
Malam harinya
Kini Icha sedang berada dikamar bersama dengan Adrian, mereka tengah duduk di balkon sambil bercerita tentang kuliah Icha,,
"El,, sebenarnya aku punya rasa lebih ke kamu,, kira² kamu mau gak ya Nerima perasaan ku?" Tanya Adrian
"Maksud mu apa Ef?" Tanya Icha
"Kamu mau gak jadi pasangan separuh hidupku? Aku benar² menyayangi mu El" jawab Adrian
Icha pun membulatkan matanya karna terkejut dengan ungkapan cinta dari Adrian
"Apa kau sungguh sungguh dengan ku Ef?" Tanya Icha
"Im really serious" jawab adrian
Adrian pun berlutut dan mengambil sekotak cincin berlian yang sempat ia pesan 2 hari yang lalu, Icha pun terkejut dan terharu hingga dia meneteskan air mata nya,,
"El, apa kau mau jadi istri ku, jadi bagian dari hidupku, jadi ibu dari anak²ku kelak?" Tanya Adrian
Icha pun mengangguk setuju dan Adrian langsung memasang cincin berlian itu ke dalam jari manis Icha,,
Mereka pun berpelukan bersama karna merasa sangat bahagia,,
"Aku akan menjagamu, tidak akan ada yang berani menyentuh mu walau sedikit saja" ujar Adrian
Icha hanya mengangguk karna sudah tidak sanggup lagi untuk berkata²,,
Keesokan harinya
"Morning baby El, semuanya" sapa William sambil berjalan menuju ruang makan,
"Morning Ai,," jawab Icha dan seisi ruangan serentak
"Ayo ai makan dulu,," ajak Icha
William pun duduk disebelah Jeno(kakak Adrian)
"El, apa kau nanti masuk kuliah?" Tanya William
"Iya ai, El masuk pagi hari ini,, ada apa ai?"tanya Icha
"No, ai nanti jalan² ke perpustakaan dikota, jadi jangan cariin ai" ujar William
"Baiklah ai, jaga diri baik² yaa" seru Icha
"Tentu,,"jawab William
"Sudah El?" Tanya Adrian
"Sudah,, Buna, kak Jeno, ai, El berangkat dulu yaa" pamit Icha
__ADS_1
"Hati² El" jawab Buna Jeno dan William
"Silahkan nona, tuan" ujar Jack
"Thanks Jack" jawab Icha sambil tersenyum
Adrian hanya diam tanpa ekspresi apapun
"Ef, apa kau sudah bilang ke Buna dan kak Jeno kalau kau sudah melamar ku?" Tanya Icha
"Belum, tapi Buna pasti sudah tau" jawab Adrian yang masih fokus dengan laptop nya
"Tau dari mana?" Tanya Icha lagi
"Tadi malam aku lihat Buna ngintip kita di kamar saat aku melamar mu" jawab Adrian sambil tersenyum manis melihat ke arah Icha
Icha pun tersipu malu, seketika pipinya berubah merah merona karna menahan malu,,
Saat sudah sampai di depan kampus Icha pun turun dari mobil dan berpamitan dengan Adrian,,
"Ingat selalu pesan ku El" ujar Adrian
"Aku selalu ingat pesan²mu Ef" jawab Icha
"Good girls,," sambung Adrian sambil mengusap rambut Icha
"Hei lihat deh anak baru itu, kenapa dia selalu saja diam dan dingin seperti itu, dia hanya ramah pada Tania aja,," bisik salah satu mahasiswi dengan menggunakan bahasa Inggris tentunya
"Sepertinya dia memang seperti itu" jawab yang lainnya,,
Saat Icha berjalan mendekati mereka, mereka pun langsung diam membisu, sebab Icha menatap nya dengan tatapan membunuh nya,,
"Don't worry about other people's lives, just take care of yours," (jangan urusi hidup orang lain, urus saja hidup kalian itu,,) ujar Icha yang langsung pergi meninggalkan mereka berempat,,
"Astaga dia mendengar kita" gerutu keyla,, "sudah² lebih baik jangan ganggu dia lagi," ujar Mira
"Tatapan nya sangat mengerikan, apa kau lihat tadi?" Tanya prreti
"Aku tidak lihat, sangat menakutkan" jawab Kim jie ni,
Icha kini sedang dikantin bersama dengan Tania, tiba² datang 2 orang mahasiswi,
"Icha ya?" Tanya Rere
"Iya, eh Rere, Dania kalian kenapa bisa disini?" Seru Icha kegirangan
"Kami pindah kesini Cha, oh iya kamu fakultas apa?" Tanya Dania
"Serius kalian pindah kesini?" Pekik Icha
"Aaaaa aku senang sekali,, oh iya aku ambil fakultas ekonomi dan manajemen,, kalian?" Tanya balik Icha
__ADS_1
"Kami anak teknik informatika" ujar Rere yang disambung anggukan oleh Dania
"Ah iya kenalin nih, ini Tania teman ku, Tania ini Rere dan ini Dania teman ku di universitas Jakarta dulu" ujar Icha memperkenalkan teman nya
"Hi, I'm Rere fardianika , pleased to meet you" ( senang bertemu dengan mu) ujar Rere
"Hi I'm Tania Maharani, Nice to meet you too Nice to meet you too, oh yes I can speak Indonesian" jawab Tania
"Ooh kmu bisa bahasa Indonesia juga kirain nggk" sambung Dania
"Aku Dania kleo ramananda, kamu 1 fakultas sama Icha?" Tanya Dania sambil duduk
"Ya aku dan Icha 1 fakultas, dan disini Icha terkenal dengan logatnya yang dingin dan acuh, Icha pun hanya ramah padaku saja disini" ujar Tania
"Waahh gak nyangka ya bisa ketemu disini"
Ucap Rere
"Iya nih, ayo girl kita sahabatan berempat,, eh Nia kamu jadi nikah sama kak Alie?" Tanya Icha
"Nggak jadi Cha, rupanya dia ngehamili gadis malang sebelum acara tunangan kmi dilaksanakan semuanya terbongkar" jawab Dania
"Yaudah cari disini aja, hehe lagian temennya Ef ganteng² juga" seru Icha, seketika Icha langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Ef,,,??? Siapa itu?" Tanya Tania
"Nggk, bukan siapa²" jawab Icha
"Jangan bilang Ef itu tuan muda Aleksander?" Ujar Tania
"Iya, emang dia,, kok kmu tau" ujar Icha
"Whatt,,, kamu berhubungan dengan Adrian Alexander?" Tanya Tania lgi
"Kak Adrian itu teman masa kecil ku dulu waktu di Thailand,, kami berpisah sejak aku berusia 5 tahun karna ada problem keluarga,, kami bertemu kembali saat aku berusia 15 tahun saat aku berlibur ke Bali dengan ayah dan kakak pertama ku,,
Aku juga disuruh kuliah disini dan tinggal di asrama nya kak Adrian" cerita Icha dengan panjang lebar
Tania dan yang lainnya pun tampak terkejut dengan omongan Icha,
"Aku pernah dengar kabar tentang tuan muda Alexander, dia pengusaha muda nomer 2 setelah tuan muda Elbert" ujar Rere
"Re kmu tau gak siapa tuan muda Elbert itu?" Tanya Icha
"Tidak,, memangnya siapa itu? Dia terlalu menutup dirinya didepan media, tidak ada yang tahu wajah aslinya" jawab Rere
"Dia adalah putra tertua dari nyonya Allesta Elbert, dan nyonya itu adalah ibu kandung ku, tuan muda yang kau maksud adalah bang Fanjar, kakak pertama ku" ujar Icha
"Whatt,, jadi kamu putri bungsu dari keluarga Elbert?" Pekik mereka,,
***haii para readers ku,, maaf ya Mimin telat upload, karna lagi sibuk² nya nih,, banyak kerjaan dan sekolah juga,,
__ADS_1
maaf juga kalo ceritanya kurang masuk,, Mimin hanya cerita apa yang terpikir sama Mimin,,
happy reading guyss***