
kediaman one drn.khan..
beberapa jam kemudian ada seseorang yg datang... orang itu adalah sekertaris darren. karna di suruh datang oleh tuan nya Bobby pun segera datang begitu menerima perintah dari darren..
" dimana ya tuan? tadi dia menyuruh ku untuk datang! katanya ada urusan yg harus aku selesaikan. tapi dimana dia?" ujar Bobby yg mencari darren di ruang tengah...
karna kediaman darren sangat besar membuat Bobby kelelahan dan terduduk di sofa yg ada di ruang tengah..
" apaan sih darren ini!!! dia menyuruh ku kemari tapi dia ntah dimana... pikir nya aku tidak lelah apa harus mencari nya di kediaman nya yg sebesar ini!!" kesal Bobby
"yaa ampunnnn!!!! mengapa aku bodoh sekali ?? aku kan bisa menelfon nya.. kenapa aku menjadi bodoh Sekarang" seru Bobby memukul kepala nya..
Bobby segera mengambil handphone nya dari saku celana nya dan menelfon darren. namun, tidak kunjung mengangkat nya...
" come on my friend !!!! angkat telfon mu!!! aku sangat lelah mencari mu." pekik Bobby yg terus menelfon darren
Darren yg mendengar telfon nya sudah berdering beberapa kali, pun membuka handphone nya dan melihat panggilan itu dari Boby. darren langsung mengangkat panggilan Boby...
" emmm ada apa ?" tanya Darren dengan nada datar nya
" lama sekali mengangkat telfon nya " kesal Bobby
" lantas?? kau mau marah ? karna aku lama menjawab telfon mu" bentak darren dengan aura dingin nya
" tentu sajaaaaaa tidakk" seru Bobby dengan nada kesal nya
" baguss!,,, aku menyuruh mu datang ke kediaman ku bukan? mengapa kau belum muncul jugak " ujar darren dengan nada nya yg meninggi
" maaf tuan!! sepertinya aku tersesat" Bobby membela dirinya
" tersesat?" singkat darren
" iya seperti nya aku tersesat dirumah mu" balas Bobby
"ayo lah Bob, kau itu sudah lama bekerja dengan ku kau tidak mungkin tersesat di rumah ku sndri !" bentak darren
" aku memang sudah lama bekerja bersama mu tuan , hanya saja aku jarang ke kediaman mu yg pertama. aku lebih tau kediaman mu yg kedua tuan" ujar Bobby yg tidak ingin dimarahi terus menerus oleh darren..
" huffttt" darren menghela nafas nya dengan sangat panjang karna melihat sekertaris nya yg bodoh itu
" dimana kau sekarang?" tanya darren dengan nada datar nya
" aku diruang tengah tuan" jawab Bobby
" ke ruang kerja ku sekarang! kau tidak mungkin tidak tau ruang kerja ku kan?" kesal darren
" tentu saja aku tau tuan.. aku akan segera Kesana" Bobby menjawab dengan antusias nya..
ketika Boby hendak melangkah kan kaki nya yg menaiki anak tangga, langkah kaki nya pun terhenti ketika melihat tv yg menyala dengan siaran kartun..
" haa? kartun? siapa yg menonton film anak anak ini" tawa Bobby
" ahhh sebaiknya aku lihat saja! siapa sih yg sedang menonton filim ini" ujar Bobby. Bobby pun mengalihkan langkah kaki nya ke ruang tv..
" gadiss ini!!" seru Bobby
" tenyata istri nya seorang miliarder muda di seluruh negara ini menyukai sinema kartun anak anak!" ejek boby yg terus tertawa
" tapi dia memang sangat cantik" ujar Bobby yg melihat wajah polos Viola. namun seketika Bobby langsung memukul pipi kanan nya
" apa apaan sih kau ini Bob!!! kau tidak boleh seperti itu!! gadis ini adalah istri tuan mu sekaligus sahabat mu itu " pekik Bobby pada dirinya sendiri sembari menatap Viola yg sedang tertidur di sofa
" tapi dia kasihan jugak tidur di sofa ini!! pasti badan nya akan terasa sakit ketika dia terbangun " ujar Boby menatap wajah Viola
" apa aku memindahkan nya saja ya, kekamar nya dan darren?" pikir keras bobby
" tapi??? bagaimana jika nnti darren marah melihat ku menggendong istri nya ini?" pikir Bobby lagi
" ah ya sudah lah,,, aku pindah kan saja, dari pada nnti istrinya sakit tidur di ruang tv dengan suhu AC yg cukup dingin, jika sudah seperti itu kan darren juga yg repot harus mengurus nya dan jika dia repot pasti aku jugak kenak getah nya" seru Bobby yg sudah tau sifat darren
" lagian darren jugak tidak menyukai gadis ini! jadi dia tidak akan terlalu marah padaku " antusias Bobby yg hendak mengangkat tubuh Viola
sementara Viola tidak terasa sama sekali kalau tubuh nya sudah diangkat oleh seseorang.. Bobby mengangkat tubuh nya itu dengan sangat perlahan yg membuat Viola tidak terasa sama sekali..
__ADS_1
......................
ruang kerja darren...
Darren yg merasa Bobby belum kunjung datang ke ruang kerja nya pun mulai merasa kesal pada Bobby. karna , telah membuat dirinya menunggu begitu lama..
" lama sekali dia!!! apa sesusah itu mencari ruang kerja ku? dia kan sudah pernah keruang kerja ku!!" kesal darren pada bobby
" sebaik nya aku mencarinya kebawah saja!! awas kau Bob jika aku menemukan mu!! akan ku hajar kau karna membuat ku menunggu dan mendatangi mu!! pekik darren yg sudah sangat kesal dengan bobby
"siall!! aku bos nya tapi malah aku yg mencari nya" darren yg masih kesal dan langsung mematikan laptop kerja nya..
Darren pun keluar dari ruang kerja nya dan menutup pintu ruang kerja nya agar tidak ada yg masuk..
Darren yg sudah menuruni anak tangga pun langsung terkejut melihat seseorang mengendong istrinya dari arah belakang tubuh Bobby...
" siapa kauu???" teriak darren dengan nada berat nya
" aku tuan, sekertaris mu" ujar Bobby dengan singkat dan membalikkan tubuh nya ke arah darren
" bobyyy!!!!! berani sekali kau mengendong istri ku" bentak darren dengan tatapan membunuh pada bobby
" maaf tuan, aku melihat nyonya tidur diruangan yg sangat dingin. oleh karna itu aku berinisiatif memindahkan nya kekamar mu tuan " Bobby memberi alasan nya pada darren
" siapa dirimu? yg berhak mengendong nya ha?? " ujar darren yg membuat Bobby terkejut
" ku pikir kau tidak menyukai nya darren, maka nya jika aku memindahkan nya kau tidak akan keberatan" seru Boby yg tidak percaya kalau darren Semarah itu padanya.
" diammmm kauu!!! lepaskan istri ku dari tangan mu itu" pekik darren yg langsung memindahkan tubuh Viola secara kasar ke tangannya , sehingga membuat Viola terbangun
" awwww, sakit sekali" lirih Viola yg merasa kan tubuh nya di angkat dengan kasar
" Darren kau itu apaan sih?? kasar sekali!!" ujar Viola pada darren
" kau yang apaan?? bisa bisa nya kau tidak tau ada laki laki lain yg mengangkat tubuh mu itu" ujar darren dengan nada tinggi nya membuat Boby hanya terdiam melihat darren
" akuuu diangkat? oleh siapa? bukan nya tadi aku tidur di sofa?" tanya Viola yg masih setengah dasar dan tidak menyadari ada Boby yg berdiri di depan nya
" kauuu ituuuu!!!" bentak darren
Darren yg melihat Viola mulai menangis pun langsung menghela kan nafas nya sangat kuat
" sudah jngan nangis, kau masih ngantuk?" tanya Darren dan di balas dengan anggukan oleh Viola
" baik lah aku akan memindahkan mu kekamar" darren pun langsung membawa Viola kekamar nya
Darren yg sudah masuk kekamar nya langsung meletakkan tubuh Viola di atas tempat tidur nya..
" tidur lah dan jngan keluar! " perintah darren pada dirinya
" tapi kenapa??" tanya Viola yg bingung
" tidak papa, kau harus bnyak istirahat" ujar darren yg membelai rambut Viola dan mencium kening Viola..
viola yg dicium oleh darren langsung terdiam. jantung nya terus berdetak lebih kencang dari biasanya.
" kendalikan dirimu Vio!! jngan sampai darren mengetahui kalau kamu sedang deg deg an bersama nya " gumam Viola dihatinya
" aku keluar dulu ya" ujar darren menatap Viola. Darren pun menekan tombol di remote control yg ada dikamar nya. dan membuat kamar itu kedap suara, Viola yg melihat darren menekan sesuatu hanya diam saja. karna dia tidak ingin menanyakan hal yg tidak seharusnya ia tanya kan...
" yasudah lah mending aku main game di hp saja, aku jugak tidak mengantuk lagi" seru Viola. dia tau darren sedang marah makanya dia bilang dirinya masih mengantuk padahal tidak.
Darren segera turun kembali keruang tengah dan melihat Bobby yg melamun duduk di sofa. emosi darren pun kembali membara dan langsung menarik kerah baju Bobby .
" Darren ada apa dengan mu??" tanya Bobby yg bingung melihat darren yg masih marah padanya
" kau yg ada apa ? berani sekali kau menyentuh nya " geram darren dan langsung memukul sahabat nya itu..
omay dan mama darren yg mendengar ada keributan dari arah bawah pun langsung turun melihat apa yg terjadi. sementara para pelayan yg ada didalam kediaman itu hanya terdiam dan merasa ketakutan melihat amarah dari darren.
" Darren apa yang kau lakukan????" teriakan seseorang dari arah belakang yg membuat nya membalikkan badannya.
" mama? " seru darren yg terkejut melihat mama dan omay nya yg sudah berdiri dari belakang tubuh nya itu.
__ADS_1
" sayang? ada apa ini" tanya omay untuk memenangkan keadaan
" kenapa kau memukuli sahabat mu?" timpal omay lagi
namun darren tidak mendengar kan apa kata mama dan omay nya , yg dia ingat adalah pria di depannya itu sudah berani menyentuh istri nya.. darren terus memukuli Bobby hingga membuat Bobby mengeluarkan darah di bibir dan hidung nya. Bobby sama sekali tidak melawan, karna dia tau kalau sahabat nya akan mulai tenang jika sudah puas meluapkan emosi nya itu.
" darreennnnn!!! sudah hentikan ini!! kau bisa membunuhnya" bentak mama darren
" biar saja ma! aku tidak memperdulikan nya!" ujar darren yg masih terus memukul Boby
" Darren Abraham Khan!! hentikan ini" bentak omay.. omay yg tidak pernah membentak cucu nya itu langsung membuat darren menghentikan pukulan nya dan menatap omay.
" kenapa omay membentak ku? " darren menatap omay dengan nafas nya yg Terengah-engah
" kau bisa membunuhnya nak! kau tidak boleh seperti ini" seru omay yg menasehati cucu nya itu sementara mama darren sudah menangis melihat anak nya seperti itu.
"itu salah nya sendiri!! karna dia sudah berani berurusan dengan ku!!" pekik darren yg menatap wajah Bobby dengan intens
" Come on darren, I didn't know that you would be this angry with me! ku pikir kau tidak akan marah sahabat ku makanya aku melakukan itu" Bobby mulai bicara ketika melihat sahabatnya nya itu sudah mulai mereda emosi nya..
"What's? kau bilang aku tidak akan marah ? bagaimana bisa aku tidak marah ketika melihat seorang pria mengangkat tubuh istri nya di pelukan pria lain ha ??" pekik darren dengan nada yg tingginya pada bobby
mama dan juga omay yg mendengar nya pun langsung terkejut dan menyuruh mereka untuk duduk di ruang keluarga.
darren,Boby, mama dan juga omay yg sudah berada di ruang keluarga langsung mengaktifkan sistem kedap suara agar tidak ada yg mendengar pembicaraan mereka. dan omay pun mulai bertanya apa yg terjadi sebenarnya pada mereka berdua.
" ada sebenarnya nak?" tanya omay kepada mereka berdua
" tanya saja pada org yang ada di depan mu itu" singkat darren yg masih emosi
" Darren jaga sikap mu!!! dia itu omay mu" mventak mama darren pada dirinya
" tidak apa Ra, anak mu sedang dalam keadaan marah jadi biar kan dia hingga tenang!! Bobby sayang ada apa sebenarnya nak ??" tanya omay dengan lembut ke Bobby
" sebenarnya cerita nya itu seperti ini omay! aku melihat ada siaran tv kartun anak anak yg menyala diruang tv. karna, aku penasaran jadi nya aku keruang tv dan aku terkejut ternyata nyonya muda omay. aku merasa kasihan karna melihat nyonya mudah kedinginan dan aku jugak Takut jika nyonya muda nnti nya sakit karna tidur di sofa, dalam keadaan dingin dan posisi tidur yg akan membuat tubuh nya sakit. aku pun berinisiatif memindahkan nya ke kamar tuan, omay!! agar nyonya tidak sakit dan tuan muda tidak akan khawatir dengan nyonya omay" seru Bobby yg menjelaskan semuanya
" kau dengar itu sayang?? Bobby tidak ada niat buruk pada istri mu jadi kau jngan khawatir nak " seru omay
" tetap saja omay dia sudah berani menyentuh istri ku! jika dia tidak ingin Viola sakit dia kan bisa memberitahu ku jika begitu aku akan langsung datang dan memindahkan nya sendiri" ujar darren dengan nada dingin nya
" maaf darren, aku tidak bermaksud begitu" Boby meminta maaf pada darren, ia tidak mau sahabat nya itu marah padanya dalam waktu yg lama
" Darren kau tidak boleh begitu! dia kan bermaksud baik, tidak ada niat buruk apa pun pada Vio jadi hargai lah nak !" ujar mama darren yg masih menetes kan air matanya
" sudah berapa kali ku bilang! aku benci melihat mu menangis ma" pekik darren yg hendak meninggalkan ruangan keluarga itu
" kau mau kemana darren?" tanya mama Darren
" aku mau kekamar melihat Viola" seru darren dengan nada datar nya
" Darren maaf kan aku " teriak Bobby
" baiklah aku akan memaafkan mu kali ini! tapiiii,,,, awas saja jika kau mengulanginya lagi!!" lirik tajam darren pada Bobby
" oke sahabat ku , aku janji tidak akan mengulanginya lagi" seru Bobby dengan senyum nya
" kau boleh pergi! obati luka mu itu! aku tidak ingin melihat ada bekas luka di wajah mu itu" ujar darren yg langsung keluar
" baikk lah darren! kau itu sahabat terbaik ku" teriak Bobby yg sudah tidak melihat darren lagi..
mama dan jugak omay hanya menggeleng kan kepala mereka karna melihat tingkah darren dan jugak Boby
" omay Bobby pamit pulang dulu ya! tante Boby pulang ya mau obati luka yg di buat oleh darren ini dulu" senyum Boby dengan darah di bibir nya
" iya sayang.. maaf kan anak Tante ya!" mama darren mengusap darah yg ada di bibir Boby
" tidak apa tante, aku sudah biasa menerima pukulan nya sejak kecil" ujar Bobby dengan tawa meringis karna merasa perih di bibir bawah nya
" yasudah sekarang pulang nak! obati luka mu itu" omay tersenyum pada Bobby
" iya omay, Bobby pamit ya!" seru Bobby yg di balas anggukan oleh mama dan jugak omay..
Bobby yg sudah keluar dari ruangan keluarga itu, ia pun segera menaiki mobil nya dan langsung meninggalkan kediaman darren. lalu pergi ke klinik terdekat untuk mengobati luka yg buat oleh sahabat nya itu....
__ADS_1
^^^bersambung...^^^
...****************...