Novel Ini Pindah Ke Novel Baru Yang Sudah Direvisi

Novel Ini Pindah Ke Novel Baru Yang Sudah Direvisi
eps.14 pembalasan darren II


__ADS_3

viola yang tadi nya sangat kesal karna teriakan Darren, ia pun langsung masuk kekamar dan betapa terkejutnya Viola melihat kamar tersebut sudah di hiasi dengan begitu bnyak kuntum bunga mawar. seperti kamar pengantin yg di hias oleh mama nya Darren..


" mawarr? kenapa di ruangan ini bnyak sekali bunga mawar 🌹 ya? aneh sekali. "( ujar Viola yg bingung)


viola pun terus masuk kedalam kamar yg cukup besar..


" kenapa lampu nya redup seperti ini? dan apa lagi ni ada lilin segala dan bahkan ada aroma terapi lagi. apalagi sih ulah nya si singa tu " pikir Viola


" oh iya dimana dia sekarang? tadi dia memanggil ku heboh sekali dan ketika aku datang dia entah ada dimana, hufttt dasar kau singa " pekik Viola yg tanpa sadar Darren ada di belakang nya


" istriku, kau mencari ku ?" tanya Darren yg langsung membuat Viola kaget


" darreennnnn , kau itu membuat ku hampir jantungan saja tau " kesal Viola yg sangat terkejut


" hahaha ( tawa darren) kau lihat semua ini istri ku( sambil menunjuk ruangan yg sudah di hias oleh pelayan) aku membuat semua ini khusus untuk mu, romantis bukan ?" tanya darren yg tersenyum licik


" apaa? romantis kau bilang? " tanya balik Vio


" iya romantis jadi apa lagi kalau bukan romantis ha?" tanya darren dengan nada datar nya


" romantis dari Hongkong, kau lihat lah ini semua ini membuat ku merasa takut apalagi kau tadi tiba tiba muncul dari belakang." kesal Viola


"takutt? kau itu aneh ya? aku lihat semua para gadis sangat menyukai hal seperti ini" ujar darren yg heran


" aku itu berbeda dari gadis gadis yg kamu kenal, aku takut ruangan yg cahaya nya tidak cukup terang apalagi jika gelap gulita aku tidak akan bisa bernafas, syukurlah disini masih ada lilin sebagai cahaya yg membuat ku tidak terlalu takut" lirih Viola karna merasa takut


Darren yg melihat Viola seperti itu pun langsung menepuk kedua tangan nya dan lampu utama kamar mereka pun menyala


" kau masih takut sekarang?" tanya darren dengan nada lembut nya


viola yg melihat darren seperti itu pun langsung merasa aneh pada dada nya yg selalu berdetak lebih cepat dari biasanya.


"ada apa dengan dada ku akhir akhir ini " gumam Viola dalam hati nya


" ada apa? knapa diam" tanya Darren yg terus memandangi wajah Viola


" tidak , tidak papa. aku jugak sudah tidak takut lagi. kamar ini kan sudah terang" jawab Viola


" apa sekarang aku boleh melakukan nya ?" tanya darren yg langsung tersenyum licik


" melakukan apa?" tanya balik Viola


" menurut mu apa yg harus aku lakukan? jika ada seorang wanita dikamar nya?" ujar darren yg menatap mata Viola sambil tersenyum kecil


" kauuu... Darren jngan macam macam dengan ku " bentak Viola


" aku macam macam? mengapa hal ini kau sebut macam macam istriku? bukan kah ini sudah kewajiban mu." seru darren yg mulai melangkah kan kaki nya mendekati Viola


" Darren ku mohon jngan macam macam " ujar Viola yg sudah sedikit gugup


" ayo lah istri ku , malam ini kita habis kan waktu kita dan hasrat kita di kamar ini sayang" ujar darren yg terus melangkah maju sehingga membuat mereka sangat dekat


" Darren kauu, sudah lah aku tidak sempat untuk bermain dengan mu. aku mau keluar menjumpai omay saja " ujar Viola yg langsung melangkah pergi dari hadapan Darren namun langkah itu terhenti karna darren memegang tangan nya


" kau tidak boleh pergi istri ku, kau lupa yg ku janjikan pagi tadi" senyum darren yg semakin nakal

__ADS_1


" Darren sudah bercanda nya aku tidak ingin bercanda" ujar Viola yg sudah mulai berkeringat


" ada apa istri ku? aku belum memulai nya tapi kau sudah berkeringat seperti ini. apa aku harus menambahkan suhu dingin AC nya ? " seru darren yg terus melangkah maju kehadapan Viola


" Darren berhenti " perintah Viola yg langsung berjalan mundur karna darren yg terus melangkah maju kehadapan nya


" ayo lah sayang, semua gadis ingin menikmati tubuh ku, ada apa Dengan mu?" ujar darren yg semakin nakal


" hahahaha Viola Talisa kau lihat bukan pembalasan ku lebih dari yg kau lakukan pagi tadi dengan ku, ini akibat nya karna kau sudah berani mencium, meneriaki dan memanggil nama ku sembarangan" gumam darren yg semakin tersenyum licik


"iya ku akui bnyak gadis yg mau tidur dengan mu, tapi aku tidak. aku tidak mau tidur dengan laki laki yg tidak mencintai ku sama sekali," seru Viola yg tanpa sadar mengucapakan kata kata itu


Darren yg mendengar nya langsung berhenti melangkah kan kaki nya, namun karna darren adalah org yg terkenal dingin dia mengabaikan nya begitu saja tanpa mempedulikan nya..


"cinta? kau percaya cinta istri ku? " tanya darren sambil tertawa


" tentu saja aku percaya " seru Viola


" sudah lah aku tidak ingin membahas hal tidak penting. sekarang aku hanya ingin menikmati mu saja istri ku" ujar Darren yg melanjutkan kan langkah kaki nya


" Darren ku bilang berhenti ya berhenti" pekik Viola yg terus mundur namun darren tetap mendekati Viola, sehingga membuat Viola jatuh ketempat tidur


" awwww " lirih Viola


" mengapa kau kesakitan? tempat tidur ini kan sangat nyaman dan tidak sakit. jika, kau jatuh di atas nya" tanya darren yg bingung melihat Viola


"bukan tempat tidur nya yg membuat ku sakit "pekik Viola


" lalu apa?" tanya darren yg mulai kesal


" aku tidak mau " ujar darren yg tidak mau menyingkirkan tubuh nya dari hadapan Viola , namun Darren mengangkat badan nya agar Viola tidak merasa berat


" ayo lah jngan seperti anak anak " kesal Viola


" aku kau bilang anak anak? hei badut umur mu itu masih 20 THN dan aku 25 THN selisih umur kita itu 5 THN , seharusnya nya yg anak anak itu dirimu" kesal Darren


" iya dari segi umur memang aku lebih muda dari mu tapi dari segi sifat kau itu anak anak sekali" ejek Viola


"kau itu tidak takut ya mengejekku di saat posisi mu seperti ini" ujar darren yg langsung tersenyum licik


" Darren kau mau apa? jngan macam macam" seru Viola yg kedua tangan nya sudah mulai gemetar ketakutan karna darren mendekat kan wajah nya ke wajah Viola


" ayo lah istri ku , aku hanya ingin menikmati tubuh istriku saja . emang nya salah ?" tanya darren


" Darren aku mohon jngan macam macam " lirih Viola yg tanpa sadar air mata nya sudah membasahi kedua pipi mungil nya itu..


Darren yg melihat nya antara puas, senang dan kasian. Darren sangat puas Karna sudah membalaskan perlakuan Viola yg sudah lancang kepadanya nya, namun darren jugak senang karna bisa melihat wajah Viola dari jarak yg sangat dekat dan dia juga kasihan melihat Viola menangis oleh dirinya..


"kau tidak suka?" tanya darren yg langsung menghapus air mata Viola


" bukan seperti itu hanya saja aku belum siap" ujar Viola dengan nada gemetar, Darren yg mendengar nya pun langsung tersenyum.


" sudah lah , lagian aku jugak tidak ada minat untuk menyentuh mu, aku tadi hanya ingin membalas mu saja. karna perlakuan mu yg lancang kepada ku, jadi ku ingat kan! kau jngan melakukan hal yg tidak aku suka, jika kau tidak ingin hal ini terjadi lagi " seru darren yg langsung memindahkan tubuh nya di atas tempat tidur


" emm baiklah aku tidak akan melakukan nya " jawab Viola yg masih takut dan langsung beranjak bangun dari tempat tidur

__ADS_1


" kau mau kemana?" tanya darren


" aku mau ambil selimut di dalam lemari dan bantal ini lalu tidur di sofa" jawab Viola yg polos itu


" tidurlah disini" perintah darren


" lalu kau tidur dimana?" tanya Viola


" aku ya tetap tidur di sini juga, lagian kita jugak sudah suami istri tidak ada salah nya jika hanya tidur bersama," seru darren


" bukan nya kau tidak sukak di sentuh oleh sembarangan wanita?" tanya Viola


" tentu saja" jawab darren


" yasudah aku tidur di sofa saja. aku jugak tidak masalah, lagian sofa nya jugak sangat nyaman" ujar Viola


" aku kan sudah bilang, kalau kau tidur disini bersamaku berati harus disini !" perintah darren dengan nada tinggi nya


" tapi kan kau tidak suka jika ada wanita yg menyentuh mu tuan " seru Viola


" aku memang tidak sukak di sentuh oleh sembarangan wanita . tapi, bukan berarti istri ku tidak boleh tidur bersama ku, kemari lah! lagian aku tidak akan menyentuh mu tanpa keinginan ku sendiri" ujar darren sambil melirik Viola..


viola pun bejalan pelan dan naik keatas tidur. viola langsung menarik selimut dan membelakangi darren, tangan Viola masih terus gemetar karna ketakutan yg di sebabkan oleh darren.


Darren yg melihat Viola seperti itu langsung menarik tubuh Viola menghadap ke arah nya.


" a a ada apa ?" tanya gugup Viola sehingga membuat tangan Viola semakin gemetar


" masih takut?" tanya Darren sambil mengambil tangan Viola dan menggenggam nya agar tidak gemetar lagi.


dengan polos nya Viola pun mengangguk kan kepalanya dan mengiyakan nya begitu saja serasa kata kata darren sudah menjadi obat baginya..


"sudah jngan Takut lagi " ujar Darren sambil mengusap pipi Viola yg masih basah karna air mata nya


" emm iya darren eh maksud nya tuan" jawab Viola


" kau boleh memanggil ku dengan nama ku bahkan aku lebih senang jika kau memanggilku dengan panggilan suami ku " seru darren. viola yg mendengar nya merasa heran dan senang


" ada apa dengan ku mengapa aku merasa senang dia berbicara seperti itu, tapi aku tidak mengerti dari sikap nya itu. aku takut jika ini hanya sementara karna dia terkenal seperti itu sebentar sangat lembut dan kemudian langsung dingin kembali seperti es batu." gumam Viola dalam hati nya


" ada apa ? mengapa melamun ?" tanya darren


" tidak apa apa hanya saja aku masih takut " jawab Viola yg masih ketakutan


" sudah lah , ada aku disini . kau tidak usah takut, tidurlah! aku akan menjaga mu " perintah darren dan langsung memeluk Viola sambil membelai rambut nya...


tidak lama kemudian Viola pun langsung tertidur di pelukan darren, darren yg melihat Viola tertidur pun langsung mecium kening Viola.


"maaf kan sikap ku yg berlebihan malam ini, sehingga membuat mu takut" bisik darren


" tidur lah, aku akan selalu menjaga mu. ntah kenapa aku mulai merasa takut kehilanganmu. aku takut kehilangan org org yg kusayang seperti aku kehilangan papa ku " seru darren yg membayangkan kejadian 10thn lalu yg membuat dirinya seperti itu


berapa menit kemudian, darren mulai tertidur sambil memeluk Viola. mereka berdua pun tertidur dengan sangat lelap. mereka ingin waktu berhenti malam itu namun tidak mungkin. malam ini biar lah mereka berdua yg menikmati kenangan indah itu walaupun hanya sesaat....


^^^bersambung…^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2