
Icha pun kini sudah sampai di kampusnya dan sedang duduk di lorong kampus nya menunggu Tania, Rere, dan Dania datang karna mereka sudah janji akan mengumpulkan dokumentasi pada dosen mereka masing-masing,,
"Ichaa,," sapa Tania
"Hey Tan, yg lain mana?"
"Yang lain lgi dijalan Cha, bntar lgi sampai"
Icha dan Tania pun mengobrol dengan tenang hingga akhirnya ada sekumpulan laki² yang menghampiri mereka,,
"Hei,, bisa gabung gak nih" tanya salah satunya dengan bahasa Inggris
"Boleh kok" jawab Tania
Icha hanya diam tanpa menggubris kedatangan mahasiswa baru itu,, karna bagi Icha itu tidak penting
Tania dan kedua lelaki itu pun berkenalan dan ternyata mereka dari Thailand namun bisa berbahasa Indonesia karena blesteran
"Yang itu namanya siapa tan?" Tanya mahasiswa itu
"Ah dia Icha, dia jg baru beberapa bulan disini, dan dia pindahan dari salah satu universitas dari Indonesia" jawab Tania
"Hey, bisa kita berkenalan?"
"No,," jawab Icha dengan ketus
"Why? I'm not a bad person" (kenapa? Aku bukan orang jahat kok) jawab lelaki itu
"Because I'm not interested in getting to know you." (Karna saya tidak tertarik untuk berkenalan dengan kalian) sambungnya
"Namaku Ren,,, nama mu siapa?" Tanya Ren yang sedari tadi hanya diam
"Oh, my name is Clarissa" Jawab Icha
"Clarissa, kamu fakultas mana?" Tanya Ren
"Tanya saja pada Tania,," jawab nya yg sedari tadi masih fokus dengan dokumen yang akan diserahkan kepada dosen nya itu
"Tania???" Tanya Ren
"Dia satu fakultas dengan ku" jawab Tania
"Wah berarti kita berempat satu fakultas dong" sumringah Ren,,
"Nama ku Zen" ujar Zen memperkenalkan diri nya pada Icha
__ADS_1
"Sepertinya kalian kembar tak seiras" jawab Icha tanpa melihat ke arah Zen
Ren dan Zen pun tercengang, bagaimana Icha bisa tahu tentang mereka padahal dari tadi dia tidak melihat kearah mereka,,
"Aku bahkan bisa melihat kalian dalam kegelapan,, jadi tidak perlu kaget" seru Icha yang tau apa yang dipikirkan oleh Ren dan Zen
Tak lama ponsel Icha pun berdering dan terlihatlah atas nama Rey
"Hallo kak"
"Hallo dek, lagi apa? Gak kangen apa sama kak Rey?" Tanya Rey dari sebrang telvon
Seketika Icha pun tersenyum dan tertawa saat menjawab telvon dari kakak lelakinya itu, senyuman Icha membuat Ren dan Zen melayang,,
"Aku baik² saja kak, sangat rindu pastinya sama kak Rey, kak Rey rindu El nggk?" Jawab Icha
"Kakak sangat rindu El, termasuk dengan bang Anjar dan kak Zayn, tuh si Gibran nanyain kamu terus"
"Hehehe,, ada perlu apa kak?" Tanya Icha
"Aku hanya memastikan bahwa kau baik-baik saja,,"
"Im really fine kak,, jangan khawatir" seru Icha
Tak lama setelah Icha menjauh muncullah Rere dan Dania,,
"Lama banget sihh" gerutu Tania
"Sorry, mana Icha?" Tanya Rere
"Sedang menjawab telvon dari kakak nya" jawab Tania,,
"Ini siapa tan?" Tanya Dania sambil menunjuk ke arah Ren dan Zen
"Hai, aku Ren, dan ini saudara kembar ku Zen" jawab Ren dengan mewakili saudara kembar nya,,
"Eh udah datang Nia?" Seru Icha
"Udah, dari mana?"
"Tadi kak Rey nelvon,,"
"Oohh,,"
"Dah lama datang nya?" Icha duduk disamping Tania
__ADS_1
"Belum, baru beberapa menit" Dania pun ikut duduk di sebelah icha
"Tumben kakak mu yg songong itu ngehubungi kamu Cha, biasanya bodoamat orang nya" cibir Rere yang baru datang,,
"Ada sedikit masalah re, tau sendiri kan kak Rey gk akan nlvn klo gak ada hal yg penting, apa lgi bilng tentang rindu" balas Icha
"Aku sangat hafal dengan sikap kakak mu yg satu itu" sambung Dania
"Ada masalah apa Cha?"
"No, hanya sampah yang mengganggu saja"
"Mereka lagi,, belum kapok ya"
"Belum, tenang saja mengatasi para sampah itu tidaklah sulit bagiku",,,
"Eh itu pak Jhoni yok kita kasih dokumen nya" pekik Icha membuat ketiga sahabatnya dan sikembar tak seiras itu sontak menutup telinga nya masing-masing
"Hei, kenapa diam saja, ayoo" teriak Icha yang sudah berjalan menjauh dari mereka
"Piuttosto loquace e interessante" (Cukup cerewet dan menarik) gumam Ren
"Il sogno di questa madre, va bene" (Idaman ibuk ini ,, boleh lahh ) batin Zen
"È inutile che mormori in cuor suo, lui ha già un compagno" (Tidak ada gunanya kalian bergumam di dalam hati, dia sudah memiliki pasangan) sambung Dania yang seakan tau isi hati mereka,,
"Seriamente, chi è la sua ragazza?" (Yang benar saja, siapa pacarnya itu?) Tanya Zen
"Tuan Adriansyah Alexander,," jawab Dania sambil berlalu pergi dari tempat itu meninggalkan kedua lelaki yang mematung mendengar nama Adrian,,
"Sudah Cha?" Tanya Dania yang melihat Icha keluar dari ruangan
"Sudah,,,"
"Eh aku mau pergi dulu yaa,," pamit Icha
"Kemana Cha?"
"Mau ke tempat Ef, bye guys Icha pamit dulu yaa see you"
Mereka semua pun mengangguk tanda setuju,,
"Halo Tania, nanti kamu nyusul ke kantor aja yaa, aku ada urusan sama Ef dulu jadi gk bisa nemenin kamu ke rumah" seru Icha dari sebrang telvon nya
"Baiklah,,"
__ADS_1