
2 hari kemudian....
persiapan resepsi pernikahan sudah selesai semua nya diatur oleh Aurora ( mama Darren) dan jugak padmawati ( omay Darren).
Sekarang adalah saatnya bagi Darren dan Viola untuk melaksanakan pernikahan mereka...
semua org yg ada dikediaman pertama Darren, sangat sibuk dari menyiapkan hantaran yg akan mereka Bawak nntik ke hotel agar tidak ada kesalahan dan jugak sampai mendandani Viola mama Darren sndri yg turun tangan dan perias wajah lain nya, tiba tiba mama Darren meninggal kan Viola dengan para perias wajah disana karna ada hal yg harus di urus mama Darren.
saat itu Viola sedih dan juga senang,dia sedih karna harus menikah bukan atas keinginannya sendiri namun karna keterpaksaan nya dan dia juga senang karna tidak pernah mendapatkan perlakuan yg sangat istimewa seperti ini, apalagi sekarang Viola merasa telah memiliki seorang ibu yg benar benar sayang kepada nya walaupun itu bukan ibu kandung nya sndri...
di tengah kesibukan mereka tiba tiba ada seseorang datang dan langsung memeluk Viola dari belakang Viola heran siapa org itu dan ternyata org itu adalah adiknya sendiri ...
" kakak aku sangat merindukanmu, sudah 5 hari kita tidak ketemu semenjak hari pernikahan mu ditentukan oleh dia" ujar kesal Tara , memang semenjak Viola kekantor Darren untuk perjanjian pernikahan mereka , Darren tidak mengijinkan Viola untuk pulang kerumahnya dan malah menyuruh Viola untuk menemui keluarga nya.
" husttss , jngan bicara seperti itu Tara , jika ada yg mendengar mu bagaimana" ujar pelan Viola
" biarin kak, kalau bisa semua org yg ada disini mendengar nya , habisnya dia melarang ku menemui mu sih kak dan malah mengurung ku di rumah dia yg sangat sepi itu berbeda sekali dengan disini yg sangat ramai kak " ketus tara
" masa sih dek? apa sangat sepi disana ?" tanya Viola,
dia tidak bisa membayangkan bagaimana nntik jika dia sudah benar benar menjadi istri Darren dan harus tinggal dirumah yg sangat sepi.
" tentu saja kak, disana seperti kuburan sepi nya " ujar Tara
" kau tau kak? pelayan disana memang lumayan bnyak namun semuanya seperti org bisu tidak ada yg bersuara satu pun." seru Tara
" oh iya kak aku lupa ada satu org pelayan dia berbicara disana, kalau gak salah seperti nya dia kepala pelayan disana kak namanya pak Dadang klok gak salah " ujar Tara
" benarkah Tara ada org yg mau berbicara disana? jika seperti itu dia bakalan sering berbincang nntik nya dengan ku , kalau aku tinggal disana. yaaa walaupun cuman satu org tapi setidaknya ada " ujar Viola yg merasa agak lega setidaknya disana nntik masih ada hawa hawa keberadaan manusia dari pada tidak ada sama sekali dia akan merasa sangat takut.
" hahahahahha kak kak" tawa Tara
" mengapa kau tertawa Tara ?" tanya bingung Viola
" kau polos sekali kak, kau tau kak? disana memang cuman kepala pelayan saja yg mau berbicara namun dia hanya bicara seperlunya saja kak. kau mau tau seperti apa dia bicara? ehmmm baiklah kak aku akan mempraktekkan nya padamu , dengar ya kak " ujar Tara yg tertawa kecil sementara Viola hanya terdiam saja melihat adik nya
" ehem ehem (berdehem) , dengar ya kak bagaimana aku mempraktekkan nya untuk mu , " nona apa kamu membutuhkan sesuatu?", " nona ingin makan apa hari ini" ," baiklah nona jika tidak ada yg nona butuh kan saya pergi kebelakang dulu", seperti itulah kak mereka dan jika aku ingin menanyakan tentang calon suami mu itu mereka langsung pergi dan tidak menjawab ku, sekarang aku tanya sama kakak tercinta ku ini, apa Kaka masih mau mengobrol sama pak Dadang itu?hahahaha kak kak ,kau itu polos sekali. emang nya pelayan disini tidak seperti itu sampai kau tidak tau" ejek Tara sambil tertawa
" eh iya jugak ya mengapa aku bodoh sekali, bukan nya pak Sarno jugak seperti itu ? knapa aku tidak memikirkan nya ya? dan malah aku membiarkan adik ku yg jail ini mengerjai ku " gumam Viola didalam hati
" sepertinya adik tersayang ku ini sangat senang ya mengerjai kakak nya ini?" tanya Viola sambil membuang kan muka nya dari adik nya
" uuhhh cup cup kakak ku sayang , aku tidak ingin mengerjai mu hanya saja aku rindu kepadamu dan tiba tiba aku tidak sengaja mengerjai mu " peluk Tara sambil menertawakan kakak nya
lalu Viola pun memeluk adik nya kembali dan jugak ikut tertawa bersama adik nya..
tiba tiba ada seseorang dari belakang yg memotong perbincangan mereka.
" apa yg membuat calon menantu ku ini tertawa?" ujar mama Darren
" eh mama " ujar Viola karna terkejut
" siapa kak ? mama? " tanya bingung Tara
"kau adik nya viola?" tanya mama Darren sambil tersenyum
" emh iya " jawab Tara yg gugup
" perkenalkan saya ibu nya Darren, Aurora Khan" ujar mama Darren
" mulai sekarang kau jugak harus memanggil ku mama sama seperti kakak mu itu , dan memanggil Darren kakak jugak sama seperti mu memanggil kakak mu, bisakan?" tanya mama Darren
Tara yg mendengar nya langsung terkejut.
" emmh, baik nyonya eh maksud saya mama , saya akan membiasakan nya " jawab Ragu Tara
" ngomong ngomong kalian sedang cerita apa? mengapa sangat senang?" tanya mama Darren
" heheheh bukan apa apa ma hanya cerita masa kecil Tara yg sukak mengompol ketika tidur " ujar Viola sambil tertawa karna dia sedang membalas adik nya yg tadi yg mengerjai nya
__ADS_1
" kakak kapan aku mengompol" tanya kesal Tara
" kau kan masih kecil , jadi kau tidak tau apa apa " ujar Viola yg terus tertawa
" aaaaa kakak ni , aku ngambek sama kakak " kesal Tara
" uuuhhh adik ku yg manja lagi ngambek" sambil mencubit pipi adik nya
" oh iya ma, ada apa kemari sepertinya mama ingin memberi tau sesuatu?" tanya Viola karna masih belum tau kenapa mama Darren datang
" oh iya mama lupa, kamu udh siap kan?" tanya mama Darren
" iya ini udh selesai kok ma, tinggal pakek high heeled aja ma" ujar Viola
" yasudah sekarang ke mobil kita akan ke hotel bintang 7 sekarang untuk segera melaksanakan pernikahan mu " ujar mama Darren
" loh bukannya 1 jam lagi ya ma kesana nya?" tanya bingung Viola , sementara Tara hanya menjadi pendengar yg baik saja
" mama pun tidak tau mengapa Darren mempercepat waktunya, mama rasa mungkin dia sudah tidak sabar tidur dengan mu, apalagi kau sangat cantik sekarang pasti dia langsung terpukau dengan mu " ejek mama darren sambil tertawa , Tara pun ikut tertawa yg melihat wajah kakak nya merah ditambah lagi kakak nya pakai blush on jadi semakin merah...
viola yg mendengar nya pun langsung batuk
" uuhuk uuhuk uuhuk, apaan sih ma , mungkin saja Darren ada urusan mendadak makanya acara pernikahan nya di percepat" ujar Viola karna malu
" hahahaha, baik lah kau benar sayang mungkin dia ada urusan, yaudaa yuk kita segera kesana kasian Darren sudah menunggu" ujar mama Darren
Viola pun mengangguk kan kepalanya dan mengikuti mama Darren, sementara Tara memegang gaun pengantin kakak nya yg sangat panjang itu agar Kakak nya tidak terjatuh karna gaun panjang itu...
mereka pun masuk kedalam mobil pengantin, yang memang mobil itu khusus di beli oleh Darren agar muat untuk mama, Tara dan Viola, karna gaun yg Viola kenakan sangat panjang dan mewah, sehingga harus memilih mobil yg besar ruang duduk nya.
akhirnya mereka pun Sampai di hotel bintang 7, disana khusus untuk acara mereka . Darren sengaja memilih hotel itu selain luas dan mewah hotel itu memang lah milik nya sndri, mereka pun segera masuk kedalam hotel dan betapa terkejutnya di dalam hotel sangat ramai sekali org org dan jugak desain interior hotel itu sangat mewah yg membuat Viola dan Tara sangat kagum..
" wowww mewah sekali ya!" ujar Viola yg kagum
" iyaaa kak mewah sekali, seperti nya baru pertama kali aku ketempat semewah ini, kau sangat beruntung kak" ujar Tara sambil menyentuh lengan kakak nya
viola dan Tara yg mendengar nya pun langsung malu dan ikut mama darren yg mengandeng tangan nya untuk menghampiri Darren...
mereka pun akhirnya melihat Darren yg sedang berbicara dengan beberapa kolega bisnis nya..
Darren yg tadinya sibuk berbincang tiba tiba terdiam melihat Viola menghampiri nya, betapa terkejutnya dia ketika melihat Viola yg memakai gaun pengantin yg indah dan anggun, Viola saat itu benar benar seperti seorang ratu dia benar benar sangat cantik, di tambah lagi Viola tersenyum dengan sangat lebar membuat Darren benar benar terpukau..
sementara mama Darren yg melihat anak nya seperti itu hanya menggeleng kan kepalanya dan tersenyum, dia tidak pernah melihat anak nya melihat seseorang sampai seperti ini...
dan Tara, ya kalian tau lah dia hanya melihat ruangan yg mewah itu dengan mulut nya yg terbuka karna masih sangat terkejut dan kagum...
viola yg melihat adik nya langsung menyenggol lengan adik nya itu
" tutup mulut mu, malu di lihat org" bisik Viola yg masih tetap berjalan anggun
" eh iya maaf kak, habis nya ruangan ini membuat ku lupa kalau aku sedang berada di ruangan org kaya semua" jawab Tara sambil tertawa kecil
" Darren ni pengantin mu , sudah mama dandanin secantik mungkin, sehingga membuat anak mama tidak berhenti melihat nya " ejek mama Darren sambil tersenyum.
Darren yg mendengar mama nya bicara seperti itu langsung mengalihkan pandangannya, sementara Viola hanya diam senyum saja...
" apaan sih ma, aku hanya lihat bagaimana bisa di hari spesial ini dia memakai blush on setebal itu " ejek Darren
" heyy ini jugak bukan kemauan ku , lagian yg memakaikan nya jugak para perias bukan aku , jadi mengapa mengejek ku di depan semua org " ujar kesal Viola
" hahahahhah badut badut " ujar darren
" kauuu " pekik viola
mama Darren yg melihat anak nya seperti itu hanya menggeleng kan kepalanya karna anak nya yg sedang mengejek calon istrinya itu...
" sudah sudah jngn bertengkar di hari spesial kalian, sekarang kalian mulai akad nya " ujar mama Darren
lalu akad pernikahan pun sudah di laksanakan dan sekarang mereka sudah menjadi suami istri.
__ADS_1
janji janji pernikahan sudah di ucap kan , walaupun pernikahan itu hanya di atas kertas namun janji itu bukan lah hal yg bisa di spele kan...
tidak lama kemudian omay Darren menghampiri Darren dan Viola
" nak selamat ya atas pernikahan kalian" ujar omay Darren sambil mencium Darren dan Viola
" iya omay, makasih ya omay sudah mau terima Viola jadi menantu di keluarga omay " ujar Viola sambil tersenyum
" tentu saja sayang , semua org pasti menginginkan menantu seperti mu, bukan kah begitu Darren?" tanya omay Darren
" emm iya may, sekarang aku sudah menuruti kemauan omay dan mama untuk menikah, jadi aku harap omay jaga kesehatan omay, okee? "tanya datar Darren
" okee cucu kecil ku, oh iya selesai acara ini segera ya Darren" ujar omay Darren
mama Darren yg sudah tau maksud ibu mertua nya itu hanya tersenyum sambil tertawa kecil
" segera apa may?" tanya Darren
" iya omay segera apa ya ?" tanya kembali Viola
" segera kalian buat cucu untuk mama mu dan jugak omay mu " ujar omay sambil tersenyum
viola dan Darren yg mendengar nya pun langsung tersedak secara bersamaan
" uuhuk uuhuk uuhuk"
" mama apaan sih mereka baru menikah, jadi mereka harus menikmati masa pernikahan mereka dulu baru memikirkan anak ma" ujar mama Darren sambil tertawa
" eh iya kamu benar jugak Ra " ujar omay
" ya udah kalian nikmati dulu saja nntik baru kasih cucu untuk omay " timpal omay lagi
Darren dan Viola hanya tersenyum malu saja...
sekarang tiba waktunya pemotretan untuk pengantin..
" kau harus terlihat bahagia dan mesra di foto nntik agar, tidak ada org yg curiga dengan mu dan dengan ku kalau pernikahan ini bukan atas cinta tapi karna hutang mu itu " ujar dingin darren
" heyy,,, aku tau kali harus berbuat apa , kau jugak tidak perlu bilang tentang hutang ku. aku jugak tau aku ada hutang dengan mu kalau tidak mana mau aku menikahi singa seperti mu " ketus Viola
" apa singa? sejak kapan kau mulai merubah nama ku ha? " marah Darren dengan nada pelan
" sejak kita berjumpa, kau itu sok berkuasa sama seperti singa" ujar Viola
" biarin, asal kau tau tanpa singa hutan tidak akan tenang " ujar Darren
" tapi singa jugak yg memakan rakyat nya padahal dia itu kan raja hutan bagaimana bisa seperti itu" ujar Viola tidak mau kalah
" hey,, kau tau tidak jika, singa kelaparan dan mati siapa yg akan menjaga hutan ? jika singa mati maka para pemburu akan melakukan hal yg lebih kejam lagi dari pada singa , dasar kau badut tidak tau apa apa " ujar Darren sambil menyentil kening Viola
" aww sakit , kau ini ya " bentak Viola
" sudah sekarang kita harus foto semua org melihat kita ,ingat kau harus tersenyum awas saja jika tidak, aku akan menambah kan hutang mu lagi " ancam Darren
" iya iya baik lah" jawab Viola yg kesal
lalu mereka pun foto dengan mesra, seolah-olah mereka saling mencintai padahal tidak..
ini dia hasil foto yg paling mesra bagi semua org dan foto itu akan di bingkai sangat besar di ruang keluarga drn.khan.
akhirnya acara pernikahan mereka di hotel pun selesai dan saatnya adat istiadat akan di lakukan di kediaman keluarga besar mereka..
viola yg sudah kelelahan di hotel menghela kan nafas nya dengan sangat panjang, karna harus melakukan adat istiadat keluarga darren.
begitupun dengan Darren dia jugak sudah sangat lelah di tambah lagi dengan permintaan mama dan jugak omay nya untuk melakukan adat mereka...
bersambung....
__ADS_1