Novel Ini Pindah Ke Novel Baru Yang Sudah Direvisi

Novel Ini Pindah Ke Novel Baru Yang Sudah Direvisi
eps. 15 Viola memasak khusus untuk Darren


__ADS_3

pagi hari...


viola yang sudah terbangun dari tidur nya, ia pun melihat ada sosok lelaki yg masih memeluk nya. viola langsung tersenyum karna org yg memeluk nya adalah suaminya.


mengingat apa yg terjadi semalam oleh mereka berdua, Viola langsung membelai lembut rambut darren dan memindahkan tangan darren yg tadi masih memeluk dirinya ke bantal guling.


dengan perlahan Viola bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar Kamar dengan sangat pelan agar darren tidak terbangun oleh langkah kaki nya.


viola berinisiatif untuk memasak makanan khusus untuk darren dan sebagai ucapan terima kasih nya karna sudah memaafkan dirinya itu...


viola yg sudah berada di dapur pun langsung segera mencari bahan bahan yg ingin di masak nya. karna, Viola bangun sangat pagi para pelayan rumah masih belum pada bangun. jadi Viola bebas untuk melakukan apa saja di dapur itu.


"aku masak apa ya?" pikir Viola sambil membuka kulkas.


"apa sebaiknya aku masak ikan geprek sama Pajeri terong saja ?" pikir Viola lagi


" tapi apa darren akan menyukainya?" gumam viola


" ah yasudah lah mending aku masak saja. urusan suka atau tidak nya biar lah jadi masalah belakang" seru Viola yg langsung mengambil bahan yg akan dimasak nya


viola sangat sibuk dengan masakan nya, sampai sampai dia tidak menyadari kalau semua para pelayan sudah terbangun. para pelayan yg melihat nyonya muda nya memasak di dapur pun langsung terkejut dan takut jika nyonya besar dan tuan muda mengetahui bahwa nyonya muda nya itu memasak sendiri.


" nyonya apa yang nyonya lakukan?" tanya salah satu koki yang bertugas khusus memasak makanan untuk keluarga besar darren.


"saya sedang memasak pak! emang nya bapak tidak lihat saya sedang melakukan apa?" tanya Viola yg menatap koki itu


" saya tau nyonya sedang memasak. sebaiknya biar saya saja nyonya!. nyonya duduk saja saya akan menyiapkan makanan yg nyonya mau " ujar koki dengan gugup


" tidak apa pak, kemarin saya jugak memasak. lagian saya sudah biasa kok memasak sndri! bapak tidak perlu takut, jika mama dan suami saya marah saya akan bertanggung jawab " seru Viola sambil menatap dengan senyum kepada koki tersebut


" baik lah nyonya jika itu mau nyonya" ujar koki dengan menundukkan kepalanya


" oh iya , bapak juru masak disini?" tanya Viola yg memecahkan keheningan mereka


" iya nyonya , saya bagian memasak disini" jawab koki itu


" kemarin saya tidak melihat bapak disini ketika saya makan bersama keluarga pagi hari" ujar Viola menatap koki itu


" kemarin anak saya sakit nyonya muda , jadi saya izin tidak masuk " alasan koki sembari menatap Viola


" oooo seperti itu ya pak..!, oh iya nama bapak siapa?" tanya Viola


" Anto nyonya" jawab koki itu


" emm pak Anto ya? baik lah pak Anto, boleh saya meminta bantuan?" viola menatap pak Anto


" tentu nyonya, nyonya mau saya bantu apa ?" pak Anto langsung bertanya ke nyonya nya.


"bantu saya membersihkan ikan ini pak, soalnya saya mau memotong sayuran nya dulu. saya takut nnti suami saya terbangun dan makanan nya belum ada, nnti dia akan lapar. saya tidak ingin dia menunggu dengan keadaan lapar" ujar Viola sembari tersenyum


" non memang istri idaman ya! " seru pak Anto


" hahahahah tidak jugak kok pak" ujar Viola yg tertawa kecil


viola dan pak Anto yg sudah hampir menyelesaikan menu khusus untuk darren. mereka pun membuat masakan lain nya untuk makanan bersama pagi ini. macam ragam masakan yg Viola dan pak Anto masak. agar jika sewaktu-waktu masakan yg ia buat tidak disukai oleh darren, mama dan omay nya. maka, mereka bisa memakan makanan lainnya. viola jugak bnyak dapat resep resep makanan dari pak Anto dan bnyak belajar membuat segala makanan yg menurut nya tidak pernah ia masak dan jugak makan...


......................


kamar darren...


darren yg masih tertidur dengan sangat nyenyak pun langsung merasa aneh ketika ia meraba sesuatu di samping nya yg sudah tidak ada lagi tubuh wanita yg di peluk nya. ia pun langsung merasa spontan dan membuka matanya. betapa terkejutnya darren karna yg ia peluk adalah guling.


Darren langsung bangkit dari tidur nya dan mencari Viola di kamar mandi bahkan,sampai di dalam lemari.


Darren terus mencari Viola.


" kemana dia? apa dia meninggalkan ku karna perbuatan ku semalam?" ujar darren yg sangat khawatir


Darren pun segera keluar dari kamar nya dan mencari Viola ke kamar mama nya.


" tok tok tok " suara ketukan Pintu namun tidak ada jawaban


" maaaaa buka pintu nya " seru darren dari arah luar kamar mama nya. yg belum juga di bukakan pintu nya.


" mama nih ya kalau sudah tidur tidak mendengar apa pun" gumam darren dalam hati nya


" come on ma open the door "teriak darren dan tidak lama kemudian mama nya pun menjawab dari arah dalam


"What is it, honey? knapa kamu berteriak seperti itu sayang?" tanya mama darren yg langsung membuka pintunya


" ma Viola ada bersama mu tidak?" tanya Darren

__ADS_1


" knapa bertanya sama mama? bukan nya istri mu tidur bersama mu" ujar mama darren sembari tersenyum


" iya semalam dia memang bersama ku. namun pagi ini aku tidak melihat nya. biasanya dia membangun kan ku jika dia terlebih dulu bangun." seru darren dengan tatapan dingin nya di depan mama nya


" lantas? jika kamu saja tidak tau kemana Vio apalagi mama sayang!!. mama dari tadi di kamar, mama jugak tidak tau Vio Dimana. mama pikir Viola bersama mu!" seru mama nya dengan tatapan bingung


" ah yasudah lah ma. aku akan mencari nya di kamar omay " darren yg hendak meninggalkan mama nya namun di hentikan mama nya


" tungguuu " teriak mama darren


" ada apa ma? aku sangat terburu-buru" kesal darren


" mama ikut kekamar omay dan mencari viola" pinta mama darren


" emmm" darren menjawab dengan sangat singkat


mereka pun menuju kekamar omay, tanpa sadar mereka belum mencari Viola di bawah dan hanya mencari nya di ruangan atas saja. itu lah akibat nya jika memiliki rumah yg sangat besar, karna ingin mencari seseorang di rumah sebesar itu sangat lah sulit. tidak memakan waktu yg lama mama dan jugak Darren pun sampai di depan kamar omay..


Darren langsung mengetuk pintu kamar omay dan omay langsung membuka pintu kamarnya. tidak seperti kekamar mama nya yg harus menunggu waktu yg sangat lama untuk di bukakan pintu nya..


" ada apa sayang? kenapa kau terlihat khawatir nak?" tanya omay darren yg bingung melihat cucu kesayangan nya Terengah-engah


" Viola ada di dalam kan omay?" tanya darren


" iya ma Vio ada di dalam kan ?" tanya mama darren jugak yg sangat khawatir


" ada apa dengan kalian berdua? Vio tidak ada di kamar omay, bukan nya Vio bersama mu darren?" ujar omay darren kepada mereka berdua


" iya semalam bersama ku tapi pagi ini tidak ada omay " seru darren dengan datar


" yasudah sayang,,, mungkin dia sedang berjalan jalan nak. kau tidak usah khawatir nak Vio gadis pemberani dia tidak mungkin tersesat di sini. " omay menenangkan cucu nya itu


" tidak omay ! aku takut dia meninggalkan ku " tegas darren kepada omay


" emang nya kau melakukan apa sih darren? mama bingung?" tanya mama nya namun darren hanya diam saja


" Darren jawab ? apa kalian sedang bertengkar?" omay menatap intens darren


" aku hanya membuat nya sedikit menangis semalam omay. aku tidak bermaksud seperti itu ma " ujar darren yg sedikit membela dirinya


" kauuu itu ya" pekik mama darren yg mulai kesal dan khawatir jika terjadi sesuatu pada menantu kesayangan nya


" Darren emng nya apa yg kamu lakukan padanya sehingga dia menangis?" tanya omay namun Darren hanya diam saja


"sudah Ra...! jngan terlalu keras kepada nya. ini wajar terjadi dalam rumah tangga. kau dulu jugak seperti ini dengan anak ku Ra." omay mencoba menenangkan menantu nya dan suasana agar tidak semakin panas


" awas saja!! jika terjadi sesuatu pada menantu kesayangan ku" mama darren menatap tajam darren


" apaan sih mama ni! aku ini kan anak nya. kenapa ,dia memarahi ku hanya karna menantu nya yg hilang tiba tiba itu sih! tapi, aku jugak salah karna bertindak keterlaluan padanya. viola kemana sih kamu ????" gumam Darren dengan khawatir


" sudah Ra.. kalian sudah mencari nya dibawah ?" tanya omay pada mereka berdua


" belum ma " mama darren tersadar kalau mereka belum mencari Vio di bawah


" itulah jika kalian mencari nya dengan tergesa-gesa dan tidak dengan berkepala dingin . yasudah kita cari Viola bersama sama dibawa " omay langsung menuruni anak tangga menuju kebawah dan diikuti oleh mama darren dan juga darren


mereka pun langsung mencari ke seluruh ruangan yg ada di bawah. mereka bertiga mencari di ruang tengah, ruang keluarga, kamar bawah, ruang makan , ruang tv dan bahkan ke kamar tamu jugak namun Viola tidak ada.


" dimana omay? Viola tidak ada " cemas darren


" itu semua karna mu darren! jika saja kau tidak membuat nya nangis maka dia tidak akan pergi " ujar mama darren


" sudah ra!!! kau tidak boleh seperti itu! " bentak omay darren, mama darren pun langsung terdiam dan darren hanya menunduk kan kepalanya


"aku harus apa omay?" Darren sangat khawatir


" kita berpencar saja bagaimana?" tanya omay


" yasudah ma. aku akan mencari nya di taman belakang, mama mencari di dalam saja dan kau Darren! cari Viola di depan rumah . awas saja jika tidak menemukan nya !!! " mama darren menatap tajam putra nya itu


sementara darren hanya terdiam dan tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya menerima amarah dari mama nya saja karna dia tau dia salah... mereka pun berpencar dan tidak lama kemudian omay pun memanggil darren dan Aurora


" darreennnnn , raaaaaa , kemari lah !!! " teriak omay darren yg sangat besar sehingga darren dan jugak mama nya bergegas menghampiri omay.


mereka berdua pun tiba di samping omay


" lihat lah istri mu dan menantu kesayangan mu " seru omay yg agak jauh berdiri dari arah dapur sambil menunjuk kearah Viola


" violaaaaa" panggil Darren yg agak kuat membuat Viola terkejut dan langsung membalikkan badannya


" Darren mengapa kau......" belum sempat lagi melanjutkan kata kata nya darren sudah berlari menghampiri nya dan langsung memeluk Viola begitu erat yg membuat pak Anto bingung

__ADS_1


" ada apa dengan mu darren..?" tanya Viola yg merasa bingung


" sayang kau dari mana saja ?" tanya mama darren yang langsung ke arah Viola dan menyingkirkan darren dari pelukan Viola, lalu memeluk Viola dengan sangat erat


" mama ada apa dengan mu.. ? " tanya Viola yg semakin bingung


sementara omay darren hanya tersenyum melihat cucu dan juga menantu nya seperti itu..


" omay ada apa ini ?" tanya Viola yg masih bingung yang terus di peluk oleh mama Darren


" tidak papa sayang. mereka hanya merindukan mu saja ! " seru omay yg masih tersenyum


" rindu? bukan nya setiap hari bertemu? knapa rindu may? " viola semakin bingung


" mama apa apaan sih !! dia kan istri ku knapa mama memeluk nya lebih lama dari ku?" Darren yg kesal karna di geser mama nya ketika memeluk Viola. sementara Viola hanya diam dan bingung..


" dia itu kan menantu mama jadi mama jugak berhak dong memeluk nya lebih lama dari mu " seru mama darren


" emmmm" singkat darren dengan nada dingin nya karna ia malas berdebat dengan mama nya itu.


viola pun langsung melepaskan pelukan mama nya dengan sangat perlahan dan mulai bertanya


" ada apa ma?" tanya Viola


" mama takut Vio akan meninggalkan kami semua " mama menatap Viola dengan sangat hangat


" mengapa mama bisa berpikir seperti itu?" heran Viola


" karna darren bilang dia telah buat menantu kesayangan ku ini menangis" seru mama darren menatap intens pada anak nya. sementara darren hanya menghela nafas nya panjang panjang dan menerima semua kelakuan mama nya terhadap dirinya.


" tidak ma, tadi malam aku tidak menangis" jawab Viola yg menutupi kejadian semalam di depan omay dan mama nya.


Darren yg mendengar jawaban dari Viola langsung merasa heran dan bingung


" mengapa dia tidak mengatakan nya saja pada omay dan mama? dengan begitu dia kan bisa membalas perlakuan ku yg keterlaluan dengan nya semalam. apa dia tidak ingin masalah rumah tangga kami di ketahui oleh mama dan omay? jika dia mengatakan nya kan dia akan di bela mama dan omay. dengan begitu mama jugak akan memarahi ku! dia pasti akan merasa puas jika aku di marahi oleh mereka. namun ada apa dengannya? kenapa dia tidak menceritakan kejadian semalam?" gumam darren dengan wajah yg bingung


" tapi sayang darren yg bilang kalau kamu semalam nangis di buat nya" ujar mama Darren


" oh itu ma!, aku hanya merasa terharu karna darren menghiasi kamar kami seperti kamar pengantin lagi ma. dia menghiasi nya dengan mawar merah ma bahkan lebih indah dari kamar yg mama hias" ujar Viola dengan senyuman manis nya.


" ahhh syukurlah sayang ... mama pikir ada apa. dan kau darren !!! kenapa, tidak menceritakan nya secara detail kepada mama ha?" pekik mama darren yg langsung mencubit pinggang anak nya


" awwww sakit tau ma!!!! kan mama yg sudah sangat emosi, aku belum sempat menjelaskan nya, mama sudah marah marah!" Darren membela diri nya


" he he he he mama lupa! maaf ya sayang karna sudah memarahi mu " mama darren mengelus kepala anak nya


" kau itu Ra tidak pernah berubah" seru omay darren yg menggeleng kan kepalanya


" ehemm , karna semuanya sudah disini, bisakah kita langsung makan bersama saja? Vio sudah memasak khusus untuk kalian semua" ujar Viola


"emmm baik lah sayang omay kekamar dulu untuk ganti pakaian"


" mama jugak Vio" seru mama darren


omay dan mama pun langsung meninggalkan dapur itu dan kekamar mereka. hanya darren saja yg berada diruangan itu karna pak Anto sudah meninggal mereka dari tadi.


" kau mau makan?" tanya Viola yg gugup namun darren hanya menatap nya


"kenapa diam?" tanya Viola yg bingung melihat darren yg terus menatap nya


" ada apa suami ku?" tanya Viola lagi


Darren yg mendengar dan melihat Viola memanggil dirinya dengan panggilan suami atas keinginan Viola sndri. tanpa ada sandiwara yg biasa nya ia lakukan di depan omay dan mama, darren pun langsung mendekati Viola dan mencium bibir Viola. viola yg mendapati ciuman dari darren pun merasa terkejut dan langsung mendorong tubuh darren dengan sangat kuat ...


" kau tidak suka?" tanya darren karna merasa di tolak oleh Viola


" bukan seperti itu, hanya saja...." viola tidak melanjutkan kata kata nya dan langsung terdiam


" hanya saja apa ?" tanya Darren dengan tatapan intens nya pada Viola.


" hanya saja ini ciuman pertama ku " jawab Viola yg menunduk kan kepalanya dengan wajah polos nya


" ciuman pertama mu? bukan nya dulu kamu sempat memiliki kekasih?" tanya darren yg bingung


" iya dulu aku pernah memiliki kekasih. namun, aku tidak pernah mengijinkan nya mencium ku sebelum kami menikah dan itu membuat nya langsung meninggalkan ku dan menikah dengan gadis kaya" seru Viola dengan wajah polos nya


Darren yg mendengar nya pun merasa bahagia karna dia menikahi gadis yg belum pernah disentuh oleh pria mana pun


" emmm baik lah, kalau kau belum terbiasa aku akan membuat mu terbiasa. aku mandi dulu setelah itu aku akan makan masakan mu ini " ujar darren dengan senyum nya sambil mengelus kepala Viola dan langsung pergi meninggalkan nya


Darren segera kembali kekamar nya dan mandi, sementara Viola masih senyum senyum sendiri membayangkan darren yg mencium nya.....

__ADS_1


^^^bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2