
kediaman one drn.khan
mereka pun tiba di kediaman Darren , Bobby segera keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Viola.
viola yg melihat Bobby membukakan pintu untuk nya pun merasa tidak enk hati.
"oh iya boleh aku mengatakan sesuatu kepada mu?" tanya Viola
"tentu saja bisa nyonya" jawab Bobby
" jika seandainya nntik kau mengantarkan aku lagi, kau tidak perlu membukakan pintu mobil nya untuk ku" ujar Viola
" aku masih memiliki kedua tangan jadi hanya untuk membuka pintu mobil ini saja aku masih mampu" gumam Viola sambil tersenyum
" dan satu hal lagi , kau memanggilku apa tadi ? nyonya? " tanya Viola
" aku ini bukan tuan mu yg harus kau panggil seperti itu , aku sama seperti mu yg bekerja untuk seseorang, bahkan lebih buruk lagi karna harus menikah dengan pria yg dingin seperti dia , uuuhhh dasar singa " gerutu Viola sambil memajukan bibirnya itu
Bobby yg melihat Viola berbicara sambil memajukan bibirnya pun hanya tersenyum dan mulai menjelaskan kepada Viola.
"nyonya bolehkah aku menjawab semua pertanyaan mu itu ?" tanya Bobby
" tentu saja bob, karna aku memang ingin mendengar jawaban mu " seru Viola
" pertama , membukakan pintu mobil untuk nyonya itu sudah menjadi tugas ku dari tuan Darren nyonya. jika saja dia mengetahui aku tidak memperlakukan mu dengan baik maka habislah riwayat ku ini " ujar Bobby sambil membayangkan wajah tuan nya yg sedang marah
" dan untuk pertanyaan mu yg terakhir, mengapa aku memanggil mu nyonya karna itu sudah menjadi kewajiban ku, kau memang bukan tuan ku tapi kau akan menjadi istri tuan ku , dan tentu saja aku harus memanggil mu nyonya,jika tidak maka calon suami mu itu akan membunuh ku" jawab Bobby dengan nada menakuti Viola
viola yg mendengarnya pun merasa takut karna dia tidak berfikir sampai kesitu.
" yang dikatakan Bobby benar jugak , aku lupa kalau tuan Darren itu terkenal kejam jika ada yg buat masalah dengan nya, makaaaa habislah org tersebut," gumam Viola sambil membayangkan apa yg terjadi padanya karna telah berurusan Dengan Darren.
lalu bobby pun pamit untuk kembali ke kantor karna ada hal yg ingin dia urus
" nyonya saya pamit kembali ke kantor, ada hal penting yg harus saya urus," ujar Bobby
"baiklah kau bisa pergi, lagian aku tidak pernah menahan mu untuk disini ,aku bisa masuk sndri" jawab Viola
Bobby yg mendengar jawaban dari Viola pun merasa kesal namun dia tidak bisa marah kepadanya sebab Viola calon istri dari bos nya, yg dilakukan Bobby hanya pergi dengan wajah yg kesal
" untung saja kau calon istri tuanku, kalau tidak pasti akan ku beri pelajaran kau" gumam Bobby dalam hati
viola yg melihat Bobby sudah pergi langsung melangkahkan kaki nya yg hendak masuk kerumah.
namun langkah kaki nya terhenti ketika ada seseorang yg membukakan pintu untuk nya betapa terkejutnya Viola karna lagi dan lagi seseorang membukakan pintu untuk nya.
" kenapa sih org org disini tidak membiarkan ku membuka pintu sndri " gumam Viola dalam hati dengan kesal
" Ada yg bisa saya bantu nona ?" tanya salah satu pelayan di rumah Darren
"anda itu siapa ya ?" tanya Viola
pelayan yg mendengar pertanyaan Viola pun merasa terkejut, seharusnya pertanyaan itu untuk nya akan tetapi dilontarkan nya kepada org lain .
" maaf nona , seharusnya saya yg bertanya nona ini siapa ?" tanya pelayan itu kembali
"oh iya saya lupa memberitahukan nama saya, nama saya Viola, tuan mu yg menyuruh saya untuk kemari" ujar Viola
pelayan yg mendengar jawaban dari Viola pun terkejut dan takut karna tidak menyambut Viola dengan baik, mereka tau bahwa nama calon istri tuan nya itu adalah nyonya Viola namun, mereka tidak tau wajah nya sehingga membuat kesalahan.
" maaf nyonya saya tidak menyambut mu dengan baik" ujar pelayan sambil memohon maaf dengan menundukkan kepalanya berkali-kali
Viola yg melihatnya merasa terkejut " hey, apa yg kau lakukan?" tanya Viola merasa heran
"maaf nyonya seharusnya begitu anda datang saya harus menyuruh Anda masuk bukan membiarkan Anda diluar, saya salah nyonya " lirih pelayan itu
__ADS_1
" kesalahan apa yg kau buat sampai kau seperti ini? " tanya Viola dengan bingung
" seharusnya saya tahu bahwa di kediaman ini hanya tuan, ibu tuan ,omay tuan dan jugak sekertaris tuan yg mengetahui nya. jadi, jika ada seseorang org tiba tiba datang kemari pasti itu adalah org yg sangat penting bagi tuan Darren , dan saya baru ingat bahwa calon istri tuan Darren akan kemari , pasti calon istri tuan Darren itu anda kan nyonya? maaf kan saya nyonya saya tidak menyambut mu dengan baik maaf nyonya" lirih pelayan hingga menangis
viola yg melihat pelayan itu sampai menangis pun merasa terkejut ,hanya karna tidak menyambut nya dengan baik pelayan itu sampai seperti itu
" kau tidak perlu meminta maaf pak, kau tidak melakukan kesalahan apa pun " ujar Viola
" oh iya nama mu siapa pak ?" tanya Viola
" nama saya Sarno nyonya" jawab pelayan itu
" baiklah pak Sarno boleh saya masuk ? saya sudah merasa lelah berdiri disini pak ," ujar Viola sambil tersenyum
" oh maaf nyonya saya lupa ,silahkan nyonya" pelayan mempersilahkan Viola masuk
Viola pun segera masuk dan merasa kagum akan kemewahan rumah Darren..
" wow rumah ini besar sekali, rumah sebesar ini bisa dijadikan bandara pesawat ni ," gumam Viola sambil tersenyum
" nyonya apakah anda menginginkan sesuatu" tanya pak Sarno
" emm, aku hanya ingin segelas air putri saja pak" jawab Viola
" baik nyonya" pelayan itu pun beranjak pergi
"nyonya ini minuman nya " ujar pelayan itu sambil memberikan segelas air
" oh iya , makasih pak " ujar Viola dan mengambil minuman nya
pak Sarno pun langsung pergi ke dapur dan meninggal kan Viola sendirian di ruang tamu.
Viola yg hanya sendiri di ruang tamu pun hanya terus memandangi ruang tamu itu dan melihat beberapa foto Darren.
" ah ini Darren waktu kecil, lucu sekali" ujar Viola sambil tertawa kecil
viola yg mendengar nya merasa kaget dan langsung berbalik badan
" maaf nyonya saya hanya melihat lihat saja dan ketika melihat wajah tuan Darren saya merasa gemas dan lucu hingga membuat saya tertawa" ujar Viola dengan sangat polos nya dan sangat jujur.
mendengar jawaban dari Viola membuat dia tersenyum.
" maaf nyonya boleh kah saya bertanya?" tanya Viola dengan nada takut
" tentu saja " jawab wanita itu
" anda itu siapa ya ? maaf nyonya saya bertanya lancang" ujar viola
"tidak apa apa nak, perkenalkan nama saya Aurora Khan, ibunya Darren calon suami mu" ujar mama Darren
tidak lama kemudian omay Darren pun datang
"siapa ini Ra? tanya omay Darren
" oh ibu , kenalkan ini calon istri Darren cucu kesayangan mu ibu '" ujar mama Darren
"pasti nama mu Viola kan nak?' tanya ibu Darren
" iya Bu ' jawab Viola
" kenali ini omay nya Darren ibu dari ayah Darren padmawati.khan " ujar ibu Darren
viola pun langsung menyalami tangan omay nya Darren
" kau sopan sekali nak" ucap omay Darren sambil membelai kepala Viola
__ADS_1
" ini sudah seharusnya nya omay , maaf boleh saya memanggil mu omay?" tanya Viola sedikit takut
" tentu saja nak , kau jugak harus memanggil mama darren dengan panggilan mama buka kah begitu Ra ?
tanya omay pada ibu Darren
" tentu saja Bu " jawab ibu Darren
viola yg melihat nya pun bahagia dia tidak pernah menyangka bakal memiliki ibu mertua sebaik itu dan omay nya Darren jugak sangat baik
" makasih ma , omay " lirih Viola yg hampir menetes kan air mata nya
" mengapa kau harus berterimakasih nak ?, kami lah yg harus berterimakasih karna kau mau hidup bersama dengan Darren yg mempunyai sifat dingin seperti itu" ujar mama Darren
" omay seneng bisa mengenal mu , kau akan menjadi istri yg baik untuk Darren kan nak? kau akan memenuhi kewajiban mu sebagai seorang istri kan?
omay ingin sebelum omay tiada omay bisa memeluk anak dari cucu kesayangan omay dan omay ingin sekali menjadi omay buyut " ucap omay nya dengan penuh harapan
viola yg mendengar nya pun merasa bersalah karna di surat perjanjian tidak ada yg menyuruh nya untuk hamil dan dia jugak tidak ingin memiliki anak dengan org yg sombong dan kejam seperti Darren bahkan dia memiliki sifat yg dingin apalagi saat menatap seseorang kayak ingin membunuh org yg di tatap nya.
" maaf omay, maaf ma bukan nya aku tidak memberikan keturunan untuk keluarga kalian hanya saja aku sangat tidak menyukai anak mu itu , dia sangat sombong dan dingin , bahkan dia membuat surat perjanjian pernikahan yg tidak masuk akal , jika saja dia tidak seperti itu tentu saja aku mau apa lagi dia ganteng , ah sudahlah buat apa aku memikirkan singa itu " gumam Viola dalam hati
"nak apa yg kau pikirkan? tanya mama Darren
" nak apa ada yg mengganggu mu sebelum kau masuk ?" tanya omay Darren
" tidak ma aku tidak memikirkan apa pun , dan jugak tidak ada yg mengganggu ku omay , hanya saja aku lelah karna habis dari kantor Darren aku langsung kemari " jawab Viola sambil mengalihkan pembicaraan agar ibu dan omay Darren tidak membahas masalah anak lagi
mendengar hal itu ibu Darren langsung memanggil pak Sarno salah satu pelayan di kediaman itu
" pak Sarno" panggil mama darren
" iya Bu " jawab pak Sarno
" tolong antar Viola kekamar nya seperti nya dia sangat lelah dan penuhi semua kebutuhan nya jangan sampai dia kekurangan apa pun, kau ingat itu " ujar mama Darren
" iya Bu" Jawab pak Sarno
" nak ikut lah dengan pak Sarno , dia akan mengantar kan mu kekamar mu , kau akan tinggal disini sampai pernikahan mu tiba nntik setelah itu pasti Darren akan membawa mu ke kediaman nya sndri ," ujar mama Darren
" pergilah sayang ke kamar mu, omay lihat kau sangat lelah " perintah omay Darren
mendengar hal itu Viola pun langsung menganggukkan kepalanya, karna sebenarnya pun dia emang sangat lelah dan ingin cepat cepat tidur
" baik omay , baik ma aku akan masuk ke kamar " jawab Viola
viola pun langsung pergi mengikuti pak Sarno dan tiba di suatu ruangan
" kamar siapa ini pak ? " tanya Viola
" ini kamar tuan darren non " jawab pak Sarno
" lalu mengapa aku kekamar ini ? kami kan belum menikah" tanya Viola
" nyonya tuan jugak jarang sekali ke kamar ini jadi nyonya jangan khawatir" ujar pak Sarno
" emm , jika begitu baik lah pak , yasudah saya masuk dulu ya pak " jawab Viola dan langsung masuk kekamar
pak Sarno pun langsung pergi setelah melihat Viola masuk kekamar nya .
"wah kamar ini besar sekali, seperti nya aku bakalan tidur nyenyak ni ,he he he. sebelum tidur mending aku mandi dulu ah " seru Viola dan langsung masuk kekamar mandi
setelah Viola mandi ,Viola langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yg empuk itu. belum terlalu lama mata Viola pun langsung terpejam.
viola selalu begitu ketika sudah ada tempat yg nyaman dia langsung tidak ingin pergi kemana mana..
__ADS_1
...****************...