duduk diruang makan sendiri,,
"Kak Zayn, yang lain mana kok belum datang sih" ucap Icha seraya memajukan bibirnya membentuk kerucut,,
"Sabar, bntar lgi kan mereka turun",,,
"Hey guys lama yaa nungguin"
"Morning my little" sapa William sambil mengecup puncak kepala Icha dengan lembut,
"Lama banget" ucap Icha
"Baby jangan marah² nanti jelek Lo" hibur William pada saudari kembarnya itu,,
"Habisnya lama sihh, Icha dah lapernih"
Skip selesai makan
Kini mereka duduk di ruang tengah dan membicarakan tentang masalalu Icha,
"Gini dek ceritanya,,,
Flash back
"Mas, aku ingin mengasingkan Clarissa dan William, aku tidak ingin mereka diincar oleh musuh ku dan dibunuh" ujar lesta pada suaminya
"Aku gak setuju itu, Clarissa baru berusia 5 tahun, dan kamu udah berencana seperti itu,," pekik Herman
"Ini untuk kebaikan dia mas,"
"Baik klo itu maumu, aku akan ikut Clarissa disana, aku akan merawatnya dan mendidik nya" ujar Herman pada istrinya
Lesta pun membulatkan matanya, kaget dengan ungkapan Herman dia pun tersorot emosi,,
"Oke, kita cerai kalo kamu ikut Clarissa pergi" ujarnya
"Baik, tak masalah bagiku" jawab Herman dan langsung berlenggang pergi,,
__ADS_1
"Satu lagi, kau jaga 5 anak ku ini jika salah satu dari mereka tidak kau urus, siap² saja aku akan mengambil semua anak ku darimu" ancam Herman,,
Dikamar Icha
"Nak, ayah akan bawa kamu pulang ke tanah kelahiran ayah, kita akan mulai hidup baru disana ya nak" ucap Herman pada Icha kecil yang tengah tertidur,,
Herman pun memposisikan dirinya untuk tidur disebelah Icha kecilnya lalu memeluk tubuh mungil Icha,,
Keesokan harinya
Herman tengah bersiap² mengemasi barang²nya dan juga barang² milik Icha, tak disangka dari belakang sudah ada Fanjar yang berdiri dan memperhatikan ayahnya,
"Ayah sedang apa?...."
"Eh, ada Anjar, ayah sedang berkemas untuk pergi merantau nak" ucap Herman bohong,
"Lalu kenapa baby El ayah bawa? Tanya nya penasaran.
"Baby El harus ayah bawa nak, kamu bisa mencari ayah dan baby El saat kamu sudah berusia belasan tahun ya nak" ujar Herman sambil memeluk Fanjar,,
"Jaga baby El ya ayah, Anjar sayang baby El" ujar Fanjar memelas,,
"Iyaa,,,,"
"Ya sudah sana mandi ya nak ayah harus berangkat, jaga Zayn,Rey,baby Al dan baby Ai ya nak" pesan nya pada Fanjar yang dibalas dengan anggukan kecil dari Fanjar,
Flash back off
"Begitulah,, setelah itu kamu pergi dengan ayah ke bandara, namun saat dalam perjalanan ke bandara kalian kecelakaan yang membuat kamu hilang ingatan saat itu"
"Saat kakak datang ingin melihatmu dan ayah ternyata kalian sudah diterbangkan ke Indonesia, dan setelah itu kakak tidak tau menahu lagi tentang kabarmu dan ayah" jelas Fanjar, seketika membuat Icha menitikkan air mata nya,,
"Hey baby, jangan menangis El" ujar William menenangkan Icha, ia pun langsung memeluk Icha atau yang mereka panggil 'baby El'
"Lalu soal aku kak?" Tanya William pada Fanjar,,
"Beberapa bulan kepergian ayah dan baby El, kamu dikirim ke Indonesia lebih tepatnya di malang, mama mengirim mu kesana demi keselamatan mu, setelah itu aku tidak tau lagi" ujar nya
"El, jangan nangis lagi yaa, kmu harus tau mama melakukan ini untuk keselamatan mu dan juga Ai" ucap Fanjar pada Icha
Icha pun mengangguk dan setelah itu mereka berbincang² tentang masalalu mereka dan sekolah mereka,,
****
Hello guys, happy reading yaa,, sebelumnya ini adalah cerita fiksi yang Mimin bayangin saja jadi jangan bilang kalau tokoh asli dari foto diatas itu sama seperti cerita Mimin yaa,, bijaklah dalam berkomentar ya guys,,
__ADS_1