
"Ai,,,"
"Ai,,,,"
"KAK AIIII" teriak Icha pada William
William yang tengah termenung pun terkejut setelah mendengar teriakan Beby El nya itu,,
"Eh, apa Beby"
"Dipanggil gak nyaut, ngelamunin apa sih" geram Icha,,
"Iyaa maaf dehh"
"Antar Icha ke toko ice cream kak" rengek Icha
"Jam berapa El?" Tanya William
"Sekarang ajaa" ujar Icha dengan wajah memelas,,
"Izin dulu sana sama bang Anjar" seru William, akhirnya Icha pun pergi ke kamar Fanjar untuk meminta izin,
Namun ia tidak menemukan sosok dari Fanjar, lalu ia turun untuk mencari Zayn,nampak lah Zayn yang tengah sibuk dengan handphone nya,,
"Kak Zayn,," sapa Icha
"Ya, kenapa sis?" Jawab nya
"Icha izin mau keluar yaa sama Ai, mau beli ice cream" rengek Icha sambil memeluk lengan kakak keduanya itu,,
"Izin dulu deh sana sama bg Anjar, nanti kakak pulak yang dimarahin, lagian ini tengah hari Lo Icha sayang" ujar Zayn.
"Icha udah cari bg Anjar kak tapi gaada dikamar nyaa" seru Icha
"Mungkin di ruang kerjanya Cha, coba liat di ruang kerjanya" ujar Zayn,
Icha pun datang ke ruang kerja Fanjar, dan setelah 10 menit ia mengetuk pintu barulah muncul sosok Fanjar dengan wajah yang sayu khas orang bangun tidur,,
"Apa Beby El" serunya
"Bg Icha mau keluar" ujar Icha pada kakak pertama nya itu,
"Sini masuk dulu,,"
"Ini tengah hari El, jangan keluar dulu, tidur siang aja sana yaa," ucap Fanjar serius,
ia takut kalau Icha sakit karna keluar panas²an, karna kebetulan mobil nya sedang dibawa asisten Fanjar ke kantor mengambil berkas,,
"Icha sama Ai Lo bg, mau beli ice cream" rengek Icha
"Icha gak mau tidur siang" sambung nya
__ADS_1
"Gaada cerita Icha, sekarang balik ke kamar dan tidur siang, kamu gak boleh kecapekan nanti sakit" ujar Fanjar dengan wajah seram nya yang mulai dilihatkan,,
Ia menatap tegas ke arah Icha pertanda tidak ada penolakan
"Bg jangan natap Icha kayak gitu Icha takut" ucap Icha yang hampir menangis karna ketakutan,,,
"Tidur ya baby El" ucap Fanjar lembut tak lupa menyunggingkan senyuman hangat,,
"Iyaa Icha tidur tapi di kamar Ai yaa" ujar nya,,
"Huh, terserahh yang penting beneran tidur,,," jawab Anjar,,,
'jangan sampai kamu kenapa² El, abg gak tau harus apa kalo Sampek kamu kenapa²,, kamu adalah bagian hidup ku Cha' batin Fanjar,,
Icha masuk ke kamar William dengan muka yang masam karna tidak diberi izin oleh Fanjar untuk membeli ice cream kesukaan nya,,
"Hey baby, why are you gloomy? Tanya William pada Baby El nya,,
"Because not being given permission, padahal Icha pengen makan ice cream kesukaan Icha" jawab Icha yang masih menekuk wajah nya yang cantik itu,,
"Ya sudah sekarang tidur yaa,, nanti sore kita beli ice cream nya" ujar William pada adik kembar nya,,
Icha pun hanya mengangguk paham,
Kini Icha tengah tidur diperlukan William,, tiba² terdengar suara tembakan yang membuat William terkejut dan bergegas keluar untuk melihat,,
Ia menyingkirkan tangan nya dari punggung Icha lalu perlahan melepas pelukan nya agar Icha tdk terbangun,,
"Kak,, ada apa itu tadi,,," tanya William
"Udah tenang aja, tadi hanya ada musik yang mencoba menyusup mencari Fira namun dihadang oleh para bodyguard, karna memberontak maka terpaksa orang kita menembak nya" ujar Zayn
William pun ber'oh ria,,
"Where is my little sister? Apa dia tidur?" Tanya Rey yang sedari tadi terlihat santay karna sudah terbiasa,,
"Iya baby El udah tidur tadi, sedikit murung karna tidak dibolehin beli ice cream sama bg Anjar" ucap William lalu pergi ke kamar,
"Kak apa sudah saat nya kita harus mengajarkan Icha main pistol?" Tanya Rey yang masih asik dengan bukunya,
"Sepertinya begitu, ah sudahlah nanti biar diatur bang Anjar" jawab Zayn yang kini juga berlenggang pergi ke kamar nya,,
Sore harinya
Icha terbangun karna memang sudah lama ia tertidur, ia mencari sosok Ai kesayangan nya (William) namun tak menemukan nya dimana pun,
"Kebawah aja deh,"
"Kakak,,,,," teriak Icha sambil berhamburan ke pelukan Zayn yang tengah duduk dengan sebatang rokok nya,
__ADS_1
"Why, dear?" Tanya Zayn
"I want to buy ice cream brother Zayn" serunya sambil merengek,,
"Ya sudah ayo beli ice cream" ajak Zayn mengajak Icha,,
Di halaman mansion
"Aih, apa ini kak?" Tanya Icha sambil menunjuk bercak darah di lantai,,
"Darah, tadi ada musuh yang menyelusup, sudah ayo kita berangkat"
Mereka pun berangkat, tak lupa dibelakang mereka diikuti 5 bodyguard untuk berjaga²
Skip sampai kedai ice cream
Tak lama setelah itu pesanan mereka pun sampai,,
"Suka?" Tanya Zayn
"Bangett,, kak Icha mau nanyak"
"Tanya apa?" Jawab Zayn
"Kita kapan pulang ke Thailand?" Tanya Icha
"Kamu pengen ke Thailand?" Jawab Zayn
"Iyaa,," jawab Icha
Zayn pun tersenyum melihat adik nya
"Kalau kamu sudah bisa melindungi dirimu sendiri baru kita ke sana" ujar Zayn sambil mengelus rambut Icha..
Skip sampai rumah
"Dari mana kalian?" Tanya Fanjar pada kedua adik nya yang baru masuk ke rumah,
"Dari luar bg, beliin El ice cream"
"Kenapa gak izin ke abg?" Tanya Fanjar,
"Habis nya tadi si El ngerengek minta beliin ice cream bg" ujar Zayn
"Icha masuk ke kamar, mandi habis tu makan malam" ujar Fanjar, Icha pun hanya mengangguk dan pergi karna takut dengan tatapan Fanjar
-
-
-
__ADS_1
Hai reader chapter 2 ini sampai sini dulu yaa, nanti malam Mimin lanjutin kalau Mimin gak sibuk
Happy reading